
Kayla berjalan masuk ke dalam rumah nya yang terlihat sangat sepi mungkin saja kedua orang tuanya memang sudah sudah tidur membuat ia berjalan ke arah kamar untuk segera istirahat.
''Kay?'' Reza memanggil Kayla saat anak nya sudah berada di antara anak tangga.
Kayla menoleh sesaat saat ia melihat ayah nya sedang menatap ke arah dirinya.
''Iya yah. Aku kira ayah sudah tidur.'' Ucap Kayla datar.
''Kamu baru pulang?'' tanya Reza karena kini sudah pukul sebelas malam meski ia tahu anaknya pergi bersama Alvin tetap saja Reza tidak menyukai jika anak nya pulang terlalu larut malam. Kayla itu adalah anak gadis dan kini tanggung jawab besar dari sosok seorang ayah adalah menjaga anak gadisnya.
''Iya yah, maaf.'' Lirih Kayla tahu jika ayahnya tidak menyukai hal seperti ini.
Reza menarik napasnya panjang ia juga bersalah karena mengizinkan Kayla keluar malam.
''Ya sudah sana istirahat.'' Reza kemudian berlalu membuat Kayla sedikit bernapas lega.
''Untung aja ayah enggak marah.'' Batin Kayla dan langsung saja berjalan kembali ke kamarnya. Ia segera mencuci mukanya dan menganti pakaian nya dengan pakaian tidur.
Ia merasa sedikit lelah membuat Kayla segera merebahkan tubuh nya di kasur.
...
Rayhan tidak bisa tidur entah perasaan apa yang kini selalu mengganggu nya sejak tadi siang ia merasa tak biasa lagi menahan perasaan nya meski sulit ia bersusah payah mengubur dalam agar tidak mencintai Kayla apalagi mengingat Kayla adalah orang berada membuat nyali nya menciut lagi seakan cinta nya tak akan bisa tersampaikan.
Hingga semakin larut Rayhan hanya diam sampai ia tertidur dengan sendiri nya.
.
.
__ADS_1
Pagi-pagi sekali di kediaman Permana.
Seperti biasa Kayla masih saja bergulat dengan selimut tebal nya mungkin karena semalam ia tidur sangat larut apalagi sejak kemarin ia banyak menangani pasien hanya sendirian.
''Kay bangun!'' Teriak mamah Alisa di balik pintu kamar anaknya yang sudah biasa membuat pagi nya menjadi sibuk dengan putri nya yang satu ini.
Hingga sudah ketiga kali Alisa mengetuk pintu kamar putri nya agar segera terbangun membuat ia sedikit pasrah.
Alisa akhirnya pergi dari depan pintu kamar anak nya. Ia lebih memilih untuk menyiapkan makan di pagi hati.
Kayla sebenarnya sudah mendengar suara ketukan pintu namun entah yang ke berapa kali nya ia tidak mendengar lagi mamah nya memanggil dirinya membuat Kayla bangun dan beranjak pergi ke kamar mandi untuk segera melaksanakan shalat.
Beberapa menit telah berlalu ia sudah selesai dengan shalat nya. Ia merasa sedikit aneh biasanya mamahnya akan selalu berteriak hingga dirinya sendiri membuka pintu kamar dan saat itulah mamah nya tak akan lagi membangun kan dirinya tapi kali ini ia merasa heran membuat Kayla segera melipat kembali mukena nya dan beranjak pergi ke dapur.
Terlihat mamahnya sedang memasak untuk sarapan mereka membuat Kayla mempercepat langkahnya menghampiri mamah nya yang sedikit sibuk.
''Pagi mah.'' Kayla tersenyum tipis dan beralih ke lemari es dan membawa beberapa buah di tangan nya.
Kayla memakan buah yang sudah ia cuci namun fokusnya melihat gerak sang mamah yang masih berkutat dengan alat masak nya.
''Mamah tumben gak bangunin aku sampai bangun?'' tanya Kayla karena ia memang merasa penasaran.
