
"Permisi Tuan, ini sate pesanannya," ucap bodyguard yang mengantar kembali makanan.
Bodyguard yang lain juga sudah duduk di salah satu meja dan memesan makanan sesuai dengan perintah dari Farzan.
Walau mereka terlihat santai, matanya tidak pernah lepas memperhatikan sekitar guna menjaga keamanan sekitar.
"Ya terima kasih. Jangan lupa kalian kirim untuk orang yang sedang bertugas di rumah. Tanya saja siapa yang masih bangun dan ingin makanan atau minuman yang ada di sekitaran tempat dia membeli makan.
"Baik Tuan. Terima kasih," ucapnya sedikit membungkuk sopan, lalu kembali menuju tempat yang lainnya duduk sekaligus melaksanakan perintah Farzan tadi.
"Yang masih bangun banyak emang?" tanya Nasha sambil mengambil tusuk sate.
"Lumayan sih sepertinya. Yang sedang tugas saja bisa sampai 40 orang, belum yang memang masih belum tidur. Kenapa emang?" jelas Farzan sekaligus bertanya pada Nasha.
"Engga sih. Mau pesen buat besok juga boleh ngga? Atau kita udah ada catering dari pagi?" tanya Nasha, tangannya masih aktif mengambil sate juga menyuap potongan lontong yang ada dalam satu piring. Apalagi ditambah kerupuk kulit untuk menyendok bumbu.
"Udah dari pagi Sayang. Untuk lusa aja ya?" ucap Farzan sambil mengingat ngingat kapan datangnya makanan.
"Em.. gimana nanti deh kalau gitu. Tadinya kalau sarapan masih harus masak mending sekalian beli aja sekarang. Tapi karena nanti ada jadi engga usah aja," ucap Nasha menjelaskan maksudnya.
Farzan hanya mengangguk mengiyakan dengan tangan mengelap sudut bibir Nasha yang terkena bumbu dari sate yang dia makan.
"Kenapa selalu gemesin sih? Mau aku karungin aja rasanya," ucap Farzan sedikit menusuk pipi Nasha gemas.
"Gemesin dari mana? Orang gendut gini," cebik Nasha kesal sendiri kalau sudah mengingat bentuk tubuh yang membengkak.
"Mana ada. Kamu selalu cantik Sayang. Bahkan sekarang tambah lucu karena pipinya jadi lebih lentur, hehe," ucap Farzan sambil terkekeh kecil.
"Ngga papa lah, yang penting suami cintanya cuma sama aku, iya ngga?" tumben sekali Nasha berani mengatakan hal itu.
"Eh kok? Tapi aku suka kamu yang kaya gini," kaget Farzan sebentar sebelum mengangguk angguk senang dengan tingkah Nasha sekarang.
"Ehehehe," Nasha terkekeh malu malu menyadari kerandomannya kali ini membuat dirinya salah tingkah.
"Hahaha, gemes aku tuh. Kamu sering kaya gitu juga ngga papa," ucap Farzan menggoda Nasha dengan tawa yang semakin menjadi.
"Ih kamu mah. Jangan ketawa terus," cebik Nasha yang mukanya sekarang bertambah merah, terlalu malu.
__ADS_1
"Hahaha, iya iya, udah berenti," ucap Farzan yang berusaha menghentikan tawanya agar Nasha tidak marah. Bisa bahaya kalau pagi nanti mood Nasha jelek, dia yang akan terkena amukan dari Momynya.
"Malu ih," Nasha masih terlalu malu, sekarang tangannya menutupi wajah agar Farzan tidak melihat mukanya yang sudah pasti merah padam.
"Udah Sayang ngga papa. Sini tangannya nanti pengap loh," ucap Farzan menggigit pipi bagian dalam untuk menahan sisa tawa, apalagi melihat tingkah Nasha yang malah seperti anak kecil.
"Udah oke? Lagian kan yah, kamu ngomong gitu juga sama suami sendiri, jadi ngga usah malu," ucap Farzan memeluk gemas Nasha yang sudah menurunkan tangannya dari wajah.
"Jangan bahas!" ucap Nasha tegas, karena kalau diingatkan dia jadi tambah malu.
"Haha, oke oke ngga lagi," ucap Farzan menyerah, tak mau Nasha bad mood.
Tok.. tok.. tok..
"Ini baso tahunya Tuan," ucap bodyguard yang membawa kembali pesanan Nasha.
