Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 69 Kembali bahagia


__ADS_3

"Kita makan dulu ya?" tanya Alvin meminta persetujuan dari Kayla.


''Kayaknya nanti aja mas, bukannya kita harus ke rumah mami? kasihan mami jika mami harus nunggu lama." Ingat Kayla pada Alvin.


''Astaghfirullah hampir saja aku lupa,'' Alvin menatap tak percaya pada Kayla.


Kayla hanya tertawa kecil melihat Alvin seperti itu membuat ia bahagia.


''Kenapa?'' tanya Alvin merasa heran.


''Enggak ko,'' bohong Kayla merasa tidak enak jika ia harus berkata jujur.


Melihat Kayla kembali tertawa tentunya membuat Alvin menjadi lega ia sangat senang dapat melihat wanita di hadapan nya itu kembali seperti dulu yg pernah ia kenal.


''Kamu cantik sekali Kay,'' ucap Alvin tanpa sadar telah memuji Kayla begitu saja.


Kayla ia langsung menghentikan tawanya seketika wajahnya langsung memerah karena pujian yg Alvin tujukan pada dirinya.


"Aduh mulut ini kenapa gak bisa kontrol sih.'' Gerutu Alvin dalam hatinya.


Ia sangat malu karena terang-terangan telah memuji sang istri padahal sebelum nya ia sama sekali tidak pernah memuji Kayla.


''Mmm maksud aku,'' Alvin berkata lagi namun ia begitu gugup.


"Makasih mas.'' Tutur Kayla dengan tulus. Ia pun memajukan dirinya dan langsung mencium pipi Alvin dengan tiba-tiba.


Alvin begitu terkejut ia sama sekali tidak menyangka jika Kayla akan melakukan hal demikian dan jujur di hati terdalam ia sangat senang sekali.


''Ih mulai nakal ya.'' Alvin langsung mencubit gemas pipi Kayla ia sangat gemas sekali bahkan ingin sekali ia langsung melahap wanita di samping nya itu.


''Mas.'' Protes Kayla ia mencebikan bibirnya karena ia sangat kesal pipinya di tarik oleh suaminya.


Padahal ia begitu menjaga bentuk mukanya ia sangat takut jika pipi nya terluka dan meninggalkan bekas di sana.


''Maaf-maaf aku tidak sengaja, lagian kamu sudah berani-berani nya menggoda aku.'' Kekeh Alvin.


Ia pun langsung mengusap lembut pipi Kayla dengan lembut membuat Kayla merona dengan seketika.

__ADS_1


Andai saja Alvin tahu bahwa saat ini Kayla begitu grogi ia bahkan seakan membeku dengan semua tingkah Alvin bahkan saat ini jantungnya terasa begitu berdegup dengan kencang ingin sekali ia menghilang saat ini karena ia sangat takut jika Alvin mendengar alunan detak jantung nya.


''Aku akan menagih semua ini nanti malam ya.'' Bisik Alvi di telinga Kayla.


''Mas, ih kamu ini mesum banget.'' Kesal Kayla karena sungguh suaminya ini ternyata benar-benar niat menjahili dirinya.


....


Tiga puluh menit telah berlalu kini mereka telah sampai di depan rumah kediaman mami Citra.


Alvin pun segera turun dari dalam mobil dan beralih ke pintu mobil di yg lain. Ia membuka kan pintu mobil untuk istrinya.


''Makasih mas,'' Kayla tersenyum simpul dan menerima uluran tangan Alvin.


Mereka pun berjalan masuk kedalam rumah mami.


''Assalamu'alaikum, mam?'' Salam Alvin yg langsung saja masuk ke dalam rumah.


''Waalaikum salam, sayang.''Mami Citra meraih Kayla dan memeluknya seolah pada anaknya sendiri.


Kayla sendiri ia pun menerima pelukan sang ibu mertua ia pun meraih tangan sang mami dan mengecup nya.


Kayla dan Alvin tertawa kecil melihat tingkah sang mami.


''Ya sudah duduk dulu kalian pasti capek, kamu mau minum apa sayang?'' tawar Mami Citra pada Kayla.


''Gak usah mi lagian Kayla jadi merepotkan mami,'' Sahut Kayla merasa tidak enak.


