
"Nah akhirnya yang punya rumah turun juga," ucap Sean dengan nada sedikit sinis yang ditujukan pada Farzan.
"Apa sih Lo," Farzan memutar bola matanya malas meladeni sahabatnya yang satu itu.
"HEH!" balas Sean tidak terima tapi langsung menciut saat Farzan menatapnya tajam.
"Apa!" tantang Farzan dengan mata berkilat tajam.
"E engga kok. Cuma mau teriak aja," alibi Sean dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.
"Mau turun Kak," cicit Nasha yang menyembunyikan wajah di bahu Farzan.
"Engga usah Sayang," balas Farzan dengan berbisik.
Mereka semua sedang berkumpul di ruang keluarga karena baru saja selesai sarapan. Tadi Farzan mengirim pesan dalam grup komunikasi mereka untuk sarapan lebih dulu karena dia masih harus menemani Nasha.
"Kita mau balik," ucap Reno karena mereka masih harus mengurus perusahan.
"Jangan dulu," ucap serentak para wanita di sana.
"Eh?" kaget para pria di sana karena mereka bersuara lantang.
"Ehehe maaf," ucap para wanita dengan malu.
"Kita masih mau cerita cerita," ucap Ana mewakili mereka.
"Iya bener. Mau main sama dede Elhan juga," sahut Eve menimpali.
"Pulangnya nanti aja," ucap Kylla dengan manjanya.
"Aku mau di sini dulu ya?" ijin Mita pada Ergi dengan menatap matanya.
"Boleh ya?" tanya Nasha berbisik di telinga Farzan.
Dalam hati para pria mereka heran melihat kedekatan para wanita yang terjalin begitu cepat. Tapi di satu sisi mereka juga senang karena kedekatan para wanita ini.
Hanya saja perusahaan yang mereka pimpin masing masing berbeda tempat pusat. Jadi mereka bingung harus bagaimana sekarang.
"Engga boleh ya?" ucap Kylla sendu mewakili yang lainnya.
"Maaf deh. Kita pamit ya, nanti kapan kapan kita hangout bareng," ucap Ana dengan berusaha ceria, walau dia juga sedih.
"Aiya bener. Nanti kita hangout bareng aja. Kapan kapan," ucap Eve membenarkan dengan diakhiri lirihan karena mereka pasti sulit bertemu lagi tanpa ijin dari suami mereka masing masing.
"Yaudah deh. Ayo. Kita pamit ya Sha, Assalamualaikum," ucap Mita sambil berdiri di ikuti para wanita dan bersiap melangkah tanpa mau mendengar jawaban dari para suami masing masing.
__ADS_1
"Kak aku ijin anter mereka ya. Tolong turunin sebentar," ucap Nasha memohon. Farzan tanpa sadar menurunkan Nasha dan Nasha pun berjalan pelan mengikuti yang lainnya.
Otak para pria di sana seolah sedang berpikir keras dengan kejadian yang baru saja terjadi. Dalam hati mereka sama sama bertanya, apakah mereka sudah menyakiti perasaan istri kesayangannya.
"Woy itu mereka udah mau keluar mansion!" reflek Brady yang sudah menyadari situasi.
"Eh Astaghfirullah," kaget mereka yang baru tersadar dan mulai berjalan cepat menghampiri para istri masing masing.
Karena jalan dari ruang keluarga menuju halaman depan cukup memakan waktu, mereka sudah tidak melihat adanya istri istri mereka.
Para wanita memang sudah duduk diam di kursi sebelah kemudi dengan wajah yang sama sama terlihat menekuk.
"Nanti kalian jangan lupa hubungin aku ya?" ucap Nasha dengan agak keras karena mereka menaiki 5 mobil berbeda.
"Iya," kompak mereka dengan berusaha tersenyum.
Ya mereka pikir tidak boleh egois karena pekerjaan juga penting untuk menghidupi kehidupan mereka kan.
"Kalau gitu aku mau liat kalian sambil duduk ya? Kakinya kerasa pegel, hehe," ucap Nasha yang dipelototi oleh mereka yang ada dalam mobil, jadilah dia menyengir kuda.
"Iya cepet kamu sana. Nanti ponakan aku kenapa napa lagi," ucap Mita yang ada di sebelah kiri Nasha.
"Mau aku anter dulu ngga?" ucap Ana khawatir.
"Sama Kylla di anter ya," ucap Kylla yang bersiap turun dari mobil.
