Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 33 cemburu


__ADS_3

Alvin menatap kesal pada Kayla bagaimana pun Kayla kini adalah istrinya dan tentunya Alvin sangat kesal karena Rayhan adalah mantan pacar dari istrinya.


''Mas kenapa harus semarah itu lagian kita gak melakukan hal apapun kamu terlalu berlebihan.'' Kayla sendiri ia merasa kecewa karena sikap Alvin yang menurut dirinya berlebihan.


''Jadi kamu membenarkan sikap dia sama kamu begitu Kay? aku tahu kamu masih mencintai dia tapi setidaknya kamu hargai aku sebagai suami kamu!'' Alvin segera pergi dari ruangan sang istri dengan hati kecewanya. bagaimana pun di hati kecilnya ia merasa sakit karena cinta yang tak kunjung hilang membuat dia begitu cemburu melihat kedekatan Kayla dengan Rayhan.


Alvin hanya dima di ruangan nya dengan tatapan kesal nya ia teringat kembali bagaimana sikap Rayhan pada Kayla membuat ia tak bisa mengendalikan emosinya.


Sementara Rayhan ia pun merasa sangat bersalah karena dirinya kini Kayla dalam masalah padahal pernikahan mereka baru saja terjadi membuat hatinya tidak tenang.


Meski dalam hatinya ia merasa tidak terima dengan kenyataan pahit bagaimana pun Kayla adalah wanita pertama yang ia cintai setelah ibu dan adik-adik nya.


Rayhan menarik napasnya panjang berusaha membuat hatinya tenang hingga sebuah tangan menyentuh nya.


''Den apa kita jadi berangkat?'' tanya seorang supir pribadi pak Arif.


Rayhan sedikit terkejut meski begitu ia tetap berusaha menutupi kegugupan nya,


''Oh maaf pak, ya kita jadi berangkat.''


Rayhan segera berdiri dan berjalan ke arah mobil karena ia tidak memiliki banyak waktu untuk segera pergi.


Rayhan tak memiliki pilihan lain untuk tinggal di sini karena tanggung jawabnya sangat besar apalagi ia juga tidak ingin membuat pak Arif kecewa karena telah banyak menolong nya.


Dengan perasaan yang campur aduk begitu juga dengan hatinya ia kembali harus menerima kenyataan jika suatu saat ia akan menikah dengan wanita yang tak pernah ia bayangkan kehadirannya.


Rayhan memang tidak terlalu dekat dengan wanita ia hanya selalu bersikap dingin ia juga jelas mengenal sosok Nasya tapi hanya satu ia hanya tahu jika Nasya adalah anak dari pak Arif dan ia adalah anak satu-satunya pak Arif.


...


''Apa? aku tidak mau yah, aku mohon jangan memaksa kan hal itu,'' lirih Nasya yang kini berurai air mata.


Nasya tak mungkin menerima laki-laki lain dalam hidupnya sedangkan dirinya masih mencintai lelaki yang meski ia tahu ia sudah menikah.

__ADS_1


''Nasy, Rayhan adalah lelaki yang tepat untuk mu, ayah yakin dia akan memperlakukan mu dengan sangat baik,'' Arif mengusap punggung tangan sang anak dengan lembut.


Pak Arif tahu jika ia salah menjodohkan putrinya dengan pilihannya sendiri namun ia tidak ingin jika suatu saat Allah memanggilnya putrinya belum menemukan lelaki yang tepat.


''Aku tahu itu yah, tapi banyak lelaki lain yang tak kalah baik aku mohon yah.''


''Nasy, ayah hanya ingin melihat kamu bahagia di saat sebelum ayah di panggil ayah akan merasa tenang jika kamu bahagia dengan lelaki yang tepat, menikahlah dengan Rayhan Nasy.'' Arif mengusap kepala Nasya dengan lembut.


Arif begitu khawatir bagaimana tidak jika suatu saat Allah memanggilnya putri nya hanya akan seorang diri karena mamanya Nasya sudah meninggalkan dirinya sejak Nasya masih kecil, dan kepada siapa lagi ia akan menitipkan putrinya tak ada lagi orang yang bisa ia percaya selain Rayhan.


Tak ada jawaban dari bibir mungil wanita itu ia terus saja menangis dengan tangan yang kini terpaut dengan tangan kekar seorang ayah yang kini terasa sangat lemah.


