
Melihat tatapan Kayla pada Malik tentu membuat Alvin merasa kesal entah apa yg ia rasakan saat ini namun sudah jelas saat ini Alvin yakin jika masa lalu mereka pernah ada sesuatu.
Tatapan Kayla saja terasa berbeda seolah ia melihat tatapan yg selalu ia perlihatkan pada Rayhan.
''Ayo masuk.'' Perintah Alvin karena Kayla malah terlihat ragu.
Dengan kesalnya Alvin menjalankan mobilnya dengan cepat tanpa peduli apa pun ia hanya ingin segera pulang.
Sesekali Alvin melirik ke arah Kayla yg masih diam di dalam benaknya terus saja bertanya-tanya soal Malik. Namun tak cukup keberanian yg ia miliki ia hanya takut apa yg ia pikirkan ternyata benar.
''Apa serumit ini kay mencintai kamu,'' gumam Alvin dalam hatinya.
Sementara itu Kayla masih tak percaya dengan apa yg ia lihat ia benar-benar tidak menyangka jika setelah lama mereka berpisah kini ia di pertemukan lagi dengan laki-laki itu yg sudah sangat lama telah ia kubur dalam.
Kayla sudah tak mencintainya bahkan mungkin tak akan pernah muncul lagi justru karena Malik lah ia menjadi trauma dalam menyimpan rasa pada tiap laki-laki dan di saat ia sudah mencintai laki-laki lagi-lagi ia di kecewakan oleh takdir yg harus membuat mereka terpisah dan di saat ini ia pun kembali takut, takut jika salah lagi dalam memberikan perasaan nya.
Kayla melirik sekilas ke arah Alvin ia melihat Alvin yg berbeda ia terlihat begitu dingin bahkan ia merasa ada yg berbeda dengan nya.
Sedikit lama Kayla menatap Alvin dan baru saja ia memalingkan matanya tatapan nya sudah lebih dulu di ketahui oleh Alvin.
''Kenapa?'' tanya Alvin dingin.
''Mmm enggak ko mas.''
Suasana kembali dingin tak ada yg berani memulai obrolan lagi mereka masih diam dalam pikiran masing-masing.
''Apa sebegitu sulitnya kamu mencintai aku kay, apa se sulit itu?'' lirih Alvin dalam hatinya.
Alvin seakan tidak fokus pikirannya melayang entah kemana memikirkan wanita yg telah resmi menjadi istrinya masih mencintai lelaki lain tentu sangat sakit sekali.
Hingga tak sengaja ia hampir menabrak seorang pejalan kaki.
''Massss.''
Alvin segera mengerem mobilnya dengan cepat.
Terlihat seorang ibu itu memasang dadanya saking kagetnya.
''Hati-hati dong mas!''
''Maaf Bu maaf,''
__ADS_1
Alvin mengatupkan tangan nya dan kembali menjalankan mobilnya untung saja tidak apa-apa ia masih bisa bernapas sedikit lega.
Ia mengusap wajahnya Kasar sungguh beban nya sangat berat.
Pernikahan nya seolah tak pernah berbuah manis.
''Mas, kamu kenapa?'' tanya Kayla hati-hati.
Alvin melirik sekilas ke arah Kayla dan membuang muka begitu saja membuat Kayla yakin jika ada sesuatu dengan suaminya.
Kayla menarik napasnya panjang ia hendak menanyakan sesuatu namun belum juga ia mengucapkan ke ingin tahuan nya Alvin sudah lebih dulu mendahului dirinya.
''Apa hubungan mu dengan Malik?'' tanya Alvin tanpa sedikitpun menatap Kayla.
Kayla menatap heran pada Alvin ia seolah tidak percaya dengan pertanyaan suaminya itu.
''Sudah aku bilang Malik itu ya dia teman aku mas.''
''Yakin?''
''Ya tentu dia hanya teman aku mas, memangnya kenapa?'' Kayla menelisik suaminya.
''Aku gak percaya aku rasa kalian pernah memiliki hubungan.''
''Jadi mas cemburu sama malik, oh astaga mas kamu berlebihan.'' Kayla tertawa kecil meski ia sempat ragu dengan apa yg ingin ia katakan.
Ia bahkan masih tertawa seolah tak percaya dengan dugaan nya.
''Aku, aku gak cemburu.'' Alvin menggeleng namun wajahnya jelas mengatakan jika ia cemburu.
