
Melihat Nasha yang sedikit terganggu dengan cahaya mentari, Farzan membawa Nasha ke dalam kamar dan menidurkannya di atas kasur.
Tapi baru saja Farzan akan beranjak mengganti baju, Nasha tiba tiba membuka matanya yang terlihat masih mengantuk.
“Mau kemana?” dengan suara serak Nasha bertanya sambil menggenggam erat tangan Farzan.
“Kenapa bangun? Baru juga setengah 8,” bukannya menjawab Farzan malah balik bertanya dan kembali duduk di pinggir ranjang dengan mengusap kepala Nasha.
“Ngga tahu, kamu mau kemana?” ucap Nasha kembali bertanya, sepertinya Nasha memang tidak nyaman jika Farzan meninggalkannya.
“Aku mau ganti baju sama mau bikin janji sama dokter,” jawab Farzan dengan senyum lembutnya.
“Em.. yaudah,” ucap Nasha, mulutnya bilang seperti itu tapi tangannya belum melepaskan genggaman Farzan dan malah berniat memejamkan matanya lagi.
Farzan terkekeh melihatnya, ucapan dan perbuatan sangat berbeda sekali. Ucapannya mengatakan seolah dia boleh pergi, tapi ini genggamannya tidak di lepaskan malah semakin mengerat.
“Aku ke ruang kerja dulu ya?” ucap Farzan lembut sambil sedikit sedikit melepaskan genggaman tangan Nasha.
Anehnya Nasha langsung kembali membuka matanya dan segera melepas genggaman tangan Farzan.
“Hm.. iya. Yaudah aku mau ke kamar mandi dulu,” ucap Nasha lirih dan bergeser untuk turun dari kasur dengan menjauhi Farzan alias turun di sisi yang lebih jauh. Menghindar, mungkin.
Nasha juga langsung berjalan cepat tanpa mau melihat ke arah Farzan lagi. Entah kenapa dia merasa Farzan akan risih jika dia melakukan hal seperti tadi.
Farzan juga akan mengejar, tapi pintu kamar mandi keburu Nasha tutup dan di kunci ganda dari dalam.
__ADS_1
“Hah.. harusnya Lo inget emosinya pasti lagi ngga stabil. Pasti dia memikirkan hal hal di luar dugaan,” gumam Farzan berdiam di sisi pintu kamar mandi.
“Lebih baik Gue tunggu aja di sini, telpon dokter juga dari sini aja,” lanjut Farzan sambil berjalan menuju kursi panjang yang ada di dalam walk in closet.
...----------------...
Sedangkan di dalam kamar mandi Nasha mengisi air dalam bathup dan memberi sedikit wewangian vanila. Dia ingin berendam agar emosinya yang aneh ini bisa hilang, walau malah jadi bercabang.
“Kamu kenapa sih Cha, kelakuan kamu aneh tahu ngga. Harusnya kamu jangan lakuin hal itu, kalau Mas Farzan risih gimana? Atau mungkin jijik, kamu kan kalau tidur pasti jelek banget. Jauhin Mas Farzan Cha, dia udah ketemu sama wanita yang di cintai, kamu ngga boleh lakuin hal menjijikkan seperti tadi,” monolog Nasha yang tanpa sadar sudah menangis sesenggukan.
“Udah ngga usah drama deh Cha. Emang dasarnya aja kamu yang baperan,” gumam Nasha sambil menepuk keras wajahnya dan menarik rambut agar tidak lagi memikirkan hal itu.
“Nanti juga kamu bakal di tinggal kan? Haha. Mau dia bilang bisa menerima atau belajar mencintai, tetap aja yang ada dalam hatinya hanya wanita itu. Harusnya kamu mulai mempersiapkan diri kalau kalau nanti kamu harus pergi jauh biar ngga mengganggu mereka. Kamu juga ngga bisa balik ke rumah, apalagi rumah Momy dan Daddy. Siapa juga yang mau nampung orang kaya kamu. Keluar kota aja sih ya. Kan sisa uang di atm masih ada. Dari pada nyusahin orang kan? Hehe,” berbagai ekspresi ada dalam setiap kalimat Nasha ini, kadang tertawa getir kadang sedih kadang juga memaksa untuk tetap kuat.
