
Seminggu sudah berlalu Alvin sama sekali tak bisa menemui istrinya bukan karena Kayla melarang dirinya tapi Alvin sendiri merasa jika dirinya teramat bersalah membuat ia tidak bisa menemui istrinya sendiri.
Bahkan dirinya sendiri tak pernah mengirimkan sebuah pesan hanya satu kali semenjak kepergian Kayla ia mengirimkan pesan maaf dan itu pun di abaikan oleh Kayla.
''Maafkan aku by, kamu pulang kesini.'' Lirih Alvin pelan.
Ia seperti orang asing bagi istrinya sendiri betapa ia malu karena telah menghancurkan perasaan istrinya meski ia tidak berniat menghianati pernikahan mereka.
''Sayang? kamu udah bangun?" panggil mamah Alisa karena Kayla tak kunjung bangun.
Padahal jam sudah menunjukan pukul sembilang tapi anak nya itu masih belum juga beranjak dari kamar nya membuat mamah Alisa sedikit khawatir.
''Kay? kamu sakit sayang?" timpal mamah Alisa lagi.
Kayla hanya diam pikirannya sudah kacau ia bahkan belum memakan sesuatu di pagi ini hatinya seolah mati.
Andai saja Alvin tahu lelaki itu akan sangat bersedih Kayla tahu sikap yg dia ambil memang salah tapi ia juga seorang manusia ia hanya bisa meratapi dirinya bahkan dirinya seolah sudah tidak berharga lagi suaminya saja tak pernah menanyakan bagaimana kabar dirinya.
''Kayla? buka pintu nya sayang?"
Seketika itu Kayla membuka pintu nya namun ia kembali berjalan ke arah jendela kamarnya.
Dirinya begitu pucat bahkan terlihat begitu lemah.
Mamah Alisa yg melihat penampilan anak kesayangan nya tentu begitu kaget ia langsung menghampiri Kayla yg masih diam mematung.
''Kamu kenapa sayang? kamu cerita sama mamah?"
Namun tak sedikit pun Kayla menjawab nya ia hanya bisa menangis.
Sudah seminggu ini ia memang selalu mengurung dirinya di kamar dan meratapi kesedihan nya mamah Alisa yg tidak tahu apa yg terjadi ia pun merasakan perih nya meski ia sendiri tidak tahu apa sebabnya putri nya menangis.
''Kamu boleh cerita apapun sama mamah sayang, mamah akan denger semuanya tapi jangan seperti ini ia kasihan cucu mamah sayang, kamu juga harus kuat ada apa?" tutur mamah Alisa melepas pelukan nya.
Baru pertama kali ia melihat putri nya serapuh ini tak pernah sekalipun Kayla menangis seperti sekarang.
''Mah, aku mau cerai sama mas Alvin,'' cicit Kayla pelan.
Matanya hanya kembali menangis kata-kata yg selama ini ia jaga untuk sama sekali tak ingin ia ucapkan seketika keluar.
Bahkan dirinya seolah tak sanggup lagi bersuara hatinya rapuh seolah separuh jiwanya akan hilang.
Kayla tahu jika dirinya salah tapi ia juga tidak membenarkan sikap Alvin yg selama ini hanya diam saja bahkan dirinya tak pernah menghubungi dirinya membuat Kayla yakin jika keputusan yg akan ia ambil itu adalah yg terbaik.
''Kenapa sayang? ada apa dengan kalian?'' ucap mamah Alisa tak percaya.
__ADS_1
''Mamah tahu ada sesuatu yg kamu sembunyikan dari mamah tapi sayang coba kamu pikirkan kembali ada anak dalam rahim kamu ia membutuhkan kasih sayang yg lengkap dari kedua ayah dan ibunya apa kami akan tega membiarkan anak kamu tanpa adanya seorang ayah? jika memang Alvin berbuat salah cobalah kalian bangun kembali komunikasi tak ada salahnya memaafkan apapun itu dan yg satu lagi berikan Alvin kesempatan kedua ada kalanya kita harus mengalah demi sebuah kebahagian sayang,''
Kayla hanya diam hanya air matanya yg terus mengalir apa yg mamahnya ucapkan terus terngiang ia tahu semua itu tapi apa dirinya mampu memaafkan.
