Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 48


__ADS_3

Suasana yg sejak tadi canggung kini telah berubah seketika karena sikap mami yg penuh dengan kehangatan membuat anak dan menantunya menjadi betah kembali.


Terdengar suara tawa Kayla dan sang mami membuat Alvin menyungingkan senyum nya. Ia sendiri sangat senang saat melihat kebersamaan antara sang mami juga Kayla.


''Sini mam biar Kayla bantu.'' Kayla segera mengambil alih kue dari oven yg sengaja mami nya buat.


Mami Citra memang sangat gemar membuat kue bahkan mami sendiri memiliki usaha toko kue yg sudah sangat lama ia bangun bahkan sebelum menikah dengan ayahnya Alvin mami nya sendiri sudah membangun usaha itu.


Sikap mami Citra yg keibuan membuat tempat di hati Alvin sendiri seperti mengingatkan dirinya dengan sang mamah. Meski tak dapat di pungkiri jika Alvin sempat menentang pernikahan itu karena ia masih merasa berduka atas kehilangan sang mamah nya.


Namun seiring waktu berjalan Alvin mulai sadar dan ia membuka hatinya untuk menerima pernikahan sang ayah.


Mami Citra sendiri ia memiliki seorang anak yg bernama Ronald dan adik perempuan nya dari pernikahan dengan sang ayah bernama jesika.


Roland dan Alvin tidak terpaut jauh bahkan usia Roland bisa di bilang seusia dengan Kayla sedangkan Jesika ia berusia dua tahun di bawah Kayla.


''Wah sepertinya sangat enak sekali.'' Ucap Kayla yg memindahkan kue ke dalam toples.


Mami Citra terkekeh pelan saat mereka dengar ucapan dari sang menantu.


''Tentu dong, ayo cobain.'' Ucap sang mami mertua yg tak kalah antusias.


Kayla tersenyum hangat. Ia pun mencicipi kue nastar yg memang menjadi kue favorit nya.


''Eumm enak, enak sekali mami.'' Jujur Kayla lagi.


Namun melihat tingkah Kayla yg sangat polos itu membuat mami Citra kembali tersenyum simpul.


Mami merasa sangat dekat sekali dengan Kayla padahal dengan Jesika saja anak kandung nya ia tidak terlalu dekat.


Ia merasa sangat gemas saat melihat Kayla. Awalnya Ia mengira jika Kayla seorang wanita yg angkuh karena terlihat dari bagaimana ia bersikap seolah dirinya pendiam bahkan terkesan kurang eksresif namun ternyata mami nya salah menilai semua itu justru Kayla sangat berbalik dengan apa yg telah ia pikirkan.


''Kamu suka sayang?'' tanya mami Citra lagi.


Kayla hanya mengangguk dengan senyum manisnya. Kayla bahkan memakan beberapa kue dengan santai nya.


Belum sempat ia memakan kue yg kini sedang ia pegang dengan cepat Alvin langsung menyambar nya membuat Kayla tak percaya dengan tingkah Alvin itu.


''Apa sih yg gak kamu suka.'' Kekeh Alvin membuat Kayla tersipu malu.


Mami yg baru pertama kali melihat tingkah Alvin ia merasa seolah tidak percaya dengan apa yg ia lihat. Karena selama ini yg ia tahu Alvin sosok pendiam dan tidak terlalu banyak bicara apalagi sikap Alvin itu bisa di bilang mirip sekali dengan ayahnya Dimas.


Binar bahagia kini terukir dengan jelas membuat mami Citra tersenyum bahkan menggelengkan kepalanya menatap keromantisan pengantin baru itu.


Mami Citra kembali memasukan loyang yg berisi kue dan kembali menuju mereka yg sedang asik menikmati kue buatan nya.


''Kalian menginap saja di sini, lagian mami hanya sendiri.'' Ucap mami Citra lesu.


''Kan ada Jesika ma, lagian Alvin bukannya tidak mau tapi kami harus ke rumah mamahnya Kayla.'' Jelas Alvin menolak permintaan sang maminya. Andai saja Alvin tidak mengajak Kayla ke rumah mamah nya ia sendiri merasa ingin sekali menginap di rumah mami.

