
Kayla sudah kembali ke rumah sakit dengan Alvin bahkan kini ia sudah kembali bekerja.
''Saya sarankan agar ibu mengurangi aktivitas yang berat-berat karena kondisi ibu sedang hamil muda.'' kayla memberikan resep obat yang akan ia berikan kepada ibu muda yang baru saja memeriksakan kehamilan nya.
Dengan ramah ia memberikan secarik kertas itu dan kembali duduk setelah ibu tadi keluar.
''Kay aku rasa aku sudah bisa biarin kamu kerja sendiri.'' Ucap Alvian karena ia melihat Kayla sudah bisa sendiri apalagi hari ini saja Kayla sudah bisa membantu persalinan sendiri tanpa sedikit bantuan dari nya.
''Iya dok.'' Kayla tersenyum ke arah Alvin.
''Oh ya apa nanti malam kamu tidak ada acara?'' Alvin kembali bertanya karena ia hendak mengajak Kayla untuk pergi.
''Hmmm kayak nya sih enggak, emang kenapa?'' tanya Kayla kembali.
''kalau begitu kamu mau kan nanti malam kita jalan.'' Alvin tersenyum ke arah Kayla ia sangat berharap jika Kayla akan bersedia.
''Ya boleh.'' Kayla setuju dengan ajakan Alvin membuat Alvin tersenyum lebar.
''Ya sudah aku kembali ya.'' Alvin segera keluar ruangan Kayla setelah ia merasa cukup untuk menemani Kayla apalagi ia ada beberapa pasien yang sedang menunggu dirinya.
.........
Waktu berjalan begitu cepat hingga kini tibanya waktu untuk pulang.
Rayhan tidak langsung pulang ia sengaja menunggu Kayla untuk sekedar mengobrol sebentar.
''Kay!'' Rayhan memanggil Kayla bahkan tangan nya ia lambaikan kepada sosok wanita yang sedang berjalan dan kini melihat ke arah dirinya.
Kayla berjalan dengan cepat ia menghampiri Rayhan yang sedang duduk di taman yang menghubungkan dengan parkiran.
''Kak ray belum pulang?'' Kayla bertanya dan mengambil tempat duduk di samping Rayhan.
''Sengaja aku nunggu kamu.'' Ucap Rayhan jujur.
''Kamu mau pulang?'' Tanya Rayhan kembali.
Kayla hanya mengangguk ia sendiri hendak memesan taxi online tapi beluk sempat ia memesan Rayhan sudah memanggilnya.
''Anterin aku pulang yu. Aku gak bawa mobil.'' Kayla tersenyum manis pada Rayhan dan sangat semang ketika Rayhan mengangguk.
__ADS_1
Mereka kembali berjalan ke arah parkiran dimana motor Rayhan terparkir.
Kayla sangat senang karena dengan senang hati Rayhan mau mengantarnya untuk pulang.
''Kay, andai kamu tahu aku ingin sekali mengungkapkan perasaan aku tapi entah kenapa bibir aku terasa kaku untuk mengungkapkan nya.'' Batin Rayhan berkata.
Tring.
ponsel Kayla berbunyi karena ada notifikasi masuk membuat Kayla segera membuka ponsel nya.
''Kak bisa antar aku dulu enggak?'' tanya Kayla tidak enak hati.
''Kemana?''
''Beli dulu pesenan mamah katanya mamah mau ambil baju di butik langganan nya.'' Jelas Kayla.
''Boleh.'' Rayhan sudah menyalakan mesin motor nya dan kembali melihat wajah Kayla yang kini menatap dirinya.
''Ayo naik!''
Kayla segera naik ke motor Rayhan dengan sangat nya.
Mereka kini sudah meninggalkan rumah sakit itu menuju toko butik langganan mamah nya Kayla.
''Bagaimana kabar anak-anak?'' Tanya Rayhan kembali.
''Baik, tapi sejak kepergian kakak rasanya kita kesepian gak bisa muncak lagi gak bisa kumpul-kumpul lagi deh.'' Kekeh Kayla mengingat jika dirinya dan juga kedua teman nya merasa kesepian.
Cukup lama mereka mengobrol hingga kini mereka sudah berada di depan toko butik yang mereka tuju.
