
Alvi hanya mondar mandir saja sejak tadi istrinya masuk ke dalam ruangan.
ia cukup gelisah dan tidak bisa berbuat apapun saat melihat istrinya seperti sekarang ini.
''Bagaimana kondisi Kayla vin?'' tanya mamah Alisa yg baru saja datang menghampiri Alvin bersama suaminya Reza.
Mereka segera datang ke rumah sakit satu menerima kabar dari menantunya jika anaknya kini masuk rumah sakit karena tiba-tiba saja pingsan.
Alvin tidak menceritakan jika Kayla sudah menjenguk ibunya ia juga tidak tega jika dengan itu mama mertuanya akan melarang Kayla untuk tidak mengunjungi ibunya.
Belum sempat Alvin menjawab pertanyaan yg baru saja ibu mertuanya lemparkan pada dirinya seorang dokter keluar dari ruangan dimana Kayla berada.
Mamah Alisa dengan cepat menghampiri dokter itu dan menanyakan kabar bagaimana kondisi putri nya.
Meski Kayla sudah tahu kenyataan nya tak sedikitpun hubungan mereka berubah Kayla sudah menerima semuanya dengan lapang dada karena memang mamah Alisa begitu baik terhadap dirinya dan juga ibu kandungnya.
''Bagaimana kondisi Kayla dok?''
Dokter itu tersenyum dengan tatapan menghormati pada keluarga permana yg tidak lain pemilik rumah sakit itu.
''Ibu Kayla sudah membaik, hanya saja kelelahan mungkin di usia kehamilan nya yg masih sangat muda ibu Kayla perlu banyak istirahat dan jangan stres hanya itu saja tidak ada yg serius, kalau begitu saya permisi bu.''
Dokter itu pun berlalu dan membiarkan keluarga permana itu masuk ke dalam ruangan putrinya.
Tak dapat di pungkiri jika mamah Alisa begitu khawatir terhadap anaknya bagaimana pun Kayla adalah anak nya anak yg selama ini ia rawat dengan penuh kasih sayang sama dengan anak kandungnya sendiri.
Mamah Alisa segera masuk ke dalam ruangan itu dengan menatap wajah putri nya yg terlihat begitu pucat. Seketika air matanya tumpah ia sangat merasa sedih sekali melihat putrinya terbaring dengan lemas.
''Mamah,'' panggil Kayla dengan pelan.
Ia tersenyum saat mendapati pintu terbuka dan melihat keberadaan mamahnya dan juga ayah nya bersama suaminya.
''Kamu tidak apa-apa sayang, mamah sangat khawatir kalau kamu kenapa-napa.'' Jujur mamah Alisa dan langsung mengusap lembut tangan putrinya.
__ADS_1
Kayla mengulas senyum nya ia sendiri begitu terkejut saat terbangun sudah berada di rumah sakit dengan selang infus yg terpasang pada tangan nya karena seingat nya jika dirinya sedang hendak pulang saat sudah mengunjungi ibunya.
Kayla hanya menggeleng mendengar rasa khawatir sang mamah dan ia pun beralih menatap wajah cemas sang suami yg tak kalah beda dengan wajah sang mamah.
''Mas,''
''Iya sayang, kamu tidak apa-apa kan?'' tanya Alvin dan langsung mendekati Kayla yg masih terbaring lemah.
Kayla tersenyum kecil sungguh ia begitu bahagia saat mendapati suaminya begitu mencemaskan dirinya.
''Aku baik-baik saja kok mas,'' ucap Kayla dan langsung menerima usapan di lengan nya dengan lembut.
Entah mengapa di hati kecilnya Kayla merasa sedikit bersalah juga karena ia mengabaikan kesehatan dirinya padahal kini bukan hanya dirinya yg mendapat perhatian melainkan bayi yg sedang berada dalam perutnya.
''Vin sebaiknya kamu istirahat saja, biar Kayla mamah yg jaga.'' Sahut mamah Alisa merasa tidak tega karena Alvin terlihat sedikit acak-acakan padahal dirinya harus beristirahat tapi kini ia harus kembali ke rumah sakit untuk menjaga istrinya.
''Ya mas sebaiknya kamu juga istirahat.'' Tutur Kayla juga.