__ADS_1


Mami Citra hanya bisa bernapas lesu ia bahkan sama sekali tidak pernah merasakan keluarganya yg utuh. Suaminya yg akhir-akhir ini selalu pergi ke luar kota di tambah sang anak nya Roland yg kuliah di luar negri dan Jesika yg entah bagaimana itu ia selalu menghabiskan waktunya bersama teman-teman nya hanya saat malam saja ia akan berada di rumah dan akan kembali lagi pada aktivitasnya di luar sana saat siang.


Entahlah Citra merasa ia selalu sendirian. Hanya sebentar saja ia merasa memiliki keluarga yg lengkap saat anak-anak nya masih kecil namun saat telah dewasa mereka malah meninggalkan dirinya membuat Citra sangat kesepian.


''Mami jangan sedih seperti itu, Kayla akan sering-sering berkunjung ke rumah mami.'' Tenang Kayla karena merasa tidak enak menolak permintaan dari sang mami mertua.


''Ya tidak apa, sering-sering main ke sini mami akan sangat rindu sama kamu sayang.'' Mami Citra mengusap lembut Kayla seolah pada anaknya sendiri.


''Ya sudah mam, Alvin sepertinya harus jalan lagi soalnya biar tidak terlalu malam di sana.'' Alvin kembali ali berucap.


Memang sudah sangat lama mereka di sana, padahal Alvin mengira jika mereka akan menghabiskan waktu hanya satu jam sana di sana tapi ternyata mereka malah menghabiskan waktu sangat lama hingga tiga jam lamanya dirinya dan Kayla berada di kediaman sang mami.


''Ya sudah, oh ya kalau begitu ambil ini buat mamah mu.'' Mami Citra kembali meraih toples berisi kue buatannya dan memasukan nya pada sebuah paper bag.


Kayla pun menerima dengan senang hati bahkan ia merasa sangat senang dengan perlakuan sang mami mertua yg sangat baik pada nya.


''Dan ini satu lagi ini spesial untuk menantu mami.'' Ucap mami lagi sambil menyodorkan sebuah bingkisan kecil dan juga kue yg sama yg ia buat bersama Kayla.


''Makasih mami.'' Kayla memeluk tubuh sang mami mertua dengan rasa bahagianya.


....


Alvin dan Kayla kembali pada tujuan kedua nya yaitu ke rumah mamah nya Kayla. Kayla sendiri ia sangat tidak sabar untuk segera menemui sang keponakan yg belum lama lahir itu.


Wajah yg menunjukan rasa bahagia nya tak hentinya menampilkan senyum bahagia nya membuat Alvin sendiri ia merasa senang.


Kayla sendiri ia hanya terkekeh pelan karena memang adanya jika dirinya sangat ceria untuk saat ini bahkan sejak tadi pagi mood nya selalu di buat senang oleh Alvin.


''Semoga kita akan selalu bahagia seperti ini kay, semoga suatu saat nanti rasa cinta yg aku miliki bukan hanya sekedar rasa cinta aku sama kamu namun kamu juga dapat mencintai aku kay.'' Alvin terus saja berdoa dalam hatinya entah kenapa dirinya kini merasa sedikit takut jika rasa yg ia miliki itu tak kunjung hilang namun berubah semakin cinta karena buktinya saja memang seperti itu ia malah semakin mencintai Kayla dengan segala kelebihan dan kekurangan yg Kayla miliki.


''Selama perjalanan mereka kembali mengobrol karena Kayla kembali membuat hati Alvin selalu teralihkan. Ia sangat pintar dalam berbicara bahkan tak sedikit Alvin dibuat tertawa dengan obrolan yg mereka bicarakan.


Hingga tak terasa kini mereka telah sampai di kediaman permana.


''Alhamdulillah.'' Alvin mengucap Syukur saat kini mobil yg ia tumpangi sudah berhenti dengan selamat di kediaman sang ayah mertua.


Kayla mengulas senyum karena tingkah suaminya yg selalu membuat dirinya ingin tersenyum.


Bagaimana tidak Alvin ternyata sosok lelaki yg sempurna bahkan ia sendiri baru menyadari itu padahal dirinya dengan Alvin sudah sangat lama saling mengenal namun entahlah. Dulu saat dirinya belum menikah rasa kagum itu seakan semuanya milik kak Rayhan dan selama itu hanya kak Rayhan yg selalu membuat Kayla seakan terpesona namun kini ternyata Kayla sadar jika Alvin suaminya tak kalah sempurnanya dari kak Rayhan nya itu.


