
Kini mereka telah selesai sarapan Alvin bangun dari duduknya dan menarik kursi Kayla hingga kini Kayla sedikit mundur dari meja makan.
''Apa apa sih mas?'' tanya Kayla heran dengan tingkah Alvin.
''Aku kan sudah bilang aku akan membawa mu pada suatu tempat.'' Ucap Alvin yg menunggu Kayla agar berdiri.
Kayla hanya menarik napasnya panjang apa benar sepagi ini Alvin akan mengajaknya pergi bahkan ini masih sangat pagi jam saja masih menunjukan pukul enam.
''Kita mau kemana?'' tanya Kayla seolah ingin tahu dulu kemana Alvin akan mengajaknya pergi.
''Olahraga.'' Ucap Alvin dengan menampilkan senyum termanis nya.
Kayla yg mendengar kata olahraga kini ia tersenyum lebar bagaimana bisa ia menolak ajakan olahraga dirinya sendiri selalu ingin hanya saja ia merasa malas untuk melakukan sendirian.
''Tunggu sebentar aku akan bersiap.'' Kayla segera beranjak pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaian karena ia masih mengenakan baju tidur.
Beberapa menit telah berlalu Kayla masih berada di dalam kamarnya entah apa yg ia lakukan.
''Kay, buruan nanti keburu panas.'' Ucap Alvin sambil teriak dari lantai bawah.
Tak berselang lama Kayla turun dengan pakaian yg bisa dibilang memperlihatkan lekuk tubuhnya membuat Alvin seketika menelan saliva nya.
''Kay, ganti baju mu!'' perintah Alvin yg merasa tidak nyaman jika tubuh Kayla terlihat seperti itu.
''Kenapa?'' tanya Kayla heran padahal dirinya merasa sudah sangat siap.
''Pakaian mu terlalu ketat Kay bagaimana bisa kamu memakai baju seperti itu.'' Protes Alvin dengan nada kesalnya.
Lagi-lagi Kayla hanya bisa mengendus kesal ia pun menuruti perintah Alvin dan beranjak naik lagi. Dengan hati kesal Kayla mencari baju yg tidak terlalu ketat ia pun segera turun setelah sudah siap.
Alvin memang tidak pernah memprotes gaya berpakaian Kayla yg kadang terlihat terbuka namun setelah menikah Alvin kini mempunyai hak untuk melarang wanita yg telah sah menjadi istrinya.
Meski ada sedikit ragu tapi tapi ia yakin jika itu adalah yg terbaik Alvin ingin jika Kayla sedikit demi sedikit akan berubah demi kebaikan dirinya sendiri.
''Ayo.'' Ucap Kayla lagi sambil berlenggang meninggalkan Alvin yg masih diam.
Kini mereka berolahraga seperti biasa yg Alvin lakukan.
Alvin memang selalu berolahraga joging ia adalah hal yg paling ia gemari selain menghirup udara yg masih sejuk ia juga dapat merasakan dinginnya pagi membuat ia merasa sangat senang.
''Pelan-pelan mas.'' Kayla mempercepat gerakan nya.
Sementara Alvin kini ia memperlambat gerakan lari nya.
Kayla merasakan hal yg sangat berbeda kini ia menikmati kebersamaan mereka berdua bahkan dari waktu ke waktu tak sedikit mereka tertawa sambil berlari pelan.
Alvin sendiri ia merasa sangat senang ternyata usaha nya untuk bisa lebih dekat dengan Kayla tanpa menyakiti perasaan wanita itu kini berjalan dengan lancar.
Terukir senyum dari sudut bibir lelaki itu ia sangat senang melihat Kayla yg banyak berbicara bahkan tak jarang ia mendapati tawa ringan dari wanita yg ia cintai.
''Aduh mas berhenti dulu.'' Pinta Kayla sedikit lelah.
''Jangan berhenti seperti itu ayo jalan-jalan aja biar nanti kakinya enggak sakit.'' Alvin menarik lengan Kayla karena Kayla malah jongkok.
