Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 12 Pertemuan


__ADS_3

Rayhan yang sudah selesai dalam pekerjaan nya ia istirahat dan mencari makan di luar karena ia ingin membeli sesuatu dari luar membuatnya kini ia berjalan ke luar.


Dengan balutan snelli yang masih ia kenakan ia berjalan ke luar ruangan nya.


Ia menjalankan kaki nya dengan pasti namun kini tatapan nya tertuju pada seorang wanita yang berlari bersama dokter yang sangat ia kenal.


''Kayla? apa itu benar apa dia Kayla.'' gumam Rayhan pelan ia seolah mengingat wajah wanita yang sudah lama ia tak temui bahkan mungkin dia tahun setelah ia lulus ia tidak pernah bertemu lagi dengan nya karena ia harus kembali ke kediaman nya.


''Sepertinya bukan.'' Rayhan menepis ingatan nya sudah ia menyatakan jika dia bukan Kayla bahkan ia merasa wanita itu terlihat sangat berbeda dari Kayla yang ia kenal dulu.


''Bisa di bisanya aku memikirkan malah dia Kayla.'' Rayhan sedikit tertawa kecil ia merasa jika dirinya sudah tidak beres.


Kayla dan Rayhan memang sangat dekat, tapi tak ada hubungan sepesial di antara mereka hanya pertemanan saja karena memang bukan hanya Kayla saja yang Rayhan kenal melainkan kedua sahabat nya.


Ana dan juga Rara sudah seperti Kayla kedekatan mereka sudah dekat. Meski tak dapat di pungkiri Rayhan sempat menaruh hati pada Kayla namun ia tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaan nya. Rayhan tidak memiliki keberanian karena ia tahu jika Kayla adalah sosok wanita yang terlahir dari keluarga berada berbeda jauh dengan nya bahkan Rayhan dapat kuliah karena bantuan dari pak Arif apa layak dirinya jika bersanding dengan Rayhan rasanya ia akan merasa sangat malu. Terlebih sikap Kayla sendiri ia tidak pernah menunjukan sifat yang berbeda dan selalu bersikap sama seperti pada ke dua teman Rayhan membuat Rayhan merasa yakin jika tidak ada perasaan di hati Kayla.


Wanita yang tadi terlihat seperti Kayla sudah menghilang dari pandangan nya. Rayhan kembali berjalan ke arah luar ia menghampiri sebuah warung yang tidak jauh dari sana dan membeli beberapa makanan di sana. Rayhan memang seorang yang sangat sederhana bahkan ia selalu membeli makan di warteg atau membeli makanan dari pedangan kaki lima meski begitu ia juga tetap mengutamakan kesehatan.


Rayhan rasa jika membeli makanan dari orang-orang yang berjualan yang sengaja berjualan mencari hanya untuk memenuhi kebutuhan kehidupan nya akan lebih berarti bagi mereka.


Rayhan bukan tidak mampu namun ia selalu menerapkan hidup sederhana karena sangat berarti uang untuk nya kehidupan yang serba kecukupan membuat ia merasa sangat sayang jika menghamburkan uang secara berlebihan.


Dering ponsel kini mengalihkan aktivitas makan nya kini Rayhan segera merogoh ponsel yang ia taruh di saku snelli nya.


''Assalamu'alaikum bu?'' salam Rayhan pada ibunya di kampung.


''Waalaikum salam han, Kamu sedang apa? apa sibuk tidak?'' tanya Rani ibu Rayhan yang yang berada di kampung. Ia sangat tahu jika anak nya selalu sibuk dengan pekerjaan nya.

__ADS_1


''Aku sedang makan siang bu, oh ya ada apa bu?'' tanya Rayhan pada ibu nya karena ia sedang makan membuat ia terhenti sesaat.


''Gini Han,'' Rani berhenti sejenak ia merasa tidak enak hati ketika ia harus meminta uang pada anak nya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Rani di kampung.