Alisa tersenyum tipis menanggapi pertanyaan yang Kayla lontarkan padanya. Alisa merasa jika dirinya terlalu memanjakan Kayla hingga Kayla menjadi pribadi yang sulit di atur.
''Ya kan kamu sudah besar kay. Kamu bahkan sudah sangat dewasa. Wanita seusia kamu sudah banyak yang menikah dan merawat anak masa kamu seperti ini bahkan bangun saja harus terus di bangunin kay.'' Ucap Alisa yang kini beralih mencuci berbagai bahan makanan yang akan ia masak.
Kayla sedikit kaget dengan ucapan sang mamah bahkan ia merasa kali pertamanya mamah nya berkata seperti mbak Diana.
''Kenapa?'' tanya Alisa karena kini putrinya tidak melanjutkan makan buah nya.
__ADS_1
''Mamah ko kayak mbak Diana?'' Kayla berusaha menormalkan mimik muka nya agar tetap seperti biasa padahal di dalam hati nya ada perasaan yang sangat mengganjal.
''Mbak mu benar kay. Kamu sudah sangat dewasa dan satu lagi mamah minta kamu pikirkan masa depan kamu jangan seperti ini terus kay.'' Ucap mamah Alisa karena ia ingin Kayla menjadi anak yang mendiri memang jika di bandingkan antara Kayla dengan Lusi Kayla memang sangat manja bahkan ia sedikit susah di atur berbeda dengan Lusi di saat usianya di bawah Kayla tapi dia sangat dewasa berbeda dengan Kayla.
Kayla hanya diam kali ini ia merasa sedikit tak enak hati dengan perkataan mamah nya yang sama dengan mbak Diana.
.
.
Makan pagi sudah selesai bahkan Kayla kini sudah siap dengan stelan kerjanya. Kali ini Kayla kembali berangkat bersama ayahnya karena seperti biasa ayahnya akan menemui seseorang yang Kayla sendiri tidak tahu.
''Kayla berangkat dulu ya mah.'' Salam Kayla pada mamah nya dengan memeluk erat mamah nya tidak lupa mencium punggung tangan wanita yang sangat Kayla sayangi.
Terlihat sangat berbeda dari mamah nya pagi ini membuat Kayla sedikit murung. Bahkan selama perjalanan nya menuju rumah sakit Kayla tidak banyak bicara hanya sesekali ia menjawab pertanyaan dari ayah nya. Kayla hanya memainkan ponsel di tangan nya ia mengecek akun pribadi nya yang membuat ia sedikit bosan.
Hingga bunyi ponsel menyadarkan kembali dirinya. Kayla membuka kembali ponsel di tangannya dan melihat Rayhan lah yang mengirimkan nya sebuah pesan membuat Kayla menampilkan senyum nya dan mungkin itu adalah senyum pertama kalinya di pagi hati ini.
^^^''Oke kak kita ketemu nanti di depan rumah sakit ya saat jam istirahat.''^^^
Jawab Kayla ia mengirimkan sebuah pesan pada Rayhan karena ia mengajak dirinya untuk bertemu nanti siang.
Mobil yang saat ini ia tumpangi sudah berhenti dengan rapih. Kayla segera keluar dengan Reza yang berada di samping nya. Namun kali ini Kayla bersikap biasa saja ia bahkan menuruti segera kemauan ayah dan mamah nya jika memang menurut mamah dan ayah nya dirinya sulit di atur ia akan menuruti kemauan dari kedua orang tuanya.
''Yah. Kayla mau ke ruangan ya.'' Pinta Kayla karena ia rasa jika dirinya tidak ingin menemani ayahnya.
''Ya sudah. Ayah pergi dulu.'' Ucap Reza sambil berjalan ke ruangan nya karena ada seseorang yang kini sedang menunggu dirinya.
Reza sengaja memanggil Arif untuk menjelaskan siapa Rayhan sesungguhnya karena yang ia tahu dari laporan yang di berikan dari orang kepercayaan nya jika Rayhan ada sangkut pautnya dengan Arif.
__ADS_1
.................