
Kayla hanya diam ia tidak menjawab pertanyaan dari Malik ia sedikit bingung dengan pertanyaan yg Malik tujukan pada dirinya.
Andai saja saat ini ia membawa mobil sendiri ingin sekali ia kembali pada suaminya berasa saat ini untuk memastikan siapa wanita itu.
Semenjak Alvin memutuskan untuk ikut andil dalam perusaan ayahnya Kayla tahu jika suaminya akan sibuk tapi jika ia adalah rekan kerjanya tidak mungkin juga suaminya sedekat itu.
Jelas sekali ada sesuatu yg tidak ia ketahui dari suaminya.
Malik kembali diam ia yakin jika ada sesuatu yg saat ini mengganggu pikiran dari wanita di sampingnya itu.
Sepanjang perjalanan hanya keheningan yg mengisi pikiran mereka hingga tak terasa kini mereka telah sampai di depan kediaman dimana Kayla tinggal.
''Makasih ya Malik,'' Ucap Kayla dengan tulus.
''Sama-sama Kay,'' balas Malik dengan senyum simpul nya.
Kayla pun membalas senyum Malik sebelum akhirnya ia keluar dari dalam mobil Malik dan menunggu mobil yg Malik kendarai menjauh dari halaman rumah nya.
Kayla menatap sendu ternyata sesakit ini melihat suaminya bersama orang perempuan lain hatinya seakan tercubit saat mendapati kediaman nya tanpa adanya mobil suaminya ia semakin yakin jika apa yg tadi ia lihat adalah suaminya.
Belum sempat ia masuk ke dalam rumah Kayla sudah di kejutkan oleh suara klakson mobil milik suaminya yg masuk ke dalam kediaman nya.
Kayla hanya bisa membuang napas berat nya berharap jika dirinya kuat sebelum mengetahui yg sebenarnya tapi apa daya ia merasa tidak sanggup.
Kayla kembali melangkahkan kakinya memilih dirinya untuk beristirahat di dalam tanpa menunggu Alvin terlebih dahulu.
Ia harus segera mengistirahatkan dirinya sebelum semua pikiran buruk terhadap suaminya menguasai dirinya lebih jauh lagi.
Entah mengapa memikirkan kejadian tadi membuat hatinya sakit padahal sudah sering juga Alvin dekat dengan beberapa perawat saat ia masih di rumah sakit tapi dengan yg satu ini ia tidak bisa hatinya sakit ia cemburu dan itu membuat semua pikiran buruk itu muncul seketika.
''By,'' panggil Alvin dari lantai bawah.
Alvin terus melangkahkan kakinya ke anak tangga ia melihat istrinya sudah tak terlihat lagi masuk ke dalam kamar mereka.
Alvin tahu ia salah mungkin karena ia lupa tidak memberikan kabar jika dirinya tidak bisa menjemput Kayla tadi siang.
Satu persatu anak tangga segera ia tapaki dan segera masuk ke dalam kamar.
Alvin menarik napasnya panjang saat melihat kemarahan Kayla buktinya wanita itu tidak menyapa dirinya bahkan terkesan menghindari dirinya.
__ADS_1
''Sayang aku minta maaf,'' Tutur Alvin dengan nada lembut.
Alvin meraih tangan Kayla dan berusaha mendekati istrinya yg kini sedang hamil muda.
''Lepasin mas aku mau ganti baju.'' Keluh Kayla karena Alvin malah memegang dirinya dengan begitu erat.
''By, aku minta maaf aku gak hubungi kamu tadi karena ponsel aku lobet sayang,'' jelas Alvin berusaha meyakinkan Kayla.
Sebenarnya ponsel Alvin tidak lobet hanya saja ia benar-benar lupa dan ia tidak yakin jika harus yakin pada Kayla kalau sebenarnya ia lupa.
Kayla membuang napasnya kasar dan kembali berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman Alvin.
''Lepasin mas aku gak butuh lagi penjelasan kamu.'' Cetus Kayla dan langsung terbebas dari cengkraman Alvin.
''By kok kamu gitu sih. Aku minta maaf sayang,'' ucap Alvin lagi namun itu sama sekali tidak di gubris oleh Kayla.
Kayla lebih memilih masuk ke dalam kamar mandi ia menyandarkan tubuhnya dan seketika itu air matanya jatuh.
