
Nasya hanya bisa menghela napas panjang ia menatap kepergian Alvin dengan begitu saja dari hadapannya.
Meski berat hati ia sadar posisinya jika dirinya sendiri sudah sah menjadi istri Rayhan.
Lelaki pilihan ayahnya dan ia sendiri menerima nya.
Nasya pun kembali tersadar ia segera berjalan ke arah tempat wudhu sebelum akhirnya shalat akan segera di mulai.
Beberapa menit telah berlalu kini shalat sudah di mulai tak sedikit orang yg melaksanakan shalat di sana sampai akhirnya shalat telah selesai.
Alvin sendiri ia masih diam di sana dirinya banyak mengadu dan memohon kesembuhan untuk istri nya hingga tak terasa air matanya jatuh seketika.
Alvin langsung menyeka air matanya dan segera menyudahi doa nya.
Entah kenapa dirinya seakan sangat rapuh melihat Kayla yg hanya terbaring lemah di saat dirinya sangat berat dengan beban yg baru saja ia terima.
Alvin kembali bangun dari duduknya dan beranjak ke luar dari mushola namun langkahnya kini terhenti saat wanita yg tadi ia temui sedang menatap ke arah dirinya.
''Hai Al,'' Nasya bersuara ia menatap Alvin dengan begitu sendu.
Alvin menarik napasnya panjang ia mengerti jika kini Nasya ingin membicarakan sesuatu pada dirinya.
''Ada apa Nasy?'' tanya Alvin langsung pada intinya.
Sebenarnya Alvin ingin sekali menghindari wanita itu namun ada hati jika dirinya merasa tidak tega.
Terlihat Nasya menarik napasnya panjang ia hendak memberitahu sesuatu pada Alvin.
''Al, aku ingin....'' belum juga Nasya mengutarakan maksudnya kini kata-katanya terpotong oleh Bima yg baru saja datang.
''Kamu masih di sini al, Kayla sudah sadar dia mencari kamu.'' Ucap Bima langsung.
Alvin yg mendengar kabar baik itu ia begitu terlihat bersemangat.
''Maaf Nasy tapi aku harus pergi.'' Ucap Alvin langsung pergi dari hadapan Nasya dan Bima.
Lagi-lagi Nasya hanya bisa menghembuskan napas beratnya ia semakin sadar jika memang Alvin hanya mencintai wanita yg kini sudah sah menjadi istrinya.
Bima sendiri ia melihat jelas jika wanita yg baru saja ia lihat bersama Alvin ia adalah wanita yg dulu ia temui di restoran saat itu. Ia juga dapat melihat kesedihan dari wanita itu meski ia tidak bisa memastikan apa saja yg sedang mereka bicarakan.
Dengan cepat kini Bima segera menyusul kepergian adik iparnya tanpa sedikit pun menoleh kembali ke arah Nasya.
__ADS_1
...
Alvin dengan cepat ia langsung mendorong pintu ruangan Kayla dan segera masuk ke dalam ruangan itu.
Senyum manis Kayla kini terlihat dari sudut bibirnya ia merasa sangat senang saat dirinya dapat melihat kembali wanita itu tersenyum pada dirinya.
''Kamu sudah sadar kay?'' Alvin mendekati Kayla yg masih di jaga oleh mbak Susi.
''Dimana mamah sama ayah mbak?'' tanya Alvin karena menyadari jika mamah mertuanya tidak ada.
''Mereka sedang shalat apa kamu tidak bertemu tadi di mushola?'' tanya mbak Susi balik bertanya pada Alvin.
Kayla yg mendengar percakapan suami dan mbak nya itu seketika dirinya kembali murung.
Alvin yg menyadari hal itu tentu ia merasa menjadi serba salah.
''Semuanya akan baik-baik saja kay,'' ucap Alvin karena kini Kayla malah membenamkan wajahnya di balik telapak tangan nya.
Mbak Susi sendiri ia menjadi bingung melihat kondisi adik iparnya ia dapat merasakan kesedihan dari sang adik iparnya itu.
''Sudah cukup dek, kamu jangan bersedih lagi mbak....''
''Mbak aku mohon mbak pergi dari sini.'' Lirih Kayla yg masih belum siap mendengar penjelasan apapun dari keluarganya.
Alvin pun duduk di samping Kayla ia menatap lagi kesedihan Kayla entah mengapa melihat Kayla yg terus saja bersedih cukup membuatnya sakit bahkan sakit itu semakin dalam.
''Kay, kamu tahu jika aku sudah tidak memiliki sosok seorang Ibu,'' ucap Alvin lirih.
Kayla yg mendengar Alvin berkata ia kini mulai membuka telapak tangan nya dari atas wajahnya. Kayla melihat wajah suaminya yg kini berbalik sedih.
Kayla hanya diam ia tidak mengerti apa yg ingin Alvin sampaikan padanya.
