
Dua hari lagi di mansion keluarga Lakeswara akan di adakan pengajian 7 bulan kandungan Nasha agar banya yang mendoakan persalinannya nanti lancar.
Nasha dan Farzan sudah satu minggu ini menginap di mansion Lakeswara agar lebih mudah untuk mengatur acara nanti.
Rencananya acara di adakan di taman belakang dengan memasang tenda juga dekorasi indah untuk mempercantik.
Tadinya mereka akan membuat acara di hotel, tapi kemarin saat di cek sudah ada yang akan memakai pada hari itu, jadilah opsi lainnya di taman mansion.
Tenang saja taman ini bisa menampung bahkan hampir 800 orang beserta alat makan juga hal lainnya. Ada juga beberapa gazebo yang tersebar di sisi sebelah kiri yang sering di gunakan saat acara kumpul keluarga besar.
"Ini minta tolong untuk simpan di belakang ya? Ini juga tata lagi ya," ucap Nasha yang tadi kabur dari jangkauan Farzan karena sedang sibuk mengurus masalah kantor di ruang kerja.
"Baik Nona, ada lagi?" tanya salah satu wanita yang sedang bertugas.
"Boleh minta tolong ke siapa aja buat ambilin makanan sama jus mangga ngga? Aku mau makan sambil duduk di gazebo, hehe," ucap Nasha sambil terkekeh kecil.
"Tentu Nona. Makanan apa yang anda mau?" tanya wanita lainnya yang juga mendengarkan Nasha.
"Mau makaroni schotel aja deh. Terimakasih ya," ucap Nasha yang mereka angguki.
Mereka langsung membuatkan pesanan Nasha dan langsung mengantarnya nanti pada Nasha yang sudah duduk di salah satu gazebo.
Nasha tidak tahu saja jika sekarang Farzan sudah uring uringan mengetahui dia tidak ada dalam ruangan kerja.
"Ini karna Brady. Harusnya dia bisa handle dulu masalah ini. Acha jadi ilang gini kan. Mau liat cctv tapi beberapa masih tahap pembaharuan dan baru selesai nanti malam. Harus cari kemana coba," gerutu Farzan yang masih membereskan berkas sebelum beranjak mencari Nasha.
Sebenarnya cctv tidak ada masalah, hanya memang beberapa kali akan ada pembaharuan fitur agar lebih canggih lagi.
Kemarin baru sebagian yang sudah selesai, sekarang masih menunggu sisa yang belum dan itu akan selesai malam nanti. Intinya semua pembaharuan harus selesai pada malam ini sebelum acara lusa.
"Ada yang lihat istri saya?" tanya Farzan pada bodyguard yang sedang berjaga di dua sisi tangga.
"Tadi ke arah belakang Tuan," jawab salah satu dari mereka dengan membungkuk hormat.
"Hm," angguk Farzan dan langsung pergi. Sudah biasa dia seperti ini jika sedang terburu buru atau khawatir.
Farzan sedikit berlari menuju halaman belakang, dan saat sudah sampai Farzan menghela nafas lega karena melihat Nasha sedang duduk anteng di gazebo dengan mata yang tidak fokus pada satu sisi, melihat ke segala arah.
"Hah. Untung sayang," gumam Farzan lirih merasa lega setelah melihat Nasha baik baik saja.
"Kenapa keluar sendiri hm? Pakai tangga juga?" tanya Farzan ketika sudah di dekat Nasha.
"Eh!" kaget Nasha yang tidak menyadari datangnya Farzan.
"Jangan kaya gini lagi Sayang, aku khawatir," ucap Farzan mengecup lama puncak kepala Nasha sebelum duduk di sampingnya.
"Maaf. Lagian kamu kan harus fokus, jadi aku mau jalan jalan bentar biar ngga bosen. Sama mau makan juga sekalian sih, hehe," ucap Nasha cemberut di awal dan terkekeh diakhir kalimat.
"Iya, maaf ya," ucap Farzan yang memang merasa salah juga.
__ADS_1
"Engga papa kan kamu juga kerja buat aku, hehe," cengir Nasha memperlihatkan giginya yang tersusun rapi.
Farzan hanya mengangguk angguk sambil menjawab pertanyaan atau perkataan random Nasha. Sesekali mengusap perur Nasha yang semakin hari semakin membesar seiring bertambahnya bulan.
"Permisi Tuan, Nona, ini yang Nona minta tadi," ucap wanita yang memakai seragam chef, di tangannya ada troli makanan berisi keinginan Nasha serta buah dan sayur untuk snack Nasha.
"Terimakasih," ucap Nasha dengan senyumannya yang di balas anggukan. Baru setelah menanyakan ada lagi yang mereka inginkan atau tidak, wanita itu kembali lagi menuju dapur.
"Kak Arza mau?" tawar Nasha mengangkat sendok yang terisi potongan schotel makaroni itu.
"Buat kamu aja," tolak Farzan dengan gelengan pelan.
"Oke," ucap Nasha sebelum fokus pada makanannya.
Kadang kepalanya menggeleng geleng lucu menandakan makanan ini begitu lezat menurut Nasha, tapi dalam hati Nasha tetap makanan Farzan yang terlezat.
"Belepotan gini makannya, hehe," kekeh Farzan dengan mengusap lembut sudut bibir Nasha.
"Hehehe, abisnya laper sama ini makanannya enak," cengir Nasha malu.