''Kay, kamu seorang anak yg kuat kamu terpisah dari ibu kamu sejak kamu terlahir ke dunia ini jika saja kecelakaan itu tidak terjadi mungkin saat ini kamu juga akan hidup bahagia bersama ayah dan ibu tanpa harus merasakan sakitnya sebuah kenyataan dan andai anak kamu terlahir dengan kenyataan pahit yg berbeda mungkin ada angan yg sama angan yg seolah harapan yg sia-sia,''
Kayla langsung memeluk mamah Alisa ia menyesal telah mengatakan itu tapi andai saja dirinya mengatakan itu pada Alvin entahlah apa yg akan terjadi.
Ia akan berusaha untuk kuat meski entah sampai mana dirinya akan bisa bertahan dengan segala kemungkinan yg ada. ''Doakan Kayla mah, Kayla tak tahu apa yg harus....''
''Ssstt, berhenti meminta maaf mamah tahu sangat berat memaafkan tapi ada sesuatu yg amat berat rasa bersalah karena tidak memberikan kesempatan anak kamu bahagia bukan dia yg harus mengalah tapi kita demi dia sayang,'' ucap mamah Alisa lagi.
Kayla memeluk erat mamah Alisa ia seolah ada seseorang yg kini bisa memabukkan jalan baginya meski dirinya bekum tahu apa keputusan itu benar atau tidak setidaknya ia tidak akan menyesal dikemudian hari.
.
.
Angin meniup rambut panjang yg kini sengaja ia gerai. Udara bahkan serasa sejuk menerpa kulit putih nya.
Tak ada lagi beban ia seolah bisa merasa tenang saat melihat pemandangan di depan matanya tapi matanya kembali menitikan air mata bahagia.
Kayla kembali berjala menghampiri seorang wanita paruh baya yg kini sedang duduk di bawah pohon sendirian.
''Waalaikumsalam, sayang?" ibu Aira segera bangun dari duduknya ia langsung memeluk tubuh wanita yg sudah berhari-hati ini ia rindukan.
Separuh jiwanya yg sudah ia ketahui keberadaan nya namun di saat dirinya sembuh ia malah menghilang bak gelombang laut yg pergi meninggalkan pantai.
''Maafin Kayla bu,''
''Tak apa, ibu tahu kamu sedang ada dalam masalah,'' ucap ibu Aira tersenyum kecil.
Tangan nya terulur menghapus jejak air mata yg keluar dari kelopak mata putri semata wayang nya.
''Ekhm, maksud ibu?"
Ibu Aira mengulas senyum ia mengeluarkan sebuah kertas dari dalam saku bajunya. Ia menyodorkan nya pada Kayla agar dirinya membaca sendiri pesan dari laki-laki yg sangat mencintai dirinya.
Dear Kayla.
''Maaf sebelumnya karena aku lancang mencintai kamu, mencintai wanita yg kini sudah berstatus sebagai istri dari sahabat aku sendiri.
Mungkin dulu kamu adalah kekasih ku kekasih yg selama ini iya aku harapkan akan menjadi istriku kelak tapi aku sadar sekarang ya baru aku sadar kalau ternyata wanita yg aku cintai tak akan bisa kembali lagi. Sebenarnya aku mau tulis banyak kata tapi ya aku tahu kamu tak akan sanggup baca itu jadi satu pesan aja buat kamu.
''Berbahagialah bersama nya.''
__ADS_1
Satu yg kamu harus tahu dia adalah lelaki yg paling sempurna untukmu.
Bye Malik.
