
“Kak Sha hari ini tidur di kamar aku ya,” ucap Aletta saat mereka baru memasuki rumah.
“Hush.. Arfa kan bakal tidur di kamar Kakak kamu, biar dia hafal kamar yang di rumah ini. Biar Kakak kamu juga inget pulang kesini,” ucap Zetta sedikit mengomel.
“Ishh.. gapapa lah Mom, lagian cuma hari ini aja tidur dikamar akunya. Iya kan Kak?” ucap Aletta yang beralih bertanya pada Nasha yang masih terdiam.
“Mm.. iya Mom, aku tidur di kamar Letta dulu aja, lagi pula tidur dimana pun sama aja kok Mom,” jawab Nasha yang tak ingin membuat Aletta kecewa.
“Ck.. yaudah deh kalau kamu maunya gitu, tapi barang barang kamu udah disiapin di kamarnya Arza yah, sekarang kamu ke sana dulu, setelah itu baru ke kamar Letta,” ucap Zetta pada akhirnya.
“Yes.. ada temen.. ayo Kak aku anter ke kamar Kak Arza dulu, nanti kalau udah beres siap siapnya ke kamar sebelah yah, itu kamar aku,” ucap Aletta senang dan membawa Nasha ke lantai 2 menuju kamar Farzan.
“Iya.. kamu tenang aja, nanti aku bakal ke kamar kamu kok,” balas Nasha sambil mereka berjalan.
Sesampainya di lantai 2 yang begitu luas dan banyak ruangan, mereka berdua berjalan menuju pintu kamar yang bertuliskan Aletta Zelina Lakeswara dan juga Farzan Adya Lakeswara dimana kamar Aletta dulu yang terlewati.
“Itu di sebelah kamar Kak Arzan ya Kak. Inget yah nanti kalau udah beres Kakak ke kamar aku ini,” ucap Aletta saat sudah di depan kamarnya.
“Haha.. iya.. iya.. nanti aku ke kamar kamu kok. Sekarang aku bersih-bersih dulu ya,” ucap Nasha membalas ucapan Aletta sambil tertawa karena dia begitu sangat memaksa agar dia bisa tidur di kamarnya.
“Hehe.. maaf ya Kak aku maksa,” ucap Aletta dengan kekehannya, menyadari jika ucapannya termasuk kategori paksaan.
“Hem.. iya gapapa, yaudah gih sana bersih-bersih juga,” ucap Nasha yang diangguki Aletta, lalu mereka berjalan memasuki kamar masing-masing.
Sebenarnya alasan Aletta memaksa Nasha tidur dikamarnya karena dia tadi tak sengaja melihat Nasha menghapus air matanya diam diam dan juga itu permintaan dari Kakaknya yang tidak ingin Nasha menangis terus menerus. Itu semua Aletta lakukan karena dia sudah sangat menyayangi Nasha seperti dia menyayangi Kakaknya sendiri bahkan lebih.
...----------------...
Nasha baru saja selesai dengan bersih bersihnya dan sekarang dia kembali terdiam di sisi tempat tidur. Sebenarnya saat di kamar mandi tadi dia masih saja menangis. Lebay memang menurut orang yang melihatnya, tapi sungguh dia selalu saja tertekan entah karena keluarganya sendiri atau hal yang tak penting untuk dipikirkan.
Terlalu lama memendam perasaan sendiri memang sangat menyakitkan. Dan terkadang menangis mengurangi semua rasa itu. Tapi memang lebih baik menghilangkan rasa sakit dengan menangis daripada mempunyai pikiran untuk mengakhiri hidup dan menyesal pada akhirnya kan.
__ADS_1
Cukup lama dia melamun. Sampai pintu kamar di ketuk dari luar dan tak lama ada yang membuka pintunya. Itu Aletta.
“Kak... ko lama sih?” ucapnya saat memasuki ruangan itu.
“Eh iya, baru aja aku mau kesana. Tadi lagi main hp dulu bentar,” ucap Nasha dengan cengirannya sembari mengangkat 2 jari tangan membentuk huruf V.
“Hm.. pantesan. Yaudah deh sekarang ke kamar aku langsung yu.. udah ngantuk nih,” ajak Aletta karena sebenarnya dia juga mulai mengantuk, terlihat dari matanya yang sudah memerah.
“Oke. Kita ke kamar kamu sekarang. Pasti udah ngantuk banget yah? Haha,” ucap Aletta yang langsung berdiri dan saling menggandeng tangan saat akan keluar kamar Farzan.
Sampai di kamar Aletta yang bernuansa peach dan tosca dengan banyak pernak pernik yang membuat dekorasi kamarnya sangat cantik dan juga membuat orang nyaman berada di sana.
“Kamarnya cantik seperti yang punyanya,” komentar Nasha sesaat setelah mereka masuk ke dalam ruangan tersebut.