''Iya ibu ada apa?'' tanya Rayhan kembali karena ibu nya malah berhenti membuat ia merasa jika ibu nya memiliki maksud untuk nya.


''Ibu butuh uang han, maaf jika ibu meminta uang pada kamu han. Tapi ayah kamu hanya bisa memberikan untuk keluarga kita saja sedangkan anak-anak di yayasan kasihan mereka,'' Tutur ibu merasa tidak enak hati.


''Gak apa-apa ibu, Rayhan masih ada uang ko, ya sudah nanti Rayhan kirim ya bu.''


''Iya han makasih ya nak.''


''Ya sudah Rayhan tutup ya ibu salam untuk ayah.''


Ucap Rayhan kembali menutup panggilan nya.


.


.


Kali ini Kayla yang membantu langsung persalinan dengan segala ketakutan yang ia rasa ia kembali melawan rasa takut itu.


hingga kini bayi wanita itu keluar dengan selamat.


Kayla sedikit gemetar saat ia memangku bayi yang baru saja lahir.


Dengan cepat Alvin segera menerima bayi wanita itu dan seperti biasa Alvin akan mengadzani anak yang baru saja lahir.

__ADS_1


Dengan perlahan air mata Kayla merasa meleleh seketika ia merasa sangat terharu bercampur bahagia. Kayla tidak bisa menyembunyikan perasaan nya bahkan air mata terus saja jatuh dari matanya membuat Alvian mengulas senyum saat ia memindahkan bayi yang sudah ia adzan ke tangan suster yang akan membersihkan tubuh bayi mungil itu.


Kayla kembali merasa sadar karena ia melihat Alvian yang tersenyum pada nya ia segera membantu ibu itu untuk membersihkan darah yang masih tersisa begitu juga Alvian yang segera membantu Kayla.


Ibu muda itu sudah berpindah tempat ke ruang rawat.


Kayla sendiri sudah meninggalkan ruang bersalin bersama Alvian.


''aku yakin kamu pasti bisa.'' Ucap Alvin yang berada di samping Kayla.


''Maksudnya?'' Kayla menoleh ke arah Alvian ia sendiri tidak mengerti apa yang di ucapkan Alvian barusan padanya.


''Ya aku yakin kamu pasti bisa melawan rasa takut yang masih kamu rasakan.'' Alvin tersenyum ke arah Kayla yang kini menatap nya.


Debaran yang jantung Alvin kian terasa kembali entah kenapa ia merasa seperti itu ketika ia bersama Kayla. Alvin kembali mengalihkan pandangan nya ke arah lain karena ia kini merasa gugup.


Kayla hanya tersenyum mendengar perkataan Alvin ia sendiri merasa sangat senang karena ucapan Alvian bahkan ia merasa kata-kata Alvin sangat tidak asing di telinga nya.


Ya kata-kata yang selalu Rayhan ucapkan ketika ia mengalami rasa takut hanya Rayhan lah yang mempu membuat nya merasa tenang.


''Andai saja aku bisa bertemu lagi sama kamu kak Ray, aku akan sangat senang kamu juga pasti akan sangat senang mungkin ketika kamu melihat aku kini sudah bisa melawan rasa takut ku.'' ucap Kayla dalam hati nya.


Entah kenapa sejak tadi pagi ia melihat sosok yang hampir mirip dengan Rayhan bayangan lelaki itu serasa selalu mengusik dirinya padahal ia biasanya biasa saja.


Kayla sendiri hanya menganggap Rayhan sebagai teman nya tidak pernah lebih. Rasanya ia memang tidak pernah mencintai lagi lelaki karena Kayla rasa lelaki hanya akan membuat dirinya menjadi lemah bahkan ia takut jika dirinya kembali terluka karena mencintai lelaki yang salah.


Biarlah hanya Allah yang akan menunjukan siapa yang akan mendampingi dirinya Kayla tidak pernah berharap siapa pun dalam hidup nya.

__ADS_1


......................


__ADS_2