“Pura pura baik baik aja tuh susah ya, haha. Aku udah coba terus untuk membiasakan diri jika ada hal seperti ini, tapi tetap aja rasanya sakit. Kayanya emang aku yang salah di sini. Lagian cepet banget baper sih kamu. Nanti kalau di tinggal kan jadi susah,” keluh Nasha terus menerus. Sepertinya pikiran buruk selalu datang walau Nasha mencoba menghentikannya.
Tadinya Nasha akan membersihkan busa yang menempel badannya dan mengeringkan kembali bathup. Tapi kepalanya terlalu sakit saat ini jadi dia hanya terdiam dan memijat pelan pangkal hidungnya.
“Lemah banget sih kamu. Padahal dulu lagi tipes aja masih bisa kerja sama kuliah. Kayanya kamu terlalu nyaman sama perhatian sementara ini, mulai besok kamu harus kuat lagi. Jangan perlihatkan kelemahan kamu.”
“Tapi nanti keluar dari sini kamu kaya tadi lagi. Bingung aku tuh sama kamu, maunya apa sih?”
Nasha masih saja terus menggerutu sendiri, menyalahkan diri dan juga hal lainnya. Entah sampai kapan dia bisa berhenti. Mungkin saat keluar dari kamar mandi.
...----------------...
__ADS_1
Sudah hampir 45 menit Nasha berada di dalam kamar mandi, Farzan juga sudah selesai berbicara pada dokter dan staf di rumah sakit agar bersikap seperti biasa.
Tapi sejak selesai menghubungi rumah sakit, Farzan yang terus menunggu sambil memperhatikan pintu kamar mandi yang belum terbuka juga.
Jika ditanya apa Farzan khawatir? Jawabannya tentu saja iya. Tapi Farzan juga tidak ingin mengganggu Nasha. Mungkin di dalam sana dia sedang mengungkapkan emosinya.
Farzan membiarkan saja, nanti saat Nasha keluar baru dia akan mengajak Nasha berbicara atau mungkin nanti saja menunggu suasana hati Nasha lebih baik.
Tepat satu jam Nasha dalam kamar mandi, pintu mulai di buka dari dalam sana. Farzan hanya diam dan pura pura bermain ponsel agar Nasha juga biasa saja.
Nasha juga tidak berniat untuk melihat bahkan berbicara dengannya, raut wajahnya pun terlihat santai dan sedikit datar? Mungkin.
Farzan juga jadi bingung bagaimana cara agar bisa memulai pembicaraan, tadi memang salahnya yang kurang memahami kondisi emosi Nasha.
Sekarang suasana hati Nasha tidak dapat di prediksi. Jika sebelumnya Nasha bahkan biasa saja saat Farzan lupa jika mereka sudah menikah. Tapi mungkin untuk sekarang akan berbeda dalam hati dan pikirannya.
Nasha kembali masuk ke dalam kamar mandi setelah membawa baju yang akan di pakai olehnya nanti. Nasha tidak mau menolak atau membantah semua keinginan Farzan. Menurut Nasha semua laki laki sama seperti Ayahnya yang bertindak semaunya dan suka memerintah sesuai keinginannya.
Farzan juga mungkin akan seperti itu. Lebih baik dia hanya mengiyakan semua mau Farzan sama seperti dulu dia menuruti Ayahnya. Biar saja dia merasa terluka dan tertekan sendiri. Malas sekali saat dia memakai hati dan terbawa perasaan seperti sekarang, dia jadi lemah dan sulit menutupi tangisan dari orang lain.
...----------------...
happy reading..
tandai typo yah, hehe..
__ADS_1
bye bye