Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 35 Kesedihan


__ADS_3

Alvin berjalan melewati Kayla yang hanya diam mematung bahkan tak sedikitpun ia merespon entahlah Alvin sendiri tidak tahu perasaan nya.


Alvin berjalan dengan langkah panjang nya menuju kamar nya.


Lelah seharian dengan pikiran yang mulai kacau entahlah banyak hati yang mungkin malah menjadi korban karena perasaan cintanya pada Kayla.


Nasya, Kayla bahkan Rayhan pun menjadi korban perasaan nya membuat Alvin menjadi serba salah. Ia sadar kepergian Nasya murni karena kesalahan dirinya dan bagaimana pun ia berusaha menahan Nasya agar menantinya hanya akan sia-sia karena ia masih menjadi suami Kayla. Namun dengan melepas Kayla begitu saja tentu ia tidak bisa ada dua pihak keluarga yang akan menyalahkan dirinya atas keputusan itu terlebih tak mungkin sekali di waktu dekat seperti ini jika memang keputusan nya untuk berpisah tentunya tak bisa secepat ini ia juga memerlukan alasan pasti.


Alvin memandangi cincin yang kini berada di tangan nya. Cincin yang semula pernah ia sematkan di jari manis Nasya menjadi kenangan indah bersama dirinya.


Ada rasa kecewa saat cincin itu kembali di tangan nya dengan perasaan sedihnya ia melempar cincin itu ke sembarang arah.


...


Kayla hanya diam ia duduk di kursi ruang tamu. Dadanya terasa sakit mendengar perkataan Alvin entah mengapa dengan perkataan Alvin seperti itu membuat dirinya seakan lemah.


''Kamu tak tahu betapa hatiku hancur menerima semua ini, aku berusaha menerima kamu dengan hati yang salah aku tak tahu, aku tak tahu perasaan apa yang kamu rasakan tapi tidak sedikit saja kamu memberiku ruang Al,'' Lirih Kayla pelan dengan linang air mata.


Bagaimana bisa dengan mudahnya ia menerima Alvin sedangkan jauh di lubuk hatinya masih ada nama yang tersimpan rapih bahkan jauh-jauh hari ia memimpikan hidup bersamanya hingga kenyataan membalikan nya ia tetap berusaha menerima takdir hidupnya dan berniat akan belajar melupakan Rayhan.


Kayla sangat sadar kesalahannya ia akan berusaha belajar mencintai Alvin selayaknya suami.


Lama Kayla terdiam hingga kini ia tertidur di sofa bahkan dirinya tak sempat makan karena perdebatan tadi yg terjadi diantara mereka.


...


Alvin yang sejak tadi di kamar nya kini ia mulai merasa lapar karena sejak tadi siang ia belum makan. Bahkan saat tadi siang bertemu dengan Nasya ia tidak sedikitpun makan dan malah mengejar Nasya membuat perutnya kini berdemo ingin segera diisi.


Ia mulai bangun dan berjalan perlahan keluar kamarnya dengan langkah malasnya ia mulai menuruni satu persatu anak tangga hingga kini matanya membulat melihat Kayla yang sedang tidur membuat hati Alvin kembali merasa sangat bersalah karena telah menyakiti dirinya.


Alvin kembali ke kamar nya dengan cepat ia mengambil selimut untuk Kayla.

__ADS_1


Beberapa saat ia sudah turun kembali kini ia berada di hadapan wanita itu dan segera menyelimuti tubuh sang istri dengan perlahan agar tidak mengganggu tidurnya.


Terlihat wajah lelah Kayla ia menyelipkan anak rambut Kayla dan membenarkan posisi tidur Kayla namun belum juga benar posisi tidurnya ia merasakan suhu tubuh Kayla panas membuat Alvin sedikit khawatir karena memang sejak siang ia merengek pusing saat di rumah sakit.


Alvin segera berlalu ke dapur dan mulai menyiapkan kompresan untuk Kayla.


Hingga kini ia sudah kembali di hadapan Kayla yang masih terlelap ia mulai duduk di samping Kayla namum pergerakan nya membuat Kayla seketika bangun dari tidurnya.


''Mas,'' Kayla berusaha bangun dengan sekuat tenaga namun Alvin menahan nya.


''Tetap diam badan mu panas kay.'' Titah Alvin tegas membuat Kayla kembali diam.


