
Seketika Kayla terdiam ia memikirkan perkataan Alvin yg berfikir jika dirinya sedang hamil.
Bukan tidak ingin hanya saja ia takut apa yg Alvin katakan justru sebalik nya. Ia cukup takut jika saat ini suaminya sedang mengharapkan jika dirinya akan hamil secepat itu.
"Hey, kok melamun sih.'' Alvin kembali menyadarkan Kayla dari lamunan nya.
Ia menatap sorot mata berbeda dari istrinya.
''Eh enggak ko mas,'' balas Kayla dengan senyuman ia pun kembali menyungingkan senyum nya pada Alvin.
" Oh ya by, bagaimana kalau nanti siang kita jenguk ibu lagian sudah hampir seminggu kita gak ke lihat ibu juga kan.'' Sahut Alvin memberi ide.
Alvin sebenarnya tahu apa yg sedang kini Kayla pikirkan ia menjadi merasa bersalah karena telah berpikir jika saat ini Kayla sedang hamil.
Ia juga tidak memaksa Kayla agar segera hamil hanya saja ia merasa heran saja dengan sikap Kayla yg cukup sedikit manja dan banyak maunya.
"Iya ayo mas lagian aku juga sudah kangen sama ibu.'' Timpal Kayla lagi dengan senyum kecilnya.
.
.
" Mas sebentar.'' Rengek Kayla saat suaminya sudah terlihat rapi.
Alvin mengulum senyum pikiran nya kembali membenarkan jika ada sesuatu yg jelas berbeda dari sisi istrinya.
Memang Kayla itu kini sudah tak malu lagi dan bahkan ia sudah menjalani hubungan seperti layaknya pasangan suami istri pada umumnya tapi ia juga tidak ingin meyakini secara pasti ia hanya takut jika dugaan nya salah dan malah Kayla akan berpikir jika dirinya memang sudah mengharapkan kehadiran seorang anak.
"Iya aku tungguin kok by.''
" Ayo.'' Sahut Kayla saat dirinya sudah siap.
Kayla dan Alvin pun menuruni tangga bersama terlihat mereka begitu serasi dan sangat sempurna.
Mereka pun segera beralih turun dan mendapati senyum dari bi Ida yg telah menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
__ADS_1
"Mbak Kayla sama mas Alvin mau pergi ya?'' tanya bi Ida dengan senyum yg masih menghiasi bibirnya.
Kayla pun membalas senyum bi Ida dan menjawab pertanyaan nya. " Iya bi, tapi gak lama ko.'' Jelas Kayla lagi yg langsung mendapat anggukan dari bi Ida.
Bi Ida pun segera pergi meninggalkan kedua pasangan itu agar mereka sarapan bersama karena bi Ida tidak ingin mengganggu dengan adanya kehadiran nya di depan kedua pasangan suami istri itu.
Kayla sendiri ia sudah paham karena waktu itu bi Ida mengungkapkan jika dirinya akan makan sendiri saja jika ia merasa tidak nyaman kalau ia sering makan bersama dengan dirinya dan Alvin.
Kayla pun menyetujui itu dan apapun itu yg bi Ida inginkan selama bi Ida nyaman tentu ia tidak akan memaksa dirinya.Bagi Kayla bi Ida itu sudah seperti teman nya di kala Alvin meninggalkan dirinya di rumah sendirian.
"Oh ya mas kamu kapan akan kembali masuk kerja?" tanya Kayla membuka suara.
Kayla sendiri ia sudah merasa rindu untuk masuk kembali ke dunia kerjanya bergelut dengan pasien-pasien yg sedang membutuhkan dirinya tentunya membuat Kayla merasa rindu karena hal itu selalu membuat dirinya bahagia ketika melihat tawa senyum keluarga yg mendapat kebahagiaan.
"Entahlah aku sedikit memikirkan perkataan mami by, mami meminta aku agar bisa mengambil alih perusahaan papah.'' Tutur Alvin pelan.
Sebenarnya Alvin sedikit berpikir jika ia akan meneruskan bisnis keluarga nya. Bagaimana pun karena usaha itu pula dirinya dapat seperti sekarang tapi jika dia di beri pilihan ia tentunya lebih memilih menjadi dokter.
