
Adzan magrib telah tiba. Alvin yang terbiasa shalat di masjid dekat rumahnya kini ia lebih memilih shalat di rumahnya. Ia tidak ingin jika saat ia keluar rumah Kayla membutuhkan sesuatu apalagi panas tubuhnya sejak tadi naik turun.
Ia yang hendak mengambil wudhu di lantai bawah melihat sebuah mobil yang kini berhenti di depan rumahnya.
Alvin segera berjalan keluar dan melihat siapa yang berkunjung di tengah orang akan melaksanakan ibadah wajibnya.
Ia sedikit kaget saat melihat kakak iparnya yang kini turun dari dalam mobil dan menatapnya dengan tatapan tajam nya.
''Mas Bima, mas ko tahu aku tinggal disini.'' Ucap Alvin membuka suara karena memang adanya juga seperti itu ia masih tak percaya dengan kehadiran sang kakak ipar.
''Tak perlu basa-basi Al, aku hanya ingin memastikan jika adik ku baik-baik saja.'' Ucap Bima dengan nada dingin nya.
Sementara Alvin ia mengerutkan kening nya karena perkataan Bima seolah tengah mengintimidasi dirinya.
Alvin masih belum mengerti namun ia tetap berusaha bersikap sopan pada sang kakak ipar.
''Mas masuk dulu yuk.'' Ajak Alvin kembali bersuara. Namun seperti nya Bima enggan menerima ajakan sang adik ipar. Ia memilih duduk di kursi yang tersedia di luar.
''Duduklah aku ingin mendengar penjelasan mu.'' Ucap Bima tegas.
Alvin yang masih kebingungan ia pun tak banyak bicara ia lebih memilih patuh pada perintah sang kakak ipar.
''Siapa wanita itu?'' tanya Bima langsung pada pokok pembicaraan. Setelah sekilas memperhatikan jika Kayla tidak ada dan mungkin tidak akan mendengar semua percayakan mereka berdua.
Meski begitu Bima sedikit khawatir jika adiknya mendengar pembicaraan ini karena ia yakin jika adiknya menjalani pernikahan ini dengan tulus karena ia tahu bagaimana sikap adiknya, bahkan ia juga mengetahui jika Kayla sampai memutuskan hubungan nya dengan Rayhan laki-laki yang sangat ia cintai.
Alvin masih diam ia mengerutkan kening nya karena pertanyaan sang kakak iparnya.
''Tak usah bersikap bodoh Al, aku melihat kamu dengan wanita itu, jangan bilang jika kamu berselingkuh di balik adik ku yang masih polos itu.'' Tegas Bima dengan nada tak suka nya.
Alvin kini tersentak kaget ia kini tahu alasan mas Bima datang mengunjungi dirinya.
__ADS_1
''Aku dan dia hanya masa lalu mas, aku---'' belum juga Alvin meneruskan perkataan nya kini perkataan nya sudah terpotong oleh Bima.
''Jangan macam-macam sama adik aku Al, jangan buat aku kecewa dan balik membuat kamu menyesal,'' Bima berkata dengan menekan suaranya membuat Alvin hanya diam.
Bima memang belum terlalu jauh mengenal Alvin namun sebelumnya Bima percaya pada Alvin jika laki-laki pilihan sang ayah tidak akan melakukan hal buruk yang mungkin akan mengecewakan sang adik nya. Namun setelah melihat kejadian tadi siang ia menjadi sedikit khawatir pada Kayla ia merasa jika ada sesuatu yang tidak beres dengan pernikahan sang adik.
Jujur saja Alvin melakukan hal itu karena ia tidak ingin membuat Kayla selamanya bersamanya mungkin dengan adanya Nasya perasaan Alvin tak akan menyimpan rasa cinta terlalu dalam. Namun semua rencananya seolah tak akan berjalan ia hanya akan mengikuti alur pernikahan nya yang tanpa di landasi saling cinta karena jelas sekali cintanya bertepuk sebelah tangan.
...
''Mas,'' Kayla memanggil Alvin yang kini berada di ambang pintu membuat dua laki-laki itu seketika menoleh ke arah sumber suara.
Meski sepertinya Kayla tidak melihat Bima karena terhalang tembok namun ia cukup gugup ia takut jika sang adik mendengar perkataan dirinya dengan Alvin.
