Antara Aku, Kamu, Dan Masa Lalu

Antara Aku, Kamu, Dan Masa Lalu
Mimpi?


__ADS_3

“Tidak!!” teriak Farzan yang baru saja terbangun.


“Eh Za Lo kenapa?!” panik Brady yang sedang duduk di sofa rumah sakit.


Ya rumah sakit. Belum ada tiga hari mereka tiba di negara pertama dan belum melakukan pengecekan atau meeting dengan beberapa penanggung jawab.


Dirky lebih dulu memberikan hasil penyelidikannya. Dan itu adalah buku diary. Tentu saja dengan semua informasi lengkap yang langsung bisa mereka dapatkan karena orang yang bermain main saat itu sangatlah ceroboh.


Orang itu memang bernama Grasya Amalia yang diketahui sahabat adiknya Nasha dan juga Hadi Hutomo salah satu kenalannya dulu di sekolah yang memang selalu iri dengan keberhasilan Farzan.


Grasya yang merupakan kekasih gelap Hadi, tidak ingin ditinggalkan karena Hadi memilih keluarganya. Maka dari itu Grasya mau saat diminta Hadi mencari informasi tentang Nasha yang waktu itu akan dinikahi Farzan.


Grasya menghasut sahabatnya yang sudah tidak suka dengan keputusan Nasha untuk menikah saat itu. Bahkan Grasya ikut menghasut kedua orang tua Nasha agar ikut membenci Nasha.


Saat itu pas sekali hujan turun ketika Grasya ingin pulang, jadi dia diminta menginap saja agar lebih aman karena hari juga sudah lumayan malam.


Grasya yang pura pura tidur, keluar dari kamar Ucan untuk memasuki kamar Nasha mencari sesuatu. Siapa tahu dia bisa menemukan hal yang menguntungkan. Lemari baju, lemari nakas dan laci laci yang ada sudah di periksa oleh Grasya tapi tidak ada apa pun.


Sampai Grasya menemukan ada buku yang di masukkan dalam kotak bergembok yang di simpan di dalam laci meja belajar. Kotak itu dibawa Grasya dan dimasukkan dalam tasnya agar tidak ada yang curiga.


Hadi awalnya ingin Grasya menggoda Farzan atau menjebaknya agar nanti Farzan bisa berpisah dengan Nasha dan setelahnya Grasya menggantikan tempat Nasha untuk menguras semua harta Farzan bagaimanapun caranya.


Tapi setelah Grasya bilang jika dia menemukan buku di kamar Nasha mereka mempunyai rencana lain. Dari buku itu tertulis jika Nasha selalu menunggu di taman dan dulu Hadi pernah mendengar Farzan menunggu seseorang yang selalu bermain di taman.


Nama tamannya sepertinya sama, jadi waktu itu Hadi menyuruh Grasya datang ke taman. Sudah sejak terakhir Farzan melihat ada yang datang ke taman, pengawasan di sana lebih banyak lagi, bahkan anak buahnya menyewa satu rumah di sana agar bisa mengawasi keadaan taman lewat cctv.

__ADS_1


Mereka melihat ada seorang gadis yang datang, duduk di salah satu kursi dan menangis. Itu saat malam hari sampai hampir tengah malam sebelum akhirnya gadis itu pulang menggunakan mobil pribadi, jadi mereka membuntutinya sampai gadis itu masuk kamar di sebuah kontrakan.


Baru setelah itu mereka menghubungi Farzan dan memberi laporan. Dan ya setelahnya pertemuan itu terjadi.


...----------------...


Sebelum benar benar berangkat, Dirky sudah lebih dulu memberikan buku yang dia temukan karena tahu dari Brady jika mereka akan pergi lumayan lama. Apalagi Dirky tahu rencana dari Hadi yang ingin menghancurkan perusahaan Farzan.


Sebelum pesawat terbang juga ada sedikit kendala dengan jaringan jadi selama menunggu perbaikan, Farzan, Brady dan Dirky mengobrol di dalam ruangan rapat di pesawat.


Semua yang Dirky tahu langsung di laporkan pada Farzan, termasuk membawa kedua orang itu ke markas dan menyekapnya di sana.


