
''Oh maaf, kamu dokter Alvin kan?'' tanya Kayla sedikit malu karena ia malah bengong.
''Ya benar. Kalau begitu kamu ikut saya.'' Alvin berjalan lebih dulu dari nya dan segera masuk ke dalam ruangan yang kini ada mbak susi.
''Ibu Susi, jadi perkenalkan ini adalah dokter Kayla yang akan memeriksa ibu,'' Ucap Alvin dengan nada bicara yang sopan.
Alvin belum mengetahui jika Susi adalah menantu nya dari keluarga Permana membuat ia mengenalkan Kayla sebagai dokter wanita yang akan mengambil alih pekerjaan nya karena mbak Susi menginginkan dokter wanita yang akan mengurus dirinya saat persalinan.
Bang Bima tidak ikut masuk ke ruangan bahkan ia tidak pernah menemani istrinya untuk pemeriksaan istrinya karena ia merasa takut jika harus masuk ke dalam ruangan dokter seakan dokter itu akan menyuntik nya jadi ia memilih untuk membawa Aleta berjalan-jalan. Andaikan Bima menemani istrinya mungkin Alvin sudah bisa mengetahui jika Susi adalah istrinya.
''Oh jadi Kayla yang akan mengurus persalinan saya dok.'' Ucap mbak Susi sedikit kaget pasalnya mbak Susi tidak mengetahui jika Kayla pernah membantu persalinan bahkan ia juga pernah melakukan nya sendiri dan alhamdulillah proses persalinan nya lancar.
Kayla mengernyit karena ia merasa jika mbak nya tidak mau jika dirinya yang akan membantu lahiran nya, pikir Kayla siapa juga yang mau sama dirinya jika sudah mengetahui Kayla adalah mahasiswa yang baru saja lulus bukan kan hal yang sangat di takutkan jika ia menjadi bahan percobaan.
''Gak mau dok, saya minta ganti aja.'' Ucap Mbak Susi menolak. Namun membuat Kayla ingin tertawa karena ia tahu mbak nya sangat takut.
''Kenapa kita belum tahu dokter Kayla bisa mengatasi nya atau tidak.'' Ucap Alvin merasa heran karena baru kali ini ada pasien yang menolak saran nya.
''Kay, kakak mau dokter lain.'' Mbak Susi sedikit memohon di depan Kayla dengan tatapan memelas.
''Gak akan apa-apa ko mbak aku insyaallah pasti bisa.''
''Hah mbak.'' Ucap Alvin seketika kaget karena kini mereka seolah saling mengenal.
''Ya dok, jadi mbak Susi ini istri dari abang aku.'' Kayla berkata dengan senyum karena ia yakin jika dokter Alvin belum mengetahui hal itu.
__ADS_1
Alvin hanya tersenyum simpul ternyata ia tidak mengetahui hal itu dan ia merasa sedikit malu.
''Ya sudah jadi mau gimana?'' tanya dokter Alvin menatap mbak Susi.
''Apa gak ada dokter lain dok, maksud saya yang lebih berpengalaman.'' Cicit mbak Susi karena ia tidak ingin jika Kayla tersinggung.
''Ya sudah mbak tenang aja jika mbak mau dokter lain gak apa-apa ko tapi untuk saat ini biar kau aja yang mencoba memeriksa jadi bisa di bandingkan dengan hasil pemeriksaan dokter Alvin apa pemeriksaan aku benar atau tidak.'' Usul Kayla karena ia tidak enak jika dokter Alvin harus mencari dokter lain.
''Ya gak apa-apa.'' Mbak Susi akhirnya setuju.
Kayla memeriksa mbak Susi dengan teliti ia bahkan menanyakan beberapa pertanyaan pada mbak Susi dan kini ia menjelaskan kondisi mbak Susi dengan detail tidak lupa ia juga memberikan saran agar mbak Susi rajin olahraga raga senam hamil.
