Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 62


__ADS_3

Sore telah tiba Kayla merasa sudah lebih tenang ia kembali menghirup udara sore. Ia masih berada di tempat yg sama di depan rumah sakit jiwa dimana ibunya berada dengan hembusan napas beratnya ia berusaha kembali tegar.


''Aku mau pulang mas.''


Kayla kembali bangun dari duduk nya dan beranjak pergi meninggalkan Alvin begitu saja.


Kayla memandang boneka yg masih berada dalam genggaman nya. Ia kembali membelokan kakinya pada kamar ibunya dengan langkah beratnya ia melangkah namun tetap saja ia terus segera mengembalikan boneka milik ibunya sebelum sesuatu buruk terjadi pada ibunya.


Meski sekarang ibunya masih belum dapat menerima kehadiran nya setidaknya ia bisa memandangi ibunya dan itu sudah lebih dari cukup.


Kali ini Kayla tidak akan memaksakan lagi kehendaknya. Sudah cukup ia memaksakan kehadiran nya melihat ibunya baik-baik saja sudah patut ia syukuri.


Kayla yakin jika lambat laun ibunya akan bisa menerima dirinya seperti pada orang asing yg dengan mudahnya mendekati ibunya.


Alvin saja dapat lebih dekat dengan ibunya dan itu menandakan jika dirinya sendiri dapat seperti itu. Ya semoga saja hanya itu yg selalu Kayla ucapkan dalam hatinya berharap semoga dan semoga itulah yg kini ia panjatkan.


Terlihat pintu sudah terbuka ia mulai menaikan tangan nya pada pegangan pintu dan sedikit membuka pintu.


Seketika pintu terbuka dan memperlihatkan ibunya dengan perawat di samping nya.


''Eh mbak Kayla,'' perawat itu berkata dan menyambut kedatangan Kayla.


''Apa benar yg kamu katakan? dia jahat,'' lirih ibu lagi saat melihat kehadiran Kayla.


Mata Aira kini tertuju pada boneka yg sedang di pegang oleh Kayla. Ia membulatkan matanya seolah tidak percaya.


''Anak ku,'' Aira segera turun dari kasurnya dan beranjak mendekati Kayla.


Tangan nya dengan cepat merebut boneka yg berada di tangan Kayla dan ia langsung bergembira mendapati boneka miliknya sudah kembali seperti semula.


''Anak ku, ini ibu sayang.'' Aira kembali meracau bahkan ia mengayunkan boneka itu dengan gemas dan memeluk nya.


''Anak aku,''


Kayla hanya bisa menatap sedih dengan melihat ibunya terus saja seperti itu air mata yg telah kering kembali jatuh seketika.


Namun dengan cepat ia menghapus air mata nya ia merasa sedikit lega karena setidaknya ibu nya tidak lagi mengusir dirinya.


''Aku harus pulang bu, semoga ibu secepatnya sembuh.'' Kayla berpamitan pada ibunya meski ibunya tentu nya ia tidak membalas ucapan Kayla.


...


Langkah demi langkah terus ia berjalan dengan hati yg terus terasa hampa.

__ADS_1


Ia berjalan seperti raga yg tidak bertulang tatapan nya lurus ke depan tampa bisa fokus.


Hingga tampa ia sadari ia malah bertabrakan dengan seseorang dan hampir membuatnya terjatuh untung saja dengan cepat tubuhnya langsung di tahan oleh Alvin.


''Mas,''


''Kamu tidak apa-apa kay?'' tanya Alvin sedikit khawatir.


Untung saja Alvin dengan sigap menahan Kayla sebelum dirinya terjatuh.


''Maaf, aku tidak sengajaaa Kayla?''


Alvin yg baru membenarkan tubuh istrinya seketika ia balik menatap lelaki di hadapan Kayla.


Kayla sendiri ia menengadahkan pandangan nya dan balik menatap lelaki yg baru saja ia tabrak.


''Malik?''


''Jadi kalian sudah saling kenal?'' Alvin dengan cepat langsung menimpali.


Kayla melirik sekilas ke arah Alvin dan kembali menatap Malik yg kini tersenyum ke arah dirinya.