Nasha berjalan menuju kursi yang memang di simpan di bagian luar sebelah kanan pintu masuk. Ada juga gazebo di tengah taman yang mempunyai air mancur, hanya saja jaraknya lumayan lebih jauh dan Nasha tidak terlalu kuat berjalan lebih lama lagi.
Bahkan Nasha tidak jadi sampai ke kursi, malah terdiam di anak tangga ke 2 sambil melihat mobil di depannya.
"Engga kuat jalan lagi ya?" tanya Eve yang ada di mobil depan.
"Iya hehe," angguk Nasha sedikit salah tingkah, takut dimarahin dia tuh.
"Yaud..."
"Sayang, jangan duduk di bawah," belum selesai Eve bicara suara Farzan lebih dulu terdengar di susul dengan suara lain dari suaminya masing masing.
Tanpa kata Farzan langsung menggendong Nasha, dan Nasha juga menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Farzan karena tidak mau melihat sahabat barunya pergi.
"Maaf ya, bukannya ngga boleh, tapi ada pekerjaan yang harus di urus. Minggu depan kita bakal main lagi ke sini. Oke?" bujuk mereka dengan bahasa masing masing.
Para wanita hanya mengangguk pasrah, lagi pula mereka masih bisa komunikasi lewat panggilan telpon kan.
"Nanti jangan lupa kabarin," ucap Nasha yang mengangkat kepalanya dengan sedikit berteriak karena mobil sudah akan pergi.
__ADS_1
"Jangan teriak Sayang," ucap Farzan dengan sabar walau telinganya terasa berdengung.
"Hehe Maaf," ucap Nasha sambil tersenyum merasa bersalah.
"It's Ok," angguk Farzan.
"Kalau gitu Gue juga harus balik kantor. Lo ngga masukkan buat beberapa hari ini," ucap Brady yang belum pergi akrena asik melihat drama keluarga sahabatnya.
"Hm.. kalau ada masalah serius Lo hubungi Gue," ucap Farzan sebelum melangkah masuk kembali.
Ya drama pagi ini sudah selesai dan sekarang waktunya dia membujuk Nasha agar tidak murung kembali.
Semenjak menikah Nasha tidak pernah keluar atau bahkan bertemu sahabatnya Rumi dan Diel, karena memang mereka mempunyai kesibukan masing masing.
Masalah kuliah juga sudah Farzan atur agar dia bisa membantu Nasha mempercepat kelulusannya. Bukan tanpa alasan, dia hanya ingin Nasha tidak banyak pikiran dan juga khawatir.
Perkiraan sekitar 3 bulan lagi Nasha sudah bisa kembali masuk dan menyusun skripsi, tentu saja ada bantuan Farzan tanpa diketahui Nasha.
Bahkan file dalam laptop Farzan sudah tersusun beberapa proposal, takutnya ada yang tidak di terima. Sedangkan isinya baru sebagian saja terisi karena masih harus menunggu.
Jadi nanti Nasha hanya sedikit meneruskan juga mempelajarinya agar bisa saat sidang nanti.
...----------------...
"Eh iya tadi kan mau bagiin zupa soup sama mereka," ucap Nasha teringat makanan yang Farzan buat di pagi buta dalam kamarnya.
"Udah aku minta maid simpan di dalam mobil mereka, nanti tinggal di oven sebentar baru siap di makan," ucap Farzan sambil mengisi piring untuk sarapan mereka berdua.
"Aku kenapa ngga boleh duduk sendiri?" tanya Nasha dengan bersandar di dada Farzan.
"Soalnya aku ngerasa kangen kalau kamu pisah duduknya," jawab Farzan random.
"Ih masa gitu," cebik Nasha sebal dengan sedikit memukul tangan Farzan.
"Haha.. ya ngga papa dong Sayang, aku pengen aja kamu deketan terus sama aku," ucap Farzan sambil tertawa.
"Iya iya," pasrah Nasha yang sudah tidak bersandar karena sedang di suapi oleh Farzan.
Setelah itu hanya terdengar suara denting sendok yang bertabrakan dengan piring. Sesekali ada obrolan kecil antara mereka yang membuat suasana pagi menjadi lebih hangat di bandingkan sebelumnya.
Ya drama pagi ini usai sudah dan mulai kembali seperti biasa, walau masih ada sedikit rasa sedih karena berpisah dengan sahabat baru untuk Nasha.
...----------------...
happy reading..
__ADS_1
tandai typo yah, hehe..
bye bye