''Malik menceritakan semuanya semua tentang apa saja yg terjadi bahkan tak hanya Malik suami kamu juga menemui ibu dan menceritakan apa yg terjadi. Alvin lelaki baik hanya saja ia tidak ingin melukai kamu dengan mengatakan kejujuran karena memang apa yg ia lakukan ada salahnya tapi tidak sepenuhnya salah sayang,'' Tutur ibu Aira.
Kayla kembali menutup surat pendek itu air matanya seolah boros di minggu ini ia tidak tahu kenapa Malik bisa mengatakan itu padahal jelas sekali ia tahu sebabnya. Dan terlebih suaminya ya suaminya yg malah mengatakan semuanya pada dua orang yg amat ia percayai entahlah ia sama sekali tidak mengira itu.
''Kamu begitu beruntung sayang, kamu banyak di cintai banyak orang ibu begitu bersyukur karena selama ibu tak bisa menjaga kamu ada banyak tangan malaikat yg setia menjaga kamu. Malik dia sosok lelaki yg baik dia merawat ibu dengan baik bahkan sampai ibu sembuh ia selalu bersikap baik dia hanya bilang maaf karena pergi di saat waktu yg tepat dia juga malah tertawa saat itu tapi hatinya, ya tentu ibu tahu dia sedih tapi sedih karena harus melepaskan kamu karena memang tugas nya sudah selesai ada lelaki yg lebih bertanggung jawab atas dirimu sayang,''
''Ibu, Kayla....''
Ibu Aira memeluk tubuh kecil anaknya ia tahu tentang semua nya yg telah terjadi tapi ia begitu bersyukur karena ternyata hanya salah paham saja.
''Sudah berhenti menangis nya lihat tuh ada seseorang yg sedang menunggu kamu,'' kekeh ibu Aira sambil melepas pelukan nya.
Kayla memutar tubuhnya ia menangkap wajah suaminya yg selama ini menganggu dirinya namun tak dapat di pungkiri jika dirinya sangat merindukan sosok suaminya itu.
Kayla pun segera bangun dan beralih memeluk Alvin dengan erat air matanya terus saja mengalir ia bahkan melupakan semua pikiran buruk tentang suaminya hanya ada rindu yg saat ini ia rasakan tak ada lagi yg lain.
''Maafkan aku by, maaf karena aku terlalu takut kamu salah paham.'' Jujur Alvin pelan.
Ia sendiri menangis namun ia begitu bahagia karena dirinya kini bisa bertemu kembali bersama istrinya.
''Apa se dangkal itu kamu mengenal aku mas,'' kesal Kayla namun air matanya tetap jatuh.
''Ya sayang, aku pria bodoh aku minta maaf karena membuat kamu menangis dan salah paham aku minta maaf,''
''Tak ada lagi yg harus di maafkan mas, aku juga minta maaf karena aku kamu jadi harus menjelaskan ke sana kemari,'' Kekeh Kayla dengan berurai air mata.
Ia tahu jika suaminya telah menjelaskan apa yg sebenarnya terjadi pada malaikat tak bersayap baginya tak perlu lagi ia menanyakan sebenarnya yg terjadi karena mereka adalah orang yg paling dirinya sayangi meski saat ini posisi Malik telah terganti oleh suaminya tapi cinta persahabatan baginya tak akan pernah berubah.
''Maafkan aku Malik maaf karena aku menyakiti mu karena cinta yg seharusnya tak kamu berikan pada aku menjadi milikku,'' gumam Kayla dalam hatinya.
Ia begitu bersyukur karena pernikahan dirinya dengan Alvin baik-baik saja meski di awal pernikahan mereka tak pernah membayangkan akan seperti sekarang ini.
'' I will always love you by,''
''I know it.'' Kekeh Kayla pelan.
Alvin langsung menarik kembali istrinya gemas ia bahkan menciumi kening Kayla membuat Kayla kembali menangis bahagia bersama ibu Aira yg tak bisa membendung air mata bahagianya ia begitu bersyukur karena putri nya kembali tersenyum setelah apa yg ia lewati selama ini.
Selesai.
...****************...
__ADS_1