Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 84 Seseorang yg bukan di harapkan


__ADS_3

Kayla kini sedang berada di rumah sakit bahkan tepatnya sudah satu jam lamanya ia berada di rumah sakit untuk melihat kondisi ibunya meski pada akhirnya ia malah diam di pelataran tanpa juga masuk ia hanya melihat sekeliling dirinya masih cukup takut jika ibunya masih akan syok saat melihat dirinya.


''Ko diam disini sih?'' tanya Malik yg baru saja datang menghampiri Kayla.


Malik pun mengambil posisi dan ikut duduk di samping Kayla yg terlihat sedikit murung.


''Kenapa gak masuk?'' tanya Malik lagi.


Ia tahu jika Kayla belum juga masuk ke dalam dan menjenguk ibunya dan itu justru membuat dirinya merasa sedikit heran karena tidak biasanya wanita itu akan diam sendiri dan tak segera mengunjungi ibunya.


''Aku cukup takut Malik, aku takut jika ibu akan kembali menolak aku setelah hari itu.'' Ungkap Kayla dengan jujur.


Tak dapat di pungkiri ia sangat takut bukan karena takut jika dirinya akan mendapat perlakuan tidak baik lagi hanga ia takut jika ibunya menolak dirinya lagi dan itu berarti apa yg ia harapkan akan kembali menjauh dan ia akan kembali kecewa.


''Rasanya aku sudah sangat bersabar tapi nyatanya itu semua tidak ada artinya, apa memang aku bukan seseorang yg di harapkan.'' Kata Kayla lagi.


Kali ini Malik tahu apa yg Kayla utarakan dirinya paham dan tahu kecemasan yg saat ini Kayla rasakan.


Malik menarik napasnya dalam ia menatap ke arah Kayla dan melihat sorot mata wanita itu sungguh sangat menyedihkan ia pun beralih kembali menatap langit ada rasa yg sulit ia redam ada rasa yg ingin selalu mengungkapkan jika dirinya akan selalu berada di sisi Kayla dan ingin sekali membuat wanita itu kuat tapi apa daya ia sudah sangat tahu diri jika dirinya bukan siapa-siapa lagi.


''Aku tahu ini semua sangat berat untuk kamu tapi hanya sedikit lagi saja kesabaran mu aku yakin ibu Aira akan segera sembuh meski aku sendiri tidak tahu kapan waktu itu akan tiba.''


Kayla menoleh ke arah Malik ia dapat melihat jika Malik memang berkata benar memang dirinya hanya perlu bersabar lagi dan hanya itu yg ia butuhkan saat ini.


''Tapi....''


''Kay, tak ada penyakit yg dapat sembuh dalam seketika kamu tahu itu bukan? demam saja bisa berhari-hari meski kamu tahu obat yg kamu berikan itu sudah benar tapi tetap saja takdir dari Tuhan yg menentukan kita hanya perlu bersabar dan berdoa dan seperti itu juga yg saat ini ibumu alami ia hanya memerlukan dukungan dan doa aku yakin ibu Aira akan secepatnya sembuh.'' Tutur Malik panjang lebar.


Kayla hanya diam ia begitu merasa jika dirinya di bungkam dengan kenyataan ia sama sekali tidak bisa berkata lagi dan hanya bisa menahan keinginan nya atas takdir yg sudah terjadi dalam hidupnya.

__ADS_1


''Ya kamu benar Malik mungkin memang aku yg belum bisa sabar.''


Kayla menarik napasnya panjang ia hendak bangun untuk memutuskan dirinya agar menemui ibunya sebelum ia hendak pulang namun dirinya cukup pusing baru saja ia bangun dari kursi kepalanya terasa berat.


''Kay, kamu tidak apa-apa?'' tanya Malik yg dengan sigap menahan tubuh wanita itu.


Kayla hanya menggeleng ia memijat pelipisnya yg terasa begitu berat.


''Aku mau temui ibu bisa kamu antar kan?'' pinta Kayla meski tak sedikitpun menatap Malik.


Malik pun menyetujui permintaan Kayla ia juga tidak ingin sesuatu terjadi pada wanita itu karena saat ini ibu Aira sedang istirahat ia takut jika saat Kayla ke sana dan ibu Aira kembali merasa dirinya terganggu.


