
Diana menarik napasnya panjang berdebat dengan mama nya hanya membuat di semakin kesal karena mamah nya selalu saja membela Kayla membuat Diana semakin geram tapi jika di biarkan Kayla akan tetap saja seperti itu. Bukan kah seharusnya dia sudah bersikap dewasa bukan hanya usia nya saja namun tingkah nya juga.
''Ya sudah kita biarkan saja Kayla ma, Lagian nanti Kayla akan di didik dengan benar oleh keluarga dari suami nya. Ya jika suami nya sabar dan keluarga nya tapi jika tidak mungkin akan ada salah satu dari mereka yang mungkin lebih jauh membuat Kayla semakin kesal.'' Diana berkata dengan penuh penekanan ia sangat berharap jika kini mamah nya akan memikirkan Kayla.
Alisa tersentak ia sadar dengan perkataan dari Diana. Memang ada benar nya apa yang di katakan Diana meski dalam hati kecilnya Kayla tidak terlalu membuatnya khawatir tapi jika apa yang akan ia alami tentu Alisa sangat khawatir itu terjadi.
''Bagaimana perusahaan suami mu?'' tanya Alis menatap putri nya dengan lembut ia mengalihkan pembicaraan agar Diana kembali merasa tenang.
Sekilas Diana melirik ke arah nya namun tatapan nya kembali pada benda pipih yang berada di tangan nya.
''Lumayan.''
''Apa yang lumayan?'' Alisa tidak mengerti dengan perkataan putrinya karena ia rasa tidak nyambung.
''Ya lumayan aja mah sekarang perusahaan mas Putra sedang dalam masa pemulihan.'' Diana tetap menatap benda pipih itu tanpa sedikit menoleh.
''Tuh kan, kamu aja main HP saat mamah ajak bicara, kenapa Kayla kamu protes.'' Alis menjadi kesal karena tidak biasanya Diana bersikap seperti itu.
''Ya justru aku mau kasih contoh sama mamah.'' Diana tetap berkata dengan tenang bahkan kini suaranya terdengar dingin di telinga Alis.
Alis mengerutkan kening nya karena tidak mengerti.
''Ya mamah sekarang rasain kan gimana aku cuekin. Jadi mulai sekarang mamah tidak boleh memanjakan Kayla. Dia sudah besar mah. Ada saat nya ia harus fokus pada setiap obrolan yang melibatkan dirinya.'' Diana berdiri dan kini meninggalkan mamah nya yang masih terdiam.
.
.
__ADS_1
''Apa aku harus segera mengatakan perasaan ini. Sungguh perasaan ini sangat membuat aku tersiksa.'' Batin Rayhan berkata sendiri.
Rayhan memang merasa tidak pantas namun ia akan merasa lega ketika ia sudah mengatakan niatan baik nya pada Kayla.
Rayhan berniat untuk mengatakan niat nya di esok hari ia akan segera memutuskan tindakan apa yang akan ia ambil selanjutnya.
Rayhan berdiri di depan cermin ia beberapa kali mengatakan maksud ya pada dirinya sendiri ia tidak ingin jika momen pertamanya hancur karena ulah nya sendiri.
Waktu sudah menunjukan pukul sembilan malam sejak tadi Rayhan hanya habiskan waktu nya di kamar memutar-mutar ponsel yang kini berada di tangan nya.Ada sedikit khawatir jika dirinya tertolak. Rayhan tahu jika dirinya tidak ada apa-apa nya dibandingkan dengan Alvin yang jauh lebih sempurna. bahkan nyaris membuat lelaki itu seperti seolah ia tidak mempunyai celah yang kekurangan dalam hidupnya.
Malam yang semakin larut kini Rayhan putuskan untuk segera jadikan sesi dimana dia mengadu kepada sang penciptanya hal yang memang sudah biasa Rayhan lakukan.
Ia segera berjalan ke kamar mandi membasuh seluruh wajah nya dan juga anggota tubuh yang harus terkena air wudhu.
Beberapa menit telah berlalu kini ia sudah selesai dengan wudhu nya ia segera menggelar sajadah dan mulai melaksanakan shalat.
.
.
Pagi telah menyapa seperti biasa Kayla masih sibuk dengan selimut tebal yang menempel di tubuhnya. Sifat yang seolah tak mudah Kayla lepaskan bagaimana tidak selama ini memang Kayla pribadi yang suka di manja membuat sifat buruk nya sangat menempel pada dirinya.
Diana kembali mengetuk pintu Kayla namun kali ini ia lebih cepat dari pada mamah nya. Diana tidak ingin jika mamah nya akan terus berdiri berharap Kayla akan bangun membuat Diana akan jengkel sendiri.
Tok... tok... tok....
''Kay ayo bangun.'' Suara keras Diana di balik pintu bahkan kini ketukan nya sedikit keras dari biasanya.
__ADS_1
Kayla yang mendengar suara mbak nya ia tidak bisa diam saja apalagi kini mbak nya mengetuk pintu dengan sedikit keras membuat Kayla segera bangun.
''Apa sih mbak kan bisa pagi-pagi gak ribut aku.'' Ucap Kayla merasa sangat kesal.
''Sudah jangan banyak protes. Harusnya mbak yang protes sama kamu mana ada gadis sudah dewasa kayak kamu harus di bangunin terus kayak anak TK udah sana cepetan shalat udah mau siang.'' Ucap Diana tegas tidak mau dibantah.
Kayla segera berjalan meski ia kesal tapi kata-kata mbak nya kini membuat Kayla sedikit malu memang benar ia sudah dewasa tapi kelakuan nya seperti anak TK.
Ia mulai membasuh wajah nya dengan air dingin yang mengalir dan di lanjutkan dengan berwudhu.
Lima belas menit telah berlalu ia keluar dari kamar mandi nya namun ia masih melihat keberadaan Diana bahkan kini mbak nya sedang duduk di sofa kamar nya.
''Udah cepat shalat.'' Perintah Diana dengan dingin karena Kayla malah melihat dirinya dengan sedikit heran.
Kayla segera menuruti perintah dirinya. Meski ia sedikit dibuat kesal karena mbak nya.
''Hanya anak kecil kay yang akan jengkel jika bangunkan. Jika kamu masih jengkel kamu harus periksa dirimu sendiri apa kamu masih kecil atau sudah dewasa.'' Diana berkata tanpa sedikit pun menoleh.
Diana akan memberikan pengertian pada adiknya saat ia sudah selesai nanti. Diana tidak ingin jika adik nya terus seperti itu karena itu tidak baik kini ia sebentar lagi akan menikah ya meski dengan siapa atau entah kapan nantinya dia akan menjadi seorang istri bagi suami nya dan kesiapan itu harus di pupuk sejak sekarang apalagi setelah menikah ia akan menjadi seorang ibu.
Bagaimana nanti nasib anak nya jika seorang ibu nya saja belum bisa mengurus dirinya sendiri.
Diana sudah tidak memiliki waktu lagi apalagi nanti sore ia akan kembali ke kediaman nya karena suami nya akan pulang.
Kayla segera melaksanakan shalat meski dengan perasaan kesal karena mbak nya tidak berhenti bicara ia tetap saja menuruti nya apalagi shalat adalah kewajiban juga untuk dirinya sendiri.
Lima belas menit telah berlalu ia melipat kembali sajadah dan mukena yang ia gunakan namun ia tetap saja melihat mbak nya diam di sofa kamar nya entah apa yang membuat nya terus saja diam di sana membuat Kayla mengerutkan kening nya.
__ADS_1
......................