"Iya, terima kasih," ucap Farzan mengambil kembali piring baru yang terlihat masih mengeluarkan asap.
"Yey baso tahu," seru Nasha semangat kembali, mulai melupakan kejadian tadi.
Farzan hanya tersenyum gemas melihat mulut Nasha yang menggembung. Sesekali Nasha akan menyuapi Farzan agar makanannya cepat habis.
Sate yang tadi Nasha makan sudah habis duluan, jadi kali ini Nasha fokus menghabiskan baso tahunya.
"Mau sekoteng juga boleh ngga?" ucap Nasha yang tiba tiba memikirkan jenis minuman hangat yang terbuat dari jahe dan di dalam mangkuk diisi beberapa toping.
"Sebentar," ucap Farzan mengambil ponselnya.
"Coba cari di sekitar sini ada yang jual sekoteng atau tidak," ucap Farzan pada salah satu bodyguard di luar.
"Sebentar Tuan, kami cari dulu," jawabnya sambil berlalu bersama satu orang rekannya.
"Ya. Jika tidak ada cepat beritahu," ucap Farzan sebelum menutup sambungan telepon itu.
"Kalau ngga ada, ngga usah aja ya Kak. Aku udah ngantuk karna kekenyangan, hehe," ucap Nasha tidak mau memaksa, karena matanya mulai sayu, ketara sekali dia mulai mengantuk.
"Iya Sayang, sini senderan dulu aja. Nanti kalau ada aku bangunin," ucap Farzan membiarkan Nasha menyender penuh padanya agar dia bisa mengusap usap perut bulatnya.
__ADS_1
Nasha yang merasakan adanya elusan halus dari Farzan tambah mengantuk dan mulai memejamkan matanya, sesekali kepalanya mencari posisi ternyaman, tangannya juga tidak ketinggalan memeluk sebelah tangan Farzan.
"Sleep well baby," bisik Farzan sambil melihat keadaan sekitar yang sudah tidak seramai beberapa menit yang lalu.
Sesekali tangannya yang tidak di peluk Nasha mengelus kepala atau menepuk lembut paha Nasha agar semakin nyenyak tidurnya.
...----------------...
Pandangan Farzan menajam saat melihat adanya orang mencurigakan yang sedari tadi mengintai sekitaran mobilnya.
Sepertinya orang itu tidak tahu jika di dalam mobil ada orang, karena kaca yang gelap dari luar tidak terlihat ke dalam. Beda jika yang di dalam mobil bisa melihat jelas ke arah luar.
"Tangkap orang berbaju hitam di arah jam 1 persis di depan mobil, satu lagi ada di belakang, di atas motor matic hitam. Buat setenang mungkin, jangan ada keributan. Bawa ke markas daerah G langsung," perintah Farzan dari alat komunikasi mereka yang berjaga. Seketika keempat bodyguard yang sedang menunggu di luar sigap menuju tempat yang Farzan beritahu menyisakan 2 bodyguard yang menunggu di sisi mobil, takut ada kejadian tambahan.
"Ehm.. kenapa?" tanya Nasha pelan dengan mata yang setengah terbuka, karena mendengar ada yang berbicara tadi.
"Engga Sayangm Tidur lagi ya," ucap Farzan mengusap perut serta kepala Nasha yang membuat Nasha kembali terlelap.
Mereka memang masih berada di pinggir jalan, tadi setelah 2 bodyguardnya berkeliling kawasan ini, mereka bilang jika minuman yang Nasha inginkan tidak ada.
Bodyguard yang mencari juga baru saja kembali setelah 30 menit berlalu.
Nasha yang baru tidur membuat Farzan memutuskan untuk diam di sini sebentar lagi. Tapi saat akan meminta mereka untuk masuk dan kembali ke mansion, ada 2 orang yang Farzan curigai.
Farzan hanya takut saat bodyguardnya kembali dan akan mulai memasuki mobil, mereka berbuat nekat dan nanti terjadi keributan.
Jika sudah ada keributan maka Nasha akan bangun dan pasti akan ketakutan melihat kejahatan yang sedang terjadi.
Jadi Farzan memutuskan untuk mengintai mereka dulu sebentar sebelum akhirnya yakin dengan prediksinya dan menangkap kedua orang itu.
...----------------...
happy reading..
tandai typo yah, hehe..
bye bye
__ADS_1