Kayla melempar senyum ke arah Alvin ia pun segera mengikuti saran dari Alvin dan benar saja rasa lelah itu sedikit berkurang.
__ADS_1
''Kamu sering olahraga ke sini mas?'' tanya Kayla penasaran pasalnya ia sendiri baru pertama kali berolahraga joging seperti ini biasanya Kayla hanya akan bersepeda saja dan itupun jika ada yg menemani dirinya.
''Lumayan sering malah bisa tiap hari sih olahraga jika hati libur karena saat hari libur biasanya aku tinggal disini.'' Jelas Alvin panjang lebar.
Kayla mengangguk menanggapi perkataan Alvin.
''Kenapa tinggal disini? kenapa gak tinggal di rumah mami?'' tanya Kayla lagi.
Bahkan kini Kayla berjalan di depan Alvin sambil melihat wajah Alvin karena ia berjalan sambil mundur.
''Ya senang aja disini aku bebas melakukan hal apapun, lagian sayang saja rumah ini jika gak di tempati. Rumah itu adalah rumah peninggalan mamah aku kay.'' Ucap Alvin dengan nada lirihnya.
Kayla seketika kaget bahkan ia hampir terjatuh namun dengan sigap Alvin langsung menangkap Kayla membuat kini Kayla hanya bisa diam.
''Oh sorry sorry....'' Kayla tersentak kaget dengan perlakuan Alvin.
Alvin langsung membangunkan kembali Kayla. Ia dapat melihat jelas wajah Kayla yg kini tampak malu.
''Lagian kamu sih orang jalan itu maju kamu malah mundur.'' Ucap Alvin lagi dan melepas tangan nya dari Kayla.
Kayla bersemu merah ia merasa sangat bodoh dengan tingkah dirinya sendiri.
Dengan rasa malu ia pun tertawa ringan. ''Ya kan aku sudah minta maaf.'' Sahut Kayla lagi.
''Emangnya kamu salah?'' tanya Alvin lagi namun bukannya menjawab Kayla malah langsung mencubit Alvin hingga ia meringis kesakitan.
''Aduh, aduh.'' rintih Alvin membuat Kayla kini kembali tertawa.
Suasana kini menjadi canggung lagi setelah adegan yg tak di sengaja itu dan beberapa detik kemudian Kayla kembali berucap agar suasana kembali seperti biasa.
Alvin mengangguk pelan dengan senyum yg tersirat di bibirnya.
''Ko aku baru tahu?'' tanya Kayla lagi seakan dirinya tidak percaya bukannya apa tapi biasanya seorang istri akan selalu tahu tentang asal usul suaminya.
''Sudah jangan di bahas lagi, kita lanjut yuk!'' Alvin langsung berlari lagi meninggalkan Kayla.
Kayla yg melihat sosok Alvin terlihat sangat berbeda ia bahkan terlihat seperti sosok yg sangat tegar.
Dengan senyum yg terpancar dari sudut bibirnya Kayla pun akhirnya kembali berolahraga.
Rasa kagum yg seolah tidak berhenti sampai sana kini malah bertambah lagi, Kayla merasa jika Alvin memang sangat istimewa ia juga bahkan sosok laki-laki yg baik dan semua itu mematahkan prasangka nya saat Alvin menembak dirinya.
Mungkin memang dirinya saja yg tidak pandai dalam membaca perasaan orang dan membaca situasi namun kini ia sadar dan semua itu tak luput dari rasa syukur nya karena Alvin sangat baik bahkan sangat baik memperlakukan dirinya.
''Hhhuuuh'' Alvin membuang napasnya panjang ia menunggu Kayla yg masih jauh berada di belakang nya.
''Kita pulang?'' tanya Alvin saat Kayla mulai mendekat.
Kayla sendiri ia sedikit lelah ia mengangguk dengan senyum nya.
Mereka kembali berlari santai dan beranjak pulang setelah satu jam lamanya mereka berolahraga.
...
Waktu telah berlalu kini mereka sudah sampai di rumah nya lagi.
