
Entahlah kini Kayla merasa dirinya begitu bodoh atau karena ia terlanjur sakit hati hingga dirinya tidak bisa berpikir jernih. Tak dapat di pungkiri jika saat ini ia ingin sekali menangis namun tentu saja ia tidak bisa melakukan itu disaat dirinya sedang bersama ia nya sendiri.
Bibirnya terus saja menampilkan senyum palsu nya ia tidak ingin membuat ibunya kembali drop terlebih saat ini ia memang harus menjaga kondisi ini ibunya.
''Kita ke dalam lagi ya bu?'' ajak Kayla dengan nada suara yg hampir tercekat.
Sudah sangat susah sekali ia berbicara andai saja saat ini ibunya tidak berada di sampingnya tentu ia ingin sekali menangis tapi tidak untuk sekarang ia harus tetap kuat.
Kayla pun menuntun tangan sangat ibu Aira kembali ke ruangan nya karena ia tidak mungkin membawa pulang ibu Aira sekarang karena dirinya sendiri ia tidak membawa mobil.
''Bu, mungkin besok Kayla akan kembali ke sini, maaf ya bu Kayla belum bisa bawa ibu pulang.'' Tutur Kayla pelan.
Ibu Aira hanya diam namun matanya terus saja tertuju pada putrinya seolah ia sedang menerawang isi hati sang anak.
Kayla mencium tangan ibu Aira dan segera keluar sebelum akhirnya air matanya tak bisa lagi ia bendung lagi.
Sesak sakit semua menjadi dari ingin sekali ia pulang bersama sang ibu tapi apa daya ia tidak bisa melakukan itu.
Kayla kembali berjalan ia menyusuri jalan dengan langkah pelan. Ia tak bisa lagi menyembunyikan air matanya ia terus saja membiarkan air matanya jatuh bersama rasa sakit yg sulit ia artikan.
''Kay?'' seru Malik yg kini berdiri tepat di hadapan nya.
Malik mendekati Kayla ia menyentuh bahu dari wanita yg terlihat begitu rapuh bahkan hanya sekedar menjawab panggilan nya ia tidak melakukan nya.
Malik mendudukkan Kayla di kursi yg tidak terlalu jauh dari mereka saat ini.
Ia masih diam menunggu wanita itu berhenti menangis. Hatinya sedikit sakit melihat wanita yg masih sangat ia cintai menangis.
Begitu rapuhnya Kayla saat ini meski begitu Malik tidak ingin menanyakan apa sebab nya wanita itu menangis bukan karena apa tapi ia tidak memiliki hak atas wanita di sampingnya itu.
Beberapa menit berlalu Kayla kini sudah terlihat lebih baik bahkan ia sudah berhenti menangis tapi ia masih enggan untuk berbicara.
__ADS_1
Malik membuka suara meski dirinya sedikit ragu tapi memang harus ia lakukan ia tidak ingin Kayla terlalu bersedih karena ada janin yg harus ia jaga dan bersedih seperti saat ini ia tentu tidak baik untuk kesehatan dirinya dan juga janinnya saat ini.
''Ekhm, apa kamu akan terus menerus menangis? ada kalanya kita harus melepas beban tapi tidak dengan terus menangisi sesuatu secara berlebihan Kay, aku memang tidak tahu apa sebabnya kamu bersedih tapi bersedih seperti itu tidak baik kasihan juga bayi kamu dia sangat membutuhkan kamu.'' Ingat Malik dengan sedikit hati-hati.
Kayla menengadahkan pandangan nya dan beralih menatap Malik yg sedang menatap dirinya dengan sendu.
Ia tersenyum kecil betapa sikap lelaki itu tidak berubah ia bahkan selalu membuat dirinya bisa merasa lega meski tak seperti dulu lagi.
Ya tak akan pernah seperti dulu lagi karena kini dirinya sudah menjadi istri orang dan tentu ia juga sudah tidak memiliki perasaan yg sama seperti dulu ia mencintai sosok lelaki yg membuat ia susah move on.
