Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 54


__ADS_3

''Kay? jawab aku apa kamu sudah bangun?'' Alvin kembali bersuara namun sepertinya Kayla tak ada niatan untuk menjawab membuat Alvin mau tak mau ia memilih cara lain.


Alvin mulai mencari kunci cadangan yg sengaja ia sediakan ia mulai membuka dengan debaran jantung yg mulai tidak beraturan hingga beberapa saat kemudian pintu mulai terbuka dan memperlihatkan kamar yg kosong.


Alvin segera mencari keberadaan Kayla namun betapa terkejutnya saat ia melihat Kayla yg sedang tergeletak di kamar mandi dengan wajah pucat nya.


Alvin segera menghampiri Kayla tanpa menunggu lama ia mengendong Kayla dan menidurkan Kayla ke tempat tidurnya.


Alvin mulai mengecek suhu tubuh Kayla dan sepertinya Kayla harus segera di bawa ke rumah sakit.


Dengan cepat Alvin segera berlalu dari kamar Kayla dan memanggil bi Ida untuk menyuruh nya menjaga Kayla sementara dirinya mengganti pakaian dulu karena ia masih mengenakan sarung dan baju kokohnya.


Beberapa menit telah berlalu Alvin sudah siap ia segera kembali ke kamar Kayla dan langsung menggendong Kayla dan turun kembali ke lantai bawah di ikuti oleh bi Ida yg setia berada di samping Kayla.


''Mbak Kayla,'' lirih bi Ida memecah keheningan saat berada dalam mobil.


Alvin memacu kendaraan nya semakin cepat. Dengan pikiran yg mulai kacau mendominasi dirinya.


''Mas Alvin kita ke rumah sakit terdekat saja.'' Ucap bi Ida mengingatkan.


Namun karena pikiran Alvin yg sedang Kacau ia malah melewati rumah sakit terdekat dan malah memacu terus kendaraannya hingga malah satu jam lamanya kini mereka telah sampai di rumah sakit dimana Alvin bekerja yg tidak lain adalah rumah sakit milik keluarga permana.


''Ayo bi.'' Alvin segera menggendong Kayla dan beralih masuk ke dalam rumah sakit.


''Suster.'' Panggil bi Ida bersuara hingga kini beberapa suster menghampiri dan segera membawa Kayla.


''Mas Alvin kenapa kita jauh-jauh sekali ke sini.'' Protes bi Ida yg sejak tadi khawatir pada Kayla.


Alvin yg hendak menyusul kepergian Kayla kini malah di buat tak percaya dengan tingkah bi Ida.


''Maaf bi saya tidak kepikiran.'' Jawab Alvin yg langsung menyusul kepergian Kayla dan langsung di ikuti oleh bi Ida.


Alvin hanya bisa pasrah ia hanya bisa merutuki kesalahan nya. Andai tadi ia bisa berpikir jernih mungkin Kayla akan dengan cepat di tangani namun karena kesalahan dirinya membuat Kayla telat mendapat penanganan.


Tak hanya itu ia juga sangat menyesal meninggalkan Kayla sendirian di kamarnya andai saja ia menemani dirinya mungkin kejadian seperti ini dapat ia hindari lalu apa yg harus ia katakan pada keluarga Kayla. Ia sendiri tidak tahu kenapa Kayla bisa terjatuh di kamar mandi dan sejak kapan wanita itu terjatuh karena terlihat sekali wajah Kayla sangat pucat bahkan tubuhnya sangat dingin.


Alvin menjambak rambutnya dengan Kasar ia sangat menyesal dengan tingkah dirinya sendiri.


Ia menunduk kan kepalanya dengan hati dan pikirannya yg mulai kacau.


Bi Ida dapat merasakan ke khawatiran Alvin ia mendekati majikan nya itu berusaha menenangkan Alvin yg sudah sangat lama ia kenal.

__ADS_1


''Mas, mas tenangkan diri mas mbak Kayla akan baik-baik saja lebih baik mas telepon keluarga mbak Kayla mungkin kehadiran keluarga mbak Kayla akan membantu mbak Kayla agar cepat siuman nanti.'' Ujar bi Ida dengan hati-hati.


Bi Ida sendiri ia tidak tahu permasalahan apa yg terjadi pada kedua pasangan muda itu namun sejak kepergian mereka sejak saat itu Kayla terlihat sangat murung bahkan tak sedikit bi Ida mendapati Kayla dan Alvin yg saling beradu argumen bahkan terlihat saling menguatkan.


Alvin sedikit berpikir sejenak mungkin memang benar apa yg di katakan bi ida.


Alvin meraih ponselnya dan dengan sedikit ragu ia memencet tombol untuk menelpon Bima.


''Assalamu'alaikum, mas Kayla sedang di rumah sakit.'' acap Alvin langsung tanpa aba-aba.


Alvin memang sangat kacau hingga tanpa menunggu atau berpikir panjang dirinya langsung memberitahu keberadaan adik dari Bima itu.


Mendengar berita itu Bima tak menunggu lama ia bahkan langsung menanyakan dimana adiknya saat ini dan kembali menutup panggilannya.


Alvin hanya bisa pasrah ia sangat khawatir karena dokter yg sejak tadi memeriksa Kayla belum juga keluar.


Hingga di detik berikut nya seorang dokter yg sangat ia kenal keluar dari dalam ruangan Kayla dan menghampiri Alvin.


