
''Makasih Al,'' ucap tulus dari sang kakak ipar.
Alvin hanya tersenyum dan kini ia menghampiri mbak Susi setelah dua pekerjaan nya selesai.
''Sudah menjadi tugas ku kak,'' Alvin berkata dengan lembut membuat hati Kayla merasakan hal yang dulu pernah ia rasakan.
Kayla sangat senang mendengar penuturan dari Alvin ia sendiri sangat terharu dengan kejadian yang mengharukan di depan matanya.
''Kak ini bayi nya.'' Kayla menggendong bayi kecil itu dan menyerahkan nya pada sang ibu agar mendapat kehangatan dan lembutnya kasih dan yang dari seorang ibu.
Kini Kayla berjalan ke luar ruangan dengan Alvin karena mereka harus beristirahat. Menjadi seorang dokter bukanlah hal yang mudah mereka harus bergelut dengan keselamatan para pasien tentunya.
''Makasih Kay, Alvin.'' Mas Bima memeluk tubuh adiknya dan sang adik ipar bergantian sebelum ia masuk ke ruangan sang istri.
Alvin memegang tangan Kayla dan mengajaknya untuk istirahat dan membiarkan keluarganya menengok mbak Susi.
''Makasih sayang, kamu istirahat lah sayang,'' Ucap sang mamah penuh haru saat mendapati sang anak dan menantunya.
Kayla hanya mengangguk dan mengikuti langkah kaki sang suami yang membawanya pergi.
...
''Mas makasih ya.'' Kayla mengucapkan rasa Terima kasihnya pada Alvin yang telah menolong mbak nya.
''Sama-sama.'' Ucap Alvin yang kini sedang menegak air mineral di ruangan nya.
Kayla kembali diam membuat suasana kembali hening. Ia masih sedikit Syok saat melihat darah yang keluar padahal ketakutan nya sudah tak pernah kembali muncul.
Alvin yang menyadari perubahan Kayla ia berjalan menuju dekati Kayla dan memberikan nya sebuah botol mineral. ''Minumlah,'' Alvin menyungingkan senyum tipis nya pada Kayla membuat Kayla pun ikut tersenyum.
''Istirahatlah di sini, lagian kita sebenarnya harusnya masih dalam masa libur.'' Kekeh Alvin menyadari hal itu.
Alvin memang seharusnya masih berlibur dalam masa cutinya tapi karena mbak Susi yang mengamanatkan jika ia ingin di tangani oleh Kayla membuat ia mau tak mau harus ikut andil dalam menolong sang kakak ipar apalagi melihat Kayla yang kembali takut dengan darah tentu saja ia merasa jika tanggung jawabnya beralih pada dirinya.
Kayla hanya memejamkan matanya, ia masih sedikit pusing bahkan kini ia merasa mual karena saking takutnya.
__ADS_1
Meski sebenarnya ia kurang nyaman tinggal di ruangan Alvin namun ia cukup lemas untuk berpindah tempat hingga kini ia mulai terlelap.
''Kamu belum juga berubah kay.'' Lirih Alvin memandangi wajah wanita yang kini berada di hadapan nya.
''Andai kamu tahu aku masih mencintai mu, aku masih berharap jika kamu suatu saat nanti akan mencintai aku,'' dalam hati Alvin berkata namun ia kembali tersadar saat kini pikiran nya terpaut pada wanita yang kemarin memutuskan hubungan nya.
''Apa yang aku pikirkan.'' Alvin kembali menggelengkan kepalanya ia tidak boleh terlena oleh Kayla ia harus melupakan Kayla karena ada wanita yang masih setia menantinya.
Alvin meraih ponsel nya ia memandangi pesan yang Nasya kirimkan sebelum mereka benar-benar berpisah.
''Maafkan aku Nasy, aku mencintai nya, tapi aku akan berusaha menepati janji aku sama kamu.''
Lamanya ia menatap layar ponselnya hingga ki ia satu pesan masuk ke dalam pesan WhatsApp nya.
''Aku mencintai kamu.''