Dokter adalah cita-cita nya sejak kecil dan karena ibunya sendiri adalah seorang dokter membuat Alvin selalu merasa jika dia selalu berada di samping sang ibu tapi kenyataan tetap kenyataan ia sadar jika ibunya sudah tidak ada tapi dengan seperti itu ia selalu merasa senyum kebahagian sang ibu.
Alvin membalas senyum istrinya ia pun membalas perlakuan manis sang istri.
.
.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil Kayla sedikit tidak sabar untuk segera sampai namun bukan pusat kota namanya jika tidak bermacet-macetan hingga akhirnya ia harus sabar menunggu mobil yg ia tumpangi kembali melaju di jalan.
"Duh macet banget sih.'' Omel Kayla di sela-sela kekesalan nya.
Alvin terkekeh pelan mendapati kekesalan sang istri padahal biasanya istrinya itu selalu bersikap santai saat menghadapi macet seperti sekarang ini.
Mobil hitam itu pun kembali membelah jalanan dan hanya butuh setengah jam kini mereka sudah sampai di depan bangunan dimana ibu Kayla berada.
"Ayo sayang,'' ucap Alvin seraya membuka pintu mobil untuk sang istri.
__ADS_1
Perlakuan manis Alvin ternyata tidak luput dari pandangan sosok yg kini masih menyimpan rasa pada istrinya.
Dia terlihat begitu kecewa karena kini wanita yg sangat ia cintai sudah berpindah ke lain hati.
Terlihat senyum Kayla mengembang saat menerima perlakuan dari Alvin ia pun terlihat saling bergandengan tangan menuju ruangan sang ibu.
''Andai saja aku masih mempunyai kesempatan Kay, aku tidak akan pernah membuat kamu kecewa.'' Gumam seseorang yg sejak tadi merasa sakit di dadanya karena melihat pemandangan manis dari sepasang suami istri itu.
Ia terlihat begitu kecewa setelah sekian lama menanti mantan kekasihnya kini ia sudah mendapati wanita itu sudah menjadi milik orang lain.
.
.
"Assalamu'alaikum bu.'' Salam Alvin dan Kayla bersamaan.
Kayla pun menghampiri sang ibu dan mengusap lembut tangan sang ibu.
Aira melentikkan tangan nya dan kembali memainkan boneka di tangan nya. Aira sudah terlihat sedikit membaik ia juga sudah mulai mau menerima banyak orang dan lebih terbuka meski begitu ia masih belum sembuh ia masih butuh penanganan medis hanya saja di tangan Malik ibunya terlihat banyak memperlihatkan perkembangan yg cukup banyak.
" Ibu apa kabar? maaf karena Kayla baru bisa menjenguk ibu."
Aira menoleh ke arah sumber suara entah mengapa Aira langsung melepas boneka nya dan beranjak mendekati Kayla yg masih diam mematung di dekat dirinya.
"Hehehehe kamu datang, kami kembali ya.'' Celoteh Aira yg merasa senang dengan kedatangan Kayla.
Kayla tak bisa menyembunyikan rasa bahagia nya sungguh ini adalah kali pertama ibunya tersenyum ke arah dirinya meski ibunya masih belum sembuh Kayla begitu bahagia karena kini ia dapat diterima dengan baik oleh sang ibu.
Sesuai yg telah di rencanakan saat terakhir ia bertemu dengan Malik, Kayla pun mengajak ibu nya ke arah taman ia memilih taman karena kini semua orang sedang beristirahat dan tempat ini kini sunyi.
Seperti apa yg telah Malik ketahui jika ibunya Kayla itu memang menyukai kesunyian dan karena itu juga akan lebih aman untuk menggali informasi agar ibunya bisa sembuh.
Awalnya Alvin menemani Kayla namun akhirnya ia pun mengikuti perintah Malik agar dirinya diak di sisi lain karena takutnya Aira merasa jika dirinya saat akan di tanyai merasa tidak nyaman.
...****************...
__ADS_1