
Kayla hanya diam dengan linang air mata yang terus terjun bebas dari mata nya bahkan sesak yang terus ia rasa tak kunjung berhenti hingga suara dering ponsel nya kini menyadarkan nya dengan cepat Kayla menghapus jejak air mata dan segera beralih mengangkat telepon dari sang mamah nya.
''Iya mah?''
''Kata pekerja ayah kamu sudah pulang kamu pulang kemana kay?'' tanya mamah nya karena ia kira Kayla akan ke rumah nya setelah acara pernikahan nya selesai.
Kayla sedikit gugup ia bingung bagaimana menjelaskan dirinya jika sekarang ia akan tinggal di rumah ini.
''Kayla?''
''Oh iya mah,'' Kayla kembali gugup menjawab pertanyaan sang mamah.
''Aku sama mas Alvin ke rumah nya mah mungkin esok hari Kayla akan ke rumah.'' Jelas Kayla agar tidak ada pernyataan lagi dari bibir sang mamah yang akan membuat Kayla semakin bingung menjelaskan.
''ya sudah kamu baik-baik di sana, sampaikan salam mamah pada suami kamu ya sudah assalamualaikum.'' Mamah Kayla langsung menutup kembali panggilan nya.
Kayla hanya menatap lemas pada layar ponsel nya setelah panggilan terputus begitu saja. Ia kembali menyeret kakinya ke dalam ruangan yang akan ia tempati. Ia memandangi kamar yang terlihat tertata dengan rapih dengan wangi parfum suaminya meski kamar yang berbeda tapi wangi lelaki yang kini sudah dah menjadi suaminya mengisi ruangan itu.
Kayla berjalan menyusuri setiap inci ruangan itu ia menatap barang-barang yang kini tersusun rapih di kamar nya dan mulai berjalan ke arah balkon kamar nya.
Kayla menarik napasnya panjang dan menghembuskan nya secara perlahan. Ia merasa sangat lemah bagaimana tidak pernikahan yang baru saja ia jalani seperti sangat menyesakan dadanya padahal ia sudah berusaha menerima pernikahan ini tapi setelah apa yang ia lakukan Alvin tak sedikitpun bersikap manis terhadap dirinya membuat Kayla merasa semua sia-sia saja.
''Kenapa harus seperti ini mah, kenapa Kayla terjebak dalam pernikahan yang rumit.'' Ucap Kayla penuh dengan kesedihan bahkan air mata yang sejak tadi ia tahan kini lolos dengan sendiri nya.
Alvin yang dulu ia kenal sebagai lelaki yang sangat baik penuh dengan perhatian kini berubah drastis seakan musuh nya. Apalagi ucapan Alvin yang selalu terkesan dingin membuat hati Kayla bagai teriris.
''Apa Kay bisa menjalani pernikahan ini mah.'' Kayla terus saja meracau ia sangat sedih.
Ia selalu berharap keajaiban akan datang berharap ayah nya akan membatalkan perjodohan ini atau Rayhan yang akan datang menjemputnya bak pangeran di negri dongeng tapi nyatanya itu hanya angan ia harus berusaha menguatkan dirinya menghadapi biduk rumah tangga yang entah bagaimana arah ke depan nya.
...
''Han maaf jika saya ikut campur dalam urusan pribadi kamu tapi alangkah baiknya kamu menjelaskan semuanya pada Kayla, saya rasa Kayla sangat mencintai kamu dan terlihat jelas ia sangat kecewa.'' Pak Arif berkata dengan sangat hati-hati meski begitu ia yakin jika Rayhan tidak akan menuruti saran nya.
__ADS_1
''Semua sudah berakhir pak, bahkan aku sudah tidak ada hak lagi dalam urusan pribadi Kayla.'' Rayhan menarik napasnya pelan ia menutup matanya seolah perih di hatinya kian terasa.
Rayhan sangat tahu jika dirinya belum bisa melepas Kayla dengan begitu saja tapi apa daya ia hanya lelaki yang tak pernah di harapkan oleh sang ayah dari kekasih nya membuat langkah nya untuk menggapai Kayla hanya akan sia-sia saja.
Pak Arif berjalan ke luar ruangan itu membiarkan Rayhan untuk menenangkan dirinya.
Rayhan kembali membuka matanya saat pak Arif sudah keluar dari ruangan nya. Ia kembali mengambil ponsel nya dan menatap ponsel nya yang menampilkan foto dirinya dan juga Kayla dengan cekatan tangan nya mulai bergerak dan menghapus satu persatu foto dirinya yang menampilkan kebersamaan dengan Kayla.
''Maafkan aku Kay, semoga kamu bahagia bersama Alvin aku yakin ada cinta di hati Alvin untuk mu.'' Rayhan berkata pelan.
