
Seketika itu pikiran Kayla kembali memburuk lagi.
Ada rasa yg ia rasa janggal apa benar suaminya jujur atau hanya perasaan nya saja.
''By siapa?'' tanya Alvin dari arah ruang makan.
Kayla seketika terkesiap ia pun segera kembali dimana suaminya berada.
''Gak tahu sih mas aku gak sempat buka tapi mungkin penting mas kamu mau telepon balik?'' tanya Kayla dengan tangan yg mengulurkan ponselnya ke arah Alvin.
Alvin menatap ponsel di tangan Kayla dan dengan santai langsung menerima nya meski ia cukup takut jika Nasya lah yg menelpon dirinya.
''Baterai nya udah penuh kok masih aja di cas?'' cetus Kayla dengan santai.
Ia kembali duduk dan langsung menikmati makan malam nya yg belum usai.
Alvin sedikit gelagapan namun ia langsung bisa mengatasi kegugupan nya itu.
"Untung aja kamu cabut kalo enggak aku lupa lagi.''
''Hmmm,'' balas Kayla tanpa sedikitpun ia melirik ke arah suaminya.
Mendengar jawaban Alvin Kayla hanya bisa pasrah ia tahu ada sesuatu yg tidak biasanya dari sikap suaminya itu. Entahlah pikiran buruk tentang suaminya itu selalu muncul seketika.
Alvin kembali fokus pada ponsel nya ia sedikit terkejut karena memang Nasya lah yg menghubungi dirinya tadi. Namun ia cukup merasa beruntung karena Kayla tidak menanyakan siapa yg menghubungi nya malam-malam begini.
''Mas besok aku mau ke ibu lagi ya, kamu bisa kan temani aku?" pinta Kayla sesaat ia menyudahi makannya.
Namun matanya terus saja memperhatikan tingkah Alvin ia bahkan terus saja fokus pada ponsel di tangan nya.
''Bisa sayang jam berapa?''
''Pagi aja gak apa-apa kan?'' cetus Kayla lagi.
Ia memang sengaja ingin sering mendatangi ibunya melihat perkembangan yg cukup baik tak mungkin Kayla berdiam saja bukanlah itu adalah kesempatan emas baginya.
__ADS_1
Kayla hanya bisa berharap semoga ibunya akan segera sembuh seperti sedia kala.
''Boleh sayang, gimana kamu aja.'' Alvin mengusap puncak kepala Kayla dan kembali menghabiskan makannya.
.
.
Pagi-pagi sekali seperti yg sudah mereka rencanakan Kayla sudah bersiap bahkan ia sudah mengecas ponsel Alvin ia sengaja melakukan itu hanya untuk berjaga-jaga saja atau hanya untuk menghilangkan pikiran buruknya yg sudah hampir tak bisa ia kendalikan lagi.
''Mas cepetan udah siang!'' ingat Kayla dan langsung berjalan keluar kamar nya.
Sementara Alvin ia masih berada di kamar mandi dan bersiap.
Setelah semua ia rasa cukup Alvin segera keluar dari kamar mandi dengan pakaian yg sudah menempel di tubuhnya dengan rapih karena memang sejak kehamilan Kayla selalu protes jika dirinya membawa handuk basah ke kamar membuat Alvin selalu bersiap di ruang ganti saja yg memang letaknya lebih dekat dengan kamar mandi.
''Bi tolong bunga pesanan saya nanti bibi langsung tanam aja ya soalnya saya kayaknya gak bakalan sempat,'' ungkap Kayla pada bi Ida.
''Sayang kamu sudah siap?'' tanya Alvin yg membuat percakapan istrinya dengan bi Ida terpotong karena kehadiran dirinya.
Alvin langsung mengusap lembut Kayla dan mencium gemas istrinya di depan bi Ida membuat Kayla merasa sedikit tidak nyaman.
''Ya udah mbak gak apa-apa kok, dan soal bunga mbak jangan khawatir nanti bibi langsung tanam aja.'' Tutur bi Ida langsung melerai tingkah sepasang suami istri itu sebelum terjadi pertengkaran kecil meski sudah sering ia lihat dan akhirnya Kayla lah yg kalah dan selalu mendapat hadiah kecupan dari Alvin membuat bi Ida terkadang memang malu sendiri melihat tingkah mereka.