Farzan meminta Dirky terus mengawasi keduanya sampai nanti dia kembali lagi menuju negara ini. Mungkin setelah pulang nanti Farzan akan sedikit memberi pelajaran pada mereka berdua yang ingin bermain dengannya itu.


Setelah selesai membicarakan itu, pesawat sudah siap landas dan Dirky pamit undur diri karena harus membawa kedua orang tadi menuju markas di kota G. Sebelumnya mereka ada di markas di kota C ini.


Karena sudah larut dan besok banyak aktivitas yang harus dilakukan, Farzan dan Brady masuk ke dalam kamar masing masing yang tersedia di dalam pesawat.


Farzan tidak bisa memejamkan matanya karena terlalu banyak yang dia pikirkan, jadi dia memutuskan untuk membaca buku yang Dirky bawa.


Baru membaca beberapa lembar Farzan sudah termenung banyak. Dalam tulisan tulisan itu ternyata sama dengan ceritanya dulu saat bersama Achanya. Yang berarti orang yang belum lama ini ada di sampingnya adalah orang yang selalu dia cari, Achanya.


Nasha adalah Acha/Cha. Dia gadis kecilnya dulu. Pantas saja Farzan merasakan hal berbeda dengannya. Tapi Farzan tidak bisa mengenali Nasha karena dulu Nasha tidak memakai kerudung.


Tapi dengan sikap dan ketakutannya Nasha pada orang tuanya, seharusnya Farzan menyadari semua itu. Apalagi saat dulu melihat perawakan gadis yang meninggalkan taman yang jika dipikirkan sekarang dia memang memiliki postur seperti Nasha.

__ADS_1


Farzan melanjutkan membaca buku sampai halaman dengan tulisan terakhir Nasha. Di sana Nasha menulis rasa takut dan kebingungannya saat Farzan meminta Nasha menjadi pendampingnya, dengan dalih hukuman.


Nasha menulis tentang takdirnya yang tidak bisa bersama dengan Kak Arza yang tak lain adalah Farzan. Tentang bagaimana cara Nasha melewati hari buruk saat Farzan tidak ada lagi di taman jika Nasha menunggu di sana dan baru menyadari maksud perkataan Farzan dulu yang menyuruhnya untuk menunggu.


Farzan tanpa sadar menitikkan air matanya, Nasha juga selalu menunggunya, Nasha juga selalu datang ke tempat itu hanya saja dulu tidak setiap saat ada yang mengawasi tempat itu jadi menyulitkan mereka mengetahui keberadaan Nasha.


Tempat mereka bermain atau bertemu dulu juga sebuah gazebo yang ada di ujung taman dan tidak ada yang tahu itu karena Farzan juga tidak bilang pada bawahannya tentang itu.


...----------------...


Beres membaca buku Farzan baru memejamkan matanya. Tanpa di sadari suhu tubuh Farzan meninggi hingga keringat terus bercucuran walau di dalam kamar terdapat pendingin ruangan.


Sampai pesawat akan lepas landas Farzan belum juga bangun dan keluar dari kamar walaupun Brady terus mengetuk kamar.


Takut terjadi sesuatu Brady membuka pintu dengan kunci cadangan dan melihat kondisi Farzan yang seperti menggigil dengan suhu tubuh tinggi dan mata yang juga tidak terbuka saat Brady menepuk tubuhnya berkali kali.


Brady tentu saja panik, Farzan belum pernah sakit seperti ini, dulu pernah beberapa kali Farzan sakit karena mengurus sendiri beberapa perusahaan yang dia bangun agar bisa berdiri kokoh seperti sekarang ini, tapi sakitnya tidak sampai membuat Farzan tidak sadarkan diri seperti sekarang.


Setelah pesawat mendarat di bandara yang ada di negara S, negara pertama yang mereka kunjungi, Brady langsung meminta pada sopir yang sudah menunggu kedatangan mereka mengantar ke rumah sakit milik Farzan yang ada di sana.


Pemeriksaan segera di lakukan oleh dokter terbaik di sana. Dokter bilang Farzan hanya kelelahan dan juga banyak pikiran jadi kondisi tubuhnya menurun drastis. Dokter juga menyampaikan mungkin Farzan akan terbangun nanti malam atau besok. Nyatanya Farzan tertidur selama 2 hari penuh.


...----------------...


happy reading..

__ADS_1


tandai typo yah, hehe..


bye bye


__ADS_2