''Bagaimana bisa kamu seceroboh ini al, untung saja kondisi nya masih kuat. Kayla mengalami tekanan darah yg sangat rendah juga tangan nya yg cedera tapi untung saja kamu tidak terlambat membawa dia ke sini.'' Ucap seorang dokter itu sambil menatap kecewa pada Alvin.


Alvin hanya bisa diam ia segera masuk ke dalam ruangan dimana istrinya berada ia melihat Kayla yg masih terbaring lemah dengan belum sadarkan diri.


''Maafkan aku kay, harusnya aku tidak meninggalkan kamu sendirian.'' Ucap Alvin lirih.


Kayla masih belum sadarkan diri ia masih saja memejamkan matanya. Terlihat jelas ia sangat membutuhkan dukungan ia sangat membutuhkan itu terlihat jelas dari matanya yg begitu bengkak karena wanita itu terus saja menangis.


Rasa bersalah itu membuat Alvin semakin lemah ia menatap sendu pada wanita yg sangat ia cintai.


Alvin menyadari itu rasa cinta pada Kayla semakin besar bahkan lebih besar dari sebelumnya ia sudah tidak berpikiran lagi untuk meninggalkan wanita itu ia sangat menyayangi dirinya.


Beberapa menit telah berlalu kini keluarga Kayla sudah berada di rumah sakit mereka langsung saja masuk ke dalam ruangan Kayla yg tentunya disiapkan dengan baik untuk anak dari pemilik rumah sakit tersebut.


Mamah Alisa hanya bisa menangis melihat kondisi anaknya yg masih belum sadarkan diri.


''Bagaimana kondisi Kayla al?'' tanya Alisa dengan mata yg sudah menggenang dengan air mata.


Mamah Alisa mengusap puncak kepala anaknya dengan lembut ia sangat menyesal karena dirinya sendiri anaknya kini sampai harus ke rumah sakit.


''Kayla baik-baik saja ko mah, mamah gak udah khawatir.'' Ucap Alvin agar mamah Alisa bisa sedikit lega meski dirinya sendiri tidak tahu pasti apa ada yg serius atau tidak karena hanya itu yg ia dengar.


Bima menarik lengan Alvin untuk mengikuti nya ke luar dengan tatapan penuh harap ia ingin mendengar apa yg sebenarnya terjadi.

__ADS_1


''Apa yg sudah terjadi pada adik aku al?'' Bima berkata dengan mata yg sudah berkaca-kaca bahkan bukan hanya Bima dan mamah Alisa semua anggota keluarga Kayla yg kini berada di rumah sakit seolah sama.


''Kayla terjatuh di kamar mandi mas, aku tidak tahu pasti apa yg sebenarnya terjadi.'' Jujur Alvin sambil menundukkan kepalanya.


Alvin sangat sadar kesalahan nya dan ia akan menerima kemarahan sang kakak ipar.


''Bagaimana bisa dia terjatuh di kamar mandi sementara kamu tidak tahu pasti tentang adik ku? bukan kah kalian satu rumah?'' tanya Bima lagi seolah tidak percaya dengan jawaban sang adik ipar.


Alvin hanya diam ia menunduk kan kepalanya seakan tak mampu menjelaskan apa yg sudah terjadi pada keluarga nya.


Reza yg mendengar suara kemarahan Bima ia segera memecah perdebatan antara adik dan kakak iparnya itu.


''Sudahlah semuanya bukan salah Alvin Bima, ayah lah yg patut kalian salahkan andai sejak awal ayah menceritakan yg sebenarnya mungkin kejadian ini tak akan terjadi.'' Reza berkata dengan sangat lirih.


Terlihat dengan jelas jika Reza sangat menyesali perbuatan nya.


...


Menit demi menit telah berlalu hingga kini tiba saatnya adzan subuh berkumandang.


Alvin segera pergi dari tempat mereka menunggu Kayla ia berjalan hendak ke mushola di rumah sakit.


Namun belum juga sampai di langkah berikut nya ia melihat sosok wanita yg sangat ia kenal.


Wanita itu tengah berjalan berdampingan dengan lelaki yg sama juga ia kenal.


''Nasya.'' Gumam Alvin pelan.


Sungguh ia yakin jika dirinya tidak salah melihat dan bahkan matanya jelas sekali mengenali lelaki yg kini berjalan di samping Nasya.


Entah apa yg sedang mereka lakukan di rumah sakit namun pikirannya kembali menerawang jauh saat Nasya berkata untuk mengakhiri hubungan mereka dengan alasan ia tidak ingin menjadi pengganggu hubungan rumah tangga orang.


Alvin kembali berjalan namun sepertinya Nasya dan Rayhan sama tujuannya untuk pergi ke mushola membuat mereka akhirnya bertemu di depan mushola.


''Alvin,'' Nasya memanggil namanya saat ia hendak pergi ke lain arah untuk menuju tempat wanita.


Alvin hanya tersenyum kecil tanpa niatan menjawab Nasya.


Nasya sendiri ia hanya diam dan memperhatikan lelaki yg masih sangat ia cintai berjalan begitu saja menghindari dirinya dan masuk ke dalam mushola.


Entah apa yg Alvin kini rasakan ia sudah ikhlas menerima kenyataan jika Nasya memang bukan untuk nya dan ia sadar ada wanita yg saat ini sangat membutuhkan dirinya dan juga membutuhkan dukungan nya.

__ADS_1


Tak ada lagi yg harus ia sesali tak ada lagi yg harus membuat dirinya sibuk dengan berbagai urusan bagi nya kini Kayla adalah wanita yg harus menjadi prioritasnya.


......................


__ADS_2