Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 56


__ADS_3

Siang ini Kayla sudah di perbolehkan untuk pulang karena memang tidak ada hal yg serius membuat Kayla dan keluarganya merasa senang.


Alvin dan Kayla kini berjalan ke arah luar yg langsung di ikuti oleh keluarga permana.


''Pelan-pelan Kay,'' Alvin mengingatkan Kayla. Ia masih sedikit khawatir jika Kayla masih sakit.


Kayla hanya mengulas senyum nya pada Alvin ia kembali memperlambat jalan nya dan memegang erat pada Alvin.


Rayhan dan Nasya yg baru saja hendak pulang entah mengapa dirinya harus kembali bertemu dengan sepasang suami istri itu.


Dengan debaran jantung yg kini terasa Nasya berusaha menyembunyikan perasaan nya meski tak dapat di pungkiri dirinya merasakan sesak yg kini menghimpit dadanya.


Langkahnya semakin berat kakinya seakan kaku mendapati kedua pasangan itu menatap ke arah dirinya.


Sementara Rayhan ia sendiri seakan terpaku bagaimana bisa ia merasakan sakit di dadanya saat melihat Kayla yg sedang berjalan dengan tangan yg saling bertautan dengan Alvin padahal sebelum itu ia sudah berusaha untuk ikhlas melepas Kayla menikah dengan lelaki itu.


...


Alvin sendiri ia merasa heran saat melihat kebersamaan Rayhan dan juga Nasya bersamaan padahal yg ia tahu jika Nasya tak pernah memiliki kekasih lagi.


''Apa hubungan Rayhan dengan Nasya.'' Gumam Alvin dalam hatinya.


Sementara Kayla ia sendiri tak kalah kaget nya namun ia kembali tersadar saat ia melihat tatapan Rayhan yg tertuju pada Alvin.


''Ayo kay,'' Alvin kembali menyadarkan Kayla dan segera pergi meninggalkan mereka yg masih diam dalam pikiran masing-masing.


Entahlah Alvin tahu jika dia salah karena telah merebut Kayla dari Rayhan namun membiarkan Kayla pada Rayhan seakan tak akan pernah sanggup ia lakukan.


...


Alvin segera membuka pintu mobil untuk Kayla dan membiarkan wanita itu masuk dan ia kembali beralih pada pintu sebelahnya lagi dan segera masuk ke dalam mobil.


Kayla hanya menatap Alvin ia sejak tadi dapat merasakan perhatian Alvin semakin terasa tulus padanya.


''Oh Tuhan apa memang benar Alvin lelaki terbaik yg engkau kirimkan,'' lirih Kayla yg masih belum bisa menerima nya dengan pasti.


Ia hanya takut jika saat ia menerima dengan pasti namun ia akan kecewa seperti pada orang tuanya sendiri ia merasa kecewa meski kini ia berusaha akan menerima segala kenyataan itu.


''Kenapa?'' tanya Alvin yg menyadari perubahan pada Kayla. Ia mengira jika Kayla kini sedang memikirkan Rayhan yg tidak lain lelaki yg memang sangat ia cintai.


Alvin menatap wajah lembut Kayla perasaan nya semakin tak bisa lagi egois pada wanita itu. Cukup sudah ia dipermainkan dengan takdir mungkin memang saatnya ia harus mengalah untuk ke dua kalinya meski dalam hatinya ia tak akan pernah sanggup.


Alvin segera menepikan mobilnya ke pinggir jalan dan kini tatapan nya beralih pada Kayla yg sama menatap pada dirinya.


''Kenapa kita berhenti di sini al?'' tanya Kayla merasa heran.

__ADS_1


''Apa kamu masih mencintai Rayhan kay?'' tanya Alvin yg ingin mendengar langsung jawaban dari istrinya itu.


Kayla menatap wajah Alvin dalam ia tak menyangka jika Alvin akan bertanya demikian di saat dirinya sedang dalam masalah lain.


''Al,'' lirih Kayla tidak percaya dengan pertanyaan yg Alvin tujukan pada dirinya.


''Jawab Kay? apa kamu masih mencintai dirinya?'' tanya Alvin penuh harap.


Alvin akan menerima semua itu jika memang iya maka dirinya akan berusaha mengikhlaskan namun jika tidak setidaknya ia akan pasti melangkah bersama Kayla tanpa ada keraguan lagi.


''Aku sudah bilang al jika aku sudah menerima kamu sebagai suami aku, bahkan sebelumya kita sudah pernah bicarakan soal ini jadi seharusnya kamu tahu itu al,'' Kayla berkata dengan mata yg mulai berkaca-kaca.


Alvin hanya menarik napasnya panjang ia sedikit frustasi karena memang dirinya masih cemburu saat mendapati tatapan Rayhan pada Kayla padahal Kayla sama sekali tidak melakukan hal apapun bahkan ia hanya diam tapi tetap saja dirinya masih saja cemburu.


''Kay aku, aku minta maaf.'' Alvin berkata lirih.


Kini ia meraih tubuh Kayla ke dalam dekapan nya ia merasa menyesal telah menanyakan hal seperti itu padahal ia jelas tahu jika Kayla saat ini sedang menanggung beban yg sangat berat.


''Jangan menangis lagi aku minta maaf kay,'' Alvin kembali melepas pelukan nya itu ia merasa sangat bersalah.


''Mas, aku hanya ingin kamu percaya sama aku tidak lebih maaf jika aku membuat kamu tidak nyaman aku tahu aku....''


Alvin menganggukkan kepalanya dengan tangan yg kini menggenggam lengan istrinya itu.