Alvin mulai menaruh kompresan di kening Kayla dengan lembut nya, sementara Kayla ia pun menerima perlakuan Alvin begitu saja.


Entah perasaan apa yang kini muncul di dalam hati Kayla namun ia sangat senang dengan perhatian Alvin yang ia berikan padanya.


Kayla sangat rindu sosok Alvin yang dulu selalu baik padanya, bahkan selalu perhatian pada dirinya hingga Kayla merasa selalu nyaman di dekat dirinya.


Namun sejak pengakuan Alvin pada Kayla dan mendapat tolakan mentah-mentah bahkan ia menuduh Alvin yang tidak-tidak membuat lelaki itu selalu bersikap dingin bahkan hingga pernikahan itu terjadi Alvin tak pernah seperti ini.


Dengan tenang Alvin kembali mengompres Kayla.


''Kamu sudah makan?'' tanya Alvin tanpa sedikit pun menatap Kayla.


''Belum mas,'' Ucap Kayla sedikit ragu.


Sementara Alvin ia langsung menatap nya dengan tatapan sedikit kesal.


''Pantas saja badan kamu panas.'' Ketus Alvin yang segera bangun dari duduknya.


''Diam lah disini biar aku ambilkan makan untukmu.'' Seketika Alvin mulai berjalan ke dapur ia menyajikan makanan yang sempat ia beli di luar dan memanaskan nya sebentar.

__ADS_1


Hanya beberapa menit saja makanan nya sudah siap.


Alvin kembali berjalan ke arah dimana Kayla berbaring.


''Makan dulu ya, kamu duduk dulu biar aku suapin.'' Alvin membangun kan Kayla dan kembali mengambil makanan di hadapannya.


''Aaaaa'' Ucap Alvin mengisyaratkan agar Kayla membuka mulutnya.


Dengan ragu Kayla membuka mulutnya dan menerima suapan dari Alvin.


''Kamu sendiri sudah makan mas?'' tanya Kayla menatap Alvin .


Namun Alvin tidak menjawab ia hanya tersenyum mendapati pertanyaan dari Kayla.


''Ayo makan lagi, aku bisa makan nanti biar kamu dulu makan agar cepat istirahat.'' Ucap Alvin sambil menyuapkan lagi makanan ke dalam mulut Kayla.


Alvin sangat senang saat Kayla menerima perlakuan nya entah kenapa ia merasa senang padahal sebelumnya ia merasa sangat kesal bahkan ia kembali memikirkan bagaimana cara agar mereka terlepas dari pernikahan yang membuat mereka tersiksa.


Alvin hanya takut jika Kayla akan tersiksa jika hidup bersamanya. Dirinya saja yang mencintai Kayla merasa tersiksa dengan perasaan nya karena mengetahui jika Kayla sangat mencintai Rayhan membuat ia tak ingin lama lagi mengekang Kayla dengan status pernikahan karena perjodohan ini.


Kayla yang sudah selesai makan dan minum obat kini Alvin kembali membereskan kembali alat makan itu dan menyimpan nya ke dapur.


Kayla sejak tadi hanya diam ia selalu memperhatikan gerak gerik Alvin yang kini merawat dirinya dengan baik. Kayla merasa sangat menyesal membuat Alvin menunggu dirinya dengan perasaan yang seolah bertepuk sebelah tangan ia semakin yakin untuk melupakan Rayhan dan akan belajar membuka hatinya untuk Alvin.


''Kamu istirahat di kamar ya.'' Pinta Alvin karena tidak baik tidur di sofa yang justru akan membuat dirinya salah dalam posisi tidurnya.


Kayla hanya mengangguk patuh dan mengikuti langkah kaki Alvin memapah dirinya hingga kini ia sudah berada di kamarnya.


''Kamu tidak apa-apa sendiri di sini?'' tanya Alvin kembali sesaat dirinya sebelum pergi.


Kayla hanya tersenyum dan mengangguk membuat Alvin seketika membalas senyumnya.

__ADS_1


''Aku akan keluar, jika kamu membutuhkan sesuatu kamu bisa panggil aku, aku akan segera kembali.'' Alvin kembali menutup pintu Kamar Kayla dan berjalan kembali ke lantai bawah karena ia masih merasa lapar.


......................


__ADS_2