
Kayla hanya tersenyum ia merasa sangat tidak enak karena memang Alvin lebih sedikit tua dari usia muda namun karena permintaan nya ia hanya mengiyakan saja yang terpenting ia segera keluar dari mobil milik lelaki itu yang membuat Kayla merasa canggung.
''Ya sudah aku pergi dulu ya.'' Kayla segera keluar dengan hati sedikit lega karena Alvin tidak banyak berbicara lagi.
Kayla yang sudah sangat terlambat kini ia berjalan dengan cepat sambil menelpon Ana berharap mereka menunggu dirinya.
''Gak di angkat sih.'' Kesal Kayla karena kini ia harus mencari keberadaan kedua teman nya.
''Kay!'' Rara memanggil dirinya membuat Kayla segera menghampiri kedua wanita yang kini sedang asik menikmati makanan yang sudah mereka pesan.
''Ih aku telpon kamu gak angkat sih an.'' Kayla sedikit cemberut meski ia sebenarnya sangat senang karena kini bertemu dengan ke tiga sahabatnya.
''Sorry lagian ponsel nya aku mode silent.'' Ana tersenyum menampilkan giginya yang putih bersih.
''Kamu gak pulang dulu kay.'' Rara sempat tidak percaya karena teman nya dengan pakaian seperti ini datang menemui mereka.
''Lagian aku udah telat banget masa aku harus ganti baju dulu. Yang ada kalian keburu pulang.'' Kayla langsung duduk di sebelah mereka dan ikut menikmati makanan yang telah mereka pesan.
''Oh ya Kay jadi gini aku tuh kayak nya bakal berangkat besok soalnya ya gimana lagi ayah gue kan udah lebih dulu jemput.''
''Jadi beneran.'' Kayla bersuara dengan perasaan kecewa ia sangat tidak ingin berjauhan dengan ke dua sahabat nya tapi mau bagaimana lagi ya mungkin dengan berjauhan tapi sekarang ada HP untuk melepas rasa rindu mereka.
''Iya aku kira kamu gak bakalan jadi,'' Rara sendiri menjadi sedih padahal sebelum Kayla datang Ana tidak mengatakan masalah kepulangan nya ke kota kelahiran nya.
''Ya gak apa-apa tapi nanti kalau kita ketemu kamu bisa kan ke sana kita naik gunung tuh kayak nya asik loh, apalagi kalau sedang musim menjelang kemarau pasti indah tuh. Asal jangan musim hujan aja kan bahaya.'' Ana menyarankan.
Sebenarnya Kayla sendiri sangat rindu naik gunung tapi sejak ketiga sekawan teman cowok nya itu entah kemana sejak itulah mereka tidak pernah lagi naik gunung.
''Andai aja yah kita masih bisa kayak dulu.'' Rara mengingat kebersamaan mereka waktu dulu.
''Ya siapa tahu nanti kita juga banyak teman laki kali.
__ADS_1
Lagian mungkin tiga cowok itu sudah nikah.'' Ana menyahuti namun berbeda dengan Kayla dia malah melamun entah apa yang dia pikirkan membuat Ana dan Rara yakin jika Kayla memang mempunyai perasaan pada Rayuan.
Sudah di pastikan jika Kayla memang mencintai Rayhan karena memang mereka sangat dekat hanya saja Kayla yang gengsi saja membuat mereka seakan menepis tudingan itu.
''Hayo ada yang mikirin kak Ray.'' Ana menggoda Kayla yang masih saja diam.
''Ih apa sih kalian udah aku bilang yah kalau aku sama kak ray ya cuma teman.''
''Teman masa depan sih iya.'' Rara menimpali dengan senang.
''Apaan sih ya benar teman. Lagian aku juga udah gak pernah lihat lagi tu cowok. Tapi kalian tahu gak tadi waktu aku di rumah sakit aku lihat lelaki wajahnya mirip banget sama kak ray loh.'' Kayla bersemangat menceritakan saat ia melihat lelaki yang mirip Rayhan padahal memang benar lelaki itu Rayhan hanya saja Kayla tidak menyadari itu.