Mendengar ucapan mas yg baru saja keluar dari mulut Kayla entah mengapa dirinya kembali yakin jika Kayla memang tulus berkata seperti itu.


Kayla masih diam namun kini ia sadar mungkin karena panggilan itu Alvin kembali tidak percaya pada dirinya. Ia pun akhirnya mengangguk dengan senyum yg kini masih ia paksakan.


''Makasih kay.'' Alvin berkata dengan perasaan lega.


Entah mengapa Alvin merasa jika hubungan mereka seakan sangat sulit ia jalani padahal belum lama ini mereka baru saja menjalani hubungan itu dengan baik dan kini ia harus memulai lagi dari awal.


Alvin kembali melajukan kembali mobilnya ke jalanan untuk segera pergi ke rumah kediaman permana.


....


Lima belas menit telah berlalu kini mereka sudah sampai di kediaman permana.


Alvin melirik Kayla sebelum akhirnya ia keluar dari mobil itu.


''Ayo.'' Alvin mengulurkan tangan nya saat ia sudah membuka kan pintu mobil untuk Kayla.


''Mas aku hanya takut,'' Ucap Kayla jujur.


Alvin hanya bisa mengulas senyum ia sendiri tahu ke khawatiran yg masih menyelimuti istrinya itu.

__ADS_1


''Semua akan baik-baik saja.'' Alvin mencoba meyakinkan Kayla.


Setelah mencoba berfikir dengan segala keraguan akhirnya Kayla pun mengikuti langkah kaki Alvin. Pikirannya kembali teringat saat kemarin ia menginjakan kakinya di rumah nya ini. Ada rasa sakit yg masih jelas ia rasakan bahkan dirinya sendiri seakan tak bisa merasakan kakinya berjalan ia masih sangat gugup ia masih kecewa dengan segala kenyataan itu.


''Aunty....'' Teriak Aleta yg kini berlari ke arah Kayla.


Kayla mengulas senyum air matanya seketika jatuh kembali seakan mengingatkan kejadian itu lagi.


''Kay, ayo masuk.'' Mbak Diana mencoba menuntun Kayla namun Kayla masih diam dan memilih berjalan sendiri mengikuti Aleta yg mengajaknya pergi dari sana membuat mbak Diana hanya melepas napas beratnya.


Semua terasa berbeda kini Kayla merasa sangat canggung entah kenapa suasana seperti asing baginya.


''Sebaiknya kamu istirahat dulu sayang.'' Mamah Alisa mengulas senyum pada Kayla.


Namun berbeda dengan Kayla ia seakan perih sekali menatap senyum mamah nya itu ia seakan masih tidak percaya dengan wanita yg selama ini ia anggap sebagai mamah nya ternyata ia hanya ibu asuhnya saja bukan ibu kandungnya sendiri.


Kayla segera di bantu oleh Alvin untuk berjalan menuju kamarnya. Kayla sendiri ia tidak menolak itu karena memang dirinya sedikit lelah apalagi mengingat semua kejadian kemarin pikirannya mulai kacau kembali.


Hingga kini mereka sudah sampai tepat di depan kamar Kayla. Alvin membuka kamar Kayla yg ia tahu dari mbak Diana tadi.


''Kamu istirahat dulu ya disini, aku akan bawakan air minum sebentar untuk mu.'' Ucap Alvin setelah Kayla masuk ke dalam kamarnya.


Kayla hanya mengangguk patuh. Ia menatap setiap inci kamar bernuansa putih itu. Sudah sangat lama bahkan sejak kecil ia tinggal di kamar ini namun tak sedikit pun bayangan jika ia mengingat sosok lain yg telah tega membuang dirinya itu entahlah apa ia harus senang atau sedih karena telah di rawat dengan baik oleh mamah dan ayahnya itu.


...


''Kay, boleh mamah masuk?'' tanya mamah Alisa dari balik pintu kamar miliknya.


''Iya mah, masuk aja gak Kayla kunci.'' Jawab Kayla yang masih berdiri memandangi kamarnya.


Alisa masuk ke dalam kamar dengan nampan berisi air mineral yg tadi Alvin hendak bawa.


Kayla menoleh sejenak ia memperhatikan air yg tadi nya suaminya akan bawakan untuknya.


''Mas Alvin?'' tanya Kayla pada sang mamah.


''Suami mu ada di bawah, Kay mamah ingin berbicara sesuatu sama kamu.'' Ucap Alisa yg sudah siap mengungkapkan semua nya pada Kayla meski dalam hati kecilnya ia masih sedikit takut jika Kayla akan meninggalkan mereka namun tetap saja Alisa pikir tak ada lagi alasan yg mengharuskan dirinya menyembunyikan semua itu dari Kayla lagi.


Alisa segera duduk di kasur Kayla mengikuti pergerakan Kayla yg sudah lebih dulu duduk.


''Kay sebelumnya mamah minta maaf karena telah menyembunyikan semua kebenaran dari kamu Kay.'' Alisa menuturkan perkataan nya dengan sesak yg mulai menghimpit dadanya.


Melihat Kayla yg masih diam membuat ia merasa sangat bersalah.


''Kay mamah mohon....''

__ADS_1


''Andai saja mamah dan ayah tidak merahasiakan semua itu dari aku, mungkin aku tak akan sesakit ini mah, aku tahu mamah sangat menyayangi aku tapi kenapa mamah dan ayah menyembunyikan itu semua dari aku.'' Kayla kembali menangis air matanya seakan mewakili perasaan nya betapa rapuhnya dirinya saat ini.


......................


__ADS_2