''Wah benar sekali Kayla, jadi ibu Susi sudah dengar apa yang dokter Kayla jelaskan tadi dan semua itu sama dengan analisa saya.''
''Saya akan memberikan beberapa obat dan silahkan dokter Kayla untuk memberikan dokter apa saja yang harus di konsumsi pada pasien saya.''
Kayla memilih beberapa obat untuk mbak Susi dan dengan senang Alvin tersenyum kembali karena pilihan Kayla juga sangat tepat.
''Ini obat yang harus ibu konsumsi dan satu lagi, jika ibu masih menginginkan dokter lain yang akan membantu proses persalinan makan saya akan merekomendasikan beberapa dokter pada Ibu.'' Ucap dokter Alvin dengan tetap bersikap ramah. Ia tidak akan memaksakan jika Susi tidak menginginkan Kayla sebagai dokter yang akan menangani dirinya nanti apalagi kini ia tahu jika Susi adalah menanti dari sang pemilik rumah sakit ini yang tidak lain adalah kakak ipar dari Kayla.
Mbak Susi hanya tersenyum ia memang sedikit masih ragu maka ia menganggukkan kepala nya ia menyetujui apa yang di tawarkan dokter Alvin padanya.
Mbak Susi sudah keluar setelah ia menerima obat sementara Kayla dengan dokter Alvin mereka kini sedikit mengobrol tentang berbagai hal mengenai pekerjaan nya sekarang.
Alvin sudah menduga jika Kayla memang memiliki kepintaran yang cukup memuaskan bahkan beberapa kali ia menguji Kayla wanita itu selalu bisa menjawab ya dengan berbagai pertanyaan yang ia lontar kan Kayla mudah memahami keluh kesah untuk menangani pasien.
__ADS_1
''Kamu berbakat kay, beruntung sekali pak Reza menyuruh mu untuk mengikuti kuliah di kebidanan kamu sudah mengetahui banyak hal.'' Alvin memuji Kayla membuat Kayla sedikit malu karena ia merasa jika dokter Alvin berlebihan.
''Lalu apa yang harus aku lakukan lagi?'' tanya Kayla karena ia merasa sejak tadi ia hanya berbagi cerita dan tanya jawab seperti layaknya ia sedang ujian.
Alvin terkekeh dengan pertanyaan dari wanita di hadapan nya.
''Mulai sekarang kamu menjadi asisten ku kay, aku akan selalu memantau mu dan kamu akan mengambil alih sebagian pekerjaan ku meski aku akan mengikuti kamu selama tahap pengenalan ini karena kamu baru pertama kali kan?'' Ucap Alvin menatap wajah Kayla.
''Ya boleh aku mengerti.''
Beberapa menit berlalu kini mereka berjalan bersama ke luar dari ruangan Alvin dan berjalan ke arah ruang rawat umum untuk memeriksa seorang ibu yang sedang mengalami kontraksi.
Alvin sudah menjelaskan jika ibu yang sekarang akan melahirkan ia sudah beberapa jam yang lalu mengalami kontraksi dan kini adalah waktu pengecekan kembali.
Kayla berjalan mengikuti langkah kaki lelaki yang kini bersamanya namun pandangan nya kini melihat sosok lelaki yang benar-benar sangat ia kenal perlahan langkah kakinya berhenti ia masih ingin menatap lelaki itu hanya ingin memastikan apa itu benar sosok lelaki yang sudah lama tak ia temui atau hanya sekedar karena perasaan nya saja.
''Kay.'' Alvin membalikan tubuh nya karena ia sejak tadi ternyata berbicara sendiri karena Kayla berhenti berjalan dan diam sedikit jauh dari nya.
''Oh ya.'' Kayla kembali berjalan menuju Alvin yang masih menunggu nya.
''Maaf tadi aku sedikit melihat- lihat.'' Ucap Kayla mencari alasan.
''Ya sudah kita harus segera memeriksa ibu itu.'' Alvin kembali berjalan dengan cepat hingga kini mereka telah sampai di depan ruangan umum.
......................
__ADS_1