Antara Aku, Kamu, Dan Masa Lalu

Antara Aku, Kamu, Dan Masa Lalu
Part 105


__ADS_3

"Nah itu mereka baru dateng," ucap Zetta yang sedari tadi menunggu di kursi dekat lift, menunggu kedua anaknya datang.


"Momy kenapa malah ajak Acha jalan? Nanti dia kecapean Mom," kesal Farzan dengan nada tertahan, takut kelepasan.


"Ya ngga papa lah, sekali kali sambil olahraga juga. Lagian Sha nya juga ngga papa tuh," balas Zetta santai, tadi dia juga khawatir tapi sesekali memang ibu hamil perlu sedikit olahraga kan.


"Ya kan nanti ada waktunya olahraga Mom," memang dalam satu minggu ada 2 hari dimana instruktur olahraga khusus ibu hamil akan datang sejak kehamilannya masuk 4 bulan.


"Yaudah sih, jalannya juga cuma berapa langkah, Sha nya aja ngga papa, iya ngga Sayang?" ucap Zetta malas dengan meminta pendapat Nasha.


"Iya Kak, ngga papa. Lagian kemarin kan absen olahraganya karna harus bedrest," ucap Nasha membenarkan.


"Udah yuk, katanya mau pergi, udah ditungguin tuh," lanjut Nasha melerai perdebatan baru yang akan di mulai lagi oleh Farzan.


"Yaudah. Kita pergi dulu," malas Farzan menyalimi Zetta dan juga memberikan tangannya pada Aletta untuk salam.


Nasha juga melakukan hal yang sama, di tambah pelukkan dari kedua wanita itu.


"Kita pamit ya Mom, Ta," ucap Nasha yang di jawab anggukkan dari keduanya.


"Iya Sha/Kak Sha," jawab Zetta dan Aletta berbarengan dengan anggukkan kepalanya.


...----------------...


Perjalanan kali ini tidak terlalu memakan waktu karena jalur yang di lalui sekarang tidak ada kemacetan lalu lintas.


Hanya butuh waktu beberapa menit saja mereka sudah sampai tempat tujuan.


"Kak, ini kita mau kemana dulu?" tanya Nasha, mereka berdua sedang berada di lift yang bergerak turun menuju lantai 3 di pusat perbelanjaan ini.


"Kita ke tempat relaksasi dulu ya? Biar kamu nyaman jalan jalannya nanti," balas Farzan menjawab pertanyaan Nasha.


"Ehm.. oke deh," angguk Nasha tidak menolak. Lagipula kemarin memang badannya sedang tidak enak jadi dia rasa tidak ada salahnya merilekskan diri sejenak.


"Nanti temenin tapi yah," ucap Nasha lagi, takut di tinggal dengan orang asing berdua saja.


Selama tinggal dengan Farzan Nasha jarang berkomunikasi dengan banyak orang luar. Hanya orang orang yang bekerja pada Farzan dan juga beberapa sahabat serta temannya yang lain.


Dan lagi jika bertemu pasti saja ada yang kenal dengannya. Jadi ada rasa was was saat berada di sekitar orang tidak di kenal.

__ADS_1


"Tentu saja. Ngga mungkin aku tinggalin kamu sendirian," ucap Farzan meyakinkan, walau dia sudah mempercayai orang orang yang bekerja dengannya, tetap saja ada rasa khawatir. Takut orang itu jadi penghianat dan melukai Nasha.


Setelah berjalan sekitar 2 menit, mereka sudah sampai di tempat yang menjadi tujuan pertamanya.


Sapaan dan juga perlakuan khusus sudah pasti di terima oleh keduanya mengingat mereka pemilik dari pusat perbelanjaan yang di kelola oleh Zargio ini.


"Selamat pagi Tuan, Nona. Tuan Zargio sudah menyampaikan pada kami jika Tuan dan Nona akan datang hari ini. Ruangannya sudah kami siapkan, silahkan ke sebelah sini," ucap manager tempat perawatan diri yang langsung turun tangan melayani pemilik tempat dia bekerja ini.


"Ya," angguk Farzan singkat dengan raut wajah datar.


"Terimakasih," ucap Nasha melanjutkan, karena kebiasaan Farzan yang akan merubah raut wajahnya saat sedang diluar rumah.


"Di sini Tuan, Nona. Silahkan tunggu sebentar dan berganti pakaian terlebih dahulu dengan ini," ucap manager itu dengan menunjuk menggunakan ibu jari pada satu set pakaian yang akan di gunakan Nasha.


