Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 87 terjebak cinta masa lalu


__ADS_3

Kayla masih saja diam di dalam mobilnya meski tak dapat di pungkiri jika dirinya ingin sekali mengikuti kemana suaminya pergi. Hatinya sungguh gelisah sekali seakan ada hal aneh yg kini ia rasakan.


''Apa aku cari tahu saja ya,'' gumam Kayla pelan.


Ia masih menimang niman dengan apa yg akan ia lakukan tapi jika ia mengikuti dan mencari tahu mungkin Alvin akan kecewa karena seolah dirinya tidak mempercayai suaminya dan malah curiga pada suaminya yg tidak-tidak.


Akhirnya Kayla lebih memilih diam di dalam mobil dan menuruti apa yg telah Alvin perintahkan untuk menunggu dirinya di mobil.


''Mas Alvin lama banget sih.'' Kesal Kayla kana ia merasa jika suaminya lama.


.


.


''Aku gak tahu harus pada siapa lagi mengadu vin, aku gak bisa lagi menjalani semua ini hati aku begitu hancur aku masih mencintai kamu vin.'' Lirih Nasya dengan isak tangis nya.


Ia bahkan menangis karena tak bisa lagi mengendalikan emosinya. Bukan hanya menangis bahkan Nasya membenamkan dirinya di dada bidang lelaki yg masih sangat ia cintai.


Alvin sangat gelisah ia sangat takut jika Kayla akan melihat dirinya dan juga Nasya.


Andai itu terjadi tentu istrinya akan salah paham. '''Nasy aku mohon jangan seperti ini.'' Tutur Alvin.


Nasya pun segera bangun ia menyadari jika sikapnya berlebihan pada lelaki di depannya itu.


Nasya mengusap air matanya ia berulang kali menguatkan dirinya agar tidak lagi lemah.


''Maafkan aku Vin,''


Alvin mengembuskan napas berat nya ia tahu jika Nasya tidak bermaksud seperti itu pada dirinya. Hanya karena kini Nasya sedang dalam masalah berat dan ia sangat membutuhkan dirinya bukan karena cinta nya pada dirinya.

__ADS_1


Karena jika cinta tentunya Nasya tidak akan menikah dengan lelaki yg tidak ia cintai.


''Aku paham kamu Nasy, aku harap kamu bisa kuat untuk anak kamu, kasihan dia jika kamu seperti ini anak kamu itu sangat membutuhkan kamu jadi berhentilah bersedih aku yakin ini semua yg terbaik untuk kamu.'' Ucap Alvin kembali mengingatkan Nasya.


Nasya tersenyum kecil sungguh dirinya seolah tidak berarti lagi untuk Alvin bahkan disaat ini yg Alvin pikirkan adalah bayi yg saat ini berada dalam kandungan nya.


Nasya terkekeh kecil ia kembali mengusap air mata yg terus saja menerobos keluar dengan sendirinya. ''Iya kamu benar vin, anak aku lebih membutuhkan aku.''


Beberapa menit berlalu hanya keheningan yg menghiasi mereka bahkan Alvin sedikit melupakan jika dirinya sedang meninggalkan istrinya di dalam mobil.


''Vin andai saja waktu bisa terulang kembali aku merasa hidup ini sangat tidak adil sama aku.''


Alvin menoleh ke arah Nasya ia menatap sendu pada wanita yg dulu pernah membuat hidupnya sedikit berwarna saat dirinya sedang patah hati karena Kayla dan kini wanita di hadapan nya itu yg kini sedang mengadu sedih pada dirinya.


''Hmmm semua akan berjalan seperti bagaimana mestinya. Kita hanya bisa berusaha menjalani kehidupan ini dengan baik karena kesempatan itu tidak akan datang dua kali.''


''Semua sudah takdir Nasy,'' balas Alvin karena ia merasa tidak ingin lagi mengungkit masa lalu mereka lagi.


