Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 8 Enak di peluk?


__ADS_3

Waktu subuh telah masuk namun mata indah milik wanita itu masih saja tertutup seolah ia tidak ingin membuka matanya bahkan selimut yang menutup setengah tubuhnya ia tarik kembali untuk menutupi seluruh bagian tubuh nya.


Adzan sudah lewat sejak beberapa menit berlalu ia sendiri mengetahui hal itu namun rasa kantuk nya lebih besar seakan untuk menunaikan shalat saja ia merasa malas.


Ketukan dari balik pintu membuat ia merasa terganggu karena ia tahu seseorang di balik pintu itu akan membangunkan nya untuk menyuruhnya agar segera menunaikan kewajiban nya sebagai seorang muslim yang taat pada aturan agama.


''Kay. Kamu udah bangun?'' teriak mbak Diana dari balik pintu.


Kayla mau tak mau ia akhirnya membuka selimut tebal milik nya dan berjalan menghampiri pintu.


Entah kenapa jika mbak Diana yang mengetuk pintu hatinya selalu tergerak untuk membuka nya.


''Udah mbak.'' Ucap Kayla dengan masih mengantuk ia bahkan menguap dan segera menutup menutup mulut nya.


''Ayo shalat dulu!'' Ucap mbak Diana dengan nada tegas nya.


Diana memang akan selalu bersikap tegas jika masalah nya berkaitan dengan shalat.


''Iya.'' Jawab Kayla malas ia pun berjalan ke arah kamar mandi dan mengikuti apa yang mbak nya suruh pada nya.


Kayla segera membasuh wajahnya dengan air dan berwudhu. beberapa menit telah berlalu kini ia telah selesai.


Ia berjalan ke arah lemari dan segera menggelar sajadah nya untuk melaksanakan shalat.


''Mamah mau masak apa?'' tanya Diana karena kini ia melihat mamah nya sedang sibuk dengan bahan masakan di dapur.


''Mamah mau bikin gorengan kan abang mu itu suka sekali dengan gorengan.'' Ucap Alisa yang sangat mengetahui apa yang anak-anak nya sukai.


Menurut Alisa memasak makanan kesukaan anak-anak nya itu membuat ia senang karena apa yang ia buat pasti akan habis di lahap oleh anak-anak nya bahkan ketika anak nya sedang tidak bersamanya ketika Alisa membuat makanan kesukaan anak nya ia selalu merasa jika anak nya berasa di sisi mereka.


Anak memang akan selalu menemani nya namun ketika mereka sudah menikah beda ceritanya mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga nya sendiri.

__ADS_1


Tak dapat di pungkiri kerinduan pada anak-anak nya selalu Alisa rasakan terlebih jika di rumah sudah tidak ada siapa-siapa hanya televisi lah yang menemani nya hingga kedua putri nya yang belum menikah pulang.


''Asik dong, aku juga mau.'' Diana dengan antusias membantu mamah nya mengiris berbagai sayuran sementara mamah nya kini membuat masakan lain untuk sarapan.


Terdengar suara ramai dari lantai bawah membuat Kayla segera melipat sajadah nya kembali ia pun berjalan ke arah pintu karena sudah di pastikan akan sangat senang jika berkumpul bersama.


''Aleta sayang, Udah bangun.'' Suara Kayla terdengar nyaring dari atas tangga ia berjalan dengan cepat segera menghampiri Aleta yang masih memeluk sang mami nya.


Terlihat Aleta yang masih mengantuk memeluk erat tubuh mami nya yang sedang hamil muda.


''Sini biar sama aunty dulu yah, kasihan dede bayi nya nanti sakit.'' Kayla merayu Aleta agar berpindah ke dalam pelukan nya.


''Gak mau.'' Ucap Aleta yang menepis tangan Kayla.


''Kasihan mami nya kan lagi ada dede bayi nya.'' Kayla masih mencoba membujuk Aleta namun tetap saja Aleta sepertinya tidak mau.