''Mas aku panggil dari tadi, eh mas Bima.'' Ucap Kayla sedikit kaget karena ia melihat Bima sedang duduk bersama suaminya.
''Ko diluar sih ini sudah magrib, gak baik mas.'' Kayla mengingatkan.
Namun Buma bernapas lega karena sepertinya Kayla memang tidak mendengar apa yg sempat ia bicarakan dengan suaminya.
Bima menatap Alvin ia kembali mengisyaratkan agar berusaha menutupi percakapan mereka.
''Mas baru datang, lagian tadi mas gak lihat suami kamu, mas sedikit khawatir saja jika kamu sendirian syukurlah suami kamu ternyata sudah pulang.'' Bohong Bima melirik ke arah Kayla dan Alvin bergantian.
''Ayo mas masuk dulu,'' ajak Alvin kembali dan membuat Bima mau tak mau akhirnya ia mengikuti ajakan sang adik ipar.
''Kamu sudah shalat kay?'' tanya Alvin pada Kayla yang langsung mendapat anggukan dari Kayla.
Alvin tersenyum ke arah Kayla ia mengusap puncak kepala Kayla dan menyuruhnya agar duduk.
''Kamu duduk ya disini, biar mas saja yang membawa minum buat mas mu.''
__ADS_1
Alvin langsung berjalan ke arah dapur dan membawakan satu gelas berisi teh hangat dan dua gelas berisi kopi tidak lupa ia menyajikan berbagai cemilan yang sudah tersedia di dapurnya.
Alvin yg sudah kembali ia menyajikan nya di meja dan kini ia menatap wajah Kayla yang terlihat lebih membaik seperti nya.
''Mas shalat dulu ya,'' Ucap Alvin setelah mendapat anggukan dari Kayla ia kembali beralih ke arah kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan shalat bersama dengan sang kakak ipar di mushola rumahnya.
...
Satu jam telah berlalu mereka menghabiskan waktu dengan sedikit mengobrol bahkan Bima sampai sedikit lupa dengan kedatangan nya yang hanya ingin memastikan jika adiknya baik-baik saja.
Entah mengapa selama ia disini Bima melihat sikap Alvin yang baik ia juga terlihat sangat perhatian dan hanya satu yang ia yakin ia melihat juga cinta di diri Alvin untuk sang adik perempuan nya.
''Ya sudah mas harus kembali, kasihan mbak mu mungkin dia membutuhkan mas.'' Ucap Bima seraya bangun dari duduk nya.
''Ya sudah sampaikan salam ku sama mbak Susi ya mas, maaf juga karena Kay gak bisa temani mbak Susi.'' Kayla berucap dengan nada penyesalan.
''Gak usah begitu, lagian mas tahu kamu sakit gak apa-apa kamu jaga diri ya dek cepat sembuh kasihan suami kamu.'' Kekeh sang kakak mencoba mencairkan suasana.
Kayla hanya tersipu malu dengan perkataan sang kakak namun tak dapat di pungkiri ia juga merasa kasihan karena baru saja ia sakit ia sudah banyak merepotkan sang suami meski begitu ia merasa sangat senang karena Alvin selalu bersikap baik padanya.
''Ya sudah mas pergi dulu.'' Bima segera keluar dari rumah itu dengan di ikuti oleh Alvin yang mengantar nya sampai luar.
Bima membalikan kembali tubuhnya pada Alvin ia menatap wajah sang adik ipar yang kini mengikuti langkahnya.
''Aku titip Kayla sama kamu, aku minta satu sama kamu Al, jangan buat adik aku kecewa aku yakin meski Kayla belum bisa mencintai kamu tapi aku yakin lambat laun ia akan mencintai kamu seperti kamu yang sudah mencintai dirinya.'' Bima menepuk bahu sang adik ipar membuat Alvin merasa heran karena kini Bima mengatakan jika ia memiliki perasaan cinta untuk Kayla.
''Tak usah kaget begitu, aku juga seorang lelaki aku tahu bagaimana laki-laki bersikap jika dengan adanya cinta, jangan menyerah aku tahu adik aku mudah berubah semoga pernikahan kalian akan baik-baik saja.'' Bima segera masuk ke dalam mobil tanpa menunggu jawaban dari Alvin.
Alvin hanya menyungingkan senyum nya dan mengangguk menatap wajah Bima yang tersenyum lebar padanya.
......................
__ADS_1