
Sore ini Alvin dan papah nya sedang berada di rumah Kayla. Mau tak mau Alvin mengikuti keinginan papah nya ia sangat berharap jika Kayla akan menolak lamaran nya ini karena bagaimana ada hati yang sedang Alvin perjuangkan.
...
Di salah satu restoran kini kedua pasangan itu sedang saling mencurahkan perasaan nya. Rayhan sendiri ia sangat sedih ketika mendengar penuturan dari Kayla bagaimana tidak wanita yang telah ia lamar di depan kedua orang tuanya kini akan dilamar oleh lelaki lain yang tidak lain adalah teman kerjanya.
''Kak Ray, aku mohon kakak bilang lagi sama ayah. Aku gak mau perjodohan ini terjadi.'' Kayla menangis di hadapan Rayhan ia sangat tak kuasa melihat wanita yang sangat ia cintai memohon padanya.
Rayhan hanya bisa menarik napasnya panjang. Rayhan bahkan kini sudah tidak memiliki hubungan lagi dengan Kayla semenjak lamaran nya di tolak oleh kedua orang tua Kayla dengan alasan yang sama. Entahlah Rayhan seakan cinta nya pada Kayla tak akan pernah bisa berjalan bagaimana mestinya.
''Kay aku mohon, jangan seperti ini. Aku yakin jika memang Alvin yang terbaik untuk kamu.'' Rayhan menghapus air mata yang tanpa ia sadari air mata itu jatuh dari matanya.
Sungguh hatinya sangat perih dadanya seakan sesak mendengar kenyataan pahit yang harus ia alami.
Rayhan sadar mencintai bukan harus memiliki ia bahkan sudah belajar mengikhlaskan Kayla semenjak ia mengetahui jika Kayla sudah di jodohkan oleh ayah nya. Rayhan sangat mencintai Kayla tapi tidak dengan cara seperti ini Rayhan ingin jika resti dari kedua orang tua Kayla tulus padanya.
''Kakak seperti sama aku, katanya kak Ray akan berusaha buat aku tapi kenapa sekarang berubah. Bahkan kita baru sekali mencoba kak.'' Kayla sedikit tersulut emosi ia tidak menyangka jika Rayhan akan mengatakan hal seperti itu.
''Kay perlu kamu tahu. Aku sangat mencintai kamu, Tapi bukan cinta yang seperti ini dengan cara aku membuat kamu dengan ayah mu bersitegang itu bukan cara yang benar. Andai kamu adalah jodoh ku yang telah Allah tetapkan bagaimana pun cara orang tuamu memisahkan kita kita akan tetao bersama kay.'' Rayhan menatap wajah Kayla yang terlihat semakin sembab membuat dirinya merasa semakin serba salah.
''Aku mohon kay, maafkan aku.'' Lirih Rayhan berkata.
Sungguh hati Rayhan sangat rapuh ia mencintai wanita yang tak bisa ia miliki mencintai wanita dalam diam selama bertahun-tahun lamanya dengan selalu memohon pada sang Maha pencipta untuk ia di persatu kan. Namun lagi dan lagi ia harus berlapang dada menyiapkan diri yang lebih sabar dengan sebuah kenyataan pahit.
Kayla menghapus jejak air matanya ia segera berdiri dan meninggalkan Rayhan yang diam seorang diri di sana.
__ADS_1
Kayla sudah tidak peduli dengan dirinya. Hatinya sangat sakit bagai di tusuk dengan sebuah kenyataan pahit. Bagaimana bisa seorang ayah mempu mengatur hidupnya sejauh ini ia bahkan tidak pernah membayangkan jika pernikahan nya saja sampai harus mengikuti keinginan nya.
''Ah sudahlah kay kamu memang hanya boneka.'' Gumam Kayla yang kembali menghapus air mata nya.
Kayla segera pergi meninggalkan tempat yang sangat menyesakan dadanya. Laki-laki yang selalu ia harapkan akan mampu merubah dirinya kini ia telah menyerah dengan keadaan apa lah daya Kayla memang hanya boneka ayah nya yang selalu harus menuruti segala keinginan nya.
