
Keadaan kediaman permana kini tak seperti biasanya. Tak pernah sekalipun ketegangan hadir dalam rumah ini namun sudah dua hari ini keadaan berubah dengan drastis.
Bima hanya bisa memanjatkan doa agar Kayla bisa seperti biasa lagi dan menerima semuanya dengan baik.
Ia memang sudah mengetahui identitas adiknya itu sejak dirinya duduk di bangku SMA namun ia pun ikut menutupi semuanya karena tidak mungkin ia memberi tahu Kayla baginya kebahagiaan adiknya sangat penting untuk nya.
Bima sendiri sudah sering sekali berkunjung ke rumah sakit untuk melihat keadaan ibunya Kayla tanpa sepengetahuan dari orang tuanya sendiri.
Memang sudah sangat lama keadaan ibunya Kayla sangat memprihatinkan dan sudah hampir tiga bulan ini ia tidak ke sana lagi.
''Mah,'' Reza mengusap punggung istrinya dan terus saja berusaha menenangkan istrinya itu.
Alisa hanya bisa menangis ia tak mampu berkata kata lagi ia sangat sedih melihat anak nya begitu rapuh.
''Anak kita yah, Kayla sangat sedih.'' Alisa kembali bersuara namun kini suaranya sangat menyayat hati bagi siapa saja yg mendengar nya.
''Kayla akan baik-baik saja kita harus kuat dalam menjalani ini, bagaimana bisa Kayla kuat jika kita sendiri tak memberikan dukungan ayah yakin akan ada saatnya Kayla siap untuk semua ini.''
Reza kembali mengusap istrinya dengan lembut.
Mbak Diana kembali masuk ke dalam kamar adiknya itu ia melihat Alvin yg sedang memegang tangan Kayla dengan sayang nya. Ia yakin jika Alvin adalah sosok lelaki yg baik untuk adiknya dan ia dapat merasakan jika Alvin tulus mencintai adiknya itu.
''Semoga kamu kuat kay, semoga kamu bahagia.'' Lirih Diana dalam hatinya.
Ia pun masuk ke dalam kamar nya dengan nampan berisi air dan juga makanan kesukaan Kayla.
''Mbak.'' Kayla berkata pelan namun dari sudut matanya terlihat jelas luka yg sangat dalam.
Alvin melirik ke arah samping dan ia pun melihat kedatangan sang kakak ipar.
''Kamu makan dulu kay,'' Ucap Diana sambil meletakan makanan itu ke atas nakas.
Alvin pun melepas tangan nya dari Kayla dan mengambil air putih untuk Kayla.
__ADS_1
''Minum dulu ya.'' Ucap Alvin sambil berusaha menunggu tanggapan dari Kayla.
Kayla pun bangun dengan bantuan mbak Diana dan meneguk air yg di berikan suaminya.
''Kay apa kamu butuh sesuatu?'' tanya mbak Diana.
''Terima kasih mbak tapi apa boleh tinggalkan aku sama mas Alvin saja,'' pinta Kayla tanpa panjang lebar.
Mbak Diana hanya mengangguk pelan ia sendiri sangat tahu memang untuk saat ini adiknya masih membutuhkan waktu menenangkan pikiran nya. Tanpa berkata lagi Diana langsung berjalan ke luar meninggalkan Kayla dan Alvin di kamar.
...
Sudah satu jam lamanya Kayla dan Alvin hanya terdiam meski sesekali Alvin berusaha membangun komunikasi namun tetap saja Kayla seperti masih enggan untuk berbicara membuat Alvin hanya bisa pasrah.
''Aku ingin ke balkon.'' Ucap Kayla seraya bangun dari tidurnya.
Dengan cepat Alvin membantu Kayla bangun dan mengikuti langkah kaki Kayla dari belakang meski Kayla tidak meminta nya Alvin dengan setia menjaga Kayla.
Membayangkan semua itu sungguh hatinya sangat perih meski begitu kini ia tahu jika mamah dan ayah nya bukan bermaksud menyembunyikan itu memang mereka ingin melihat Kayla bahagia meski tetap saja ada rasa kecewa yg Kayla rasakan.
