
Waktu terus berjalan, hari pun telah berganti, tepat pada hari ini Nasha dan Farzan mengadakan acara akad nikah yang akan di langsungkan sore nanti dan dilanjutkan dengan resepsi pukul 19.00. Sedari pagi keluarga Farzan sudah sangat sibuk mengurus berbagai keperluan masing masing. Entah melihat lagi pekerjaan di ballroom yang akan mereka pakai atau sibuk mencocokkan aksesoris yang akan di kenakan.
Dari awal persiapan, keluarga Farzan yang paling antusias dengan segala sesuatunya. Dimulai dari dekorasi, makanan, sampai baju yang akan di kenakan. Semua mereka pilih sesuai dengan keinginan masing masing. Sempat ada perdebatan, tapi karena yang mempunyai acara adalah Farzan dan Nasha, keputusan tetap di tangan mereka berdua.
Keluarga Nasha juga sama antusiasnya, hanya orang tua dan adiknya yang biasa saja. Bisa di bilang Nasha memang lebih dekat dengan adik adik dari Ayah dan Ibunya. Jadilah mereka turut berbaur dengan keluarga Farzan dan disambut baik oleh mereka. Walau orang tua Nasha biasa saja, tapi mereka tidak peduli. Toh tidak ada mereka pun acara masih bisa berjalan kan.
Dari pagi Nasha hanya ada di kamarnya, ditemani dengan Aletta karena dia sedang melakukan beberapa perawatan, mulai dari ujung kepala hingga ujung kakinya. Membuat seluruh tubuhnya rileks dan lebih segar. Bahkan tanpa terasa waktu sudah hampir memasuki waktu makan siang, artinya sekarang waktunya bersiap siap untuk acara akad nanti.
Tenang saja Nasha memang sedang tanggal merah jadi dia bisa sedikit lebih santai. Walau dalam hati gugup bukan main. Semakin dekat dengan waktu acara, semakin hatinya berdebar tak karuan.
“Duh jangan tegang gitu dong,” ucap Aletta bercanda, melihat wajah Nasha sebelum di Make over oleh salah satu MUA ternama.
“Ya gimana, udah coba biasa aja juga gabisa,” ucap Nasha masih dengan hati tak karuan, sesekali tangannya juga saling meremas.
“Haha gitu banget jawabnya bu,” ejek Aletta senang sekali sepertinya dia mengejek Nasha. Oh iya mereka berdua jadi semakin dekat sebulan ini karena selain Nasha mudah akrab, menurutnya Aletta merupakan sosok yang menyenangkan. Dan mereka mempunyai beberapa kesamaan dalam berbagai hal, misalnya dalam hal makanan dan minuman, pakaian, dan masih banyak hal lainnya yang membuat mereka berdua mudah akrab.
“Terus aja ledek aku, awas aja kalau nanti kamu nikah bakal aku ledekin lebih parah dari ini,” gerutu Nasha pelan karena sudah mulai di make up.
“Haha.. maaf deh maaf,” tawa Aletta.
“Btw kamu ga siap siap Ta?” tanya Nasha yang sedang memejamkan matanya.
“Pantes aja nanya, matanya aja merem gitu, haha,” bukannya menjawab Aletta malah meledeknya lagi.
“Ya kan lagi dandan gimana sih,” kesal Nasha dengan memutar bola matanya walau tak terlihat.
“Ini aku udah siap kali, paling tinggal moles dikit,” ucap Aletta santai sambil memperhatikan Nasha.
“Mbak berdua Kakak Adik kompak banget yah,” ucap MUA yang sedang memoles wajah Nasha mengomentari mereka yang dari tadi cek cok.
“Iya, soalnya dia gapernah mau ngalah sih,” ucap Nasha gantian mengejek Aletta.
“Apaan, kamu juga sama aja kok,” kesal Aletta tak terima.
“Eh kok malah ribut lagi, haha,” ucap MUA dengan terkekeh geli.
“Hehe.. maklum aja ya Mbak, kita emang suka kaya gini kadang kadang. Tapi berhubung Kakak iparku yang cantik ini lagi gugup banget dari kemarin jadi ya aku ejekin terus aja, haha,” jelas Aletta yang memang sudah merasakan ke tegangan Nasha dari kemarin.
__ADS_1
“Loh kirain saya saudara kandung ternyata ipar,” ucap MUA itu sedikit kaget karena mereka terlihat dekat sekali, seperti saudara kandung.
“Haha Mbak udah orang ke sekian yang ngomong, padahal kita baru deket sebulan ini loh,” sombong Aletta.
Memang benar, walau sebulan tapi mereka sudah sangat dekat. Bahkan keluarga mereka pun merasa jika yang bersaudara di sini itu Nasha dan Aletta bukan dengan Farzan. Beberapa kali mereka keluar bersama untuk mengecek segala persiapan sekalian hunting makanan dan juga aksesoris, jika kalian pikir mereka ke tempat yang mahal, maka kalian salah besar. Nyatanya mereka mendatangi street food atau jajanan di pinggir jalan, sekolah sampai di pasar malam. Hanya sekali mereka ke tempat makanan khas Korea karena Aletta yang ngiler melihat makanan yang ada di drakor.
“Tapi muka kalian juga mirip kok,” jawabnya yang sekilas memperhatikan keduanya.