''Ayo!'' Alvin segera turun dari dalam mobil yg tidak lama langsung di ikuti oleh Kayla.


Kayla dan Alvin pun saling berjalan beriringan kembali bahkan mereka berjalan seperti tadi mereka lakukan saat hendak ke rumah sang mami.


''Ada pengantin baru nih.'' Goda mas Bima saat Kayla dan Alvin baru saja di depan pintu bahkan disaat mereka belum sempat mengucapkan salam membuat Kayla dan Alvin sedikit malu dibuatnya.


Kini semua mata tertuju pada pasangan pengantin baru itu dengan mata berbinar mereka.


''Assalamualaikum.'' Salam Kayla dan Alvin bersama.

__ADS_1


''Waalaikum salam.''


Mereka semua pun menjawab salam dengan senang hati.


''Aunty,'' Aleta berlari menghampiri Kayla yg sedang merentangkan tangan nya saat Kayla mendengar Aleta memanggil dirinya.


Kayla mendekap Aleta saat ia sampai di hadapan Kayla.


''Aleta, Aleta sudah jadi kakak yah.'' Ucap Kayla dengan senang.


Aleta sendiri ia mengangguk dan tersenyum ke arah Kayla.


''Ayo aunty sini.'' Aleta menarik Kayla saat ia sudah melepas pelukan nya.


Kayla hanya tersenyum dan melirik ke arah Alvin yg sedang melihat ke arah dirinya.


''Ayo sayang.'' Ucap Kayla pada Aleta dan Kayla pun mengikuti langkah kecil Aleta yg menariknya untuk bergabung bersama keluarga lainnya yg langsung di ikuti oleh Alvin dari belakang.


Terlihat senyum hangat dari keluarga Kayla yg menyambut kedatangan mereka berdua.


Mamah Alisa sendiri ia sangat bersyukur saat melihat kebersamaan putri dan menantunya itu ia sama sekali tidak mengira jika Kayla akan bersikap baik pada Alvin.


''Mah,'' Kayla segera menghampiri sang mamah yg sedang menggendong cucu baru nya.


''Kamu sudah sembuh Kay?'' tanya mami Alisa sambil mengulurkan tangan nya karena Kayla meminta untuk salam.


''Alhamdulillah mah, hey bayi mungil uuuh lucu nya.'' Kayla mengelus lembut pipi bayi laki-laki itu.


''Ayo gendong aunty.'' Rengek Aleta karena Kayla belum juga menggendong adik kecilnya.


''Jangan nanti adik kamu nangis.'' Larang mas Bima yg jahil membuat Aleta langsung menghentak kan kakinya karena kesal. ''Ayah, jahat.'' Aleta semakin kesal dibuat nya karena ayahnya malah tertawa di ikuti oleh keluarga lainnya.


Kayla hanya terkekeh saat permintaan Aleta belum sempat ia turuti bahkan kini Aleta semakin marah karena ulah sang ayah yg terus menggoda dirinya. ''Iya-iya udah jangan dengerin ayah kamu biar aunty saja yg gendong ya.'' Kekeh Kayla yg langsung menggendong bagi kecil yg begitu sangat menggemaskan dengan pipi gembul nya.


Seulas senyum menghiasi bibir Alvin ia tidak menyangka atas sikap lembut Kayla pada sang bayi kecil itu.


Namun ternyata semua yg ia lakukan tak lepas dari pengawasan dari Bima.


Dengan seringai jahilnya Bima langsung menepuk Alvin yg masih memperhatikan Kayla tanpa sedikitpun teralihkan.


''Biasa aja kali lihat adik gue.'' Kekeh Bima dengan puasnya.


Alvin langsung gugup bahkan wajahnya langsung memerah karena ketahuan memperhatikan Kayla yg sedari tadi membuat dirinya kagum.


''Bima,'' Alisa memicingkan matanya namun dengan begitu suara tawa kini terdengar mengisi ruangan itu bahkan Kayla sendiri tertawa melihat tingkah jahil sang kakak pada suaminya.


Bagaimana tidak Bima adalah kakak yg paling jahil bahkan ia tidak malu menggoda adik ipar baru nya itu.


......................

__ADS_1


__ADS_2