''Ya andai saja waktu itu setelah aku mengetahui pernikahan kamu dan kamu tidak lagi memaksa aku bertahan di atas pernikahan kalian tentu aku tidak akan sesakit ini vin, bahkan aku tidak akan menerima pernikahan bodoh ini.''


Alvin sedikit gusar ia tahu jika sebab Nasya seperti ini karena dirinya sendiri tapi kejadian itu sudah berlalu begitu lama bahkan kini dirinya sudah bahagia dengan wanita yg sejak dulu ia cintai.


''Kamu beruntung sekali vin, beruntung karena telah mendapatkan cinta kamu sementara aku.'' Lirih Nasya dengan ******* napas panjang nya.


Alvin merasa jika dirinya bersalah sangat bersalah tapi apa daya ia tidak memiliki kekuatan lagi ia tidak bisa menerima Nasya karena kini mereka sudah memiliki jalan hidup masing-masing.


''Aku minta maaf karena dulu memaksa kamu agar menunggu aku lagi Nasy. Maaf karena aku begitu egois telah mencintai dia wanita sekaligus padahal aku tahu jika aku tidak akan sanggup memilih saat itu.''


Nasya terkekeh ya memang dirinya sendiri yg bodoh. bodoh karena terjebak dengan cinta nya bahkan di saat lelaki yg ia cintai sudah memiliki istri dan mendapatkan cinta yg sesungguhnya.

__ADS_1


''Hanya itu vin, hanya maaf saja.'' Kekeh Nasya dengan tawa frustasinya.


Alvin menatap langit siang yg sudah sangat terik andai saja dulu ia tidak memaksa wanita itu mungkin Nasya akan lebih ikhlas menerima kepergian nya.


''Ya sudah nntn tak apa vin, setidaknya aku adalah wanita yg menjaga apa itu yg disebut cinta dan setia entah sampai kapan aku mencintaimu dan entah kapan rasa cinta itu akan hilang.''


''Aku yakin Nasy Rayhan adalah lelaki yg terbaik untuk kamu aku yakin jika Rayhan seseorang yg telah di takdir kan untukmu.'' Ujar Alvin dengan yakin.


Jauh di sebelah sana sepasang mata sedang menatap marah pada sepasang insan yg sedang saling bertukar pendapat.


sudut matanya menatap dengan amarah yg tak bisa ia redam namun apa daya ia tidak memiliki hak atas mereka.


Jika saja Rayhan mengetahui apa yg sedang istrinya lakukan dengan seorang lelaki yg berstatus suami orang itu tentu ia akan sangat syok.


Matanya memerah ia memikirkan perasaan dari suami dan juga istinya yg ia rasa pasangan mereka tidak mengetahui banyak tentang hubungan apa yg kini mereka miliki di belakang pasangan mereka.


Tangan nya mengepal kuat ingin sekali ia menghadiahi laki-laki itu dengan bogeman mentah nya.


Jika saja ia berada di tempat sepi ingin sekali ia menyeretnya pergi dan mengatakan apa yg kini bersarang dalam dadanya.


Mengetahui kenyataan jika suami yg amat sangat wanita yg ia cintai itu berselingkuh dengan istri orang tentu adalah hal yg sangat membuat dirinya geram terlebih saat ini istrinya sendiri sedang dalam keadaan hamil juga apalagi ibunya sedang sakit tentu ia sangat geram.


''Ya sudah aku pulang ya vin, makasih karena kamu sudah mau mendengarkan semuanya.'' Cetus Nasya dan langsung menghadiahi Alvin dengan kecupan singkat di pipi lelaki itu.


Alvin hendak protes tapi apa daya wanita itu dengan cepat berlalu dari hadapan diri nya membuat ia sedikit dibuat frustasi.


Alvin mengacak-acak rambutnya ia seolah terjebak dalam cinta masa lalu dirinya meski saat ini cinta itu sudah hilang dalam dirinya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2