Antara Aku, Kamu, Dan Masa Lalu

Antara Aku, Kamu, Dan Masa Lalu
Mama dan Papa Reno


__ADS_3

Farzan berjalan dengan santai, walau lama lama tubuh Nasha terasa berat, namun Farzan menikmati masa masa ini.


Kehamilan sesuatu yang mungkin tidak hadir setiap tahun, jadi Farzan hanya memanfaatkan momen yang ada saat ini dan menciptakan banyak momen lain nantinya setelah ini.


"Kenapa di bawa lagi?" tanya Brady yang pertama kali menyadari kedatangan Farzan.


"Ngga mau di tinggal. Pelankan suara kalian," jawab Farzan sekaligus memberi perintah, agar Nasha tidak terganggu tidurnya.


Padahal Nasha yang saat ini sudah nyaman dan tidak merasa takut, tidurnya semakin nyenyak, suara Farzan atau yang lainnya pun tidak akan berpengaruh.


"Udah kek gendong baby aja Lo Za," celetuk Sean melihat Nasha yang tertutupi oleh selimut dari atas kepala sampai kakinya.


"Latihan," balas Farzan santai sebelum duduk di kursi tunggu.


"Gimana?" tanya Farzan menatap mereka menanyakan keadaan Billa.


"Apaan dah gimana gimana doang, kagak ngarti Gue," sewot Zargio bingung, Sean dan Brady juga sama bingungnya.


"Belum ada kabar," ucap Deon membalas perkataan Farzan.


"Tunggu aja," sahut Ergi menimpali.


"Gue ngga bisa lama, kasian Mita bingung sama Elhan yang rewel, mungkin asing dengan tempat baru," lanjut Ergi yang membaca pesan dari Mita dan berjalan menuju kamar setelah mendapat anggukkan dari yang lainnya.


"Nah kalau ngomong tuh kaya tadi kek ada penjelasan, ini cuma bilang 'gimana' kapan ngartinya," gerutu Sean dengan meniru pertanyaan Farzan tadi.


Tidak lama terdengan beberapa langkah kaki tergesa yang sepertinya dapat di tebak jika itu adalah orang tua Reno.


Orang tua dari pihak Billa belum di beri kabar karena mereka sempat mendengar dari Reno jika Ibu tiri dari Billa dapat membuat Billa stres berkepanjangan karena masih saja membahas anak dari temannya itu.


Entah apa alasan Ibu tiri dari Billa ini, tapi sempat saat usia kandungan Billa 7 bulan, Ibu tirinya sengaja membawa wanita anak temannya itu saat acara pengajian 7 bulan kandungan Billa.


Dan itu semua sukses membuat Billa di rawat selama satu bulan karena ada racun penggugur kandungan dalam susu yang akan di berikan pada Billa.


Pelakunya sudah jelas Ibu tiri dan wanita itu, karena Reno sendiri yang mendengar saat dia keluar ruangan tindakan dan akan berbelok menuju kamar mandi untuk menenangkan pikirannya yang kalut karena hampir kehilangan istri dan anaknya.


Reno menceritakan semua itu pada sahabatnya agar membantu menahan wanita itu juga memberi pelajaran pada Ibu tiri dari istrinya.


Ayah dari Billa yang mengetahui itu mentalak istrinya langsung dan sekarang sedang proses sidang karena tidak ingin ada mediasi.


Ibu tiri Billa juga sedang dalam proses hukum karena terbukti dengan sengaja melakukan tindakan pembunuhan. Adik Billa sendiri tidak ingin ikut campur masalah itu karena sang Ibu memang harus mendapat hukuman yang setimpal.

__ADS_1


Reno yang takut Ibu tiri Billa yang masih berkeliaran bebas di luar itu mendengar tentang ini dan membuat masalah jadi belum memberitahu Ayah juga adik dari Billa. Takut tidak sengaja terdengar Ibu tirinya dan membuat masalah baru yang lebih rumit.


...----------------...


"Nak Arza bagaimana dengan menantu Mama," ucap Mama dari Reno, Arni.


"Masih di tangani sepertinya Ma, tapi mungkin sudah masuk proses persalinan," jawab Farzan.


"Tenang Ma, semua pasti baik baik aja," ucap Papa Reno, Frans, menenangkan istrinya.


"Jangan terlalu panik Ma, itu kasian istri Arza terganggu tidurnya," ucap Frans pelan mengingatkan istrinya.


"Eh iya. Maaf ya Za, Mama ngga lihat," sesal Arni karena tadi melihat Nasha menggeliat dalam tidurnya.