__ADS_1
Alvin tidak langsung masuk ke rumah ia bersantai di halaman rumahnya dan selonjoran di rumput merasakan tubuhnya yg sedikit lelah.
Sementara Kayla ia beranjak ke dapur dan membawa dia gelas air putih dingin untuk dirinya dan juga Alvin.
''Minum dulu mas.'' Ucap Kayla sambil menyodorkan segelas air putih dari tangan nya.
Alvin melirik Kayla yg duduk di samping dirinya dan langsung meminum air yg ia bawa.
''Pelan-pelan.'' Ingat Alvin karena melihat Kayla yg langsung meminum air itu hingga tandas.
Kayla hanya tertawa kecil dan menaruh kembali gelasnya di lantai.
''Makasih buat airnya.'' Ucap Alvin yg kini giliran dirinya minum.
Kayla hanya menanggapi dengan anggukan ia tersenyum manis saat melihat Alvin yg meminum air yg ia bawa.
Tak pernah Kayla bayangkan sedikitpun jika dirinya dengan Alvin akan berdamai secepat ini bahkan seolah Alvin tidak lagi menyinggung soal pernikahan mereka yg tak pernah Kayla harapkan.
''Mmm kamu jadi gak mau ke rumah mamah?'' tanya Alvin sesaat mengingat rencana untuk mengunjungi kediaman mertuanya.
Kayla yg mendengar akan hal itu ia kembali menatap Alvin.
''Boleh, tapi apa mas tidak mau pulang dulu ke rumah mami? kita bahkan sama sekali tidak pernah mengunjungi mami?'' Ingat Kayla karena bagaimana pun mami lah yg membesarkan Alvin apalagi ia merasa tidak nyaman juga jika belum pernah mengunjungi kedua mertuanya.
Alvin memikirkan hal yg sama, ia menjadi teringat setelah pernikahan mereka terjadi dan sejak pulang dari hotel itu Alvin sama sekali belum mengunjungi kedua orang tuanya ia malah sibuk dengan persoalan asmara nya yg sangat rumit.
Meski Alvin masih kesal pada sang ayah yg telah menjodohkan dirinya dengan Kayla namun ki I perlahan perasan itu menghilang bahkan ki k berubah dengan rasa bahagia karena ia menjadi dekat kembali dengan wanita yg ia cintai.
Sebenarnya tidak ada yg salah meski awalnya saja sangat rumit karena Kayla dan dirinya yg memiliki pasangan masing-masing.
''Bagaimana?'' tanya Kayla lagi karena tidak ada respon dari Alvin.
Alvin menoleh kembali pada Kayla ia melihat Kayla yg sedang menatap dirinya penuh dengan harapan.
''Ya sudah bagaimana jika hari ini kita akan pergi dulu ke rumah mami dan setelah itu kita akan pergi ke rumah mamah bagaimana?'' tanya Alvin meminta persetujuan dari Kayla.
Kayla mengangguk setuju dengan usulan dari Alvin. Kerena dengan begitu ia akan memiliki waktu yg lama untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya.
''Ya sudah aku siap-siap dulu ya mas.'' Kayla segera bangun dari duduknya dan mengambil kembali dua gelas yg tadi ia bawa.
Dengan langkah senang nya Kayla berjalan ke arah dapur.
''Sudah pulang mbak Kayla?'' Sahut bi Ida saat melihat Kayla yang kini datang ke arah dapur.
''Sudah dari tadi bibi, lagian tadi aku lihat bibi gak ada di dapur.'' Ucap Kayla jujur.
''Oh sepertinya tadi bibi sedang di belakang lagi jemur baju.'' Ingat bi Ida dengan senyum polosnya.
''Oh, pantes aja gak ada, bi tolong buatin makan ya buat kita yang enak.'' Sahut Kayla lagi dan langsung beranjak pergi.
''Siap mbak.'' Bi Ida mengacungkan jempolnya ke arah Kayla membuat Kayla seketika tertawa.
''Bibi, bibi ada-ada saja.'' Kekeh Kayla yg beranjak naik ke arah tangga untuk segera membersihkan tubuhnya.
......................
__ADS_1