''Kay, jika saja aku bisa meminta waktu berputar kembali ingin sekali sehari saja aku mengucapkan maaf ingin sekali aku bersamanya menghabiskan waktu bersama entah untuk apa pun itu aku hanya ingin merasakan kasih sayangnya tapi itu dulu, dulu saat aku belum bisa ikhlas menerima kepergian mami tapi kini aku sadar jika kepergian mami ku memang yg terbaik aku sadar jika seandainya ibuku masih ada belum tentu akan mampu membahagiakan dirinya belum tentu aku tidak akan melukai hatinya. justru sekarang aku sangat bersyukur aku bersyukur karena kepergian mami aku kay, bukan karena aku anak durhaka tapi aku sadar aku tak akan mampu membahagiakan dirinya justru dengan itu aku mampu memutus dosa ku pada mami ku kay, dan dengan kepergian mami hanya untaian doa yg selalu aku panjat kan itu akan lebih membuat mami ku bahagia dan memang itu yg mami aku harapkan.
Andai jika kamu berada sama dalam posisi aku, kamu akan sangat menyesal jika saat ini kamu memarahi mamah mu karena menurut kamu itu tidak adil kay, aku yakin ada sesuatu yg mamah kamu jaga demi kebahagiaan kamu.'' Alvin berkata panjang lebar.
Kini ia menarik napasnya panjang ia melihat Kayla hanya diam tidak merespon apapun.
''Aku akan menunggu kamu di luar kay, maaf jika kata-kata aku menyinggung perasaan kamu.''
Alvin pun kembali bangun dari duduk nya. Ia hendak pergi dari hadapan Kayla namun kini satu tangan itu meraih jemari nya membuat Alvin hanya diam.
__ADS_1
''Maaf al, maaf karena aku egois dan terima kasih karena kamu telah menyadarkan aku al,'' ucap Kayla tulus.
Meski sebenarnya Kayla sendiri belum siap menerima alasan apapun tapi mendengar ucapan Alvin hatinya merasa sakit jika membayangkan posisinya jika di tinggalkan oleh mamahnya.
Alvin yg mendengar ucapan tulus Kayla tentu ia sangat senang. Ia meraih tubuh Kayla dan memeluknya.
''Terima kasih kay, Terima kasih.'' Ucap Alvin dengan air mata yg tanpa ia sadari jatuh seketika karena rasa bahagia nya.
Alvin sangat tahu Kayla, wanita itu akan memaafkan kesalahan ibu nya meski Alvin sendiri tidak tahu alasan pasti kenapa mamah mertuanya menyembunyikan semua itu dari Kayla setidaknya dirinya merasa lega karena Kayla sadar dan mulai luluh.
...
Semua obrolan itu ternyata tak lepas dari pengawasan Reza.
Reza yg tadinya hendak masuk ke dalam ruangan anaknya terhenti karena mendengar ucapan sang menantu. Ia sangat bersyukur ternyata ia tidak salah memilihkan calon untuk anaknya itu.
''Ekhmm.'' Reza dan mamah Alisa masuk ke dalam ruangan putrinya membuat Alvin dan Kayla seketika saling melepas pelukan mereka.
''Kamu sudah sadar sayang,'' Reza berkata dengan nada yg sedikit canggung.
Reza dan mamah Alisa mulai berjalan mendekati putri mereka. Mereka sendiri dapat merasakan kesedihan anak mereka sendiri betapa mamah Alisa sangat sedih saat menangkap wajah lemah putrinya.
''Maafkan mamah sayang.'' Alisa meraih Kayla dan memeluknya.
Ia merasa sangat bersalah bahkan ucapan maaf saja seolah tidak akan cukup untuk menebus kesalahan dirinya. Alisa sadar jika dirinya telah egois terhadap Kayla dan membiarkan semua itu tertutup begitu rapat namun setelah dirinya mendengar ucapan Alvin tadi ia sadar jika dirinya salah dan tidak ada salahnya jika ia membuka masa lalu yg entah apa yg akan terjadi namun ia akan menerima segala bentuk apapun dari kekecewaan Kayla. Alisa sadar jika Kayla patut tahu tentang siapa dirinya meski hal yg sangat ia takutkan akan terjadi ia akan lapang dada menerima semuanya.
Terdengar suara tangis kecil Kayla. Alisa dapat merasakan itu bahkan tanpa ia sadari baju yg ia kenakan sudah mulai basah dengan air mata Kayla yg jatuh begitu saja.
Reza sendiri ia segera memeluk erat kedua wanita yg sangat ia sayangi. Reza sangat menyayangi Kayla bahkan tak pernah sedikit pun ia menganggap Kayla adalah anak asuhnya ia sudah menganggap Kayla seperti anaknya sendiri.
''Maafkan ayah kay, maaf karena ayah egois sama kamu selama ini.'' Lirih Reza membuat Kayla malah semakin terisak.
...
Menit menit telah berlalu kini mereka sudah bisa lebih tenang. Reza dan Alisa kini melepas pelukan mereka.
Alisa mengusap sudut mata Kayla ia menatap wajah cantik anak mereka.
''Maafkan mamah Kay, maaf karena mamah telah....''
''Aku sudah memaafkan semua nya mah, aku akan berusaha menerima semuanya.'' Ucap Kayla berusaha yakin pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Alisa semakin terisak ia kembali memeluk Kayla dengan perasaan senang nya betapa bahagia dirinya mendengar ucapan dari mulut anaknya itu.
......................