''Tuh kan, udah aku bilang bi Ida itu gak apa-apa ko by,'' kekeh Alvin dan langsung menarik pinggang Kayla agar menjauh dari bi Ida.
Alvin langsung mencium Kayla setelah mereka menjauh dan kembali tertawa karena Kayla merasa malu sekali jika di cium di hadapan orang lain.
Jalanan tak seperti biasanya kini laju kendaraan berjalan sangat lancar bahkan tak sedikit pun ada hambatan membuat Kayla dengan cepat sampai di depan rumah sakit dimana ibu nya berada.
''Ayo mas, kamu gak ada acara lain kan?'' tanya Kayla karena Alvin malah kembali sibuk dengan ponselnya sesaat mobil telah berhenti di parkiran.
''Enggak kok by, ayo sayang.'' Ajak Alvin kemudian dan segera turun dari mobil di ikuti oleh Kayla.
Ada rasa yg jelas berbeda ada sesuatu yg selalu membuat Kayla curiga dengan tingkah suaminya.
__ADS_1
''Kenapa aku selalu curiga sama kamu mas, kenapa aku gak bisa buat hati aku percaya sama kamu,'' lirih Kayla dalam hatinya.
Namun bibirnya terus menyungingkan senyum nya di hadapan Alvin ia tidak ingin sikapnya membuat Alvin salah paham terlebih jika saja Alvi tahu jika dirinya sedang tidak percaya pada dirinya sungguh ia tidak ingin itu terjadi biarlah ia menemukan kebenaran nya sendiri itu akan lebih baik.
''Assalamu'alaikum bu?'' salam Kayla saat ia sudah memasuki ruangan ibunya.
Ibu Aira hanya tersenyum ia sedikit mengingat lagi seolah ia melupakan siapa yg kemarin ia ajak bicara.
Bukan hanya gangguan dalam jiwa nya saja ibu Aira juga mengalami ingatan sesaat karena efek guncangan jiwa nya yg begitu mengguncang dirinya.
''Kayla?'' bu Aira mengingat kembali ia tersenyum dan menerima kehadiran Kayla.
Seketika Kayla tersenyum ia bahkan menitikan air matanya untuk pertama kalinya ia mendengar ibunya memanggil dirinya dengan sebutan namanya.
''Ibu, ibu mengingat nama aku?'' sahut Kayla yg langsung berjalan mendekati ibu Aira.
Alvin sendiri ia sedikit terkejut dengan perubahan ibu Aira sejauh ini memang pertama kali ibu Aira memanggil nama Kayla ia selalu mengingat Kayla seperti orang asing tapi tidak untuk hari ini.
''Ibu udah makan? Kayla suapi ya? Kayla bawa makanan kesukaan ibu,'' tutur Kayla dan langsung duduk di samping ibu Aira.
Ibu Aira hanya diam ia memperhatikan tingkah Kayla yg dengan cekatan menyiapkan makan untuk nya.
''Buka mulutnya ya,'' ucap Kayla seketika membuat ibu Aira membuka mulutnya.
Ia bahkan menikmati suapan dari tangan anaknya sendiri.
Kayla tak bisa lagi menyembunyikan kebahagian nya. Air matanya terus saja jatuh meski beberapa kali Alvin mengusap lembut punggung Kayla ia sendiri merasa begitu terharu melihat pemandangan yg sangat sudah lama ia impian bersama.
Kayla mengulas senyum menatap wajah Alvin yg tak kalah bahagianya seperti dirinya seolah kebahagian itu terasa begitu lengkap.
Semoga seiring berjalan waktu ibunya dapat segera sembuh hanya itu yg selalu Kayla harapkan.
Malik yg baru saja hendak masuk untuk melihat kondisi ibu Aira seketika itu ia langsung urungkan ia tidak ingin menganggu momen yg begitu berharga bagi mereka.
Melihat Kayla tersenyum tentu ia begitu senang namun ada rasa sedih yg kini ia rasakan bukan dirinya yg kini berada di samping Kayla namun melihat Kayla begitu bahagia ia kembali tersadar baginya itu sudah lebih dari cukup ia harus segera merelakan cinta pertamanya itu dengan begitu ia akan bisa menjalani hidup seperti semestinya ia jalani sejak dulu.
__ADS_1
''Semoga kamu akan tetap bahagia Kay, semoga dia tidak akan pernah menyakitimu.'' Gumam Malik yg kembali menutup pintu ruangan itu.
...****************...