Alvin menatap wajah Kayla seolah dirinya tidak ingin meninggalkan istrinya tapi apa daya ia sadar jika dirinya terlihat begitu kacau Alvin pun memutuskan untuk mengikuti permintaan dari sang ibu mertua.
Ia pun malah mencuri ciuman pada kening sang istri membuat Kayla langsung merona karena Alvin mencium dirinya di depan sang mamah dan ayah nya.
Alisa hanya tersenyum lebar ia juga tidak menyangka mendapati menantu nakalnya mencium anak nya di depan mata kepalanya sendiri tapi mamah Alisa juga ikut bahagia karena ternyata apa yg suaminya putuskan untuk menikahkan Kayla dengan Alvin memang yg terbaik.
....
Malik sedikit gusar ia ingin tahu sekali keadaan wanita yg begitu masih berada dalam hatinya sungguh meski berulang kali ia mengingatkan dirinya jika Kayla bukan seseorang yg mesti ia pikirkan lagi tapi entah mengapa ia begitu cemas akan wanita itu.
Malik melihat kejadian tadi siang hatinya kembali merasa sakit hati andai saja waktu bisa berputar kembali ingin sekali ia kembali bersama wanita itu tapi apa daya waktu telah berlalu dan ia tetap harus menerima kenyataan nya jika wanita yg sangat ia cintai sudah menjadi milik orang lain dan ia adalah teman baiknya sendiri.
''Aaaahhhh kenapa kamu harus mikirin Kayla sih.'' Kesal Malik dan ia menjambak rambutnya dengan kesal.
Sungguh sudah berapa lama ia menjaga perasaan nya hanya untuk wanita yg sejak dulu ia cintai bahkan Kayla adalah cinta pertama dirinya sama seperti dirinya yg memang adalah cinta pertama dari wanita itu.
__ADS_1
Malik hanya terus bisa memaki dirinya karena seolah tidak bisa menahan dirinya untuk berhenti mencintai wanita itu.
Tok...tok...tok...
Suara ketukan pintu menyadarkan dirinya.
Malik segera bangun dari kursinya dan segera berjalan ke arah luar dirinya sedang malas untuk bertemu seseorang bahkan hanya untuk menanyakan siapa yg mengetuk pintu ia begitu malas.
''Jangan-''
''Maaf den ada mas Rayhan.'' Ucap seorang asisten rumah tangga yg hendak memberitahu kedatangan tamu tuanya itu.
Malik menatap gusar ia tidak bisa menolak kehadiran dari sepupunya itu. Ia pun memberi isyarat jika dirinya akan menemui sepupunya itu.
''Huh.'' Malik membuang napas dengan kasar dan segera turun dari kamarnya menuju ruang tamu dimana Rayhan sepupunya menunggu dirinya.
''Hey bro, tumben lo kesini.'' Ucap Malik sedikit basa basi di saat kedatangan nya menatap wajah sepupunya yg terlihat sedang menunggu kedatangan nya.
Rayhan tersenyum simpul ia sebenarnya hanya ingin menenangkan dirinya saja ia cukup kewalahan dengan sikap Nasya yg kini semakin terlihat emosional terlebih ia kini sedang mengandung anak dari pernikahan mereka.
''Ya pengen aja lah, sudah lama aku gak kesini juga.'' Balas Rayhan basa basi.
Sebenarnya Malik bisa menebak jika sepupunya itu sedang tidak baik-baik saja namun ia sendiri tidak ingin ikut campur dalam masalah pribadi sepupunya itu menurutnya memilih diam dan tidak ikut campur maslah orang lain lebih baik.
Malik dan Rayhan pun banyak berbincang mulai dari pekerjaan dan banyak hal termasuk hal keluarga mereka.
''Udah lama juga gue gak ke sana.'' Kekeh Malik yg kembali merasa mood nya baik.
''Ya lagian lo sibuk aja,'' balas Rayhan dengan tersenyum kaku.
Mereka pun banyak mengobrol membuat mereka kini melupakan sejenak masalah yg sudah memenuhi kepala mereka hingga sudah satu jam lamanya mereka menghabiskan waktu hanya untuk mengobrol.
''Ya udah gue cabut dulu ya thanks ya waktunya.'' Kekeh Rayhan basa basi ia pun segera berpamitan karena hari sudah malam.
__ADS_1
...****************...