Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 59


__ADS_3

Malam telah menyapa Kayla sudah lebih tenang ia berjalan ke luar dari kamarnya menuju ruang keluarga.


Terlihat senyum senang dari orang-orang yg melihat Kayla.


''Kay apa kamu mau makan?'' tanya mbak Diana saat adiknya sudah berjalan lebih dekat ke arah dirinya.


''Engga mbak aku sudah makan.'' Jawab Kayla dengan nada dingin nya.


Diana hanga menghembuskan napas beratnya ia kembali mencari obrolan untuk mencairkan suasana yg masih terasa tegang.


Mamah Alisa yg baru saja keluar dari kamar nya ia menatap Kayla dengan senang meski ada perasaan aneh karena terlihat tatapan berbeda dari anaknya itu.


''Sayang,'' mamah Alisa menghampiri Kayla yg masih saja menatap nya seolah dirinya ingin mengatakan sesuatu.


''Kamu mau makan sayang? dari tadi siang mamah belum lihat kamu makan.'' Alisa berkata dan mulai mengambil duduk di samping Kayla.


''Aku gak lapar mah hanya saja Kayla ingin berbicara sesuatu,'' Kayla menarik napasnya panjang dan kembali memberanikan untuk mengutarakan keinginannya nya.


''Mah aku ingin bertemu dengan ibu kandung aku.'' Ucap Kayla langsung pada intinya.


Alisa hanya terdiam ia sangat kaget mendengar keinginan anak nya itu yg jelas sangat mengagetkan dirinya. Bagaimana bisa Kayla mengatakan itu di saat dirinya sendiri belum benar siap.


''Kay,''


''Aku tak ingin ada penolakan mah, cukup aku menahan semua ini sendiri dan untuk yg satu ini aku mohon mamah mengerti sama aku.''


Kayla langsung bangun dari duduknya dan berlari kembali lagi ke kamarnya dengan perasaan yg sangat kecewa.


Ia masuk ke dalam kamar nya dan langsung membenamkan wajahnya dalam hatinya kembali sakit entah mengapa dirinya seakan tak di perlakukan dengan adil oleh kenyataan hingga akhirnya ia terlelap dalam kesedihan yg mendalam.


...


Pagi-pagi sekali di kediaman permana.


Alisa menjalankan aktivitasnya seperti layaknya seorang istri sekaligus seorang ibu. Ia mulai menyiapkan sarapan di pagi hari untuk semua anggota keluarga dengan bantuan Diana.


Alisa sudah memutuskan jika hari ini ia akan mengajak Kayla untuk pergi ke rumah sakit untuk menemui Aira ibunya Kayla untuk itu ia berusaha memasak sarapan kali ini sepagi mungkin.


Alisa masih sedikit ragu tapi mungkin benar jika keputusan untuk menemukan anak dan ibu itu kini adalah waktunya yg tepat apalagi mengingat saat malam Kayla mengutarakan keinginan nya pada Alisa langsung.


"Mah apa mamah yakin jika mamah akan menemukan Kayla dengan ibu nya?" tanya Diana dengan menatap wajah sang mamah.


Alisa menarik napas panjang dan menatap Diana dengan senyum nya.

__ADS_1


" Ya mungkin ini yg terbaik, sudah terlalu jauh mamah menyakiti Kayla kasihan juga jika selama ini kita menutupi kebenaran darinya."


Diana hanya mengangguk ia pun mengerti akan kata sang mamah.


"Aku ke kamar dulu ya mah kasihan mas putra sebentar lagi mas putra harus segera pergi luar kota." Ucap Diana seraya berlalu dari dapur.


Kini mamah Alisa kembali memasak sendirian ia memasak berbagai makanan yg keluarganya sukai.


...


"Mas apa aku tidak berlebihan jika aku meminta untuk bertemu dengan ibuku?" tanya Kayla pada Alvin.


Alvin hanya tersenyum ia memutar badan nya dan kini ia menghadap Kayla.


"Berlebihan dari sudut mana nya? kamu anak nya dan itu adalah hak kamu."


"Tapi mas semalam aku bilang sama mamah, mamah gak sedikit pun menjawab dan aku juga tidak memaksa andai saja ini semua tidak terjadi,"


"Semua ini adalah takdir tak ada yg sia-sia mungkin di balik semua ini ada hikmah nya tak perlu di sesali, dan kamu tidak usah khawatir aku akan mengantar mu untuk menemui ibu mu." Alvin mencoba menenangkan Kayla.


Memang benar jika segala sesuatu adalah kehendak dan jika bisa memilih tentunya Kayla berharap sebuah keluarga utuh meski ia tidak akan bisa memilih siapa yg akan menjadi orang tuanya tapi memang benar kehendak Tuhan adalah yg terbaik seperti halnya Alvin yg kini menjadi suaminya di saat hatinya telah di miliki oleh Rayhan namu tetap saja Alvin lah yg menjadi suaminya.


Kayla kembali tersadar jika dirinya memang harus membuka lebar hatinya untuk segala kenyataan karena memiliki suami Alvin saja ia patutlah bersyukur suami yg sangat mencintai nya dengan segala kekurangan nya suami yg selalu merawatnya penuh dengan kasih sayang tak ada yg kurang ia memperlakukan dirinya layaknya seorang istri yg sempurna.


Kayla hanya bisa tersenyum simpul ia sangat bahagia dengan adanya Alvin yg selalu berada di samping nya meski dirinya jelas selalu membuat ia terluka karena belum juga bisa mencintai nya.


