Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 51


__ADS_3

Kayla hanya bisa menangis di dalam kamarnya. Ia begitu terpukul dengan kenyataan pahit yg harus ia terima.


''Kenapa-kenapa kalian menyembunyikan semua ini pada aku, kenapa?'' Kayla terus saja menangis bahkan ia mulai melempar semua barang yg berada di sisi nya bahkan bukan hanya itu ia mulai menarik seluruh perabotan kamarnya dan melempar semuanya membuat seisi kamar itu berantakan dalam seketika.


Ia terduduk di lantai. Perasaannya sangat sakit entah siapa yg harus ia salahkan dan mengapa semua ini harus ia dengar setelah bertahun-tahun lamanya kenapa baru ia ketahui.


Kayla kembali bangun dari duduknya dan mulai menatap cermin keinginan tahunnya kini mulai bangkit ia sangat sadar bahkan ingatan nya kembali pada masa lampau.


Flashback


Acara ulang tahun Kayla yg ke lima tahun.


Semua orang menyanyikan lagu selamat ulang tahun dengan meriah. Acara ulang tahun Kayla di hadiri oleh kerabat dekat dan juga keluarga dari kedua orang tuanya. Hal yg sangat Kayla impikan kini menjadi kenyataan.


Ia mengenakan pakaian berwarna biru dengan nuansa biru bak seorang putri yg sangat ia impikan di negri dongeng.


''Tiup lilin nya tiup lilin nya tiup lilin nya sekarang juga sekarang juga sekarang juga....'' Semua orang bernyanyi hingga lilin kecil yg berada di atas kue itu di tiup oleh Kayla.


Suara tepuk tangan jelas terdengar ke telinga Kayla dan ia mulai memotong kue nya dan memberikan kepada wanita yg sangat ia cintai.


Ya mamah Alisa lah wanita yg sangat Kayla cintai. Ia menerima suapan dari Kayla dengan haru dan memeluk wanita kecil itu dengan sangat antusias.


''Selamat ulang tahun sayang, semoga Kayla jadi wanita yg tangguh dan kuat.'' Ucap mamah Alisa sambil menciumi puncak kepala Kayla.


Kayla hanya tersenyum dan mengangguk. Ia pun memberikan sepotong kue pada ayah nya dan juga mas Bima dan tidak lupa pada mbak Diana. Mereka menerima kue nya dengan sangat gembira.


Hingga acara demi acara telah selesai banyak para kerabat dekat dan juga tetangga mereka yg hadir pada acara ulang tahun dirinya.


''Eh jeng, aku kira yg ulang tahun bukan anak jeng tahu maaf ya lagian aku baru tahu ternyata Kayla anak jeng ya, lagian Kayla itu serasa beda gitu dia sepertinya gak mirip sama kamu ya apalagi sama pak Reza ya beda banget gitu, cantik putih beda gitu pokonya.'' Ucap seorang tetangga yg terkenal banyak berbicara itu, ia berbicara dengan tawa kecilnya.


Ibu itu adalah tetangga baru Kayla dan ibu dari anak nya yg hadir dalam acara ulang tahun Kayla.


Namun mamah Alisa hanya terdiam ia bahkan memasang ekspresi yg sulit Kayla artikan.

__ADS_1


''Selamat ulang tahun ya Kayla, kamu cantik banget.'' Ucap Ibu itu lagi.


''Makasih tante.'' Ucap Kayla yg langsung berjalan mendekati mamahnya yg masih saja diam.


''Mamah kenapa?'' tanya Kayla seolah heran dengan perubahan mamahnya bahkan terlihat jelas jika mamahnya hampir meniti kan air matanya.


Flashback on.


Kayla kini sadar ia menatap wajahnya yg memang sama sekali tidak mirip dengan ayah dan mamahnya.


Ia memang sangat berbeda ia berwajah sedikit bulat padahal jelas-jelas ayah dan mamah nya berwajah lonjong dengan alis tebal mereka namun berbeda dengan Kayla ia memiliki alis yg sedikit tipis sangat jelas sekali perbedaanya karena mbak Diana saja dengan Lusi adiknya banyak kemiripan sedangkan dirinya ia memang sangat berbeda.


Kayla kembali menangis ia semakin bingung dengan apa yg harus ia lakukan. Hanya satu yg ia ingin tahu kemana orang tuanya saat ini lalu kenapa mereka meninggalkan dirinya apakah dirinya adalah anak yg tidak di inginkan.


...