Dua puluh menit telah berlalu kini Kayla sudah kembali ke rumah nya. Terlihat mobil sport yang terparkir dengan rapih di depan rumah nya.
Kayla sudah tahu siapa pemilik mobil itu dan benar saja apa yang di katakan oleh ayahnya tidak main-main.
''Assalamu'alaikum.'' Salam Kayla di balik pintu dan segera masuk.
Semua orang kini menatap ke arah Kayla termasuk lelaki yang empat bulan lalu pernah menyatakan cintanya padanya.
''Waalaikum salam. Kay kamu baru pulang sini duduk.'' Pinta ayah dengan sambutan hangat nya.
''Kamu sudah tahu kan soal kedatangan dari Alvin ini, ayah sudah bilang waktu itu dan mungkin Alvin sendiri yang akan mengatakan itu.'' Ucap Reza dengan senyum nya karena ia merasa senang saat Kayla menerima duduk tanpa alasan apapun ia mengikuti keinginan ayahnya.
Kayla tidan menjawab ia hanya diam tanpa menunggu lama Dimas menepuk paha sang anak agar segera mengutarakan maksud kedatangan nya pada Kayla.
Alvin kini menatap wajah ayah dan ibu nya ia kembali tak berkutik keinginan nya hanya satu ia sangat berharap Kayla akan menolak lamaran nya.
Alvin menarik napasnya panjang dan berusaha mengatakan maksudnya pada Kayla.
''Kay apa kamu bersedia untuk menjadi istriku dan menikah dengan ku?'' tanya Alvin dengan menatap penuh harap jika Kayla akan menolak nya.
__ADS_1
Seketika Kayla mendongak ia melihat wajah Alvin yang kini terlihat tersenyum padanya. Entahlah Kayla tidak mempunyai alasan lagi untuk menolak lamaran dari lelaki yang kini berada di hadapan nya karena lelaki yang sangat ia cintai kini sudah mundur bahkan ia sudah mengatakan jika Kayla harus menerima Alvin dalam hidupnya.
Seketika semua perkataan Rayhan masuk kembali ke dalam ingatan Kayla membuat wanita itu seakan mati dengan perasaan nya.
''Aku bersedia.'' Ucap Kayla dengan mata yang mulai berair.
Per sekian detik semua orang yang berada di sana langsung berucap Syukur karena harapan mereka kini sudah terkabul.
''Makasih sayang.'' Ucap Citra maminya Alvin mengucap dengan sangat bahagia.
Sementara Alvin ia sedikit kesal bagaimana bisa Kayla menerima dirinya setelah ia bilang jika ia menolak nya waktu itu.
''Andai saja kamu menerima aku saat dulu kay aku akan sangat senang tapi maaf untuk sekarang aku tak bisa menerima kamu.'' Batin Alvin berkata.
Kini semua orang sedang menikmati hidangan sementara Alvin dan Kayla kini mereka sedang berada di halaman rumah Kayla dan duduk di di sebuah bangunan kecil di sana.
''Kay.'' Alvin berkata karena sejak tadi mereka hanya diam saja membuat Alvin sedikit geram ia menyangka jika saat mereka berdua Kayla akan memarahi dirinya karena sudah berani melamar dirinya tapi nyatanya wanita itu seakan membisu bahkan tatapan nya terlihat kosong.
''Kau apa kamu sudah tidak waras menerima aku?'' tanya Alvin yang sudah ingin meledak.
''Maksud mu?'' Kayla beralih menatap wajah Alvin meski ia tidak tahu tatapan apa yang Alvin tujukan padanya.
''Aku tidak menyangka jika kamu akan menerima aku bukankah kamu sudah memiliki Rayhan dan berniat menikah dengan nya lalu kenapa kamu bersedia menerima lamaran ku?'' Alvin bertanya dengan sedikit panjang lebar.
''Bukankan itu yang sejak dulu kamu harapkan?'' Kayla tertawa kecil ia meratapi kehidupan nya yang sangat tidak adil.
__ADS_1
''Itu dulu, tapi sekarang tidak.'' Alvin berkata dengan dingin nya membuat Kayla mengalihkan pandangannya seketika karena ucapan dari Alvin.
......................