''Oh ya tentu vin, dia ini Kayla...''


''Dia teman aku mas saat kita sekolah SMA.'' Jawab cepat Kayla.


Seutas senyum terukir di sudut bibir Malik dan mengangguk pelan.


''Oh, bagus kalau begitu.'' Sahut Alvin dengan mata yg mulai menyelidiki kedua manusia di depan nya itu.


Alvin merasa sedikit tidak percaya dengan apa yg di katakan oleh Kayla sudah di pastikan ada sesuatu di masa lalu mereka.


Hingga tanpa mereka sadari suasana berubah menjadi sedikit canggung.


''Oh kay, apa kabar?'' Malik mengulurkan tangan nya pada Kayla.


Kayla menatap sejenak tangan Malik dan kembali tersadar.


Ia pun mengulurkan tangan nya dan menjawab pertanyaan dari lelaki yg dulu pernah membuat dirinya merasa sedikit hancur.


Bagaimana tidak di saat ia benar-benar mencintai lelaki yg bisa di bilang jika dia adalah cinta pertamanya dan di saat kepercayaan nya sudah benar-benar yakin di saat itu pula ia melihat lelaki itu malah sedang di peluk oleh seorang wanita yg tidak lain adalah sahabat baiknya.


Bagaimana bisa ia yakin jika cintanya tidak di hianati dan bagaimana bisa ia yakin jika lelaki di hadapan nya ini saat itu sangat mencintai dirinya tentunya tidak tentunya ia merasa di khianati.

__ADS_1


''Alhamdulillah baik, apa kabar juga Malik?''


''Ya aku juga baik, btw kamu sekarang berubah ya,'' ucap Malik dengan jujur.


''Berubah?'' tanya Kayla tidak mengerti dengan ucapan Malik.


''Ya kamu lebih islami gitu,''


''Ekhmmm'' Alvin bersuara sungguh ia merasa sangat yakin jika ada sesuatu di antara mereka berdua.


Kayla seketika tersentak ia kembali sadar jika saat ini di sampingnya ada Alvin.


Malik sendiri ia merasa lupa dengan kehadiran Alvin yg masih berada di sana.


''Oh ya kok kalian bisa di sini? apa kalian saling mengenal?'' tanya Malik lagi.


Malik menatap bergantian pada Kayla dan Alvin.


Ia masih belum menyadari bahkan memang ia masih belum mengetahui jika mereka adalah sepasang suami istri.


''Kayla ini istri aku Malik, dan ya kamu sudah tahu alasan aku di sini.'' Jawab Alvin.


Seketika Malik tersentak kaget sungguh ia merasa malu dengan tingkah nya.


''Oh sorry vin, aku baru tahu.'' Malik merasa sedikit gugup.


Alvin hanya tersenyum miring ia menepuk bahu Malik dan menganggukkan kepalanya.


''Ya aku lupa tidak memberi tahu kan kamu soal pernikahan aku dan ya Kayla ini dia istri aku.'' Ucap Alvin dengan senyum nya.


Kayla hanya menahan napas nya mereka dengar semua itu namun ia menyungingkan senyum nya menatap Alvin.


Sungguh Kayla merasa senang akan hal itu meski ia sedikit kaget ia tidak menyangka jika Alvin akan mengenalkan dirinya sebagai istrinya.


''Jadi kamu sudah menikah Kay,'' lirih Malik dalam hatinya.


Malik memang sangat mencintai Kayla meski dulu mereka sempat berpisah dan hal itu hanya karena ke salah pahaman saja.


Bahkan hingga kini Malik masih mencintai Kayla meski wanita yg sangat ia cintai tak pernah ia temui lagi.


''Aku turut bahagia ya, selamat ya kay, vin.'' Malik menyungingkan senyum nya dan balik mengusap bahu Alvin.


''Yasudah aku harus kembali ya vin, aku harus memeriksa keadaan ibu Aira.''

__ADS_1


Malik pun kembali mengusap lengan Alvin dan menampilkan senyum nya sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan mereka berdua.


......................


__ADS_2