
"Jadi siapa nama babynya?" tanya Kylla tidak sabar.
Sekarang semua sudah berkumpul dalam ruang rawat yang begitu luas itu. Baby yang sudah kenyang itu juga sudah tertidur kembali.
"Sabar cil baru juga orang mau ngomong itu," sela Ana menatap Kylla malas.
"Aku ngga nanya Ana yah," sinis Kylla kesal.
"Udah Sayang," ucap Deon menenangkan Kylla.
"Itu loh Ni anak kamu lama banget ngomongnya," adu Zetta yang sudah ingin tahu.
"Bukan anak aku dia, anaknya Frans itu. Anak aku mah yang cantik itu," ucap Arni tidak mau mengakui malah menatap menantunya dengan senyuman manisnya.
"Ma!" peringat Frans malas dan hanya di balas cengiran saja oleh Arni.
"Oke," ucap Reno menjeda sejenak.
"Jadi nama anak kami itu Danish Adelard Adinatha," lanjut Reno menatap mata istrinya dengan tatapan penuh cinta dan juga senyuman di kedua wajah itu.
"Panggilannya Elard," sambung Billa.
"Asik baby Elard temennya baby Elhan," ucap Mita memainkan kedua tangan anaknya.
"Telpon orang dekor sekarang Pa cepet. Siapin kamar Elard sekarang di rumah," ucap Arni heboh.
"Bikin akun di bank buat hadiah Elard Dad," ucap Zetta sambil menggoyangkan tangan suaminya.
"Satu rumah lagi nama Elard di pulau pribadi," ucap Farzan menambahkan.
"Jet pribadi ada tenang," ucap Sean.
"Slot toko di mall khusus buat Elard," ucap Zargio.
"Saham perusahan 5% buat Elard," ucap Ergi.
"Bodyguard khusus 50 orang udah siap," ucap Deon setelah selesai menulis sesuatu dari ponselnya.
"Uncle Brad kasih amplop 1 jt aja ya, lagi ngumpulin buat nikah nih," ucap Brady merusak suasana.
"Uncle yang itu kismin ngga usah di anggap," ucap Arni mengejek.
"Masa ke Elhan dulu juga cuma kaya gitu doang," ejek Ergi.
Dulu juga Elhan mendapatkan hadiah hadiah yang sama dari Uncle dan Aunty juga Grandma dan Grandpa setelah dikabari.
__ADS_1
Dan sekarang Elard juga. Sepertinya semua anak akan mendapatkan hal serupa dan menjadi anak yang mempunyai banyak uang sendiri sedari lahir.
"Bukannya gitu, kan kudu nyiapin kemauan bumil satu itu jadi harus siapin banyak duit," ucap Brady membela diri. Masih ingat kan apa yang Nasha mau untuk catering nanti.
"Ngga ikhlas ya?!" ucap Nasha ngegas.
"Yaudah ngga usah aja!" lanjut Nasha menatap Brady kesal lalu menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher Farzan.
"MAMPOS KAU!" Sean mengejek tanpa suara pada Brady. Belum lagi tatapan menusuk dari Farzan yang tangannya mengelus halus punggung Nasha yang mulai bergetar.
"EH! BUKAN GITU! Semua makanan yang di list Nasha pasti bakal ada kok. Tadi mah cuma cerita dikit aja. Bukan apa apa," panik Brady menenangkan Nasha karena takut nanti Farzan memberinya 'hadiah'.
"Latihan manah sama tembak besok jam 4 pagi di belakang mansion," ucap Farzan dingin tanpa mau di bantah.
"EH! Maaf ya Sha maaf, tadi cuma cerita aja kok beneran deh," Brady bertambah panik lah, entah apa yang Farzan rencanakan untuknya.
"Kick aja lah dia," ucap Kylla memanas manasi.
"Jangan ikut ikutan ya!" ucap Brady yang malah menambah masalah untuknya sendiri.
"Hih Kylla takut," kaget Kylla memeluk leher Deon.
"Maraton dulu boleh kan?" ucap Deon menatap Farzan dengan suara dinginnya.
"Hm, lanjut lagi renang," tambah Farzan menganggukkan kepala.
"Hahaha," tawa yang lain melihat penderitaan Brady.