''Kita pulang ya? biar aku antar.'' Ajak Malik tanpa basa basi lagi.
Kayla mengangguk pelan ia juga sudah tidak memiliki pilihan lain selain menerima tawaran dari Malik karena ia memang ingin istirahat dan tidak mungkin juga ia pulang naik angkutan umum disaat dirinya seperti sekarang ini.
Kayla berjalan tepat di belakang Malik ia mengikuti langkah kaki lelaki itu kemana ia berjalan.
Tak banyak obrolan bahkan sesaat ini sudah sampai di dalam mobil milik Malik Kayla dan Malik hanya saling berdiam mengunci komunikasi diantara mereka.
''Aku sangat sedih Kay melihat kamu seperti ini,'' lirih Malik dalam hati.
''Kay?'' panggil Malik lagi.
Kayla masih diam namun matanya kini tertuju pada Malik yg baru saja memanggil dirinya.
''Beneran kamu mau pulang?'' tanya Malik dengan tatapan yg masih fokus pada jalanan.
Kayla mengerutkan keningnya ia merasa pertanyaan Malik sungguh aneh bukannya ia tadi mengajak dirinya untuk pulang tapi kenapa dia malah menanyakan apa dirinya yakin akan pulang seolah Malik tidak bersungguh-sungguh untuk mengantarkan dirinya pulang.
''Kalau kamu memang gak niat antar aku pulang aku bisa turun disini kok.'' Ketus Kayla.
Malik hanya terkekeh ia tidak menyangka dengan jawaban Kayla yg akan seperti itu padahal dirinya hanya ingin menghibur wanita itu. ''Bercanda kok maksud aku kamu yakin kamu mau pulang dengan kondisi kamu seperti sekarang ini lihat dong wajah kamu jelek gitu masa mau pulang.'' Kekeh Malik lagi.
__ADS_1
Mendengar itu tentu membuat Kayla mencebikan mulutnya ia bahkan sedikit kesal bisa-bisa nya Malik mengerjai dirinya padahal ia memang sedang bersedih.
''Nyebelin banget sih,'' kesal Kayla dan langsung menghadiahi Malik dengan cubitan.
Malik yg sedang fokus menyetir ia menjadi tertawa bahkan ia sedikit tidak bisa fokus karena Kayla mencubit dirinya bahkan memukul dirinya dengan tas miliknya membuat Malik segera menepi.
Bukannya berhenti Kayla malah semakin dibuat kesal dengan tawa Malik yg belum juga berhenti bahkan Kayla kembali menangis membuat Malik sedikit kaget karena ia salah dengan menghibur wanita itu.
''Udah kay, udah aku minta maaf,'' Ucap Malik dengan memegang tangan Kayla karena wanita itu seolah belum puas memukul dirinya.
Kayla membenamkan wajahnya dengan air mata yg semakin deras mengalir bahkan suara tangisnya kini terdengar begitu menyayat hati Malik.
Hikkkkssss hikkkkssss
Kayla semakin terisak ia sendiri bingung dengan dirinya yg tidak bisa mengontrol dirinya bahkan karena tangis nya membuat perutnya terasa sakit.
''Kay? are you okay?'' tanya Malik dengan mengusap lembut kepala Kayla.
Ia sedikit canggung tapi ia bingung dengan perubahan wanita itu.
Kayla masih menangis tapi tangan nya meremas perutnya yg terasa semakin nyeri membuat atensi Malik teralih pada perut wanita itu.
''Kay? kita ke dokter aja ya, kamu gak baik-baik aja.'' Ajak Malik.
Kayla menggeleng ia tidak ingin ke rumah sakit ia hanya ingin pulang karena memang ia hanya membutuhkan ketenangan saat ini.
''Aku mau pulang,'' lirih Kayla pelan.
''Aaww, eeuuhh,''
''Kay? udah kamu diam kita ke rumah sakit ya,''
__ADS_1
Malik tak menunggu jawaban lagi ia langsung memutar arah u untuk ke rumah sakit terdekat ia tidak ingin sesuatu yg buruk terjadi pada Kayla.
...****************...