Langkah demi langkah terus jalani entah mengapa rasa pusing itu terus terasa namun Kayla mencoba kuat mungkin karena hormon yg berubah atau karena stres yg berlebih membuat dirinya pusing.


Malik membuka handle pintu dan memperlihatkan ibu Aira yg kini sedang terlelap.


Kayla hanya diam ada rasa lega dalam dirinya saat mendapati ibunya dalam keadaan baik-baik saja dan melihat ibunya seperti itu tak dapat di pungkiri perasaan nya luluh kembali.


''Maafin Kayla bu, maaf karena Kayla ibu menjadi seperti ini semoga ibu cepat sembuh biar kita bisa sama-sama.'' Ucap Kayla dengan air mata yg jatuh seketika.


Dengan cepat Kayla mengusap air mata yg jatuh dan segera bangun dari duduk nya. Tak bisa lagi ia menahan dirinya untuk tidak menangis seakan beban dalam pundaknya begitu sangat berat.


''Andai saja aku bisa menenangkan kamu Kay, aku begitu merasa tersiksa dengan perasaan ini.'' Gumam Malik pelan melihat kepergian Kayla.


Malik hanya bisa menahan dirinya agar ia tidak lagi mengungkapkan perasaan nya ada perasaan yg lebih penting ia jaga persahabatan dirinya dengan Alvin lebih penting dari sekedar rasa pada Kayla meski tak dapat di pungkiri ia sangat cemburu saat melihat Kayla bersama dengan Alvin.


Malik kembali berjalan ia hendak menutup pintu ruangan ibu Aira namun nyatanya wanita itu bangun.


''Aku melihat anak ku dia kesini ada wanita yg masuk kesini dia anak ku.'' Ucap Ibu Aira dengan mata membulat ia bahkan menelisik seluruh ruangan nya seolah merasakan kehadiran anaknya.

__ADS_1


Malik pun segera mendekati ibu Aira dan berusaha menanyakan apa yg ibunya lihat apa Kayla maksud ibu Aira atau hanya khayalan saja.


''Ibu melihat sesuatu?'' tanya Malik dengan suara yg bersahabat.


Aira tidak menanggapi ia masih sibuk dengan apa yg ia rasakan meski terlihat kecemasan dalam raut wajahnya.


''Anak aku, aku tahu anak aku kesini dia mencari ku hahahaha dia mencari ku.'' Lirih bu Aira kembali merasa sedih.


''Apa dia sudah besar? atau bersama seseorang?'' tanya Malik lagi.


''Kau tidak melihatnya dia datang menemui aku, aku tidak pernah berbohong dia anak ku anak ku.'' Ibu Aira kembali menangis histeris.


Sungguh sulit sekali mencari komunikasi dengan ibu Aira karena ia seolah hati-hati terhadap orang lain meski itu pada Malik yg sudah ia anggap sebagai teman nya.


Melihat ibu Aira kembali histeris tak bisa lagi di ajak bicara bahkan akan membahayakan dirinya sendiri terpaksa Malik memberikan obat penenang lagi.


.


.


Kayla berlari dan hendak masuk ke dalam mobilnya namun belum sempat ia mendekati mobilnya ia limbung dan hampir saja terjatuh karena pusing di kepalanya tak bisa ia tahan lagi namun beruntung Alvin yg baru saja keluar dari mobilnya dan dengan cepat segera berlari dan menolong istrinya sebelum Kayla terjatuh.


''By, hey sayang?'' Alvin menepuk pipi Kayla tapi Kayla sudah jatuh pingsan.


Dengan cepat ia pun memasukan Kayla ke dalam mobil miliknya dan kembali memutar arah untuk segera ke rumah sakit.


Sungguh dirinya begitu khawatir ia tidak tahu kalau istrinya berasa di rumah sakit jiwa untuk menemui ibunya karena kemanapun Kayla akan pergi wanita itu akan memberi tahu dirinya untung saja Alvin merasa ingin sekali mengunjungi ibu mertuanya jika tidak akan sangat menyesali karena tidak tahu istrinya seperti apa sekarang.


''By,'' Alvin memanggil lagi Kayla tapi tak ada respon membuat Alvin semakin cemas dan mempercepat laju mobilnya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2