''Gak udah sungkan begitu, mami memang sengaja ingin kalian ke sini mami senang banget kamu datang Kay,'' sambung Mami dengan lembut.


''Ya sudah kalau begitu apa boleh Kayla juga ikut bantu buat minuman?'' cicit Kayla merasa canggung.


''Itu lebih baik ayo.'' Ajak mami Citra dengan senang.


Alvin begitu bahagia untuk ke sekian kalinya hari ini dirinya begitu senang. Entah mimpi apa tadi malam namun yg jelas hari ini penuh dengan kegembiraan.


Bibirnya melukiskan kebahagian terlebih saat mendapati kedekatan sang mami dan juga Kayla bagaimana tidak ia seolah melihat Kayla dekat dengan sosok ibunya sendiri.

__ADS_1


Terlihat jelas raut bahagia sang istri. Alvin yakin jika Kayla juga ikut larut dalam kebahagian yg sempurna ini.


''Semoga ibu mu segera sembuh Kay, betapa bahagia nya kamu jika ibu dapat sembuh dan hidup bersama mu kay,'' harap Alvin dalam hatinya.


Alvin pun berjalan meninggalkan kedua perempuan berharga nya dan memilih untuk segera pergi ke ruangan sang ayah untuk menemui nya.


Alvin sebenarnya sudah menebak apa yg akan ayahnya katakan dan jika benar tebakan nya Alvin sungguh tak bisa memilih.


Semua terasa berat bagaimana tidak jika semua itu terjadi ia tak akan bisa memenuhi keinginan sang ayah terlebih dirinya baru saja memulai rumah tangga yg sesungguhnya. Ia tak akan bisa meninggalkan Kayla begitu saja terlebih cinta nya baru saja terbalaskan.


Cinta yg sudah sejak dulu Alvin harapkan kini terbalaskan juga dan itu semua adalah anugrah terindah yg pernah Alvin miliki meski dulu ia sempat melupakan Kayla bahkan ia berlaku tidak adil namun itu semua semata hanya untuk menghapus luka yg dalam karena ulah Kayla.


Meski begitu Alvin tak sedikitpun berniat menyakiti Kayla. Dirinya terlalu mencintai wanita itu hingga akhirnya ia lupa dengan dirinya sendiri.


Alvin sudah sampai di ambang pintu ruangan sang ayah.


Ia hendak mendorong pintu itu namun keberanian nya tak begitu kuat hatinya tak sekuat dengan fisiknya.


Ia terbelalak kaget saat pintu ruangan yg hendak ia dorong kini terbuka dengan lebar.


''Pah,'' panggil Alvin seraya menyalami lengan sang ayah.


"Duduk lah ada sesuatu yg ingin papah bicarakan.''


Alvin menatap dalam-dalam ia menelisik apa yg akan ayahnya katakan ia hanya berharap jika ayahnya tidak akan memaksakan kehendak nya.


Dimas menarik napasnya panjang.


''Vin, papah hanya ingin jika kamu meneruskan perusahaan papah, papah hanya ingin kamu fokus meneruskan semua itu. Jika bukan kmu lalu siapa lagi.'' Tutur Dimas di sela-sela obrolan mereka.


''Tapi pah, bukan kah ada Roland biar saja Roland yg meneruskan semua bisnis papah, aku sudah bilang kalau Alvin ingin mandiri Pah, Alvin ingin jika suatu saat nanti Alvin dapat membuktikan semua ucapkan Alvin pah.


Dimas menarik napas frustasi apa yg ia harapkan harus berakhir seperti itu lagi padahal ia sangat berharap jika Alvin dapat meneruskan bisnis yg sudah lebih dulu berdiri dan jelas ia membangun nya dengan penuh bermandikan sabar.


''Kamu yakin vin?'' tanya papah nya lagi.


''Iya pah, Alvin yakin dan maaf pah karena lagi-lagi Alvin membuat papah kecewa lagi.'' Alvin menundukkan kepalanya ia merasa sangat bersalah karena lagi-lagi ia menolak permintaan dari sang ayah padahal ia tahu jika papah nya begitu mengharapkan dirinya agar mau meneruskan bisnis keluarga.

__ADS_1


......................


__ADS_2