
Jujur ada rasa yg sulit ia artikan Kayla seolah tidak rela dengan ucapan Malik ia bahkan mengatakan sebuah kata perpisahan disaat banyak yg ia lakukan untuk dirinya dan juga ibunya.
Tangan nya masih memegang tangan lain yg sempat Malik cium. Air matanya kembali luruh bersama kepergian Malik yg semakin menjauh dari pandangan nya.
Tangannya terulur menghapus air mata yg hari ini tak juga bisa berhenti bahkan di saat dirinya sudah merasa lebih baik dan kembali jatuh lagi rasanya matanya begitu boros mengeluarkan buliran bening itu.
Kayla masih betah diam di tempat nya ia seolah merasakan semua perkataan Malik yg entah mengapa membuat hatinya sakit mendengar Alvin adalah sosok yg terbaik untuk nya tentu membuat ia sakit terlebih kata-kara Malik yg mengatakan jika dirinya akan pergi dari hidupnya seolah terus terngiang dalam ingatan nya.
Didalam mobil Alvin masih diam tapi matanya memerah karena sudah sejak tadi ia tahan tangis yg memaksa ingin keluar entah apa yg Malik katakan pada istrinya tapi ia sendiri sudah mengetahui apa yg sebenarnya terjadi di antara istrinya dan juga sahabatnya ia sudah mengetahui semuanya bahkan tentang rasa cinta Malik terhadap istrinya ia mengetahui itu karena Malik mengatakan itu pada dirinya.
Kayla memutar tubuhnya ia menatap mobil suaminya yg tepat berada tak jauh dari dirinya.
Mata mereka saling bertemu namun tak cukup kuat untuk Kayla ia langsung memutuskan dirinya untuk segera masuk ke dalam rumah ibunya. Ia masih belum siap untuk bertemu dengan Alvin hatinya masih sakit bahkan teramat sakit bagi dirinya.
''Apa kamu semarah itu sama aku by, apa kamu se kecewa itu sama aku,'' lirih Alvin pelan.
Ia hanya bisa melihat kepergian istrinya hingga pintu gerbang tertutup dan tak memperlihatkan lagi dirinya.
Andai saja dan hanya andai yg kini terngiang dalam benaknya betapa hatinya sakit melihat Kayla mengacuhkan dirinya tak ingin lagi ia kehilangan wanita yg sangat ia cintai dan tak akan pernah ia mampu membayangkan nya saja sungguh hampir membuat ia putus asa bagaimana bisa ia berpisah.
''Maafkan aku by,'' gumam Alvin pelan ia masih saja diam di depan gerbang rumah ibu mertuanya.
Ia belum memiliki keberanian ia tidak ingin membuat Kayla semakin stres karena kehadiran dirinya setidaknya memberi Kayla luang waktu sendiri mereka akan bisa berpikir dengan jernih.
__ADS_1
.
''Sayang? kamu kok gak bilang mau ke sini? mana suami kamu sayang?" tanya mamah Alisa kaget karena kedatangan putri nya yg mendadak.
''Iya mah, aku gak sempat beri kabar mas Alvin dia sedang tugas mah.'' Bohong Kayla pada mamah nya.
Ia tidak mungkin memberitahu tentang semuanya ia tidak ingin membuat mamah dan keluarganya ikut campur dalam masalah dirinya terlebih Kayla sendiri tidak ingin keluarga nya tahu tentang permasalah t
rumah tangga dirinya karena di khawatir kan keluarga nya akan menilai Alvin adalah lelaki yg tidak bertanggung jawab Kayla tidak ingin itu terjadi karena sebenarnya dirinya sendiri belum tahu pasti tentang siapa wanita itu dan ada hubungan apa di antara suami dan juga wanita yg sudah ia temui dua kali itu.
''Oh ya sudah kamu mau makan? udah makan belum? badan ibu hamil masih saja langsing Kayla kamu itu harus banyak makan kasihan cucu mamah mau di kasih makan apa coba kamu itu kurus begitu.'' Celoteh mamah Alisa yg langsung menarik Kayla agar mengikuti dirinya.
Mamah Alisa langsung membawa makanan yg sudah tersedia ia bahkan menyambut baik kedatangan anaknya bahkan sepertinya mamah Alisa tak sedikitpun curiga akan sikap Kayla yg sedikit berbeda ia terlihat bahagia karena kedatangan anaknya yg sedang hamil muda itu.
''Mah, Kayla udah makan kok mah gak usah semuanya mamah keluarin lagian Kayla ingin istirahat dulu mah,'' jujur Kayla.
Mamah Alisa hanya bisa pasrah terlebih Kayla memang terlihat sedikit pucat.
Mamah Alisa hanya menuntun Kayla ke kamarnya ia tidak ingin sesuatu buruk terjadi pada anak dan calon cucunya.
''Makasih mah,'' ucap Kayla tulus.
Kayla menciumi mamahnya sebelum akhirnya ia memilih masuk dan mengunci rapat kamar nya.
__ADS_1
Air matanya seketika jatuh kembali dadanya terasa sesak bagaimana bisa melewati semua ini sendirian di saat ia membutuhkan sosok seorang suami tapi ia malah asyik bersama wanita lain terlebih di saat ia sedang mengandung anak nya sendiri.
''Bodoh.'' Hanya itu yg Kayla ucapkan ia merutuki dirinya sendiri betapa bodohnya ia telah menjatuhkan hatinya pada lelaki yg masih mencintai wanita lain.
Meski sebenarnya Kayla tidak tahu pasti siapa wanita itu tapi ia yakin jika wanita itu adalah cinta masa lalu suaminya karena memang sebelum mereka menikah Alvin jelas mengatakan jika dia sudah mempunyai seorang kekasih tapi dirinya malah tidak menggubris itu dan malah terus melanjutkan pernikahan yg jelas tanpa ada rasa cinta.
Kayla menutupi wajahnya air matanya terus saja jatuh namun ia biarkan setidaknya setelah ini ia harus berusaha kuat ia tidak boleh lagi menangis karena sorang lelaki yg jelas tidak mencintai dirinya.
Sudah cukup tangis nya selama ini tak akan ada lagi tangis yg keluar setelah ini Kayla berjanji pada dirinya sendiri.
''Sayang?'' panggil mamah Alisa dari balik pintu.
Mamah Alisa tahu putri nya sedang tidak baik-baik saja meski ia tidak tahu apa yg sedang di alami putrinya tapi dengan melihat wajah putri nya naluri seorang ibu mengatakan jika saat ini ada sesuatu yg Kayla sembunyikan dari dirinya.
''Sayang? kamu belum tidur kan?" panggil mamah Alisa lagi ia bahkan mengetuk pintu kamar Kayla.
Kayla berusaha tegar ia langsung menghapus jejak air matanya dan segera membuka pintu kamar nya sebelum mamah Alisa kembali bersuara.
''Iya mah?"
''Kamu menangis? ada apa sayang?" mamah Alisa sedikit kaget karena dugaannya benar putri nya sedang mengalami masalah.
''Enggak kok mah Kayla hanya kangen aja sama suasana kamar ini," bohong Kayla.
__ADS_1
Ia tidak ingin jika mamah nya akan bersedih jika ia menceritakan semua masalah rumah tangga dirinya cukup dirinya saja yg bersedih ia akan berusaha memperbaiki semuanya dan andai perpisahan yg harus ia ambil sekalipun ia tidak akan memberitahu mamah nya.
...****************...