''Cie, cie ada yang kangen nih kan bener apa yang aku bilang.'' Ana tertawa di ikuti Rara juga.
Kini sesi haru biru mereka menjadi bahagia karena membahas lelaki yang pernah menjadi sahabat mereka saat di fakultas.
Waktu telah berlalu bahkan kini hampir larut mereka kini berpamitan untuk pulang.
''Enggak antar gue pulang yah.''
''Hmm gini deh gak enak nya gue pasti jadwal antar lo pulang.''
Kayla hanya tertawa mendengar perkataan Ana. Memang hanya Ana yang selalu mengantar nya pulang karena jika Rara kasihan dia harus berputar arah lebih jauh lagi.
''Aku pulang duluan ya. by.'' Rara melambaikan tangan nya dari dalam mobil dengan cepat mobil itu menghilang dari pandangan mereka.
Kayla dan Ana kini sudah berada dalam satu mobil. Rara menjalankan mobil itu meninggalkan restoran dimana mereka suka menghabiskan waktu saat mereka masih di fakultas.
''Aku bakal kangen banget kay.'' Rara merasa sangat sedih.
''Gak apa-apa lagian kasihan juga orang tua kamu mereka kesepian kamu kan anak satu-satu nya aku aja orang tuanya yang banyak anak kadang mamah selalu merasa rindu pada anak-anak nya apalagi kamu.'' Kayla berusaha berpikir positif karena memang benar adanya seperti itu.
__ADS_1
Orang tua mana yang tidak merindukan anak nya meski anak nya sudah dewasa tetap saja rasa rindu akan selalu ada.
Dua puluh menit telah berlalu kini Kayla sudah sampai di kediaman nya.
''Kamu gak masuk dulu an?'' Kayla menyarankan karena memang siapa tahu Ana mau ke rumah nya dulu.
''Gak usah kay lagian udah larut banget.''
''Ya sudah aku cabut ya dah.'' Ana menjalankan kembali mobilnya untuk segera pulang.
Sementara Kayla ia sendiri segera masuk ke dalam rumah karena ia tidak ingin membuat mamahnya khawatir karena ia lupa tidak memberi tahu mamah nya soal kepergian nya tadi bersama kedua teman nya.
''Assalamu'alaikum.'' Salam Kayla di balik pintu.
Kayla segera masuk namun benar saja mamah nya sudah menunggu dirinya di kursi depan.
''Kamu baru pulang. Benar-benar ya anak mamah gak berubah.'' Alisa mencubit anak nya dengan pelan.
''Sakit mah, lagian aku tadi hanya main sebentar kok bareng Ana dan Rara juga.'' Bela Kayla karena ia memang seperti apa yang di katakan oleh nya.
''Terus kenapa gak hubungi mamah, semalam ini kamu baru pulang lagi kan mamah khawatir apalagi kamu gak bawa mobil kay.'' Alisa terus saja berbicara pada Kayla meski Kayla terus beranjak berjalan.
''Dek, Kebiasaan kalau orang tua lagi ngomong ya dengerin. Main jalan aja gak sopan tahu.'' Diana kembali mengingatkan adiknya yang selalu membuat mamahnya pusing karena dirinya.
''Iya iya.'' Kayla berjalan begitu saja naik ke atas kamar nya dan membiarkan kedua wanita yang kini menatap ke arah dirinya.
''Tuh kan mah, mamah sih manjain Kayla terus jadi kan gini.'' Diana merasa jika Kayla sangat sulit di berikan nasehat ia selalu saja bersikap seolah biasa saja.
''Gak apa-apa nanti juga dia rubah ko kalau sudah menikah, mamah juga dulu gak jauh beda sama Kayla.'' Alisa tetap saja menganggap jika itu masih di batas wajar sementara Diana merasa sangat kesal menurutnya hal seperti itu tidak wajar karena Kayla kini sudah sangat dewasa. Bahkan saat Diana di usianya ia sudah menikah.
......................
__ADS_1