Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 16 Harus berubah


__ADS_3

''Udah sini duduk mbak ada sesuatu yang harus mbak bicarakan.'' Kata Diana meski sedikit bersikap hangat tak sedingin tadi.


Kayla menatap dengan heran ia kembali menaruh alat shalat nya pada tempat nya dan berjalan ke sofa menghampiri Diana dan segera duduk bersama nya.


''Ada apa sih mbak.'' Kayla duduk dengan sikap malasnya.


''Kay. Mbak ini hanya ingin sedikit berbagi saja. Mbak sayang sama kamu dan kamu juga sekarang sudah dewasa tapi kamu masih seperti ini apa kamu gak sedikit saja berpikir jika selama ini kelakuan kamu ini minus kay.'' Diana berkata dengan raut wajah yang sulit Kayla artikan.


''Maksud kakak apa sih.'' Kayla tahu maksud nya tapi ia ingin lebih jelas.


Diana menarik napasnya panjang dan kembali menatap wajah adiknya yang sudah sangat dewasa.


''Ya rubah lah diri mu kay, tak mungkin kakak harus membeberkan satu per satu kamu juga sudah jauh lebih paham dari mbak kay. Kamu sudah dewasa dan mungkin sebentar lagi akan menikah. Bagaimana jika kamu setelah menikah dan tinggal bersama suami mu apa kamu akan membuat pagi hari nya kesal. Terlebih bagaimana jika kamu tinggal bersama mertuamu. Apa mereka akan tahan dengan sikap ke tidak dewasaan kamu kay.''


Kayla hanya diam ia bahkan tidak sedikit merasa kesal justru kini ia sadar memang benar selama ini kelakuan nya seperti anak-anak bahkan Lusi saja lebih baik dari dirinya.


''Maaf jika mbak sedikit keras tapi mbak hanya tidak ingin itu terjadi kay. Hubungan pernikahan adalah hubungan yang harus di jaga dan itu akan sangat sulit kay ketika kita harus ingin selalu ingin di mengerti. Bagaimana bisa kamu dapat mengerti orang lain yang baru saja kamu kenal sedangkan mengenali dirimu saja sangat sulit bahkan sikap menghargai keluarga mu saja kamu seperti itu.'' Diana menghela napasnya panjang ia sadar perkataan dirinya terlalu jauh berandai tapi harus bagaimana lagi memang kenyataan yang paling ia takutkan adalah anak itu.


Kayla menatap wajah sang kakak nya ia juga membenarkan setiap perkataan yang keluar dari mulut kakak nya.


''Maafin aku kak.'' Ucap Kayla merasa bersalah karena menilai mbak nya seperti iri pada dirinya. Padahal tak ada kata iri untuk mbak nya justru ia sangat sayang pada dirinya sendiri.


.


Beberapa jam telah berlalu kini Kayla dan juga keluarganya sudah berkumpul di ruang keluarga setelah makan.


''Kay gimana pekerjaan mu?'' tanya Reza menatap sang anak yang kini terlihat tidak banyak bicara bahkan sikap nya membuat Reza bersyukur jika kini anak terlihat berubah.


'''Lancar yah semuanya baik-baik saja karena aku juga masih di dampingi oleh Alvin.'' Ucap Kayla dengan santai.

__ADS_1


''Syukurlah semoga kamu bisa jadi dokter yang hebat.'' Reza melempar senyum pada Kayla dengan perasaan bangga nya. Sebenarnya Reza sudah tahu segalanya karena ada seseorang yang melaporkan Kayla saat ia sedang bertugas.


''Syukurlah Alvin itu padahal masih muda ya yah. Tapi dia sudah menjadi dokter yang sangat hebat.'' Puji Alisa karena memang seingat nya Alvin anak teman dari suami nya itu seusia Diana.


''Ya benar masih muda tapi dia memang hebat ayah sendiri merasa bangga karena Alvin memang hebat mah ya wajar sih kan ayah nya aja seorang dokter yang sama hebat.''


