Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 73 honeymoon


__ADS_3

"Ko malah diam disini sih?" tanya Alvin dengan memeluk erat tubuh Kayla.


Kayla hanya tersenyum saat melihat Alvin oun malah ikut menikmati pemandangan yg begitu membuat dirinya hanyut dalam kedamaian.


"Indah sekali mas, aku sudah sangat lama ingin ke sini.'' Tutur Kayla jujur.


Kayla pun menarik napasnya panjang merasakan tiupan angin yg begitu kencang menerpa wajahnya. Ia membiarkan Alvin terus memeluknya bahkan ia sendiri sangat menikmati pelukan dari suaminya.


"Sungguh kenapa gak bilang dari dulu?'' tanya Alvin lagi.


Kayla malah terkekeh sungguh pernyataan itu begitu sangat lucu di pendengaran nya.


Alvin mengerutkan kening nya ia pun melirik ke arah Kayla yg kembali diam dan menatap pemandangan indah di depan matanya.


" Hmmmm,'' Kayla membuang napas panjang nya dan berbalik menatap wajah suaminya.


"Andai sejak dulu aku jatuh cinta sama kamu mungkin aku tidak akan diam saja aku bahkan akan mengeluarkan segala keinginan aku mas, Mmm dan maaf karena aku baru bisa membalas cinta kamu,'' ucap Kayla dengan tulus.


Kayla pun memeluk erat Alvin dengan segenap perasaan yg ada.


"Ya hampir sedikit terlambat sayang aku hampir tidak sanggup lagi menunggu.'' Bohong Alvin dengan tawanya.


Tak ada kebahagian yg begitu indah bagi mereka. Saling berbalas perasaan tentu adalah hal terindah yg tak pernah ia bayangkan.


......................


"Aku mau pulang.'' Ketus Nasya merasa kesal karena ide gila Rayhan mengajaknya pergi ke tempat kerja dimana suaminya bekerja.


Awal pernikahan Nasya bisa menerima semua itu tapi entah mengapa melihat kebersamaan Alvin dan istrinya di sosial media membuat ia merasa geram.


Nasya tidak bisa mengontrol dirinya ia begitu cemburu hatinya masih tetap sama ia masih mencintai sosok lelaki yg sudah sejak lama merebut hatinya.


"Tapi kita baru saja seminggu disini Nasy, aku juga tidak mungkin meninggalkan pekerjaan ku lebih lama lagi lagian kamu ini istri aku.'' Tutur Rayhan dengan lembut memberi pengertian pada Nasya.


Nasya tersenyum mengejek jika saja bukan karena permintaan ayahnya tentu ingin sekali ia menolak perjodohan itu sungguh ia merasa kesal.


Nasya begitu percaya diri jika saja dia belum menikah sudah jelas Alvin tidak akan mungkin memilih Kayla bahkan ia saat ini mungkin mereka akan bahagia dengan pernikahan yg sudah mereka rancang.

__ADS_1


"Aku pergi dulu ya, jika ada sesuatu yg kamu butuhkan kamu bisa bilang aku.'' Jelas Rayhan dan segera berlalu dari hadapan Nasya.


Pernikahan mereka memang terpaksa tapi tidak dengan Rayhan baginya pernikahan tetaplah pernikahan dan itu berarti ia sudah memiliki tanggung jawab penuh terhadap istrinya. Rayhan tidak ingin jika Nasya selalu bergantung pada pak Arif karena kini tanggung jawab pak Arif sudah beralih pada dirinya.


"Al kenapa kamu bisa-bisanya melupakan aku secepat ini.'' Ucap Nasya dengan nada kecewa.


Dulu di awal pernikahan Alvin ia sendiri yg mengatakan jika dirinya tidak ingin terus menjalani hubungan mereka tapi kini entah mengapa Nasya seolah melupakan permintaan itu pada Alvin ia seakan terjerat cinta lama yg membuat dirinya kembali tak bisa melepas Alvin padahal dirinya sudah memiliki seorang suami.


Nasya merebahkan tubuhnya di kasur ia menangisi nasibnya yg begitu mengenaskan. Andai saja ayahnya tidak mengalami hal buruk tentu ia tidak akan mau menikah dengan Rayhan. Lelaki yg sudah sejak dulu ayahnya kenal tetap saja tak berpengaruh pada dirinya bagi Nasya tetap saja kalau Rayhan itu adalah lelaki asing baginya.


