
Siang menuju sore ini, mereka bertiga alias Farzan, Nasha dan Aletta sedang bersiap menuju salah satu supermarket besar untuk membeli jajanan.
"Kak Sha di belakang pokonya!" ucap Aletta tidak mau di bantah.
"Ngga bisa gitu dong! Cha kan istri Kakak!" kesal Farzan karena sedari tadi adiknya ini keras kepala.
Mereka berdua sudah berdebat sekitar 10 menit di teras sebelum menaiki mobil yang baru di ambil oleh salah satu sopir.
"Hah. Susah kalau harus urusan sama bocah. Ngga ada yang mau ngalah, heran," malas Nasha yang sedari tadi duduk di undakan tangga karena lelah berdiri menunggu perdebatan adik kakak di depannya ini.
"Pokonya aku mau sama Kak Sha! Kakak kali ini ngalah dong!" sewot Aletta tidak terima.
"Engga yah! Kamu yang ngalah dong! Kan dia istri aku!" kali ini Farzan menyahut dengan tidak santai alias sewot juga.
"Eh eh eh. Kenapa ini?" tanya Zetta yang sudah ada di dekat Nasha membantu wanita itu berdiri, dengan Zeroun juga tentunya, karena ya berat badan Nasha sudah bertambah cukup banyak jadi tidak kuat Zetta jika sendirian.
"Ini nih Mom masa Kak Arza ngga mau ngalah sama aku," adu Aletta dengan menggoyangkan tangan Zetta manja.
"Ya abis permintaannya aneh banget, masa Acha pisah duduknya sama aku. Ngga bisa gitu dong," bela Farzan memelototkan matanya.
Farzan dan Aletta jarang sekali bertengkar atau bertegur sapa dulu, karena mereka punya kesibukan masing masing. Tapi semenjak ada Nasha keduanya malah lebih sering berebut untuk mendapat perhatian Nasha. Terkesan seperti anak anak.
"Kalian ngga liat ini anak kesayangan Momy bingung sama udah kecapean nunggu kalian debat. Ngga kasian emang?" tanya Zetta mengelus sayang kepala Nasha.
"Kalian bawa sopir aja. Jadi semua duduk di belakang," ucap Zeroun yang akhirnya membuka suara, kasian juga dia melihat menantunya harus menunggu perdebatan kedua anak itu selesai.
"Nah! Ide Daddy memang paling bagus. Kak Arza nih ngga kasian emang sama istrinya," setuju Aletta dengan mengejek Farzan di akhir kalimat.
"Udah sana, keburu yang lain pada dateng," tegur Zetta agar mereka bergegas pergi.
"Ayo Kak Sha. Hati hati naiknya," ajak Aletta menggandeng tangan Nasha dan mengajaknya masuk ke dalam mobil di bantu oleh Farzan.
"Kalian jangan berantem lagi please. pusing loh aku liatnya," ucap Nasha yang sudah duduk di tengah tengah di apit kakak beradik itu.
"Ehehe iya Kak tenang aja," ucap Aletta dengan menunjukkan senyumannya, tapi tatapan mata Aletta tajam menatap Farzan penuh permusuhan.
"Maaf Sayang," ucap Farzan mengecup singkat pelipis Nasha dan memijat kening Nasha agar tidak pusing lagi. Farzan tidak memperdulikan adiknya yang masih mengibarkan bendera perang.
"Jalannya jangan terlalu ngebut Pak," ucap Farzan tanpa menatap pada sopir di depannya.
"Baik Tuan," balas sopir itu tegas.
...----------------...
Butuh waktu sekitar 45 menit untuk sampai di supermarket yang letaknya memang lumayan jauh dari mansion.
Sengaja memilih supermarket ini karena produk yang di jual beragam dan cukup komplit.
Sepanjang perjalanan Nasha dan Aletta mengobrol banyak mengabaikan Farzan yang tetap dengan aktivitasnya memimijat pelan kening Nasha.
Sempat berhenti sebentar, karena Nasha merasa tidak enak dan juga kasihan Farzan pasti pegal jika terus memijatnya, namun tidak berapa lama Farzan melakukan kembali aktivitasnya itu.
__ADS_1
"Yey akhirnya sampe," ucap Aletta senang.
"Ngga sabar jajan banyak, hihihi," kikik Nasha bertepuk tangan semangat.
"Kali ini Kak Arza bayarin semuanya," ucap Aletta melirik Farzan semangat.
"Emang kapan kalian belanja pake uang sendiri? Walaupun dipake juga bakal tetep di balikin," ucap Farzan memutar bola matanya malas.
"Iya juga sih, hehe," gumam Aletta dengan menggaruk tengkuknya malu.
"Nanti saya hubungi jika sudah selesai. Jika ingin pergi dulu silahkan," ucap Farzan dengan nada datar pada sopir dan juga satu bodyguard yang ikut di mobilnya.
"Baik Tuan. Terimakasih," ucap mereka serentak.
Setelah Farzan mengobrol dengan sopir dan bodyguardnya, barulah mereka bertiga berjalan memasuki supermarket.
"Bawa troli yang besar sekalian ya Kak?" ijin Nasha setelah mereka sampai di tempat penyimpanan troli.
"Iya Sayang," ucap Farzan lembut dan langsung mengambilkan satu troli.
"Ayo Kak Sha," semangat Aletta menarik tangan Nasha sedikit cepat karena tidak sabar.
"Ta, Acha lagi hamil. Pelan pelan aja," tegur Farzan dengan nada tegas namun masih terdengar lembut.