Sudah satu jam lamanya Kayla belum juga keluar dari kamar nya.


Entah apa yg sedang ia lakukan suara tangis yg sejak tadi Alvin dengar kini telah menghilang. Alvin merasa serba salah ia yakin jika Kayla merasa sangat terpukul atas kenyataan yg baru ia dengar.


Tok...tok...tok....


''Kay, buka pintu nya kita makan dulu ya,'' Ucap Alvin berharap Kayla akan membuka pintu kamar nya.


Hingga beberapa menit telah berlalu belum juga ada jawaban membuat Alvin menghela napas beratnya.


''Kay? ayo keluar kay kamu dengar aku kan?''


Sahutan demi sahutan tak kunjung mendapat jawaban membuat Alvin bertambah khawatir.


''Kay? buka pintu nya.'' Alvin berkata lagi namun sepertinya Kayla tak berniat menjawab membuat Alvin mau tak mau ia pun mendobrak kamar Kayla.


Hingga kini pintu kamar itu terbuka lebar dengan memperlihatkan kamar yg sudah sangat berantakan membuat Alvin sangat terkejut namun ia sedikit lega saat melihat Kayla yg sejak berdiri di depan cermin tanpa namun tak sedikitpun bereaksi karena dirinya yg mendobrak kamar miliknya.

__ADS_1


Alvin mulai mendekati Kayla dan berdiam tepat di belakang Kayla yg masih memandangi dirinya pada cermin.


''Kay?'' Alvin memanggil Kayla dengan suara lembutnya.


Kayla pun membalikan tubuhnya menatap wajah Alvin yg terlihat begitu khawatir pada dirinya.


Alvin berjalan menghampiri wanita yg terlihat sangat rapuh dan memeluknya dengan perasaan sedihnya.


''Aku tak tahu al, aku tak tahu siapa aku sendiri.'' Ucap Kayla dengan air mata yg mulai jatuh lagi dan malah semakin menjadi.


Alvin terus saja memeluk Kayla berharap wanita itu dapat sedikit lega.


''Al, kenapa semua ini terjadi kenapa, aku tidak memiliki siapa pun semua orang tak pernah berharap atas kehadiran aku termasuk orang tuanku.'' Lirih Kayla seakan frustasi ia terus saja mengungkapkan perasaannya.


''Kamu memiliki aku kay, kamu istri aku.'' Ucap Alvin berkata seolah menguatkan Kayla.


Alvin sendiri ia sangat sedih melihat Kayla yg terus saja menangis bahkan kini dirinya ikut menangis.


Alvin segera menghapus jejak air matanya dan mulai melepas pelukan Kayla.


Ia menatap wajah Kayla dengan mata yg mulai bengkak karena sudah sejak tadi ia menangis.


Alvin mengusap jejak air mata Kayla dengan lembut.


''Jangan menangis lagi aku yakin jika orang tua kamu sangat menyayangi kamu bahkan orang tua kamu sendiri.'' Ucap Alvin dengan lembutnya.


Kayla hanya bisa diam namun kini Kayla menggeleng ia sangat kecewa pada kedua orang tuanya bahkan terhadap orang tua kandung nya yg jelas meninggalkan dirinya.


Entah sejak kapan dirinya di rawat oleh kedua orang tuanya bahkan Kayla sendiri tidak mengingat kapan dirinya memanggil mamah dan ayah pada kedua orang tua yg selama ini merawat dirinya.


''Andai saja waktu dapat di putar balik ke masa dulu, aku lebih memiliki tidak ingin lahir saja jika akhirnya aku malah di buang juga al,'' air mata yg baru saja kering kini mulai jatuh kembali saking perihnya hati Kayla merasakan jika dirinya tak pernah di harapkan oleh kedua orang tua kandung nya.


Alvin mengusap lagi mata istrinya dengan lembut ia sangat tahu hati Kayla saat ini sangat sakit tapi tidak dengan pemikiran nya, bagaimana pun tak ada orang tua yg tidak menyayangi anak nya.

__ADS_1


''Aku tahu ini semua berat untuk kamu kay, tapi aku yakin ada alasan besar di balik semua ini bahkan mamah kamu dan juga ayah mu mereka sangat menyayangi dirimu, aku yakin ada satu hal yg mereka sembunyikan bukan karena mereka tidak menyayangi dirimu namun justru mereka sangat menyayangi kamu.'' Ucap Alvin lagi membuat Kayla kembali terdiam mencerna semua perkataan yg keluar dari mulut suaminya itu.


......................


__ADS_2