
''Saya rasa ibu Aira sudah bisa saya percayakan sama kamu vin, meski memang ini cukup beresiko tapi jika kalian tetap bersama ibu Aira akan lebih cepat sembuh. Hanya saja jangan biarkan ibu Aira mengalami tekanan karena belum seratus persen sembuh.'' Ujar Malik yakin.
Malik merasa jika ibu Aira akan lebih baik bersama Kayla karena memang kesembuhan ibu Aira akan lebih cepat pulih jika mereka selalu berinteraksi bersama.
Alvin memijit pelipisnya ia merasa tidak yakin dengan saran sahabat baik nya itu meski ia tahu kemungkinan terburuk dan kemungkinan baik yg saling berdampingan.
Entahlah ia belum merasa siap hanya untuk memikirkannya saja ia merasa tidak yakin terlebih kini Kayla sedang hamil ia sangat takut jika sesuatu buruk terjadi pada istrinya.
''Pikirkanlah baik-baik ini hanya sekedar saran kamu tahu betul mana yg lebih baik untuk kalian.'' Sahut Malik lagi.
Ia menepuk bahu Alvin dan beralih meninggalkan dirinya yg kini sedang melihat kebersamaan Kayla bersama ibu mertua nya.
Terlihat Kayla tertawa kecil karena bersama ibu nya entah apa yg sedang mereka lakukan namun terlihat jelas kebahagiaan mereka.
Ibu Aira memang sudah bisa dibilang pulih dan itu sebabnya karena melihat gelang Kayla yg sempat tertinggal di kamar ibu Aira.
Sehari sebelum dirinya dinyatakan sembuh Malik sendiri sudah mengatakan pada Kayla jika memang ibu Aira sudah memperlihatkan perkembangan yg cukup baik terlebih saat gelang milik Kayla tak sengaja terjatuh di lantai kamar ibu Aira.
Malik sedikit panik saat itu ia melihat ibu Aira nampak tidak bersuara ia menangis dalam diam hanya air matanya yg terus saja jatuh dan entah yg membuat ia seperti itu.
__ADS_1
Perlahan Malik menyentuh bahu ibu Aira ia pun tak melihat reaksi yg berbeda ibu Aira hanya menangis dan saat Malik hendak mengambil duduk di dekat ibu Aira ia langsung menyodorkan sebuah gelang yg sangat ia kenal.
Ya itu adalah gelang milik wanita yg sangat ia cintai. Beberapa tahun lalu gelang yg pernah sempat ia pegang karena terjatuh dari tangan wanita itu dan ia kembalikan kembali dan saat itu Kayla terlihat begitu senang nya karena ia bilang jika gelang itu adalah gelang pemberian dari seseorang yg sangat berjasa dalam hidupnya itu adalah ucapan mamah nya saat ia berulang tahun mamah nya memberikan kado itu.
Entahlah sampai saat ini ia bahkan belum sempat mengembalikan gelang milik wanita itu hanya satu yg ia tahu jika gelang itu adalah milik ibu Aira saat dirinya belum mengalami gangguan jiwa.
Alvin menatap langit siang ia seolah bingung dengan keputusan yg harus ia ambil jika saja ibu Aira ikut dengan nya tentu sangat besar sekali resiko yg harus ia ambil tapi ia juga tidak yakin jika membiarkan ibu Aira tetap disini karena ia sendiri ingin sekali jika ibu Aira akan segera sembuh.
Suara panggilan telepon kini terdengar membuat pikiran Alvin sedikit teralihkan ia segera mengangkat panggilan telepon dari seseorang yg berhari-hari ini sedikit membuat dirinya tidak bisa mengalihkan dari dirinya.
''Iya Nasy?''
Ia bahkan sedikit merintih kesakitan seolah memang benar sedang mengalami sakit.
''Kamu sedang dimana sekarang?'' tanya Alvin sedikit khawatir.
''Aku lagi di apartemen, kamu cepat kesini ya vin aku udah gak kuat.'' Rintih Nasya yg sudah tak bisa lagi menahan sakit nya.
''Ya sudah kamu tunggu sebentar aku ke sana sekarang oke.''
__ADS_1
Alvin langsung mematikan panggilan telepon nya. Tak dapat dipungkiri jika dirinya begitu khawatir dengan kondisi Nasya saat ini.
''By, aku pergi dulu ya ada sesuatu yg harus aku tangani.'' Ucap Alvin jujur.
Kayla mengerutkan kening nya ia merasa kembali kecewa bagaimana bisa Alvin malah pergi di saat dirinya sedang membutuhkan dirinya saat ini.
''Tapi mas,''
''Hanya untuk saat ini sayang aku minta maaf kamu mengerti aku ya,'' punya Alvin.
Kayla hanya bisa pasrah ia pun mengangguk menyetujui permintaan suaminya.
Alvin mengulas senyum ia mencium kening istrinya sebelum akhirnya ia pergi dari hadapan Kayla.
Dengan sedikit tergesa-gesa Alvin segera memasuki mobilnya dan memacu kendaraan nya tanpa lagi memikirkan bagaimana istrinya akan pulang.
Sementara Kayla ia hanya bisa diam hatinya kembali sakit entah kenapa ia kembali merasa sakit karena merasa jika saat ini dirinya seolah diabaikan oleh Alvin padahal ia ingin sekali mengajak ibunya ke rumah untuk tinggal bersama tapi apa sekarang dirinya harus kembali merasa sakit.
Bagaimana bisa Alvin meninggalkan dirinya apalagi ia tidak membawa mobil untuk kembali pulang padahal meski ia membawa mobil semenjak kehamilan nya Alvin melarang dirinya membawa mobil tapi sekarang ia bahkan tidak peduli tentang kepulangan dirinya.
__ADS_1
...****************...