''Apa yg kamu pikirkan?'' tanya Alvin yg sejak tadi berada di samping Kayla.
Alvin sendiri ia sangat tahu perasaan Kayla ia hanya ingin jika Kayla sedikit saja berbagi padanya layaknya seorang istri pada suami namun melihat Kayla yg masih saja terlihat enggan terbuka padanya membuat Alvin merasa jika kehadiran nya begitu tak banyak membantu istrinya ia merasa bagai sosok yg tak di harapkan.
''Tidak,''
''Aku tahu kamu memikirkan sesuatu Kay,'' Ucap Alvin.
Namun Kayla hanya diam membuat Alvin hanya menarik napas beratnya.
memikirkan seseorang yg jelas tak bisa kamu gapai entah siapa itu dengan semua kenyataan itu aku tahu itu sangat berat tapi apakah begitu sulitnya kamu membuka hati untuk membuka diri dengan kenyataan banyak orang yg sangat peduli pada kamu mereka setia membuka diri hanya demi melihat kamu tersenyum kembali.''
Namun Kayla masih saja diam tanpa berniat membalas ucapan Alvin.
__ADS_1
''Kay, aku tahu kamu kecewa tapi apa dengan cara mu seperti itu dapat mengembalikan semuanya seperti sedia kala? bahkan dengan cara kamu seperti itu banyak orang yg tersakiti oleh kamu hanya karena kesalahan mamah dan ayah kamu menilai jika mereka tidak menyayangi kamu, tentu kamu salah besar kay, mereka rela menjaga rahasia itu karena mereka tahu jika kondisi kamu sangat lemah bahkan mereka menyembunyikan itu untuk kebahagian kamu kay sedikit saja, sedikit saja kamu berusaha tegar untuk kebahagian mereka aku tahu jika ini semua sangat sulit untuk mu.''
Kayla menoleh ke arah Alvin yg kini sedang menyandarkan badan nya pada pagar baru kali ini ia mendengar Alvin berkata panjang lebar. Kayla menunduk kan kepalanya hingga kini satu tangan memegang tangan Kayla. kini tatapan mereka kembali saling beradu.
''Aku hanya.'' Kayla tak melanjutkan perkataan nya memang benar sekali jika ia egois keluarga nya dan mengutamakan perasaan nya.
Ia tak mampu berpikir dengan jernih ia terus saja memikirkan berbagai hal yg kini membuat dirinya merasa orang yg paling tersakiti.
''Maafkan aku mas,'' Kayla berhambur memeluk Alvin ia menyandarkan kepalanya pada dada bidang milik suaminya itu.
Lama mereka terdiam di sana hanya angin yg saling menyapa mereka seolah mengantarkan mereka pada kedamaian.
''Mas apa aku keterlaluan?'' tanya Kayla pada Alvin.
Alvin tersenyum simpul ia menatap wajah Kayla yg sudah dua hari ini terus saja menangis.
''Tidak, aku tahu ini semua berat hanya saja ada kalanya kita memahami niat baik orang lain.''
Kayla hanya diam ia mencerna setiap kata yg keluar dari mulut suaminya itu.
''Aku ingin bertemu dengan ibu ku mas,'' Kayla menengadahkan pandangan nya pada Alvin.
Alvin mengangguk pelan dengan senyum tulus dirinya.
''Aku akan mengantar mu, tapi aku hanya ingin jika kamu sudah memaafkan mamah dan ayah kay,''
Kayla pun membalas senyum Alvin dan ia malah mengeratkan kembali pelukannya pada Alvin membuat Alvin pun membalas pelukan wanita itu dan mencium puncak kepalanya.
''Maaf, maaf karena aku telat menyadari jika kamu memang menyayangi aku mas,'' lirih Kayla pelan.
''Aku tahu tak semudah itu kamu mempercayai orang lain terlebih dengan perasaan. Tapi kita bisa mulai semua dari awal.'' Ucap Alvin dengan senang hati.
......................
__ADS_1