Antara Aku, Kamu, Dan Masa Lalu

Antara Aku, Kamu, Dan Masa Lalu
Menjelaskan pada mereka


__ADS_3

“Ekhem,” dehem seseorang dengan suara lumayan keras agar atensi mereka yang sedang asik mengobrol tertuju padanya. Orang itu adalah Farzan.


Farzan tadi menemani Nasha yang tertidur kembali setelah selesai sholat magrib, dan hanya bangun sebentar untuk sholat isya setelah itu terlelap kembali.


Mungkin efek dari obat yang Dokter Jane berikan jadi membuatnya lebih gampang lagi mengantuk. Walau tanpa obat pun Nasha lebih sering merasa matanya berat untuk di buka.


Farzan juga tidak bisa langsung keluar karena Nasha akan lebih nyaman saat di peluk.


Beberapa kali Farzan coba untuk meninggalkan Nasha sebentar untuk ke kamar mandi atau bahkan mengambil laptop seperti tadi siang, Nasha akan terbangun kembali saat dia datang.


Jadi tadi Farzan putuskan untuk menemani Nasha sebentar sebelum nanti dia menemui sahabatnya.


Lagi pula mereka juga pasti mengerti saat di jelaskan nanti, dan lagi mereka juga sudah mengetahui isi mansion miliknya ini dan mereka mempunyai kamar masing masing saat menginap, jadi dia santai saja.


“Nah yang punya rumah baru nongol sekarang,” celetuk Sean dengan nada sinisnya.


“Gue harus nemenin istri dulu bentar,” jawab Farzan santai.


Tenang saja walaupun dia masih di dalam kamar, tapi seisi ruangan depan kamarnya ini sudah tersedia makanan, minuman serta snack dan sebagainya untuk menjamu mereka semua. Sekarang baru jam 7.30 malam dan makan malam mungkin akan di mulai jam 8 nanti.


“Kita dari abis magrib sampe selesai sholat isya di sini itu sebentar?” julid Brady merotasikan kedua bola matanya.


“Yaudah sih ngga ikhlas banget kayanya nunggu Gue nemuin kalian,” ucap Farzan dengan nada malasnya.


“Ck.. sekarang Lo mau ngomong apa?” tanya Reno dengan decakan kesal karena mendengar jawaban Farzan.


“Tentang Acha dan juga beberapa hal lainnya,” kini nada suara Farzan mulai terdengar serius.


Farzan mulai menceritakan tentang semua hal yang di lewati beberapa bulan ini. Musuh dan juga beberapa orang yang ingin bermain main dengannya. Tentunya juga tentang Nasha yang ternyata adalah masa lalunya sekaligus masa depannya.


“Dan sekarang Acha sedang mengandung.. Tapi kandungannya lemah karena terlalu banyak pikiran juga hal lainnya,” tutup Farzan di akhir cerita, tadi Sean ingin memotong ucapan Farzan tapi tidak jadi karena mata Farzan sudah menatapnya tajam.


Di awal dia memang sudah bilang jangan ada yang memotong ucapannya agar dia bisa mempersingkat waktu untuk makan malam. Walau sudah di ganjal dengan memakan snack yang ada.


"Tadi Gue juga harus nemenin dia sebentar karena ada sedikit masalah yang mengharuskan dia bedrest satu minggu ke depan," lanjut Farzan sebelum menghela nafas memikirkan kembali hal yang membuatnya khawatir itu.

__ADS_1


“Btw sebelum kita menanggapi, kita ucapin selamat buat Lo. Pertama karena ternyata pilihan Lo adalah orang yang tepat dan Lo juga ngga mungkin sakitin dia. Dan kedua tentang kehamilan istri Lo, walau lemah tapi kita pasti berdoa yang terbaik untuk kalian,” ucap Zargio yang membuka suara di tengah keheningan yang terjadi selesai Farzan berbicara tadi.


“Kita bahas lagi nanti, sekarang waktunya makan. Jangan sampe para wanita di sini kelaparan karena telat makan,” ucap Farzan diangguki para lelaki, karena yang wanita hanya memutar bola matanya malas.


Dalam lingkaran sahabat ini memang mereka satu tipe dalam hal protektif walau sedikit over, tapi terkadang semua itu di lakukan dengan berbagai pertimbangan untuk keselamatan para wanitanya masing masing.


...----------------...


Ceklek..