Farzan hanya terkekeh mendengar jawaban Nasha dan mengusap puncak kepala Nasha dengan sayang.
...----------------...
"Di cariin dari tadi ternyata pada di sini," ucap Aletta dengan nafas sedikit ngosngosan.
Sehabis makan tadi Nasha yang kekenyangan bersandar di dada Farzan dan Farzan mengusap usap perutnya.
"Nyari kalian berdua dari tadi tahu. Udah ke beberapa ruangan tapi ngga ketemu, eh tahunya lagi berduaan di sini," ucap Aletta sedikit cemberut.
Aletta duduk di sebelah Farzan dan meminum air putih yang ada di atas meja, Air itu tadinya untuk Farzan tapi tidak di minum jadi ya gitu.
"Haus dek?" ucap Farzan menggoda adiknya yang terlihat kesal ini.
"Ish Kakak diem deh ya, butuh yang seger seger nih," kesal Aletta menaruh gelas dengan sedikit di hentak menimbulkan bunyi nyaring.
"Biasa aja kali dek, cuma nanya juga," ucap Farzan masih menggoda adiknya ini.
"Tahu ah kesel sama Kak Arza," rajuk Aletta memalingkan wajah tidak mau menatap Farzan.
"Hahaha lucu ih kalian kalau lagi berantem gini," tawa Nasha yang sedari tadi di tahan akhirnya pecah juga, tentu saja itu menambah kekesalan Aletta.
"Kak Sha jangan ikutan," rengek Aletta dengan wajah yang memelas.
"Hehe aku ngga ikutan kok, cuma emang lagi lucu," ucap Nasha dengan sedikit sisa tawa yang masih ada.
"Udah sih marah marah mulu. Lagi pms ya?" ucap Farzan menghentikan acara merajuk adiknya.
"Iya emang. Kenapa? Masalah?" sewot Aletta, hari ini dia baru saja halangan dan ya, moodnya sekarang berubah ubah.
__ADS_1
"Pantesan," gumam Farzan dengan suara kecil agar tidak terdengar.
"Tadi katanya kamu mau yang seger kan? Gimana kalau beli es krim?" ucap Nasha menatap Aletta dengan kedua alis yang dinaik turunkan.
"Ide bagus," setuju Aletta dengan alis yang ikut dinaik turunkan.
"Pesen aja semau kalian," ucap Farzan menyodorkan ponsel yang sedang membuka aplikasi pesan antar makanan.
"Yes," senang Aletta dan Nasha ber tos ria di hadapan wajah Farzan.
Farzan hanya mendengus kecil melihat itu, tapi hatinya selalu hangat melihat kekompakan adik dan istrinya.
"Kak Arza pindah dulu duduknya ya?" pinta Nasha dengan nada manjanya.
"Hm, iya Sayang," pasrah Farzan berpindah ke sebelah kiri Nasha agar Nasha berada di tengah.
"Beli cemilan juga ngga sih kita? hehe," ucap Nasha sambil memilih milih.
"Oh tentu saja. Kita beli sekalian banyak aja, tadi kata Mba yang angkat telpon temen temen Kak Arza mau dateng sebentar lagi. Mau pada nginep," ucap Aletta memberitahu.
Tadi Aletta mencari Farzan dan Nasha memang untuk mengabari hal itu.
Tadinya sahabat mereka mulai menginap dari tiga hari yang lalu, namun ada sedikit pekerjaan yang harus dikerjakan mereka, jadilah baru hari ini mereka menginap.
"Eh iya, aku ngga bawa hp. Pasti mereka udah ngabarin sih, tapi ngga papa lah," ucap Nasha sedikit bergumam.
"Tadi juga aku mau ke dapur ambil cemilan, tapi Mba kasih tahu itu, jadi langsung cari kalian deh," ucap Aletta melanjutkan.
"Udah menipis ya persediaan? Pengen ke mall tapi takut dimarahin," ucap Nasha sedikit mengadu, trik agar diijinkan keluar mansion walau hanya belanja.
"Nanti kamu kecapean Sayang. Tapi kalau memang mau, nanti aku anter. Pake kursi roda tapi ya, takut nanti kenapa napa kalau kelamaan jalan," ucap Farzan yang tidak tega karena selama hampir 2 minggu ini Nasha hanya berdiam di kamar, paling keluar untuk ke taman dan itupun hanya sebentar.
Masih ingat kan kemarin Nasha harus kembali bedrest? Walau hanya sebentar, tetap saja Nasha merasa sangat bosan.
"Aku ikut!" seru Aletta bersemangat, dia bisa jajan gratis kalau bersama Kakaknya ini. Lumayan irit pengeluaran.
"Yeyy makasih Kak Arza," tepuk tangan heboh Nasha karena terlalu senang.
"Anything for you. Udah itu pesan dulu, nanti kita berangkat setelah ashar. Kalau yang lain udah pada dateng bisa di suruh istirahat dulu aja," ucap Farzan langsung, yang mau tidak mau diangguki oleh kedua wanita itu. Dari pada tidak jadi pergi mending menurut saja.
"Kita beli es krim aja ya, kan nanti bakal jajan," ucap Nasha menatap Aletta sebentar, dan Aletta pun mengangguk menyetujui.
...----------------...
happy reading..
tandai typo yah, hehe..
bye bye
__ADS_1