"Ngga papa Ma," ucap Farzan pelan sambil mengelusi punggung Nasha.


Setelah itu mereka hanya menunggu kabar atau juga kelahiran anak dari Reno ini. Mungkin memakan waktu yang lumayan, karena ada pemeriksaan khusus dan lain sebagainya.


...----------------...


Sekitar satu jam kemudian, terdengar suara tangisan bayi yang artinya anak dari Billa dan Reno telah lahir ke dunia.


Ucap syukur dipanjatkan dari setiap orang yang menunggu di depan ruangan bersalin.


Walaupun mereka sudah lama merasa seperti itu, mereka tidak memaksa anak dan menantunya atau sering bertanya tentang hal ini.


Sebagai orang tua mereka hanya bisa mendoakan yang terbaik, jika memang nantinya tidak di berikan kesempatan memeluk cucunya, mereka bisa mendapatkan cucu lainnya.


Tapi Allah begitu baik karena sudah mengabulkan keinginan mereka yang sederhana ini.


Tak tanggung tanggung, untuk mensyukuri semua nikmat yang telah Allah berikan pada keluarga mereka, setiap bulan disiapkan syukuran kecil bersama anak anak yatim piatu, juga pembagian sembako secara acak di berbagai kota dengan jumlah yang lumayan besar.


Bukannya berkurang, rezeki mereka ternyata malah bertambah banyak juga lebih berkah, maka dari itu mereka berdua mencoba untuk selalu rutin dalam kegiatan itu nantinya.


"Mama ngga sabar mau liat cucu kita," seru Arni bagaikan seorang anak kecil yang akan menaiki wahana favoritnya.


"Sabar Ma, baby lagi di urus dulu kayanya," ucap Frans yang juga bahagia namun masih bisa berekspresi biasa saja. Hanya senyuman lebar yang tidak membohongi jika dia benar benar bahagia.


"Keponakan baru nih," ucap Brady semangat.


"Cewe apa cowo ya?" sahut Zargio menimpali.

__ADS_1


"Mau cewe atau cowo yang penting sehat," giliran Sean yang berucap.


"Selamat Ma, Pa," ucap singkat Deon dengan sedikit senyumnya.


"Semoga baby dan Ibunya sehat ya," lanjut Farzan tanpa mau mengulang perkataan 'selamat'.


"Cosplay jadi mereka berdua bakal kek patung sih. Diem diem, tapi di depan bini langsung berubah," cibir Brady yang mengundang tawa mereka.


Nasha yang mendengar banyak suara mulai menggeliat pelan dan perlahan membuka kedua matanya.


"Stt.. tidur lagi Sayang," bisik Farzan sambil mengelus lembut punggung Nasha.


"Mhh.. Kak kenapa berisik?" bisik Nasha karena masih menaruh kepalanya di ceruk leher Farzan.


"Anaknya Billa udah lahir Sayang," ucap Farzan masih berbisik berharap Nasha kembali terlelap karena sedari tadi Nasha begitu aktif.


"Eh? Mana Kak anaknya?" antusias Nasha yang seketika sudah tidak merasa mengantuk lagi.


"Masih di periksa kayanya," ucap Farzan sambil tersenyum gemas melihat Nasha yang antusias.


"Ya ampun mantuku menggemaskan sekali," pekik Arni dengan suara pelan takut mengganggu operasional gedung ini.


"Eh, Tante siapa?" bingung Nasha yang memang baru pertama kali bertemu orang tua dari Reno.


"Panggil Mama Sayang. Kita orang tua Reno," ucap Arni memperkenalkan diri sambil mengusap pipi gembul Nasha.


"Oh iya iya," angguk angguk Nasha mengerti.


"Kya nambah lagi satu mantu yang lucu," tepuk tangan Arni seperti anak kecil.


Sekedar info saja, Arni memang manja juga sedikit kekanakan, namun hanya di tunjukkan di depan keluarga saja. Jika bertemu orang asing Arni lebih terlihat jutek.


"Hihihi Mama lucu," kikik Nasha menutupi mulutnya sendiri.


"Hahaha," interaksi keduanya membuat mereka yang melihat dan mendengarnya ikut tertawa.


Ini baru berdua, belum dengan yang lainnya. Apalagi ada Kylla juga Eve dan Ana yang sensitive, pasti menggoda mereka sekaligus seru sekali. Jika satu nangis bisa bisa semua ikut nangis.


...----------------...


happy reading..

__ADS_1


tandai typo yah, hehe..


bye bye


__ADS_2