''Ya sudah aunty mau ke dapur aja ya.'' Aleta hendak berjalan menjauh dari gadis kecil dari kakak nya itu tapi kini Aleta bersuara membuat langkahnya terhenti.


''Aunty.'' Aleta berkata dengan pelan.


Mbak susi yang kini memeluk Aleta anak nya jadi ingin tersenyum karena anak nya malu-malu kucing.


''Aleta mau sama bunda.'' Ucap Aleta yang terlihat bersedih.


Kayla tertawa kecil ia kira usaha nya berjalan lancar tapi ternyata anak itu ingin sama bunda nya.


''Ya udah aunty panggil dulu bunda ya.'' Kayla berlalu dari hadapan mereka dan berjalan ke arah dapur karena ia sudah tahu jika mbak Diana pasti sedang berada di dapur menemani mamah nya masak.


''Mbak tuh Aleta bilang mau sama mbak.'' Ucap Kayla sambil membuka pintu kulkas.


''Emang nya dia sudah bangun?'' tanya Diana karena masih sangat pagi. Biasanya Aleta akan bangun saat sudah siang.

__ADS_1


''Iya tuh lagi di peluk sama mbak Susi kasihan mbak Susi perut nya ke tekan karena Aleta.'' Jelas Kayla sambil menutup kembali pintu kulkas dengan membawa beberapa buah di tangan nya.


Diana memperhatikan adiknya yang kini menaruh buah pada keranjang kecil untuk ia cuci.


''Mau bikin apa lagi dek?'' tanya Diana karena sepertinya adiknya itu sangat suka buah. Entah memang suka atau memang ia menjaga agar bentuk tubuh nya terlihat terus ideal cuman menurut Diana Kayla itu terlalu berlebihan karena yang ia lihat hanya buah-buahan saja yang terus masuk ke dalam perut nya.


''Mau buat jus, mbak mau?'' tanya Kayla yang sudah selesai dengan mencuci buah nya kini ia mulai memotong kecil-kecil buah itu.


''Gak ah nanti aku kurus kayak kamu kan gak enak nanti mas Putra peluk nya.'' Kekeh Diana yang langsung mendapat gelengan kepala oleh mamah nya.


''Udah ah mbak mau ajak dulu Aleta kasihan, Kamu bantu buat adonan gorengan ya mbak mau pergi dulu.'' Mbak Diana langsung mencuci tangan nya dan berlalu.


''Emang nya kalau badan berisi enak gitu di peluk.'' Ucap Kayla pelan.


''Ih jangan dengerin apa kata mbak mu.'' Mamah mencubit hidung putri nya karena ia mendengar apa yang di ucapkan Kayla. Kayla hanya tertawa kecil ia mengira jika mamah nya tidak mendengar apa yang ia katakan.


Masakan kini sudah siap Kayla sendiri yang membantu mamah nya memasak kini ia merapikan semua masakan di meja makan.


Terlihat sudah siap semua keluarga nya bahkan ayah nya dan juga bang Bima terlihat sudah siap dengan setelan kerjanya.


''Makasih sayang.'' Ucap Reza ketika Kayla memberikan minum untuk nya.


Lusi kini berjalan ke arah meja makan ia sendiri sudah siap dengan seragam sekolah nya.


Kini mereka sudah duduk bersama dan mulai menyantap hidangan yang tersedia dengan diam mereka menikmati makan pagi mereka tanpa di isi obrolan hingga kini mereka telah selesai.


''Kau kamu jadi kan mau ke rumah sakit sekarang?'' tanya Reza menatap putrinya.


''Jadi yah. Nanti jam delapan aku berangkat.'' Jawab Kayla dengan menyeruput jus buah kesukaan nya.


''Ya baguslah. Ayah udah bilang soalnya sama Alvin jika kamu hari ini pergi.''

__ADS_1


Kayla menatap mbak Diana perasaan yang semalam sudah hilang kini terasa muncul lagi karena kata-kata sang ayah.


......................


__ADS_2