Ia benar-benar rapuh semua pikiran buruk itu datang seketika menghampiri dirinya dan membuat dadanya begitu sesak.
''Maafin aku mas, tapi aku harus mengontrol hati aku dulu,'' lirih Kayla pelan.
Alvin mendudukkan dirinya di atas sofa matanya seketika melihat pantulan wajahnya di depan dirinya bersama Kayla saat ia menikah dengan Kayla.
Terlihat senyum bahagia dirinya namun berbeda dengan Kayla ia terlihat sedikit memaksakan senyum nya. Jelas sekali terlihat saat itu Kayla belum bisa menerima dirinya berbeda seperti sekarang.
''Maafkan aku by, tapi aku tidak ingin dia sakit hati lagi,'' gumam Alvin pelan.
Beberapa saat kemudian pintu kamar mandi kembali terbuka terlihat Kayla keluar dari kamar mandi dengan pakaian yg berbeda dengan wajah yg terlihat lebih segar.
''Sayang kamu masih marah sama aku?'' tanya Alvin kembali berdiri dan langsung memeluk Kayla.
Ia menyandarkan kepalanya di bahu milik Kayla membuat Kayla kembali diam.
Kayla memutar tubuhnya ia menatap wajah suaminya yg terlihat menyesal membuat hatinya kembali merasa tidak tega.
''Ya gak apa-apa kok mas, lagian baterai lowbet bukan salah kamu kok, maaf juga aku udah kesel sama kamu,'' ungkap Kayla.
Seketika senyum Alvin mengembang ia kembali memeluk Kayla ia bahkan langsung mencium kening Kayla dengan gemas.
__ADS_1
Ia merasa lega karena Kayla dapat memaafkan nya begitu cepat sungguh ia akan bingung jika Kayla mendiamkan dirinya seperti tadi.
''Ya udah kita makan yuk, kasihan baby dia butuh makan banyak.'' Kekeh Alvin dengan mengusap perut rata milik Kayla.
Kayla kembali tertawa geli ia kembali merasa lebih baik lagi, mungkin memang benar itu hanya perasaanya saja atau memang karena hormon nya saat hamil muda ia merasa mood nya menjadi naik turun.
''Ya sudah mas ganti baju dulu, abis itu mas turun aku mau panaskan dulu makanan nya.'' Sahut Kayla mencium sekilas Alvin.
Ia pun kembali berjalan ke arah cermin rias nya untuk memoleskan make up pada wajahnya sementara Alvin ia pun mengikuti perintah istrinya untuk mandi dulu.
.
Makan malam kembali menghangatkan suasana hati mereka Kayla bahkan merasa lebih baik lagi ia bahkan sedikit melupakan kejadian tadi siang.
Ia memilih menikmati malam tanpa membicarakan hal apapun yg berkaitan di luar hanya seputar kehamilan nya yg kini menjadi topik pembicaraan mereka.
''Boleh sayang, biar nanti kita beli perlengkapan bayi nya tapi jangan sekarang juga kan kita belum tahu perempuan atau laki-laki.'' Ingat Alvin lagi.
Kayla tersenyum kecil ia pun kembali menyuapkan nasi pada mulutnya.
Suara panggilan telepon terdengar nyaring di pendengaran mereka membuat makan malam mereka kembali teralihkan.
''Kayaknya ada yg telepon mas, biar aku ambilkan ya,''
Kayla langsung berdiri membuat Alvin hanya bisa pasrah namun ia sedikit cemas takut jika itu adalah panggilan dari Nasya.
''Gak apa-apa biar aku aja, kamu lanjut makan aja by,'' ucap Alvin dengan ragu.
Kayla hanya tersenyum dan kembali menatap hidangan suaminya yg terlihat masih banyak. ''Gak apa-apa kok mas aku udah banyak makan kok kamu malah baru sedikit makan nya,'' ujar Kayla.
Ia langsung pergi untuk mengambil ponsel suaminya dari arah ruang tengah karena Alvin cas.
Saat tangan nya hendak mengambil ponsel Alvin bahkan belum sempat melihat siapa yg menelponnya malam-malam panggilan itu terhenti membuat Kayla hanya melepas kabel dari ponselnya.
''Udah penuh kok di cas,'' gumam Kayla pelan.
Kayla merasa heran karena seingat dia suaminya cas hp nya sebelum tadi makan malam.
...****************...
__ADS_1