Setelah mendapatkan jawaban, manager itu pergi meninggalkan ruangan dengan berpesan, "jika sudah selesai bisa memanggil kami melalui telepon di samping sofa," begitu kurang lebih.


"Kak nanti mau jajan es krim dulu ya?" pinta Nasha saat selesai mengganti pakaian.


"Boleh. Tapi yang cup sedang aja ya," Farzan tidak masalah selama masih aman dan tidak mengganggu kesehatan istri dan anaknya.


"Makasih," senang Nasha mengecup sekilas pipi Farzan.


Farzan memanggil orang untuk memulai melaksanakan tugasnya sesuai dengan apa yang Farzan katakan.


...----------------...


Selama sekitar 2 jam Nasha mendapatkan banyak perawatan tubuh dan juga merileksasikan tubuhnya.


Sekarang Nasha baru saja membersihkan diri dan juga mengganti pakaiannya kembali ditemani oleh Farzan tentunya.


"Badan aku lebih enak sekarang," ucap Nasha merenggangkan ototnya sedikit.


"Nanti aku buat jadwal tiap 2 minggu biar badannya lebih seger," ucap Farzan ikut senang mendengar Nasha merasa badannya lebih enak dibanding sebelumnya.


"Jangan 2 minggu sekali juga Kak. Kalau lagi ngga enak aja deh," ucap Nasha menolak karena cukup melelahkan juga kalau harus bulak balik terus.


"Aku suruh mereka aja yang dateng ke mansion Momy nanti. Sekalian buat kalian bertiga," ucap Farzan agar Nasha tidak menolak.


"Ehm.. oke deh," angguk Nasha menyetujui.

__ADS_1


Setelahnya mereka berjalan menuju lantai 6 gedung ini untuk mengisi perut mereka karena Nasha selesai tepat pada jam makan siang.


"Mau makan apa?" tanya Farzan sambil memperhatikan sekitar. Bodyguardnya ada di beberapa tempat dan berbaur dengan pengunjung jadi tidak akan ada yang tahu jika dia membawa banyak pengawalan.


"Mau apa ya?" bingung Nasha tidak tahu mau makan apa kali ini.


"Baby lagi mau makan apa Nak?" tanya Farzan mengelus perut Nasha lembut.


"Mau makanan cepat saji?" ucap Farzan lagi yang di balas tendangan kecil.


"Sepertinya tidak. Bagaimana kalau seafood?" kali ini masih di balas tendangan kecil.


"Hm tidak juga ternyata. Pilihan terakhir, sebenarnya Papi sih yang mau makanan ini. Bagaimana kalau all you can eat?" ternyata untuk perkataan Farzan yang ini baby dalam kandungan Nasha menendang brutal.


"Wow wow wow santai Sayang. Sepertinya kamu juga mau itu ya? haha," Farzan menenangkan kembali anaknya yang masih menendang nendang perut Nasha tapi sekarang mulai sedikit lebih lembut tidak sekeras tadi.


Farzan dan Nasha tertawa bersama karena sekarang anaknya sudah bisa merespon ucapan dari keduanya dengan sebuah tendangan.


"Oke kita makan all you can eat ya," ucap Farzan mengikuti keinginan anak juga dirinya sendiri.


"He em," angguk Nasha menyetujui saja, dia juga bisa memilih nanti di sana.


Mereka berdua langsung menuju tempat dimana restoran itu berada dan memesan tempat untuk keduanya makan.


Tentu saja banyak makanan yang sudah Farzan dan Nasha pesan juga ambil sendiri di tempat yang disediakan.


Biasanya Farzan akan makan di ruangannya sendiri, tapi kali ini Farzan memilih makan di area luar dekat dengan jendela yang langsung mengarah pada pemandangan sekitar kawasan pusat perbelanjaan ini.


Makan di temani dengan lagu lagu pengiring juga suasana yang sejuk walau sebenarnya di luar udara sedang panas karena matahari tepat di atas kepala.


Menyelesaikan makan dengan tenang agar nanti saat berbelanja mereka tidak kelaparan di jalan. Tapi kalau pun iya, mereka tinggal membeli lagi makanan lain di sekitar tempat belanja nanti.


...----------------...


happy reading..


tandai typo yah, hehe..


bye bye

__ADS_1


__ADS_2