"Eh iya. Maaf Kak Sha. Ada yang sakit ngga?" tanya Aletta menatap mata Nasha yang menatapnya teduh seakan menjawab tidak apa apa.
"Tenang aja Ta, aku ngga papa. Tapi pelan pelan ya, suka susah jalan soalnya hehe," ucap Nasha sedikit bercanda walau benar seperti itu yang dia rasakan.
"Amankan semua sisi," bisik Farzan pada orang orang yang terhubung earphonenya.
"Siap Tuan. Semua aman," ucap salah satu bodyguard mewakili yang lainnya.
"Bagus," ucap Farzan sebelum kembali memperhatikan kedua wanita cantik yang sedang sibuk memasukkan beberapa makanan pada keranjang belanja.
Mereka bertiga berjalan menelusuri tempat minuman terlebih dahulu, menyetok beberapa jus botol dan juga susu uht dengan rasa beragam.
"Mau susu kotak ini ngga Cha?" tanya Farzan memperlihatkan susu hamil dalam kemasan praktis.
"Uhm.. Mau coba 2 dulu deh. Tapi kemarin coba ngga enak. Enak buatan kamu, hehe," ucap Nasha.
Beberapa bulan lalu Nasha pernah mencoba susu kemasan karena sedang menemani Farzan di perusahaan, tapi dia malah mual dan tidak nafsu makan sesudahnya. Bahkan sampai keesokan harinya.
Bukan salah dari susu kemasan itu sebenarnya, hanya memang Nashanya saja yang tidak bisa meminum itu. Padahal rasanya sama saja dengan yang bubuk.
"Oke. Kalau ngga bisa jangan di paksa," ucap Farzan memasukkan 6 kemasan berbeda rasa masing masing 2, jadi ada 3 rasa.
"Kak Sha mau yoghurt ngga?" tanya Aletta yanh sedari tadi memilih rasa mana yang akan dia ambil, tapi pada akhirnya dia membeli masing masing 2 setiap rasanya.
"Mau dong!" seru Nasha semangat mengambil rasa yang dia mau.
"Saya minta masing masing 4 dus dari semua rasanya," ucap Farzan pada petugas lelaki yang kebetulan sedang lewat di sekitarnya. Tentu saja tanpa sepengetahuan kedua wanita di depannya.
__ADS_1
"Baik Tuan. Ada lagi?" tanyanya sedikit membungkukkan badan.
"Susu kemasan merek itu masing masing 4 dus juga. Langsung taruh dekat kasir," ucap Farzan sebelum kembali mengikuti kedua wanita yang sudah mulai berjalan kembali.
"Baik Tuan," ucap lelaki itu dan berlalu mengambil semua yang di pinta Farzan.
Supermarket ini juga salah satu cabang usaha milik Farzan namun di kelola oleh anak buah Brady. Letaknya sengaja lebih dekat dengan mansion miliknya yang hanya membutuhkan waktu tidak sampai 25 menit.
"Mau mie yah?" pinta Nasha mendekati Farzan saat mereka sudah sampai rak mie instan.
"Oke kali ini boleh," ucap Farzan mengijinkan. Lagi pula Nasha sudah dari awal kandungan belum makan mie instan kembali karena Farzan menggantinya dengan buatan sendiri.
"Yes! Makasih," ucap Nasha senang dan mengecup rahang Farzan sekilas.
"Kita stok banyak Ta. Nanti ajak yang lain mukbang mie sama topoki," ajak Nasha semangat pada Aletta yang menunggu Nasha. Aletta juga harus menunggu ijin Farzan sebelum makan mie instan.
"Kali ini kalian bebas. Tapi udahnya minum vitamin," peringat Farzan yang ikut senang melihat binar bahagia kedua wanita kesayangannya.
"Kita coba semua makanan korea ini yuk. Katanya enak tahu," ajak Nasha melihat kemasan topoki instan juga beberapa makanan lain.
"Boleh. Aku mau coba belum jadi, belum diijinin soalnya hehe," ucap Aletta mengiyakan dengan senang.
"Jangan yang terlalu pedes," peringat Farzan yang diangguki keduanya.
Lagi pula makanan yang diincarnya memang tidak terlalu pedas, tidak seperti mie instan yang terkenal dengan rasa pedasnya. Samyang.
"Udah Kak," ucap Nasha dan Aletta berbarengan.
"Bener? Masih ada yang mau di beli lagi ngga? Mumpung belum bayar," ucap Farzan memastikan.
"Iya udah. Kalau kurang kan bisa jajan lagi nanti hehe," ucap Nasha yang diangguki Aletta.
"Eh tapi kita mau stok es krim," ucap Aletta yang tak sengaja melihat jejeran kulkas berisi ice cream.
"Kita pesan aja langsung. Malam nanti pendingin dengan isinya udah di mansion," ucap Farzan, karena kalau beli sekarang mereka berdua akan langsung memakannya. Padahal tadi baru saja beli 2 cup besar lewat aplikasi.
"Promise?" ucap Nasha mengacungkan kelingkingnya.
"Of course," angguk Farzan mengaitkan kelingkingnya dan Nasha.
Nasha memekik senang karenanya, Aletta juga ikut memekik senang. Kedua wanita itu berpelukan sejenak sebelum berjalan menuju kursi yang di sediakan di depan kasir.
Tinggal Farzan yang membayar semua belanjaan mereka berdua, termasuk dengan pesanannya tadi pada petugas.
...----------------...
happy reading..
tandai typo yah, hehe..
bye bye
__ADS_1