"Salah cari lawan," ucap Zargio dengan tawanya.
Tery juga hanya tertawa saja tanpa mau membantu kekasihnya. Hanya menepuk bahunya seolah mengatakan 'sabar ya'.
...----------------...
"Masih marah hm?" tanya Farzan saat mereka sedang dalam perjalanan pulang.
Ya setelah drama tadi, mereka lanjut berbincang juga makan siang bersama sebelum kembali pada aktivitas masing masing.
Tadinya Zetta dan Zeroun akan ikut ke mansion anaknya, namun tidak jadi karena ada hal yang harus mereka urus.
"Engga," gumam Nasha dengan mata terpejam.
Tadi memang Nasha dan Kylla sudah memaafkan Brady karena di sogok ice cream 2 cup sedang, sedangkan yang lain hanya mendapat 1 cup saja.
"Tapi kok masih cemberut, hm?" tanya Farzan mengecup singkat puncak kepala Nasha.
__ADS_1
"Cuma masih kesel sedikit aja kalau nanti ngga ada makanannya," ucap Nasha dengan bibir melengkung ke bawah.
"Eh. Ngga kok, semua makanan yang kamu mau pasti ada di sana nanti. Kalau mau sekarang juga ngga papa, aku bakal panggil ke mansion semuanya," ucap Farzan menatap Mata Nasha yang mendongak ke arahnya.
"Engga mau sekarang. Nanti aja," ucap Nasha lalu menenggelamkan kepalanya pada ceruk leher Farzan.
Farzan mengusap usap punggung Nasha agar bisa tertidur selama perjalanan yang lumayan macet ini. Malam tadi juga Nasha sulit tidur karena tidak nyaman dengan posisinya.
"Eh iya acara 7 bulan jadi?" tanya Nasha tiba tiba karena baru ingat.
"Kamu maunya gimana?" tanya balik Farzan.
"Em tadi lupa tanya Momy," jawab Nasha yang tadinya memang mau bertanya lagi pada Zetta.
"Nanti kita telpon aja ya? Atau mau ke mansion Momy aja?" tawar Farzan memberi pilihan.
"Apa ya? Besok aja ke mansion Momy boleh? Sekalian nginap," ucap Nasha mengutarakan keinginannya.
"Boleh," ucap Farzan sambil tersenyum.
"Makasihh," ucap Nasha dengan senyum yang mengembang sempurna.
Farzan hanya mengangguk dan mengecup kening Nasha dengan senyuman lembutnya.
Nasha juga kembali memeluk Farzan dan membenamkan wajah pada ceruk leher Farzan. Sekarang matanya terasa memberat dan dia sangat ingin terlelap.
"Sleep tight baby," gumam Farzan.
Farzan langsung membuka laptop yang tersimpan pada meja di depannya dan mengerjakan beberapa laporan. Biasanya jika Nasha bangun waktunya akan fokus untuk Nasha yang terkadang membuat pekerjaannya menumpuk.
Tapi Farzan tidak mengeluh atau merasa marah akan hal itu, baginya Nasha prioritas utamanya, pekerjaan bisa di cari kembali nanti.
Apalagi sekarang Nasha harus membawa anaknya bersama dengan dirinya dan pasti itu semua tidaklah mudah. Jadi sebisa mungkin Farzan selalu mengikuti kemauan istri tersayangnya ini.
Kemarin saja Nasha hanya bilang jika dia ingin berenang saat hari sudah larut, Farzan yang tidak ingin Nasha sakit tentu saja menolaknya.
Namun keesokan harinya ada beberapa orang yang mulai membuat kolam renang di sekitaran ranjang juga dekat kamar mandi yang bisa di buka atau tutup sesuai kebutuhan.
Jadilah sedari bulan lalu Nasha bisa berenang kapanpun dia mau, karena kolamnya ada di dalam kamar dan juga bisa di rubah suhunya menyesuaikan keinginan.
Nasha tentu saja sangat senang akan hal itu, tapi dia juga merasa bersalah karena terlalu banyak mau. Namun lagi lagi Farzan bilang jika semua itu dia lakukan untuknya dan tidak perlu merasa bersalah akan hal itu.
...----------------...
happy reading..
__ADS_1
tandai typo yah, hehe..
bye bye