
''Hati-hati ya sayang,'' ucap Alvin sambil mengusap lembut tangan Kayla.
Kali ini ia tidak bisa menemani kemauan istrinya untuk menemui ibu mertuanya itu karena tidak mungkin untuk dirinya mengingkari janji yg telah ia katakan pada Nasya.
Kayla tersenyum simpul ia pun menggenggam lengan Alvin. '' Iya pasti, mas nanti jangan lupa ya jemput aku kalau sudah beres.''
''Oke by pasti.'' Balas Alvin yakin.
Kayla pun keluar dari dalam mobil meski sebenarnya sedikit berat hati untuk kali ini ia harus menemui ibunya tanpa di dampingi oleh suaminya meski dirinya sendiri memang sudah sering juga menengok ibunya tanpa di temani Alvin tapi entah mengapa untuk kali ini ia benar-benar merasa tidak rela jika Alvin meninggalkan dirinya.
Hatinya sejak tadi entah mengapa merasa tidak tenang ada rasa yg jelas sulit ia artikan tapi Kayla terus saja berdoa dalam hatinya ia hanya berharap jika dirinya akan baik-baik saja begitu juga dengan Alvin.
Baru beberapa langkah ia melangkah kaki nya setelah kepergian Alvin ia merasa sedikit pusing lagi. Dengan cepat Kayla segera duduk di kursi yg berada di depan nya.
''Astaga ada apa sih kenapa aku pusing lagi ya, padahal sejak tadi rasanya gak apa-apa ko,'' lirih Kayla pelan.
Kayla hanya memijat kening nya dengan pelan dengan mata yg ia tutup berharap pusing di kepalanya agar hilang.
''Kamu baik-baik aja kan?'' tanya seseorang dari arah belakang.
Suaranya sudah jelas Kayla tahu siapa pemilik suara itu dan yg ia tahu lelaki itu memang baik pada dirinya.
''Baik kok, cuman sedikit pusing.'' Adu Kayla dengan keluhan nya yg saat ia rasakan.
Malik menyodorkan sebotol minuman yg masih terbungkus dengan segel ia menyodorkan nya pada Kayla yg masih menundukkan pandangan nya.
''Minumlah,''
__ADS_1
Kayla mengangkat wajahnya dengan perlahan tangan nya mulai mengambil botol minuman itu dari tangan malik.
''Makasih ya,'' ucap Kayla tulus dengan senyum kecilnya.
Malik hanya tersenyum dan mengangguk ia pun beralih duduk di samping Kayla meski dengan jarak yg ia jaga.
Malik bukan tipe lelaki yg mudah berdekatan dengan sembarang wanita bahkan sikap Malik sudah Kayla paham betul karena memang masa lalu mereka cukup membuat Kayla mengerti akan sosok lelaki yg dulu sempat membuat dirinya enggan jatuh cinta lagi.
''Gimana udah baikan?'' tanya Malik lagi.
''Udah kok alhamdulillah udah jauh lebih baik,'' jawab Kayla dengan senyum canggung nya.
Mereka hanya saling menatap dengan saling melempar senyum entah mengapa suasana seakan menjadi canggung diantara mereka padahal sudah beberapa hati lalu mereka memang sering berkomunikasi namun itu juga mengenai masalah kesehatan ibu Aira.
Hening untuk beberapa saat tak ada obrolan Kayla sendiri ia masih bingung untuk berucap hanya suara ketukan di botol yg saat ini ia pegang yg mengisi keheningan.
Malik berkata dengan tatapan yg memandang kurus ke depan tak ada niatan bagi dirinya menganggu Kayla ia hanya seorang dokter yg di tugaskan oleh suaminya untuk menangani ibu mertuanya tidak lebih.
Ia cukup tahu diri tak ada lagi rasa cinta yg akan ia jaga bagi wanita yg masih sangat ia cintai meski beberapa saat lalu ia menemui Alvin yg sering bertemu dengan seorang wanita tapi tetap saja ia tidak mempunyai hak atas hubungan rumah tangga mereka tapi jika saja Alvin melakukan hal mungkin akan merugikan dirinya sendiri tentu Malik tidak akan tinggal diam bagi Malik menjaga perasaan Kayla untuk saat ini adalah yg terbaik.
Kayla begitu mempunyai beban yg sangat berat bagaimana tidak mempunyai sorang ibu yg sakit dengan gangguan kejiwaan nya tentu bukan hal ringan perlu kesabaran yg sangat berat terlebih untuk saat ini dirinya sedang hamil.
Malik mengetahui itu dari Alvin sendiri ia mengatakan istrinya sedang hamil dan karena itu dirinya dengan Kayla jarang menemui ibu Aira.
''Hmmm,'' balas Kayla yg menanggapi perkataan Malik hanya dengan gumaman.
''Kamu tahu sudah segala cara saya dan yg lain lakukan tapi tetap saja kehendak Tuhan yg amat kita harapkan kita hanya sebagai hamba ya meski perlu kamu tahu kenyataan nya yg sempat saya katakan jika saat ini ibu kamu sudah jauh lebih baik.'' Ujar Malik kembali menjelaskan.
__ADS_1
''Aku tahu kok. Ya sudah boleh sekarang aku temui ibu?'' tanya Kayla kembali menatap wajah Malik.
Malik pun menganggukkan kepalanya ia pun segera bangun dari duduk nya dan langsung di ikuti oleh Kayla.
''Kamu tahu hanya satu yg mesti kamu ingat. Bicaralah dengan pelan-pelan dan yg terpenting bersikap lembut lah dan selalu ingatkan jika kamu adalah anak yg sudah lama berpisah dengan nya mungkin kamu sudah sangat paham bukan?'' kekeh Malik mencoba mengembalikan suasana canggung mereka.
Kayla hanya terkekeh bagaimana tidak setiap kali dirinya akan menemui ibunya dan di ketahui oleh Malik. Malik akan selalu memberikan wejangan agar dirinya bisa mengontrol dirinya dengan baik.
''Assalamu'alaikum? bu Aira.'' Panggil Malik pada ruangan ibu Aira.
Kayla pun ikut mengikuti langkah Malik dan masuk ke dalam ruangan ibunya.
''Ibu,'' cicit Kayla pelan seraya berjalan mendekati sang ibu yg terus saja menatap dirinya.
''Kamu, kamu anak itu kan!?''' ucap Ibu Aira dengan pandangan yg terus menatap Kayla.
.
.
''Astagfirullah Nasy, apa kamu sudah gila apa? di dalam perut kamu itu ada anak yg sangat membutuhkan kasih sayang dari ayah dan ibu nya lalu kamu malah akan bercerai dengan suami kamu?'' seru Alvin tak habis pikir dengan jalan pikiran Nasya yg mudah berubah-ubah.
''Ini semua bukan keinginan aku saja vin, tapi juga keinginan suami aku. Lagian kita ini sudah sepakat kalau bayi ini sudah terlahir maka ya Mas Rayhan harus siap menerima kalau kita akan mengurus perceraian kita.'' Tutur Nasya membela diri.
Bagi Nasya siapa tau tidak itu bukan lagi urusan dirinya yg terpenting ia harus segera bercerai dengan Rayhan.
...****************...
__ADS_1