...


Waktu berputar terasa begitu cepat. Kayla dan Alvin kini sedang berada dalam mobil dan di mobil lain mamah nya dan ayahnya mengajak mereka untuk ke rumah sakit sesuai dengan permintaan Kayla saat malam.


Kayla kembali merasa gugup ia bahkan tidak tahu dengan yg dapat ia rasakan saat ini jemari nya saja serasa dingin bahkan detak jantung yg berdegup semakin kencang saat mobil yg ia kendarai mulai masuk ke kawasan rumah sakit jiwa dimana ibunya berada.


''Oh Tuhan kuatkan aku.'' Gumam Kayla dengan cemas.


Alvin menoleh ke arah istrinya ia tahu jika saat ini istrinya sangat gugup namun ia sangat bersyukur jika Kayla dapat menerima baik ibu kandung nya meski ibunya sedang dalam keadaan yg sedang tidak baik-baik saja.


"Ayo." Alvin meraih jemari Kayla dan menuntunnya ke luar dari dalam mobil.


Tanpa banyak berbicara Kayla mengikuti langkah kaki Alvin yg menariknya masuk ke dalam rumah sakit jiwa ini dimana ibunya berada.


Alisa dan Reza masuk lebih dulu dan kini mereka menghampiri seorang perawat yg selama ini menjaga Aira.


"Silahkan bu," perawat itu mempersilahkan Alisa dan Reza masuk.

__ADS_1


Kayla yg baru saja sampai di ambang pintu kamar mamah nya ia tak bisa lagi menyembunyikan perasaan nya. Sejak tadi ia merasa gugup tapi sejak ia melihat seorang wanita seusia mamah nya itu sedang duduk di kasur dengan menggendong sebuah boneka kecil ia merasa sangat sedih bahkan hatinya sangat hancur.


Kayla dapat melihat jelas jika apa yg di katakan oleh mamah nya memang benar ia dapat melihat dengan jelas jika sosok wanita itu banyak kemiripan dengan nya meski ibu itu terlihat acak-acakan.


Melihat keadaan ibunya seperti itu Kayla seakan tidak sanggup. Bibir nya serasa kelu matanya mulai terasa perih mendapati wanita yg telah bertahun-tahun lamanya berjuang melahirkan dirinya tanpa seorang suami di samping nya.


Ia berjalan masuk ke dalam tanpa sedikitpun beralih dari pandangan ibunya itu.


"Ibu," Kayla memanggil ibu nya yg masih saja asyik memainkan boneka di tangan nya seperti layaknya anak kecil.


"Ibu ini aku anak ibu, maaf aku baru mengunjungi ibu karena aku baru mengetahui jika ibu adalah ibuku," ucap Kayla dengan air mata yg tak mampu ia tahan lagi.


Aira yg mendengar suara di telinganya ia langsung menoleh ke arah Kayla ia melepas boneka yg sejak tadi ia gendong.


"Dimana putri ku dimana? kalian mengambil dia dari aku, kalian jahat kalian tidak sayang sama aku hahahaha eummmm kalian jahatttt." Aira terus saja berbicara dengan tawa dan tangis yg silih berganti membuat semua orang di sana seketika tak bisa menyembunyikan kesedihan mereka.


Alisa mendekati Aira dan mengusap Kayla dengan lembut.


"Ra, ini Kayla dia anak mu yg sudah bertahun-tahun lamanya aku ambil dari kamu aku merawatnya untuk mu ra." Alisa berkata dengan nada sendu namun tanpa ia sadari air matanya jatuh seketika saat ia mengatakan semuanya.


"Hahahahaha eeeuummmm hikkks kamu jahatttt, kamu jahat aku tidak tahu siapa kalian aku tidak tahu siapa kalian pergiiii! " Aira kembali menangis dan terus saja mengusir mereka ia kembali memeluk boneka yg tadi ia taruh dan memeluknya dengan erat seolah boneka itu adalah anak nya yg akan mereka ambil lagi.


"Pergiiii. Aku bilang pergi kalian!'' Aira semakin histeris dan semakin menaikan suaranya dengan tawa dan tangis yg silih berganti.


"Sebaiknya kalian pergi keluar kasihan bu Aira." Saran seorang perawat yg langsung menghampiri Aira.


Kayla menatap sendu ke arah ibunya yg kini tengah menangis dan memeluk boneka yg berada dalam dekapan nya.


''Mereka tidak akan mengambil lagi kamu mereka tidak akan mengambil kamu lagi dari ibu.'' Ucapan itu jelas terdengar oleh setiap orang yg berada di sana.


Mendengar semua perkataan ibunya itu Kayla tak sanggup menahan tangis nya ia langsung berlari ke luar dengan air mata yg terus saja jatuh.


Bagaimana bisa bagaimana ia sanggup melihat ibunya seperti itu ia sangat sedih sekali.


Alvin yg melihat Kayla menangis seperti itu ia pun ikut berlari dan mengikuti kemana Kayla pergi.


Alvin berjalan perlahan saat melihat Kayla berhenti di sebuah bangku panjang. Ia mulai mendekati Kayla dan mengusap punggung wanita itu.


''Kay,''


''Aku tidak sanggup mas aku tidak sanggup.'' Lirih Kayla dengan air mata yg tak bisa ia sembunyikan lagi.


......................

__ADS_1


__ADS_2