
“Aku duduk sendiri aja,” cicit Nasha merasa tidak enak pada yang lainnya.
“Engga papa, liat itu mereka juga romantis dengan caranya masing masing,” ucap Farzan pelan sambil sedikit melirik para sahabatnya.
Nasha menoleh sedikit mencari tahu kebenaran ucapan Farzan. Dan benar saja ternyata sahabat dari suaminya punya cara tersendiri dalam memperlakukan pasangan masing masing. Tentu saja kecuali Brady yang hanya bisa pasrah berada di tengah para pasangan itu.
“Mentang mentang makan di rumah jadi bebas mengumbar kemesraan,” sindir Brady dengan suara gaddyh, menabrakkan sendok pada piring.
“Nah dia kecuali. Masih single soalnya,” tambah Farzan yang mengetahui sahabat sekaligus asistennya itu sedang menggerutu.
“Lo makan yang kalem bisa kagak sih? Ini anak Gue sampe kaget. Sampe dia bangun dan ganggu istri Gue lagi makan Lo bakal tahu akibatnya,” sinis Ergi yang sedang menggendong Elhan yang tadi hampir menangis. Ergi memang membiarkan Mita makan terlebih dahulu agar jika anaknya terbangun bisa langsung di beri asi.
“Hah nasib nasib,” cicit Brady dengan mengelus dadanya berusaha sabar.
“Stop. Lanjutkan makan kalian dengan tenang,” lerai Deon yang sedang menyuapi Kylla dengan telaten.
Mereka memulai makan dengan keadaan lebih tenang, hanya sedikit percakapan ringan antar lelaki yang memang lebih fokus untuk menyuapi pasangannya masing masing. Para wanita hanya menyimak dan menerima setiap suapan yang di berikan suami mereka.
...----------------...
Makan malam baru saja selesai beberapa menit yang lalu, sekarang mereka semua berkumpul kembali di tengah ruangan untuk mengobrol santai. Untuk membahas yang sebelumnya, mereka sepakat akan membicarakannya setelah para wanita tertidur saja. Tujuannya agar para wanita tidak perlu ikut pusing.
“Kamu belum kenalan kan sama mereka? Itu yang di depan kita ada Sean dan Jieve/Eve, di sebelah mereka ada Zargio dan Levana/Ana, di sofa kiri ada Deon dan Aquilla/Kylla, sebelahnya Reno dan Billa, di kanan kamu ingat? Mereka Ergi dan Mita juga anak mereka Elhan, itu yang di sofa single kamu pasti tahu siapa,” jelas Farzan pada Nasha yang memperhatikan mereka dengan senyumannya.
“Halo semuanya, salam kenal. Aku Nasha,” sapa Nasha malu malu.
“Halo juga Sha,” kompak para wanita dengan senyumannya.
“Lama ngga ketemu, kamu tambah cantik aja,” ucap Mita menggoda Nasha.
“Kak Mita bisa aja,” balas Nasha masih malu malu.
“Jangan sungkan ya kalau mau cerita atau ajak kita kumpul buat abisin duit suami. Kita bakal selalu sedia, hehe,” ucap Ana dengan menaik turunkan kedua alisnya menatap Zargio.
“Nah iya betul. Eh aku minta nomor kamu dong mau aku masukin ke grup khusus gurls,” timpal Eve yang menjadi admin grup mereka.
__ADS_1
“Nanti aku kirim,” bukan Nasha yang menjawab tapi Farzan.
“Kita ngomong sama Nasha deh perasaan,” Billa yang dari tadi diam mulai menanggapi Farzan yang malah ikut menjawab.
“Yey punya temen buat ke pusat permainan,” sorak Kylla dengan semangat. Di antara mereka sudah jelas Kylla dan Nasha yang paling kekanakan juga manja, jadi jangan heran lagi.
“Aaaa mau main game ke sana,” Nasha yang tadinya malu malu mulai menanggapi Kylla dengan antusias juga.
“Fix ini tambah satu orang yang harus kita jaga kalau pergi ke mall,” ucap Ana yang di angguki Eve, Mita dan Billa.
“Bukan lagi. Ngajaknya pasti tempat main sama es krim, bukan malah abisin duit buat belanja baju,” ucap Eve menggelengkan kepalanya.
“Mereka sefrekuensi masalah begitu,” timpal Billa.
“Biarin, buat nemenin anak Gue main,” ucap Mita santai. Lumayan kan buat temen main anaknya pas ke mall nanti.
Keempat wanita itu masih terus membicarakan Kylla dan Nasha yang asik dengan obrolan mereka sendiri, entah itu membahas game atau juga makanan manis kesukaan keduanya, permen kapas.