Mereka banyak berbicara dan mengobrol membuat Diana menyenggol lengan Kayla.


Kayla yang tahu apa maksud dari kelakuan mbak nya.


''Kay mau siap-siap dulu ya mah, yah.'' Ucap Kayla pamit dan berlalu karena ia harus segera siap-siap.


Kayla menaiki satu persatu anak tangga dengan pikiran nya yang mulai melayang membayangkan dirinya menjadi seorang istri apalagi baru tadi pagi mbak nya berbicara bagaimana jika dirinya menikah apalagi sikap nya masih seperti anak kecil membuat Kayla merasa takut hal yang pernah Diana katakan padanya.


Kayla segera masuk ke kamar nya ia segera melihat dirinya di cermin dengan menatap wajahnya.


Kayla menarik napasnya panjang dan semua itu benar. Apa yang di katakan mbak nya memang benar ia sudah terlihat dewasa bahkan di wajahnya saja ia sudah bisa melihat nya memang benar itu bahkan banyak teman nya yang sudah menikah dan Rara teman nya saja dia minggu lagi ia akan menikah tapi entahlah dengan dirinya.


''Kak ray.'' Ucap Kayla lirih entah kenapa Kayla menjadi teringat sosok Rayhan yang selalu membuatnya merasa rindu.


"Ih ko aku jadi teringat kak ray sih.'' Kayla mengacak-acak rambut nya sejak kemarin pagi ia melihat sosok yang sangat mirip sekali dengan Rayhan entah kenapa bayangan Rayhan seolah selalu ada dalam ingatan nya.


Kayla segera bergegas ke kamar mandi karena jam sudah menunjukan pukul setengah tujuh pagi.


Dua puluh menit telah berlalu kini ia sudah kembali dengan wajah yang sudah terlihat dengan segar.


''Kay.'' Teriak Diana di balik pintu kamar nya.


''Iya mbak.'' Teriak Kayla yang sedang bersiap-siap.

__ADS_1


''Buruan ayah tungguin kamu katanya berangkat nya bareng ayah aja.''


''iya bentar.''


Kayla segera memoleskan riasan pada wajah nya dengan balutan make up yang tipis yang terkesan terlihat natural apalagi ia memakai lipstik berwarna pink membuat wajahnya fresh.


Kayla sudah siap ia segera berjalan ke luar dengan tas yang ia bawa.


Sebenarnya Kayla ingin sekali berangkat sendiri tapi mau bagaimana lagi kini ayah nya malah mengajak dirinya untuk pergi bersama.


Ia segera mempercepat langkahnya menuju ayah nya yang sedang duduk bersama mamah nya.


''Kamu sudah siap kay?'' tanya Reza melihat anak nya sudah rapih.


''Udah, memangnya ayah mau apa ke rumah sakit?'' tanya Kayla karena mbak Diana bilang tadi.


''Ada sedikit urusan. Ya sudah ayo.'' Reza berdiri dan berjalan ke arah luar di ikuti oleh mamah nya dan mbak Diana.


''Hati-hati jangan sampai kamu di jodohkan dengan lelaki itu.'' Diana terkekeh ia berhasil membuat Kayla melotot sempurna.


''Ih gak bakalan buat ayah jodohin aku.'' Kayla dan Diana saling berbisik. Kayla merasa sangat kesal karena ucapan mbak Diana membuat mood Kayla menjadi hancur seketika.


''Ayo kay.'' Mamah mengingatkan karena kini suaminya sudah masuk lebih dulu ke dalam mobil.


''Mbak gak bakalan pulang sekarang?'' tanya Kayla sambil meraih tangan mbak Diana untuk berpamitan.


''Kayak nya nanti sore. Lagian tugas mbak udah lancar.'' Ucap Diana dengan senyum nya karena tanpa di ingatkan kini Kayla dengan sopan berpamitan kepada dirinya dan juga mamah nya.


Kayla hanya tersenyum menanggapi perkataan mbak nya ia pun segera masuk ke dalam mobil karena ayah nya sudah menunggu.

__ADS_1


......................


__ADS_2