Tangan yang selalu membuat dirinya yakin ada sosok lelaki kuat yang selalu akan hadir dalam hidupnya.


''Bagaimana sayang kamu mau kan?'' tanya Arif lagi membuat isak tangis Nasya tak kunjung berhenti.


Nasya pun akhirnya mengangguk ia menyetujui keinginan sang ayah.


''Makasih nak, makasih telah membuat ayah sedikit tenang.'' Arif meniti kan air matanya hingga kini pelukan sang putrinya di tubuhnya membuat keduanya menangis.


Nasya mengusap air matanya ia melihat senyum dari bibir sang ayah membuat hatinya sedikit perih.


''Pulanglah nak, istirahatlah kamu sudah terlalu lelah mengurus ayah.'' Arif mengusap kembali lengan putrinya.


Nasya masih belum bisa berkata seolah ada sesuatu yang kini menghalanginya bahkan suaranya seakan tercekat saat ia ingin berbicara.


''Istirahatlah ayah akan istirahat, kamu pun harus istirahat.''


Arif berusaha memejamkan matanya namun tak kunjung ada jawaban dari sang anak nya hingga kini ia terlelap dalam tidurnya.


Nasya tak beralih ia tetap diam di samping sang ayah hingga sebuah notifikasi masuk ke dalam ponselnya.


''Astaga aku lupa,'' Nasya mengusap lengan sang ayah dan beralih mengecup kening sang ayah sebelum akhirnya ia pergi dari ruangan sang ayah.

__ADS_1


Nasya mempercepat langkahnya ia segera keluar dari rumah sakit dan beralih ke mobil nya yang kini akan membawanya ke tempat dimana ia menjanjikan untuk bertemu seseorang.


Mobil berwarna merah itu kini sudah melaju meninggalkan rumah sakit dan beralih ke jalan kota jakarta.


Ada perasaan bersalah yang kini menyelimuti hatinya ia sedikit memikirkan bagaimana ia harus mengatakan keputusannya sekarang pada lelaki yang sangat ia cintai meski ia sadar jika lelaki itu sudah beristri.


Beberapa menit telah berlalu kini mobil itu berhenti di sebuah restoran besar dimana ia akan bertemu.


Nasya keluar dari mobilnya dengan mata yang masih bengkak karena tangisnya tadi di rumah sakit.


Dengan langkah pasti ia mulai memasuki restoran dimana ia akan bertamu sang mantan kekasih. Terlihat Alvin yang sudah duduk rapih di kursi menunggu kedatangannya.


''Hey, kamu habis menangis?'' Alvin sedikit kaget dengan kehadiran Nasya yang terlihat matanya sedikit bengkak.


Nasya hanya mengulas senyum dan memilih duduk tanpa sedikitpun berniat menjawab.


''Kita pesan makan dulu ya,'' pinta Nasya yang langsung mendapat anggukan dari Alvin.


Alvin segera memanggil pelayan dan memesan beberapa menu makanan hingga kini mereka berdua kembali.


Alvin melihat Nasya yang memang terlihat bersedih dan entah apa yang membuatnya bersedih seperti itu.


''Nasy,''


''Al, mungkin ini adalah pertemuan terakhir kita dan mungkin juga seharusnya begitu, kamu sudah menikah dan maaf aku tak bisa menunggumu lagi.'' Ucap Nasya terus terang membuat Alvin seketika menggeleng.


Alvin tahu ia salah melakukan hal itu namun ia tidak ingin menjalani pernikahan tanpa adanya cinta dari Kayla membuat ia tak bisa memilih pilihan lain dan memilih ingin terus menjalani hubungan dengan Nasya untuk memutuskan hal lain kedepannya.


''Kenapa begitu Nasy, aku sudah janji sama kamu jika suatu saat kita akan bersama.'' Ucap Alvin kembali bersuara.


''Al kamu sudah menikah, dan aku yakin kamu mencintai wanita itu, lagi pula aku sudah bilang aku tak mau menjadi pengganggu hubungan orang lain, dan maaf Al aku tak bisa lagi menunggu mu.''


Nasya kembali meniti kan air matanya meski begitu ia segera menyeka air matanya dengan punggung tangan nya.

__ADS_1


Ia tak cukup kuat ia pun tak sanggup mengatakan jika dirinya sudah menerima permintaan dari sang ayah hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi dari hadapan Alvin dengan perasaan yang lagi-lagi menyesakan dadanya.


......................


__ADS_2