......................


"Pelan-pelan mas aku capek,'' pinta Kayla pada Alvin.


Alvin tersenyum dan berhenti di tangga yg kini sedang mereka tempati.


Ia melihat pemandangan indah di sekitar kawasan bukit.


" Ayo sayang beberapa langkah lagi kita istirahat di sebelah sana.'' Tunjuk Alvin memberi semangat.


Kayla tersenyum bahagia pantas saja dirinya begitu capek ternyata ia sudah berjalan lebih dari setengah tangga.


Satu demi satu anak tangga terus mereka lewati hingga tak terasa kini mereka sudah sampai pada puncak bukit.


"Finally,'' sorak bahagia Kayla saat melihat pemandangan di depan matanya ia bahkan tak sadar saat ini langsung memeluk Alvin dengan bahagia.


Alvin terkekeh melihat tingkah istrinya yg begitu menggemaskan dan tentunya membuat Alvin juga senang.


"Tak salah mami memberikan hadiah.'' Kekeh Alvin di sela-sela tawanya.


Kayla pun ikut tertawa mendengar ucapan sang suami.


" Mas kita foto dulu ya.'' Ajak Kayla agar kembali berfoto ria.


Alvin pun kembali mengeluarkan ponselnya dan mengambil beberapa foto bersama Kayla.


"MasyaAllah mas indah sekali.''

__ADS_1


Alvin kembali tersenyum mendengar ucapan Kayla memang benar kali ini ia membenarkan ucapan Malik jika kini istrinya lebih religius hanya saja pakaian nya masih belum sesuai tapi tidak apa Alvin tidak akan memaksakan keinginan Kayla ia kan terus belajar untuk menuntun Kayla hingga Kayla memutuskan pilihan nya sendiri.


''Iya sayang MasyaAllah,'' tiru Alvin sambil duduk di samping Kayla.


Sore hari yg begitu indah seindah perasaan Alvin yg terbayar dengan lunas. Ia begitu menikmati pemandangan indah dengan hamparan laut lepas dan langit yg berubah warna.


......................


Kayla melirik Alvin yg sedang merebahkan tubuhnya di atas kasur ia mengira pasti kini suaminya sedang kelelahan.


Ia pun menghampiri Alvin dengan memposisikan dirinya untuk tidur bersama.


Entah pikiran apa yg merasuki jiwanya ia memang paling tidak ingin jika ketahuan sedang diam-diam memperhatikan Alvin bahkan ia masih malu terang-terangan jika ia ingin selalu dekat dengan suaminya.


Tapi kini entah mengapa dirinya seolah tidak peduli bahkan kini ia mulai tidur dengan wajah di atas suaminya. Ia mengusap alis tebal milik Alvin dan memainkan jemari lentiknya untuk mengusap setiap inci yg selama ini mencuri perhatian nya.


Alis yg memang tebal dengan hidung mancung nya dan juga bibir seksi yg tentu membuat Kayla merasakan desiran aneh dalam jiwanya.


Perlahan ia menciumi setiap inci wajah suaminya namun ia masih belum sadar jika kini Alvin sudah terbangun hanya saja ia masih ingin tahu sampai mana istrinya nakal pada dirinya.


Alvin merasa tidak tahan terlebih saat Kayla menyapu bibirnya. Ia pun membalas ciuman singkat istinya dan malah memeluknya dengan erat.


"Kamu sudah berani sayang.'' Ucap Alvin dengan suara beratnya membuat Kayla seketika bersemu merah.


''Emmm apa sih mas.'' Kayla sungguh malu bahkan ia berusaha melepas pelukan Alvin.


Namun dalam hatinya ia berkata agar Alvin terus menahan nya dan tentu itulah yg terjadi.


Alvin mengulas senyum nya dan malah membalas perlakuan Kayla.


"Aku cinta kamu Kay, sangat cinta.'' Ucap tulus Alvin di sela-sela kebersamaan mereka.


Kayla tersenyum bahagia sungguh ia merasa mengudara saat suaminya mengatakan cinta.


''Aku juga mencintai kamu mas,'' kata Kayla dengan jujur bahkan ia mengatakan itu dari lubuk hati terdalam nya.


Tak dapat di pungkiri Alvin begitu bahagia ia pun kembali menarik Kayla dan menciumi puncak kepala istrinya. Sungguh tak dapat di gambarkan seperti apa rasa bahagia yg kini ia rasakan.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2