''Bentar ya kak.'' Kayla mempercepat langkah nya masuk ke dalam butik. Hanya beberapa menit saja ia sudah kembali dengan tiga paperbag di tangan nya.
''Sudah selesai?'' Tanya Rayhan kembali karena Kayla berdiri menunggu dirinya.
Mereka kembali melaju di jalanan ada rasa bahagia di hati Rayhan meski ia sendiri belum mengatakan cinta nya entah kenapa ada rasa yang menganjal dalam hati nya seolah kata-kata yang ia rangkai kemarin tak bisa keluar.
''Sudah sampai.'' Rayhan berhenti tepat di depan pintu gerbang rumah Kayla. Rayhan pernah mengantar Kayla pulang saat mereka sudah muncak tapi sejak itu ia tidak pernah mengunjungi kediaman Kayla lagi. Rayhan merasa malu ia merasa tidak percaya ketika mengetahui Kayla adalah anak orang kaya sedangkan dirinya hanya orang bisa saja.
''Masuk dulu yuk.'' Ajak Kayla karena ia merasa tidak enak hati apalagi Rayhan dan dirinya batu saja bertemu kembali.
__ADS_1
''Kapan-kapan aka deh Kay. Lagian aku juga sedikit capek.'' Rayhan beralasan.
Kayla hanya mengangguk mendengar ucapan Rayhan dan membiarkan Rayhan kembali menjalankan motornya.
Kayla melambaikan tangan nya setelah Rayhan pergi ia segera masuk ke kediaman Pratama.
''Udah pulang kay.'' Alisa menyambut kedatangan putrinya.
''Sepi sekali kemana Lusi?'' Karena melihat seisi rumah hanya ada mamah nya sedangkan mbak Diana sepertinya sudah kembali.
''ikut sma mbak mu lagian Lusi sudah masuk masa libur sekolah.'' Alisa berkata ia segera menerima paperbag yang berisi pakaian nya.
''Tadi katanya kamu ke butik sama laki-laki tapi ko kamu sendiri kerumah?'' Alisa sedikit bertanya karena ia tidak melihat teman lelaki yang pegawai butik bicarakan.
''Pulang mah lagian kak ray cuman nganter aja aku pulang.'' Kayla berkata jujur dan langsung berjalan ke arah tangga karena ia sedikit lelah apalagi sudah dia hari kerja ia merasa sangat lelah.
.
.
Selama perjalanan sebenarnya ada sepasang mata yang selalu mengawasi pergerakan Kayla bahkan ia selalu melaporkan kemana saja dan apa saja yang Kayla lakukan.
Siapa lagi jika bukan orang suruhan ayah nya.
Reza sengaja memantau anak perempuan nya. Ia selalu memantau pergerakan anak itu. Reza hanya takut jika Kayla melakukan hal yang aneh-aneh apalagi di zaman sekarang yang membuatnya merasa sangat takut.
Reza melihat benda pipih di tangan nya ia melihat foto Kayla dengan Rayhan yang berboncengan dengan Rayhan.
''Terus awasi lelaki itu dan kirimkan apa saja yang ia lakukan dengan Kayla.'' Ucap Reza di balik telepon itu.
Reza bahkan langsung menyuruh seseorang untuk segera melaporkan asal usul Rayhan.
Sebenarnya Reza sudah memilihkan lelaki yang sangat pantas untuk Kayla ia tidak ingin jika Kayla memilik lelaki yang salah maka ia segera memilihkan lelaki untuk putrinya.
Tak butuh waktu lama laporan dari salah satu staf karyawan nya sudah di dapat dan segera merasuk ke dalam ruangan Reza dengan laporan di tangan nya.
''Bagaimana?'' Reza menanyakan nya pada lelaki yang baru saja masuk ke dalam ruangan nya.
''Ini tuan.'' Pria itu menyodorkan kertas di tangan nya ia sudah mendapatkan data siapa lelaki yang bersama Kayla putri dari tuanya.
__ADS_1
''Jadi dia itu seorang dokter yang juga bekerja di rumah sakit itu.'' Gumam Reza pelan ia masih terus menatap foto Rayhan.
......................