Belum sempat Rayhan menaruh ponsel nya kini sebuah panggilan masuk ke dalam ponsel nya membuat Rayhan menarik napasnya panjang.
Rayhan membiarkan panggilan itu hingga panggilan itu terhenti kembali.
''Maafkan aku kay.'' Ucap Rayhan dan menyimpan kembali ponsel nya. Ia berjalan ke arah balkon dan menatap kota dimana sudah beberapa bulan ini ia tinggalkan.
....
''Kak Ray, kamu jahat sekali sama aku.'' Lirih Kayla sambil kembali menghapus jejak air mata yang seolah belum puas keluar.
Alvin yang berniat mengajak Kayla untuk makan siang ia kembali mengurungkan niatnya bagaimana bisa seorang wanita yang kini telah dah menjadi istrinya masih saja memikirkan lelaki lain bahkan tak sedikitpun Kayla memikirkan hatinya.
Alvin mendengar semua keluh Kayla ia sadar ia tak akan bisa mendapatkan cinta Kayla membuat Alvin kembali berjalan keluar kamar Kayla dengan begitu saja.
Sakit yang sama ia rasakan tak berbeda jauh dengan rasa sakit yang Kayla rasakan. Alvin berjalan kembali ke kamar nya dan dengan cepat menyambar kunci mobil nya ia ingin menenangkan hatinya untuk saat ini.
Meski ia belum tahu kemana ia akan pergi ia merasa hidupnya dalam sebuah teka teki.
Ia mengacak-acak rambutnya dengan kasar meski ada seorang wanita yang memang ia cintai yang masih berstatus kekasih nya dengan Kayla yang kini adalah istrinya membuat Alvin bingung sendiri.
Terdengar sebuah panggilan masuk membuat Alvin segera menepikan mobilnya.
''Ya Nasy,''
__ADS_1
''Oke kita bertemu di tempat biasa, aku lagi jalan.'' Ucap Alvin dan langsung menutup panggilan nya kembali.
Ia mulai menjalankan mobilnya kembali dan menuju tempat dimana ia akan bertemu dengan kekasih nya.
Tak butuh waktu lama hanya setengah jam saja ia sudah sampai di tempat yang telah mereka janjikan.
Mobil berwarna hitam itu kini ia parkir kan dengan rapih di depan sebuah restoran yang selalu mereka kunjungi.
Alvin segera keluar dan berjalan masuk ke dalam terlihat sosok wanita yang sangat ia kenal telah menunggu dirinya.
''Kamu sudah lama sayang?'' tanya Alvin sambil memeluk tubuh Nasya yang kini menatap ke arah dirinya.
Nasya hanya menggeleng tersirat luka di wajah nya, membuat Alvin menarik napasnya panjang ia membiarkan wanita itu memeluknya lebih lama.
''Hey, kenapa?'' Alvin mendorong Nasya dan menatap nya dengan senyum meski ia sangat tahu perasaan wanita itu.
''Aku takut kamu akan melepas aku Alvin, kenapa kamu gak bisa tepatin janji kamu sama kamu Al?'' Nasya mulai menangis ia sangat sedih mengetahui kebenaran yang sangat menyesakan dadanya.
''Aku janji aku gak bakalan ninggalin kamu.'' Alvin mengelus Nasya dengan lembut ia sangat bingung dengan keadaan nya sekarang.
''Apa kamu akan ninggalin dia buat aku Al, kamu gak lupa kan janji kamu? aku gak mau menjalin hubungan dengan lelaki beristri Al.'' Tegas Nasya kekeh.
Nasya sempat ingin memutuskan hubungan mereka namun Alvin berusaha menyakinkan nya, Alvin memang mencintai Nasya dan dengan Nasya hubungan dirinya dengan Kayla akan sangat mudah berpisah Alvin tak ingin membuat Kayla menjalani pernikahan dengan nya karena ia sangat tahu jika Kayla tak pernah mencintai dirinya.
Nasya sudah lebih tenang dari pada saat mereka bertemu. Kini mereka sedang menikmati makanan yang telah mereka pesan meski dengan perasaan yang tak membuat mereka nyaman.
''Kamu mau bicara apa sayang?'' tanya Alvin sambil menggenggam lengan Nasya dengan lembut.
''Al, aku tahu aku salah karena aku kini jadi orang ke tiga dalam hubungan kalian aku sadar kamu bukan milik aku lagi.'' Nasya kembali terisak.
''Nasy.''
''Aku mau kita putus Al.'' Ucap Nasya sontak membuat Alvin terdiam.
__ADS_1
Bagaimana bisa ia putus dengan wanita yang memiliki separuh hatinya.
......................