“Kak Arza,” ucap Nasha dengan nada sedikit berusaha di keraskan agar terdengar Farzan yang ada beberapa langkah di depannya. Nasha baru saja membuka pintu.


“Eh kenapa sendiri? Harusnya kamu telepon aku, biar aku yang ke sana,” Farzan sedikit berlari agar Nasha tidak terlalu banyak gerak.


“Maaf. Habisnya aku ditinggal sendiri,” ucap Nasha mencebikkan bibirnya sebal. Nasha belum menyadari banyak yang memperhatikannya.


“Iya Sayang maaf ya?” ucap Farzan meminta maaf dengan tangan mengelus kedua pipi Nasha lembut.


“Ekhem, terus aja pada umbar kemesraan. Gue yang jomblo bisa apa,” melas Brady meratapi nasibnya yang masih sendiri.


“Engga papa, ngga usah hiraukan mereka,” ucap Farzan mengedikkan bahu acuh.


“Ganti dulu bajunya ya? Nanti kita makan bareng di sini,” lanjut Farzan membawa Nasha ke dalam gendongannya dan masuk ke dalam kamar.


“Lah tuh orang malah masuk kamar lagi,” lama lama emosi juga melihat kelakuan Farzan sekarang, batin Brady.


“Haha Lo perasaan ngegerutu mulu dah. Kelaparan apa gimana? Haha,” ucap Sean yang di balas tawa oleh semua orang kecuali baby Elhan yang tertidur, juga orang yang di ledek, Brady.


“Serah dah,” malas Brady sambil mengeluarkan ponselnya sambil menunggu Farzan kembali, dari pada dia melihat keuwuan pasangan di depannya lebih baik memainkan ponsel mencari tahu keadaan pujaan hatinya.


Di dalam kamar, Nasha sedang mengganti pakaiannya juga mencuci muka agar terlihat lebih segar di bantu oleh Farzan yang dengan telaten melakukan semua hal itu.


“Kak Arza.. aku malu,” cicit Nasha sambil mencebikkan bibirnya.


“Hehe, ngga usah malu Sayang. Mereka juga ngerti kok,” ucap Farzan menenangkan Nasha sambil menggendongnya untuk kembali keluar karena mereka sudah selesai.

__ADS_1


“Ish,” Nasha yang kesal hanya mendesis lirih dengan kepala yang bersandar di bahu Farzan.


...----------------...


Ceklek..


“Ayo kita makan dulu,” ucap Farzan mengajak mereka duduk di meja makan yang baru saja siang tadi di pasang di pojok ruangan dekat balkon luar.


“Dari tadi kek. Gue bosen liat mereka romantis romantisan depan Gue,” gerutu Brady sambil berjalan mendahului mereka semua yang melihatnya heran.


“Dia kenapa sih? Sensi banget. Lagi PMS kali yah,” heran Reno melihat kelakuan aneh Brady.


Mereka yang mendengar hanya menggeleng dengan pemikiran lainnya juga sedikit kasihan. Walau lebih pada ingin tertawa karena wajah tertekan Brady tadi.


“WOY BURUAN. UDAH LAPAR NIH GUE,” teriak Brady membuyarkan lamunan mereka yang masih terheran heran.


“Nah kan ngga sabaran banget deh,” ucap Sean yang beralih mengajak Eve lembut dan juga dengan langkah hati hati takut Eve tersandung. Lebay sih memang.


Deon menggendong Kylla sama seperti Farzan agar wanitanya tidak kelelahan. Reno juga melakukan hal yang sama mengingat Billa juga yang sedang mengandung. Zergio menggandeng sayang tangan Ana.


“Ck.. jalan ke sini juga terbar kemesraan, heran Gue,” kecel Brady dengan suara teramat pelan.


"Ngga usah gerutu terus, lamar Tery deh buruan. Ntar di ambil orang aja nangis," ejek Farzan yang baru saja duduk di kursi tengah dengan Nasha masih berada di pangkuannya.


"Kalau mau dari dulu juga Gue lamar, dianya masih nolak terus," lesu Brady yang di balas tatapan kasian oleh mereka semua.


"Ck.. ngga usah natap Gue kaya gitu, makan aja lah makan," Brady yang melihat tatapan sahabatnya sedikit kesal dan mengalihkan pembicaraan agar langsung makan, melupakan tentang ucapan dirinya.


...----------------...


happy reading..


tandai typo yah, hehe..


bye bye

__ADS_1


__ADS_2