“Makasih Kak. Kamar ini tuh di dekor sama Kak Arza, aku yang minta sih, soalnya kan perusahaan Kakak bergerak di bidang itu juga, cuma Daddy minta Kakak buat ambil alih perusahaan yang sekarang jadi ya gitu deh hehe,” cerita Aletta.
“Desainnya bagus sih, pasti perusahaannya juga sukses yah?” tanya Nasha setelah menyimak cerita Aletta.
“Tidur yu Kak, udah ngantuk berat nih, hehe,” lanjut Aletta lagi, yang memang terlihat jelas jika dia menahan kantuk.
“Haha.. yaudah yu tidur, udah ngantuk aja kamu masih sempet cerita panjang lebar,” ucap Nasha sambil tertawa.
“Ya kan siapa tau Kak Sha mau dengerin cerita tentang Kak Arza jadi aku masih bisa tahan deh ngantuknya hehe,” ucap Aletta.
“Oke deh yu tidur, katanya ngantuk,” ucap Nasha dan dibalas anggukan sebagai jawabannya. Mereka pun berbaring dan mulai memejamkan mata karena rasa kantuk yang tidak bisa ditahan kembali.
...----------------...
Adzan Subuh telah berkumandang waktunya umat muslim menunaikan ibadah yaitu Sholat. Nasha sudah terbangun dari tadi dan sudah selesai melaksanakan ibadah sekaligus mandi dan sebagainya. Dia sedang berjalan menuju kamar Aletta, melihat apakah dia sudah bangun atau belum. Ternyata Aletta baru saja selesai melaksanakan ibadah dan sedang bersiap untuk kembali tidur, jadi dia langsung menuju lantai bawah, siapa tau ada yang bisa dia kerjakan pagi ini.
Kalau ini di rumahnya mungkin dia akan kembali tidur sebentar, karena aktivitas kemarin cukup melelahkan. Tapi ini bukan rumahnya, setidaknya dia harus tau diri kan?
__ADS_1
Saat kakinya menapaki anak tangga terakhir, dia melihat beberapa orang sedang bersih bersih, dilihat dari pakaiannya sepertinya mereka asisten rumah tangga disana. Dia mendekati salah satu di antara mereka untuk bertanya.
“Permisi Mbak, ada yang bisa saya bantu ga?” tanya Nasha pada orang yang diketahui namanya Ruri.
“Kamu siapa ya? ART baru kah?” tanya Ruri. ART disana memang belum mengetahui siapa Nasha karena kemarin mereka bebas tugas sehari, dan saat pemilik rumah pulang mereka sudah berada di paviliun belakang, yang memang disediakan khusus untuk tempat tinggal mereka yang bekerja di rumah itu.
Nasha hanya tersenyum dan kembali bertanya. “Jadi apa yang bisa saya lakukan?” tanyanya lagi.
“Kalau begitu kamu bisa mengepel lantai, kebetulan baru selesai di sapu. Oh ya, apa kamu bisa memasak?” ucap Ruri.
“Oke. Dimana alat pel lantainya? Iya aku bisa memasak,” ucap Nasha.
“Alatnya ada di belakang nanti kamu ambil disana. Setelah selesai pel lantai kamu bisa mulai memasak, karena biasanya Tuan, Nyonya dan Nona akan sarapan jam 06.45,” jelasnya yang di jawab anggukan kepala saja oleh Nasha.
Setelah itu Nasha mengambil alat pel dan mulai membersihkan lantai di luar ruangan ruangan tertutup. Untuk kamar yang bersihkan adalah pemilik kamar masing masing, kecuali jika memang sedang pergi baru mereka yang bersihkan.
Satu jam dia selesai dengan alat pel. Kenapa lama? Karena rumah ini begitu luas, dan sebenarnya dia tidak mengepel sendirian, ada sekitar 4 orang yang juga melakukan hal sama. Dia mengepel lantai 1 dan 2 tapi tidak termasuk ruangan tertutup. Sisanya di lantai 3 serta ruangan tertutup dan kamar tamu.
Cukup melelahkan memang, tapi dia masih harus memasak saat ini, jadilah sekarang dia sedang berkutat dengan alat masak. Menu pagi untuk sarapan hanya Nasi goreng, Ayam goreng, Telur mata sapi, Telur dadar/Omelet, sosis, Tumis brokoli, serta beberapa potong buah seperti Apel, Stroberi, Pir, dan Melon sebagai makanan penutup.
Nasha sangat menikmati acara masaknya, tanpa peduli sekitarnya. Satu persatu masakan sudah matang dan disajikan, tinggal menatanya di meja makan. Semua selesai tepat waktu, tapi sepertinya belum ada dari mereka yang keluar kamar. Nasha juga berniat kembali ke kamar Farzan untuk mengambil hp, siapa tau ada yang menanyakannya kan? Tapi sebelum menaiki tangga, dia mendengar ada suara mobil yang datang jadilah dia berjalan menuju pintu utama untuk melihat siapa yang datang.
.
.
.
Tbc..
Happy reading..
__ADS_1