Alvin menarik napasnya pajang, ia kembali merasa sangat bersalah karena telah menyakiti wanita yang tulus mencintai nya, namun hatinya masih belum bisa melupakan Kayla dan mungkin akan sangat sulit.
Alvin mengetik sebuah pesan pada Nasya dengan perasaan serba salah.
''Aku pun sama,''
....
''Kamu bohong Al,'' lirih wanita yang kini masih terisak. Entah kenapa ia merasa jika lelaki yang amat sangat ia cintai sepertinya sedang berbohong.
Nasya semakin terisak mengingat kejadian tadi saat ia di rumah sakit dimana ia mendapati sang mantan kekasih sedang menuntun lengan wanita yang telah dah menjadi istrinya.
Ia sangat tahu bagaimana Alvin bahkan ia melihat sorot mata yang berbeda yang ia berikan pada wanita itu jelas sekali jika Alvin mencintai wanita itu begitu lembutnya ia memperlakukan wanita itu membuat Nasya sampai diam tak bisa berkata hanya linang air mata yang tak berhenti nya.
Nasya memegangi cincin tanda cinta Alvin padanya, meski hubungan mereka hanya beberapa bulan saja Alvin memang sudah melamarnya meski belum resmi.
Namun di saat Alvin hendak mengenalkan dirinya pada kedua orang tuanya Nasya harus menerima kenyataan yang sangat pahit jika kekasihnya malah sudah menikah dengan wanita lain dengan alasan yang tidak jelas.
Tring, sebuah notifikasi masuk ke dalam ponsel nya, membuat Nasya kembali membuka ponsel yang sejak tadi terkena air matanya.
__ADS_1
''Nasy, aku ingin bertemu.''
''Baik,'' Nasya hanya membalas singkat dan mematikan kembali ponsel nya.
Ia menyetujui permintaan sang mantan kekasih. Karena memang dirinya sendiri tadinya berniat untuk mengembalikan cincin pemberian dari Alvin untuk tanda perpisahan mereka.
Nasya merasa tidak sanggup lagi bahkan ia merasa sangat hancur terlebih saat ia melihat kenyataan pahit jika lelaki yang ia cintai jelas-jelas sepertinya memang menaruh hati pada wanita yang tidak lain adalah istrinya.
...
Kayla terbangun dengan napas yang berburu membuat Alvi sedikit kaget.
''Kamu sudah bangun?'' Alvin segera memberikan air mineral pada Kayla dan duduk di samping Kayla.
Dengan cepat Kayla menerima air itu dan menegak nya.
''Mimpi lagi? kamu istirahat lah, kamu cukup stres karena rasa takutmu.'' Ucap Alvin yang sudah tahu kebiasaan Kayla jika ia sudah takut dengan darah makan ia akan terus ketakutan.
''Sebaiknya aku antar pulang ya,'' bujuk Alvin karena ia merasa tidak tega pada Kayla.
''Enggak aku baik-baik saja hanya saja masih sedikit pusing.'' Kayla memijat pelipis nya pelan.
''Ya sudah istirahat lah, aku akan memeriksa keadaan mbak Susi terlebih dahulu.''
Alvin berjalan keluar ruangan nya dan beralih ke kamar mbak Susi untuk melihat kondisi mbak Susi.
Belum sempat ia sampai ia berpapasan dengan Rayhan membuat langkahnya sedikit melambat.
''Hai han, tumben aku lihat kamu disini,'' Sahut Alvin sambil tersenyum tipis.
Rayhan sendiri ia membalas senyum Alvin karena memang mereka adalah tekan kerja selama di rumah sakit,
''Ya Al, aku ada urusan sebentar.'' Ucap Rayhan jujur.
Sebenarnya Rayhan baru saja datang ke sana karena mendengar pak Arif sedang dirawat di rumah sakit karena penyakit nya kumat lagi membuat ia memutuskan untuk menengok pak Arif.
__ADS_1
''Oh ya sudah, aku pergi dulu ya,'' Alvin menepuk bahu Rayhan dan berlalu dari hadapan nya karena mengingat tugasnya belum selesai.
......................