“Mereka cocok emang,” tanggap Farzan pada Deon yang terus memperhatikan istrinya, tidak sadar Farzan juga begitu.
“Heem memang,” singkat Deon menanggapi Farzan.
...----------------...
Bahkan ke enam wanita itu sudah seperti sahabat yang sering berkumpul. Nasha juga lebih cepat akrab dan nyaman dengan mereka semua.
Baby Elhan berada di dalam ruangan karena dia termasuk laki laki, dan lagi saat ini masih waktunya Elhan tertidur jadi Mita bisa sedikit leluasa bersama dengan yang lainnya.
“Kamu juga jangan banyak pikiran. Kalau ada cewek gatel yang dateng, kamu bisa hubungi kita dan kita yang bakal beresin tu cewek,” ucap Eve menggebu. Entah mereka bahas apa sebelumnya, yang pasti saat ini tiba tiba mereka membicarakan masalah wanita gatal.
“Ada tadi perawat yang bareng Dokter Jane, berani lirik lirik genit Kak Arza. Kan kesel aku,” ucap Nasha dengan sedikit emosi mengingat hal tadi. Dia memang kesal karena hal tadi, tapi tertutup dengan rasa bersalahnya dan juga takut Farzan marah padanya, jadi dia hanya diam saja.
“Oiya? Ih itu pasti orang baru jadi aja gitu,” tanggap Ana ikut kesal.
“Siapa nama perawatnya? Nanti aku labrak di rs,” timpal Billa dengan emosi juga.
__ADS_1
“Engga tahu, tadi ngga perhatiin soalnya males,” ucap Nasha yang sudah tidak emosi lagi.
“Tapi Kak Arza juga udah tegur tadi. Kalau masih macem macem baru deh pikirin enaknya di apain tu orang,” lanjut Nasha mengingat Farzan yang menegur wanita tadi.
“Kak De juga sering di datengin nenek lampir. Tapi langsung di basmi sama om om baju item,” ucap Kylla ikut ikutan.
“Bodyguard Kylla,” gemas Ana karena Kylla selalu bilang begitu dan membuatnya harus berpikir itu siapa.
“Suka suka Kylla dung,” cemberut Kylla yang malah kesal dengan Ana.
Ana dan Kylla memang sering adu mulut, entah siapa yang memulai tapi pasti ada saja yang mereka perebutkan atau persoalkan.
Tidak terasa hari makin larut, bahkan mungkin sudah melebihi waktu tidur para wanita yang memang sudah di tentukan oleh suami mereka agar mereka juga tetap sehat. Kecuali saat saat tertentu, mereka boleh begadang seperti saat ini.
Sebelumnya Farzan sudah bilang agar mereka bisa menginap dan besok kembali lagi pada rutinitas masing masing, soal pakaian ganti sudah Farzan sediakan di kamar yang biasa mereka gunakan.
“Ini sudah larut, mereka juga sudah terlalu lama di luar. Kita bicarakan lagi hal ini nanti di markas,” ucap Farzan menutup obrolan mereka. Walau tadi mereka membicarakan masalah serius, tapi setiap mata mereka selalu tertuju pada wanitanya masing masing. Karena memang balkon terlihat dari arah sofa yang mereka duduki.
“Ya benar, ini terlalu larut untuk mereka,” ucap Deon mengiyakan.
“Kalau gitu kalian urus dulu pasangan masing masing, Gue mau langsung tidur,” ucap Brady yang sudah beranjak berdiri dan akan turun menuju lantai 2 tempat di mana kamar kamar berada.
Yang lain hanya mengangguk saja dan mulai beranjak mendekati pasangan masing masing untuk membawanya menuju kamar. Ergi menitipkan Elhan pada Brady untuk di antar ke kamarnya agar dia bisa fokus pada istrinya, untungnya Brady mau mau saja dimintai tolong.
“Sayang, beb, honey,” berbagai panggilan di sebutkan untuk pasangan masing masing setelah mereka sampai di balkon tepatnya di belakang pasangannya masing masing.
“Udah terlalu larut, kita harus masuk,” ucap Farzan mendahului.
“Besok besok kalian bisa kumpul dan mengobrol kembali. Tapi ini udah larut,” giliran Reno yang berbicara mewakili semuanya.
Para wanita yang tidak bisa membantah pun hanya mengangguk pasrah dan berjanji saling memberi kabar untuk bisa berkumpul lagi lain waktu. Baru setelah itu mereka masuk ke dalam rumah untuk menuju kamar masing masing dengan posisi sama sama di gendong ala koala.
...----------------...
happy reading..
__ADS_1
tandai typo yah, hehe..
bye bye