“Masih cantikan aku kali Mbak, hehe” canda Aletta yang di balas tawa beberapa orang yang ada di sana.
Setelah sekian lama mereka bersiap sambil sesekali bercanda bersama membuat suasana tidak canggung dan ramai. Nasha sudah siap dengan gaun berwarna hijau pastel panjang yang tidak memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan kerudung berwarna sedikit lebih terang dari gaunnya yang dihias simpel serta make up tipis sesuai dengan permintaannya, membuatnya terlihat begitu memukau.
Saat akad memang mereka memilih perpaduan antara putih dan pastel agar berbeda dari yang lain dan juga lebih sejuk di pandang mata. Ditambah ternyata selera warna mereka hampir sama dan tidak terlalu menyukai warna warna yang terlalu terang.
...----------------...
Rangkaian acara demi acara sedang berlangsung. Saat ini Farzan baru saja selesai melakukan ijab kabul. Nasha baru akan diantar menuju tempat dimana Farzan berada, karena memang saat proses tadi mereka tidak dulu duduk bersebelahan.
Wanita cantik dengan gaun motif kebaya modern berwarna pastel yang tidak membentuk lekuk tubuh tentunya serta make up natural yang terlihat begitu indah membuatnya menjadi seperti orang yang berbeda, sedang berjalan menuju ke arahnya dengan di apit oleh Aletta juga Zetta.
“Woy jangan bengong aja, samperin tuh istrinya,” ucap salah satu teman Farzan dengan suara yang agak keras karena melihat mempelai pria begitu terpesona dengan penampilan mempelai wanitanya. Walau memang yang lainnya pun sebenarnya sama.
Tersadar dari lamunannya, dia masih memperhatikan langkah demi langkah hingga akhirnya Nasha sampai di kursi sampingnya.
“Kamu cantik,” bisik Farzan yang membuat raut wajah Nasha memanas.
“Kamu juga,” balasnya berbisik.
“Cantik maksudnya?” ucap Farzan menggoda Nasha agar berbicara lagi.
“Bu-kan, maksudnya tuh..,”
“Ekhm.. ngobrolnya nanti lagi, sekarang masih banyak orang soalnya,” ucap Zeroun yang ada di dekat Farzan.
Dengan muka menahan malu, mereka menyudahi pembicaraan absurdnya dan melewati rangkaian acara demi acara.
Setelah melewati prosesi akad tadi, sekarang mereka sedang bersiap untuk acara resepsi yang sebentar lagi akan di lakukan di tempat yang sama.
__ADS_1
Acara yang dilaksanakan sungguh meriah. Sahabat Nasha dan juga teman temannya baru saja sampai karena mereka saling menunggu dulu agar berbarengan masuk ke dalam.
“Apakah kamu cape?” tanya Farzan di sela sela mereka yang sedang menyalami para tamu.
“Em.. sedikit, tapi tidak apa kok,” jawab Nasha. Mereka bicara saling berbisik sambil menanggapi ucapan tamu yang datang.
Tak ada percakapan lagi setelahnya, karena semakin malam tamu yang datang semakin banyak pula. Sahabat Nasha ataupun Farzan sudah mendatangi mereka dan sekarang mereka sedang sibuk dengan makanan yang telah di sediakan.
Keluarga Farzan lebih sering menemui para tamu yang memang kebanyakan kolega bisnis juga tetangganya. Sedangkan keluarga Nasha ada yang hanya diam saja menikmati makanan, ada juga yang kesana kemari untuk menghampiri tetangga yang diundang ke acara itu. Untung saja keluarga Nasha yang lain tidak sama seperti Orang tua serta adiknya.
Tidak ada drama adik yang menghancurkan acara Kakak nya karena cemburu atau hal lainnya. Mereka sudah dalam pengawasan dan juga perjanjian yang jika di langgar akan berakibat fatal untuk mereka. Jadi cari aman saja.
“Zana.. aku seneng banget sekarang kamu udah ga jomblo lagi,” ucap Rumi saat Nasha datang ke mejanya dengan di antar oleh Farzan. Walaupun tamunya masih ada, Nasha menyempatkan untuk mendatangi beberapa orang yang dikenalnya, sedangkan tamunya dibiarkan mengambil hidangan terlebih dahulu.
“Apaan sih.. kamu sendiri kapan nyusul?” goda Nasha sambil menaik turunkan alisnya.
“Ck.. tau tuh antara kaga peka sama emang ganiat sih,” jawab Rumi menyindir orang yang ada di sampingnya.
“Sekali lagi selamat ya Sha, semoga kamu terus bahagia,” ucap Diel tulus.
“Makasih Diel, maaf yah karena sering buat kamu kecewa,” balas Nasha tak enak hati.
“Santai aja kali, sekarang kan aku udah ada dia,” tunjuknya pada seseorang yang berada di dekatnya.
“Selamat ya Zaina,” ucap Sera orang yang datang bersama Diel.
Masih ingatkan dengan Sera? Teman kantor yang sudah dianggap saudara oleh Nasha.
“Iya makasih ya,” balas Nasha dengan senyumannya.
“Kalau gitu kita permisi yah, udah banyak yang ngantri soalnya haha,” ucap Diel yang dibalas anggukan kedua mempelai.
...----------------...
Maaf banget ya lama bau muncul lagi..
seperti biasa tandai typo yahh, hehe
__ADS_1