Kayla kembali tertawa mendapati sikap Alvin yg terlihat sangat lucu.
''Cemburu ya,'' goda Kayla lagi membuat Alvin semakin salah tingkah.
Kayla tersenyum senang meski dalam hatinya ia merasa bersalah telah berbohong tapi ia masih belum yakin mengatakan semua itu apalagi menurut Kayla itu bukan hal penting karena semua orang tentunya memiliki masa lalu masing-masing dan Kayla sendiri sudah tak memiliki perasaan apapun terhadap Malik dan menurutnya tidak ada yg salah dengan merahasiakan itu dari suaminya apalagi untuk menjaga perasaan suaminya.
''Mas, kita ke supermarket dulu ya aku mau perlengkapan dapur.'' Ingat Kayla karena ia sadar jika stok makanan di kulkas sudah menipis.
Alvin tersenyum dan menganggukkan kepalanya ia pun membelokan mobilnya menuju supermarket di depannya.
Mereka pun segera turun setelah Alvin memarkirkan mobilnya dengan rapih.
__ADS_1
Kayla pun berjalan lebih dulu dan menunggu Alvin di depan mobilnya dan berjalan berskala menuju supermarket.
Entah mengapa di saat ini ia merasa sedikit canggung entah kenapa meski begitu tak dapat di pungkiri Kayla merasa senang karena kini ia mengetahui jika Alvin ternyata cemburu pada dirinya.
Alvin menatap sekitar ia langsung berjalan ke arah lemari pendingin yg berisi aneka buah dan sayuran.
''Mas mau beli apa?'' tanya Kayla dengan pandangan nya masih ia edarkan pada belanjaan di hadapannya.
''Sayur dan buah, stok di rumah sudah habis kan?''
''Oke, aku mau buah melon mas.'' Pinta Kayla pada Alvin.
Alvin mengangguk dan ia pun memilih beberapa buah melon dan jenis buah lain nya untuk stok di rumahnya. Ia pun memilih berbagai jenis sayuran dengan bantuan Kayla.
Kayla kembali berjalan ia mulai mencari sesuatu yg akan ia butuhkan.
''Jangan minum soda terus gak baik.'' Protes Alvin saat jemari lentik Kayla hendak mengambil minuman bersoda kesukaan nya.
''Satu aja mas,'' Kayla mengedipkan matanya seperti anak yg sedang meminta jajan pada orang tuanya.
''Kamu itu, gak baik buat kesehatan kamu apalagi kita harus segera punya dede bayi.'' Sahut Alvin yg langsung berlalu dari hadapan Kayla.
''Dede bayi.'' Ulang Kayla dengan mata yg melotot ia pun menelan saliva nya dengan susah payah.
Bagaimana tidak seketika Kayla merasa ada desiran aneh saat membayangkan jika ia akan melakukan hal itu dengan suaminya pasalnya semenjak mereka menikah Kayla belum pernah sekali pun memberikan hak nya.
Karena bagaimana bisa ia melakukan semua itu ia bahkan masih tidur di kamar yg berbeda ia masih belum bisa tidur dengan lelaki yg sudah resmi sebagai suaminya itu.
Kayla kembali tersadar ia segera mempercepat langkahnya untuk mengejar Alvin yg sudah lebih dulu berjalan di hadapan nya.
Ia melirik Alvin yg sedang memilih susu dan memasukan dua kotak susu dengan madu ia pun memasukan beberapa cemilan kesukaan Kayla.
''Kamu udah selesai?'' tanya Alvin lagi.
Ia melihat ke arah Kayla yg dari tadi ia malah mengikuti langkah kakinya tanpa berbelanja lagi.
''Sepertinya udah mas,''
''Ya sudah kita ke kasir dulu ya.'' sahut Alvin langsung mendorong troli nya menuju kasir.
''Apa dia sadar dengan apa yg tadi dia ucapkan?'' batin Kayla dalam hatinya Kayla melihat Alvin seperti kembali biasa padahal sejak tadi di mobil ia terlihat murung tapi berbeda terbalik dengan nya sekarang kini Kayla yg seolah mati kutu ia masih takut jika apa yg di katakan Alvin justru akan ia lakukan saat mereka pulang.
__ADS_1
''Oh Tuhan jangan dulu aku belum siap.'' Batin Kayla memanjatkan doa.
......................